
Ruang Tunggu.
Saat ini, Xiao Chen sedang duduk di kursi yang sudah disediakan. Suasana di dalam ruangan tersebut cukup ramai, ada puluhan kultivator yang mempunyai basis kultivasi Qi Foundation sampai Nascent Soul, dan beberapa dari mereka berada di ranah Saint.
"Ah, menyebalkan. Ada beberapa wajah familiar di sini..." Xiao Chen bergumam sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Xiao Chen kemudian memejamkan mata dan memilih untuk tidur sampai turnamen dimulai. Tapi baru beberapa saat matanya terpejam, ada seseorang yang menghampirinya.
"Hey, kau..."
Xiao Chen membuka mata perlahan, dan sedikit terkejut mendapati Yoriichi yang sedang tersenyum, "Ah, kau... Yoriichi?"
"Benar. Kita terakhir kali bertemu di desa itu..." Jawab Yoriichi sambil mengangguk, "Ngomong-ngomong, siapa namamu? Kalau tidak salah, kita belum sempat berkenalan bukan?"
Xiao Chen bangkit dari kursinya, ia menangkupkan tangan dan langsung memperkenalkan dirinya. Yoriichi juga melakukan hal yang sama, meski Xiao Chen sudah mengetahui namanya.
Xiao Chen dan Yoriichi duduk bersebelahan, mereka berdua kemudian mengobrol bersama.
"Oh, ya. Bagaimana kau bisa mengetahui diriku?" Xiao Chen bertanya dengan nada penasaran, padahal dirinya sudah memakai topeng tapi Yoriichi masih bisa mengenalinya.
Yoriichi tersenyum tipis, "Kalau hanya sekedar topeng biasa, aku masih bisa mengenalimu..."
Xiao Chen mengangguk paham, "Lalu, kau kemari sendirian?"
"Ya, aku sendirian."
"Oh, apa kau seorang pengembara?"
"Bisa dibilang begitu... Bagaimana denganmu? Kau juga sendirian kemari?"
"Tidak, aku bersama guruku. Dia pasti sudah ada di tribun sekarang..."
"Guru? Hm... Pasti dia orang yang kuat, ya?"
"Hahahaha... Bisa dibilang begitu."
Obrolan mereka berdua berhenti sampai di sana ketika seorang wanita cantik datang. Wanita itu mempunyai rambut dan pupil mata berwarna ungu, terdapat tahi lalat kecil di pelupuk mata kirinya dan juga dia memakai sepasang anting bulan sabit berwarna ungu gelap.
"Kamu... Siapa namamu?" Tanya wanita cantik itu.
Xiao Chen dan Yoriichi saling menatap satu sama lain, ekspresi mereka sama-sama terlihat kebingungan.
__ADS_1
"Apa dia kenalanmu?" Tanya Xiao Chen penasaran.
Yoriichi menggeleng, "Bukan. Kupikir dia kenalanmu..."
Xiao Chen dan Yoriichi kembali menatap wanita cantik yang berdiri di depan mereka. Keduanya lalu saling memberitahu nama masing-masing ke wanita cantik itu.
"Xiao Chen, ya." Gumamnya lalu dengan segera menimpali, "Namaku adalah Mue Lian. Ayo kita berteman!"
"Huh?!"
Xiao Chen tentu terkejut mendengar itu, tidak hanya dia akan tetapi Yoriichi dan orang-orang disekitar juga bereaksi sama.
"Kenapa? Apa kau tidak mau berteman denganku?" Mue Lian bertanya dengan alis yang terangkat.
"Bukan begitu. Aku penasaran, kenapa kau tiba-tiba mengajakku berteman? Kau tidak kalah dalam suatu taruhan, bukan?" Xiao Chen tentu saja merasa kebingungan.
"Tidak ada alasannya, aku hanya mau berteman denganmu..." Ucap Mue Lian sambil tersenyum.
Xiao Chen terdiam sejenak sebelum menganggukkan kepala, "Ya, baiklah. Ayo berteman, nona Lian."
Mue Lian tersenyum kemudian duduk di kursi sebelah kanan Xiao Chen. Wanita cantik itu lalu melakukan basa-basi dengan teman barunya itu, dan dia juga berkenalan dengan Yoriichi.
"Aku... Berasal dari kota Ruxiong." Jawab Mue Lian cepat.
"Kota Ruxiong?" Xiao Chen mengangkat satu alisnya, ia sama sekali tidak pernah mendengar nama dari kota tersebut.
"Kota itu adalah kota kecil yang jaraknya tidak jauh dari kota ini." Sahut Yoriichi, lalu menimpali, "Setauku kota itu sedang dalam masa krisis, apa rumor tersebut benar adanya, nona Lian?"
"Ya, benar." Mue Lian mengangguk, "Kota Ruxiong sudah mengalami krisis selama beberapa tahun terakhir. Dimulai dari harga makanan pokok yang melambung tinggi sampai kenaikan harga pajak, dan itu membuat tingkat kemiskinan melonjak."
Mue Lian menjelaskan secara rinci, sedangkan Xiao Chen dan Yoriichi langsung mengerti usai mendengarkannya. Mereka berdua sama-sama yakin kalau ada sosok yang mengendalikan pemimpin kota itu dari belakang, namun mereka berdua tutup mulut dan memilih untuk tidak ikut campur.
***
Di dalam stadion, terdapat tiga lapangan luas yang sudah ditutupi dengan array pertahan level tujuh. Ketiga tempat tersebut akan menjadi arena bertarung untuk para peserta turnamen.
Turnamen sendiri akan dibagi menjadi tiga babak. Yang pertama babak penyisihan, kedua babak semi-final dan terakhir babak final.
Turnamen juga akan berlangsung selama dua hari, dan tentu saja itu berlangsung tanpa adanya istirahat. Jadi, para peserta akan terus bertanding meski sudah larut malam sekalipun.
Satu batang dupa berlalu, ketika para penonton mulai memenuhi tribun kelas dua dan tiga. Pihak Kekaisaran akhirnya datang, mereka semua langsung menempati tribun kelas pertama yang sudah dilapisi dengan array tingkat sembilan.
__ADS_1
Suasana menjadi sangat ramai setelah pihak Kekaisaran datang, para penonton terutama pria begitu takjub dengan kecantikan yang dimiliki kedua putri Kaisar.
Beberapa menit kemudian, turnamen dimulai ketika seorang Penatua muncul di tengah-tengah lapangan. Ketiga wasit juga sudah masuk ke dalam arena, masing-masing dari mereka memiliki basis kultivasi di ranah Immortal awal.
Nama-nama dari para peserta mulai dipanggil oleh Penatua, dan wasit di ketiga arena langsung menjelaskan beberapa peraturan yang tidak boleh dilanggar.
Beberapa batang dupa berlalu, nama Yoriichi akhirnya dipanggil oleh Penatua yang bernama Ji Pian Wei itu. Lawan Yoriichi juga dipanggil, dan dia berasal dari ruang tunggu yang berbeda.
Yoriichi bangkit berdiri lalu menoleh ke arah Xiao Chen dan juga Mue Lian, "Aku pergi dulu, ya." Ucap Yoriichi dengan ekspresi datar.
Xiao Chen mengangguk sambil tersenyum, "Baiklah, senior. Kuharap dirimu menang..."
"Lawanmu bisa dibilang kuat, senior. Jadi jangan lengah saat melawannya..."
Yoriichi tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepala, dia keluar dari ruangan tersebut dan berjalan menuju arena ke dua.
"Bagaimana kau tau kalau lawan Yoriichi kuat?" Xiao Chen bertanya setelah Yoriichi keluar dari ruang tunggu. .
"Tentu saja karena aku mengenali lawannya. Kita berdua berasal dari kota yang sama, dan dia adalah jenius nomor dua di sana." Jawab Mue Lian cepat.
Xiao Chen membentuk bulat bibirnya sambil mengangguk, ia tidak bertanya lebih jauh lagi dan memilih untuk menyaksikan pertandingan lewat layar kotak yang ada di tengah-tengah ruang tunggu.
Setiap sisi kotak menampilkan jalannya pertandingan, kecuali sisi atas dan bawah. Jadi, seluruh peserta yang ada di ruang tunggu bisa menyaksikan pertandingan dengan jelas dan aman.
***
Lapangan, arena kedua.
Yoriichi mengeluarkan katana yang tersarung di pinggangnya dan menggenggamnya dengan tangan kanan.
Perlu diketahui, Yoriichi adalah pengguna pedang tangan kiri. Jadi, jika dia masih menggunakan tangan kanan, itu artinya dia sama sekali tidak serius dalam pertarungannya.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.
Ilustrasi Mue Lian:
__ADS_1