Legenda Raja Kultivator

Legenda Raja Kultivator
Chapter. 039: Penjara Sepuluh Dewa Agung II


__ADS_3

Selesai makan, Xiao Chen langsung membayar tagihan dari semua hidangan yang mereka semua santap. Setelahnya, ia mengajak teman-temannya untuk keluar dari Restoran Bambu Kuning.


"Aku akan kembali ke penginapan, kalian ikut atau ingin jalan-jalan terlebih dahulu?" Xiao Chen bertanya sambil menatap teman-temannya itu.


"Aku akan kembali ke penginapan, senior." Qiao Jifeng menjawab, Qiao Yu juga sama.


Sedangkan Lu Ren memilih untuk jalan-jalan di sekitar sana, ia ingin mencari wanita yang bisa diajak kencan olehnya.


"Baiklah. Kalau begitu, aku dan yang lainnya akan pergi..."


Lu Ren mengangguk, "Baik, senior Xiao."


Xiao Chen langsung melangkahkan kakinya dan pergi dari sana. Qiao Yu dan Qiao Jifeng mengikuti pemuda berjubah biru cerah itu dari belakang.


Melihat mereka bertiga pergi, Lu Ren juga ikut pergi.


***


Di Penginapan.


Xiao Chen, Qiao Jifeng dan Qiao Yu masuk ke dalam kamar masing-masing.


Qiao Jifeng langsung berbaring di tempat tidur, ia menghela nafas panjang dan berkata, "Terima kasih senior, karena telah mentraktir aku dan kakakku..."


Xiao Chen tersenyum, ia melakukan posisi lotus di dekat dinding kamar lalu membalas, "Sama-sama."


"Apakah kamu ingin berkultivasi, senior?"


"Ya. Aku akan mengakhirinya dalam tiga hari..."


Qiao Jifeng mengangguk paham dan tidak bertanya lebih jauh lagi karena tidak ingin mengganggu. Xiao Chen sendiri langsung berkultivasi menggunakan Pernapasan Naga miliknya.


***


6 Hari Berlalu.


Selama beberapa hari terakhir, Xiao Chen dan teman-temannya menghabiskan waktu dengan latihan, makan bersama dan bersantai.


Hari ini, mereka sudah keluar keluar dari Kota Youshin dan sekarang sedang menuju ke Lembah Abadi. Tidak hanya mereka saja, tetapi grup berbeda yang menetap di kota tersebut juga sudah keluar dari sana.


***


Lembah Abadi.

__ADS_1


Lautan manusia yang berjumlah lebih dari puluhan ribu sedang berkumpul di satu tempat, sebagian besar dari mereka adalah kultivator muda yang akan mengeksplorasi Penjara Sepuluh Dewa Agung.


Suara gemuruh memenuhi tempat tersebut. Di atas tebing batu, tiba-tiba saja Kaisar Fang Lin dan beberapa orang lainnya muncul. Tentu kemunculan mereka membuat suasana ramai sebelumnya menjadi sedikit lebih reda.


"Penjara Sepuluh Dewa Agung akan terbuka sebentar lagi. Siapkan senjata kalian karena pembunuhan akan diperbolehkan di dalam sana..." Fu Chen bersuara dan terdiam selama beberapa saat sebelum melanjutinya, "Eksplorasi akan berlangsung selama satu bulan! Jadi kuharap kalian sudah kembali sebelum batas waktu ditentukan habis, atau kalian akan dikeluarkan secara paksa..."


"Berhati-hatilah para jenius muda... Musuh kalian bukan hanya grup yang lain, ada banyak monster di dalam sana yang jumlahnya tidak diketahui." Sambung Kaisar Fang Lin dengan suara berwibawa.


Tentu pernyataan dari Kaisar Fang Lin membuat mereka terkejut karena tidak pernah mendengar ini sebelumnya, hati mereka mulai dilanda rasa cemas dan takut.


"Aku tidak akan memaksa kalian untuk masuk. Pergilah jika ragu, dan kembali ke kehidupan yang kalian jalani sebelumnya..." Kaisar Fang Lin berkata ketika melihat keraguan di hati lautan kultivator itu.


"Tidak. Aku tidak akan pergi, aku harus mendapatkan sumberdaya yang kucari!"..."


"Hidup sebagai seorang sampah adalah hal yang menyebalkan, jika aku mati disini aku tidak akan menyesalinya!"


"Aku akan tetap masuk! Toh, dari awal aku juga sudah mempertaruhkan nyawaku..."


Suara gemuruh kembali memenuhi Lembah Abadi. Kaisar Fang Lin yang melihat tekad mereka langsung tersenyum tipis, "Baguslah..."


Beberapa saat kemudian, suara dentuman terdengar dan sebuah portal putih tercipta tepat di pintu masuk Penjara Sepuluh Dewa Agung.


Kaisar Fang Lin sendiri menarik nafasnya dalam-dalam lalu berkata dengan suara lantang, "Pintu masuk Penjara Sepuluh Dewa Agung sudah terbuka! Lakukanlah yang terbaik!"


Berbagai sorakan terdengar di Lembah Abadi, seluruh grup yang ada di sana langsung berlari memasuki portal dan ada banyak yang menunggangi Beast darat maupun udara.


Suasana Lembah Abadi yang tadinya ramai perlahan mulai berkurang, meskipun begitu masih ada ratusan orang yang menetap di sana dan mereka adalah orang-orang yang akan menonton eksplorasi Penjara Sepuluh Dewa Agung secara langsung.


***


Penjara Sepuluh Dewa Agung.


Setelah memasuki portal putih, para kultivator langsung mendapati lapangan yang dikelilingi oleh pohon. Saat ini, mereka semua sudah dipindahkan ke dimensi yang berbeda.


"Tempat apa ini?"


"Kupikir kita akan berada di Gua, tetapi ini berbeda dari ekspektasiku..."


Para kultivator muda mulai bergemuruh tetapi itu tidak berlangsung lama, sebab mereka langsung berpencar ke berbagai arah dan buru-buru menjauh dari area itu. Sekarang pembunuhan diperbolehkan, jadi mereka harus berhati-hati kepada grup lain.


Di sisi lain, Grup Xiao Chen sudah melesat pergi dari sana, mereka hanya berempat saja karena tidak sempat mencari keberadaan Du Yang He.


"Semuanya, dalam jangkauan 35 kilometer hanya ada Hutan dan Gunung saja, dan juga banyak sekali hewan buas yang berkeliaran... Aku minta kalian untuk tetap waspada!" Ucap Xiao Chen dengan nada tegas.

__ADS_1


"Baik, senior!"


Lu Ren, Qiao Yu dan Qiao Jifeng hanya menjawab dengan patuh, Xiao Chen adalah orang terkuat diantara mereka sekaligus pemimpin grup, jadi mereka mempercayakan eksplorasi ini kepadanya.


Beberapa jam berlalu, Xiao Chen dan teman-temannya berhenti melesat dan memutuskan untuk beristirahat. Sejauh ini mereka semua belum bertemu dengan satupun hewan buas, dan beruntung mereka menemukan banyak tumbuhan jenjang rendah berusia puluhan tahun.


"Sebentar lagi malam tiba. Setelah beristirahat, ayo kita cari tempat untuk bermalam..." Xiao Chen berkata setelah meminum airnya.


Lu Ren mengangguk, "Baik, teman. Ngomong-ngomong, apakah Du Yang He akan menyusul kita?"


Xiao Chen mengangkat pundaknya, "Gak tau. Mungkin saja iya, mungkin saja tidak..."


"Haa... Padahal dengan adanya dia, kekuatan tempur grup kita akan bertambah." Lu Ren menghela nafas panjang.


Sesaat setelah mengatakan itu, tiba-tiba saja seorang pria berpakaian hitam muncul dan dia tidak lain adalah Du Yang He.


"Oho... Kalian sedang membicarakanku, ya!" Du Yang He tersenyum.


"Wah... Teman Yang, kau berhasil menemukan kami! Bagaimana caranya?" Lu Ren yang sedang duduk langsung berdiri.


"Aku sebenarnya sudah mengetahui keberadaan kalian saat di Lembah Abadi, tetapi suasana begitu ramai dan aku tidak bisa mendekati kalian..."


Jawaban Du Yang He membuat Lu Ren mengangguk paham.


"Oh, senior Xiao! Apa kabar?" Tanya Du Yang He sambil mendekati Xiao Chen yang sedang bersender di pohon.


"Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu?"


"Sama, aku juga baik-baik saja. Ah, iya... Maafkan aku karena tidak sempat menyusul kalian, ternyata urusanku lebih sulit dari kubayangkan."


"Oh... Ngomong-ngomong, kenapa lehermu terluka?"


"Oh ini, karena bandit. Saat sedang melakukan urusanku, aku bertemu dengan beberapa bandit lemah, jadi aku membunuh mereka semua deh!" Jawab Du Yang He tersenyum sambil memegang luka dilehernya.


Xiao Chen tersenyum tipis, "Baiklah. Sebentar lagi kita akan mencari tempat untuk bermalam, kau ikut kan?"


"Tentu saja, senior Xiao! Haruskah aku menebang beberapa pohon untuk dijadikan api unggun?"


Xiao Chen menggelengkan kepala dan menjawab, "Tidak perlu, aku mempunyai banyak kayu bakar yang tersimpan di cincin penyimpananku."


Du Yang He mengangguk dan percakapan keduanya berakhir. Pemuda berpakaian hitam itu pergi ke tempat Lu Ren dan mengobrol dengannya.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.


__ADS_2