Legenda Raja Kultivator

Legenda Raja Kultivator
Chapter. 045: Latih Tanding Dengan Teman Baru.


__ADS_3

Tiga Minggu Kemudian.


Saat ini, di padang rumput tanpa ujung. Xiao Chen berdiri berhadapan dengan seorang pria berusia 18 tahun yang bernama, Yang Zhen. Dia adalah salah satu jenius yang berasal dari sekte Serigala Emas.


Selama berlatih di dimensi ini, Xiao Chen berteman baik dengan Yang Zhen. Meskipun di masa depan nanti, keduanya sama-sama tidak mengetahui apakah mereka akan menjadi musuh atau bukan di pertandingan hidup dan mati.


"Saudara Xiao, ini adalah latih tanding terakhir kita. Besok, pertarungan hidup dan mati akan dimulai..." Ucap Yang Zhen sambil memegang erat pedangnya di tangan kanan.


Xiao Chen tersenyum tipis dibalik topengnya, "Kau benar." Jawabnya sambil mengangguk lalu menimpali, "Aku harap, kita berdua tidak menjadi musuh. Karna, aku tidak akan segan-segan nantinya..."


"Hahahaha~ Kau kejam, saudara Xiao!" Yang Zhen melesat maju dan menyerang Xiao Chen dengan cepat.


Level Yang Zhen berada di atas Xiao Chen, kekuatan dan kecepatannya benar-benar menakutkan. Meskipun begitu, pola serangannya sangat mudah ditebak, jadi Xiao Chen masih dapat menyamakan level pertarungannya.


"Oh, ayolah~ Saudara Xiao! Aku tau kemampuanmu tidak sampai disini saja." Yang Zhen menyeringai lebar ketika mengatakannya.


Perlu diketahui, Yang Zhen adalah sosok orang yang menyukai pertarungan. Dia akan lebih bergairah jika menemukan lawan yang kuat, daripada mendapatkan wanita yang cantik.


Xiao Chen tersenyum, "Aku akan mengeluarkan seluruh kemampuanku, jika kau menjadi lawanku di pertarungan hidup dan mati nanti!" Jawabnya dan kemudian menyerang dengan agresif.


Pertarungan keduanya menjadi pusat perhatian para calon penerus yang beristirahat disekitar sana.


"Astaga, dua orang gila itu masih sempat-sempatnya bertarung. Padahal besok pertarungan hidup dan mati akan dimulai, seharusnya mereka menyimpan tenaga untuk besok."


"Hahaha... Biarkan saja. Lagipula itu menguntungkan kita." Ujar pria tampan berambut merah cerah.


Dia adalah Jiang Pi, putra tunggal dari Klan Jiang, salah satu Klan paling besar di Benua Tengah. Mempunyai potensi yang tinggi, dan rumornya dia berteman baik dengan salah satu putra mahkota dari Kekaisaran Fang.


Sedangkan ketiga orang lainnya berasal dari sekte Kelas Atas. Yun Rue, Ang Shao, dan Qing Mei Lin.


Mereka berempat tidak terlalu dekat, bahkan bisa dibilang tidak berteman sama sekali. Karna, mereka tau kalau nantinya masing-masing dari mereka akan menjadi lawan di pertarungan hidup dan mati.


Menjadi dekat atau sampai berteman adalah sebuah ide yang buruk, karena itu bisa menjadi kelemahan mereka nantinya.


"Aku penasaran dengan wajah Xiao Chen..." Qing Mei Lin berkata dengan suara pelan ketika mengamati pertarungan tersebut.


"Sama." Yun Rue mengangguk, lalu menatap wanita cantik di sebelahnya itu, "Mei Lin, bagaimana kalau kita memintanya untuk membuka topeng?"

__ADS_1


Qing Mei Lin menghela nafas pendek, "Mustahil dia mau menuruti permintaan kita. Kau lupa? Pada hari pertama kita menjalani pelatihan disini, Guru Yang Min juga meminta hal yang sama. Tapi apa hasilnya? Hanya ada penolakan tegas."


"Tentu saja aku mengingatnya. Namun apa salahnya kita mencoba? Toh, daripada mati penasaran..."


Qing Mei Lin terdiam sejenak untuk memikirkannya, lalu menganggukkan kepala, "Baiklah. Ayo kita tanya setelah dia selesai latih tanding..."


Yun Rue tersenyum lebar ketika mendengarnya, dan ia kembali mengamati pertarungan itu.


Di sisi lain, Yang Min, Yue Ying dan Xhu Ren sedang melayang dibalik awan. Sedari awal, mereka bertiga sudah mengawasi jalannya pertarungan Xiao Chen dengan Yang Zhen.


"Bagaimana menurutmu dengan mereka berdua?" Yang Min bertanya dengan suara tenang.


"Bakat mereka setidaknya bisa dibandingkan dengan jenius di Dunia tingkat Enam..." Jawab Xhu Ren.


"Kau benar. Tapi, bukan hanya mereka berdua saja yang jenius..." Yue Ying menunjuk ke arah Ang Shao dan Yun Rue, "Masih ada dua jenius lainnya..."


"Abad ini, para calon penerus mempunyai potensi yang besar. Sangat disayangkan jika mereka harus membunuh satu sama lain..." Yue Ying berkata dan dengan segera melanjutinya, "Yang Min, kupikir kita harus membuat perubahan rencana..."


"Perubahan rencana... Maksudmu membatalkan pertarungan hidup dan mati?" Tanya Yang Min memastikan.


Yue Ying mengangguk, "Ya. Setidaknya kekuatan tempur Dunia ini akan lebih kuat jika 'Mereka' datang."


Setelah berpikir selama beberapa saat, Yang Min memutuskan untuk meniadakan pertarungan hidup dan mati.


"Bagaimana menurutmu, Xhu Ren?"


"Terserah padamu. Aku hanya mengikuti saja..." Jawab Xhu Ren.


"Tapi, Yang Min. Sebaiknya kita jangan umumkan terlebih dahulu hal ini kepada mereka, atau lebih tepatnya biarkan mereka bertarung sampai salah satu dari mereka ada yang sekarat."


"Baiklah..."


.....


Satu Jam Berlalu.


Xiao Chen dan Yang Zhen akhirnya menghentikan latih tanding mereka. Meskipun sudah bertarung cukup lama mereka sama sekali tidak mengeluarkan keringat sedikitpun, dan itu dikarenakan spesialnya dimensi ini.

__ADS_1


"Mau kulihat berapa kalipun kau sangat hebat, saudara Xiao."


Yang Zhen saat ini sedang duduk di samping Xiao Chen dan mengobrol. Mereka berdua sedang membicarakan mengenai pertarungan barusan.


"Hahaha~ Seharusnya aku yang berkata seperti itu..." Xiao Chen tertawa pelan, "Ngomong-ngomong saudara Zhen, apa kau berasal dari sekte Serigala Emas?"


"Hoo~ Bagaimana kau mengetahuinya?"


"Aku pernah mendengar nama 'Yang Zhen' dari temanku. Awalnya aku pikir kalau kalian hanya mempunyai nama yang sama, tapi jika dilihat dari kemampuanmu, kau memang Yang Zhen sang pahlawan kota..."


"Sang pahlawan kota?" Raut wajah Yang Zhen berubah menjadi sedikit marah bercampur sedih.


Xiao Chen yang menyadarinya langsung bertanya dengan alis terangkat, "Ada apa, apa aku salah bicara?"


Yang Zhen menggelengkan kepalanya lalu membaringkan tubuhnya di padang rumput yang lembut, "Tidak. Aku bukanlah pahlawan..."


Xiao Chen yang mendengar ada kesedihan di dalam kata-kata itu terdiam sejenak, ia kemudian ikut membaringkan tubuhnya dan bertanya, "Ingin cerita?"


Yang Zhen terdiam cukup lama, lalu menganggukkan kepalanya, "Baiklah..."


***


Saat itu, Yang Zhen dan anggota kelompoknya yang berasal dari sekte Serigala Emas sedang dalam menjalankan misi, dan kebetulan mereka lagi beristirahat di sebuah kota besar.


Namun tiba-tiba saja, gelombang monster terjadi di kota tersebut. Yang Zhen selaku ketua kelompok, berinisiatif untuk membantu mengalahkan monster yang datang untuk menyerang kota.


Yang Zhen dan anggota kelompoknya melakukan pertahanan di gerbang utara.


Singkat cerita, gelombang monster itu berlalu dan Yang Zhen langsung menangis sejadi-jadinya.


Bukan karna senang atau terharu, tetapi salah satu anggota kelompoknya ada yang mati dan dia adalah kekasih Yang Zhen, Liu Yiun.


Wanita cantik itu ditelan hidup-hidup oleh seekor ular raksasa, dan yang membuat Yang Zhen lebih marah lagi adalah ular tersebut berhasil kabur hidup-hidup.


Kejadian itu benar-benar membuat Yang Zhen terpukul, dia menyalahkan dirinya sendiri karena gagal melindungi kekasihnya yang berharga.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.


__ADS_2