Legenda Raja Kultivator

Legenda Raja Kultivator
Chapter. 064: Meridian Kecil


__ADS_3

Kota Berlian, Pintu gerbang utara sekte Serigala Emas.


Yong Shu muncul dalam sekejap tepat di depan pintu gerbang yang terbuka lebar, tentu saja kemunculannya itu mengejutkan kedua penjaga yang sedang berjaga.


Mereka berdua langsung menarik pedang dari sarung yang terikat di pinggang.


"Siapa kau?!" Tanya penjaga Golden Core dengan lantang.


Yong Shu tersenyum tipis, "Aku adalah Yong Shu, dan tujuanku datang kemari adalah untuk bertemu dengan Patriark kalian..." Jawabnya dengan tenang.


"Patriark?"


Kedua penjaga di ranah golden core itu saling menatap satu sama lain, lalu kembali menatap Yong Shu.


"Apa kau memiliki tanda pengenal, kakek tua?" Tanya penjaga Golden Core satunya lagi.


Yong Shu menggelengkan kepalanya pelan, "Aku lupa membawanya..."


"Pergilah! Kami tidak bisa menerima tamu yang tidak membawa tanda pengenal." Ucap penjaga Golden Core itu dengan nada tegas.


"Tidak bisakah kalian mengabari kedatanganku padanya?" Yong Shu bertanya.


"Maaf pak tua, tapi kami tidak bisa melakukannya..." Jawab cepat penjaga Golden Core lainnya.


Yong Shu menghela nafas panjang ketika mendengarnya, ia terdiam sejenak sebelum menghilang dari sana dalam sekejap.


Menghilangnya Yong Shu secara tiba-tiba kembali membuat kedua penjaga itu terkejut.


"Sungguh kecepatan yang luar biasa. Apa yang ingin dia lakukan dengan Patriark?"


"Entahlah... Tapi rasanya, kita seperti mengusir orang yang salah."


"Apa maksudmu?"


"Patriark mungkin saja mengenalnya, mengingat kecepatannya yang mungkin setara dengan ranah Immortal."


"Apa? Kalau begitu, kita baru saja melakukan kesalahan dong?!"


"Ya, mau bagaimana lagi... Kita hanya menjalankan peraturan sekte. Kalau memang benar, palingan kita hanya dihukum saja."


"Ah, sial..."


***


Di sisi lain, Yong Shu sudah memasuki wilayah sekte Serigala Emas tanpa disadari oleh kedua penjaga Golden Core itu.

__ADS_1


Yong Shu kemudian menyebarkan Kesadaran Spiritualnya dan mencari keberadaan yang paling kuat di sekte ini.


Tidak butuh waktu lama bagi Yong Shu untuk menemukan keberadaan Ji Shang Hu, ia kembali menarik Kesadaran Spiritualnya lalu menghilang dari tempatnya dalam sekejap.


***


Gedung Utama, di ruangan pribadi Patriark.


Ji Shang Hu yang sedang duduk santai di meja kerjanya langsung bangkit berdiri ketika merasakan aura kuat di luar gedung.


"Siapa dia... Auranya terasa sedikit familiar." Batin Ji Shang Hu penasaran, lalu menghilang dari tempatnya dalam sekejap.


Ketika Ji Shang Hu berada di luar gedung, ia sedikit melebarkan mata ketika melihat sosok Yong Shu yang sedang berdiri tegap dengan kedua tangan melipat di belakang pinggang.


"Hohoho... Ternyata anda, tuan Yong Shu." Ji Shang Hu berjalan menghampiri.


Yong Shu tersenyum tipis, "Maaf Patriark, apa saya mengganggu?"


"Tidak, tidak. Saya sedang santai..." Jawab Ji Shang Hu, kemudian bertanya, "Ngomong-ngomong, dimana para penjaga? Kenapa mereka tidak memberitahu kalau anda datang?"


"Ah..." Yong Shu terdiam sejenak sebelum menjawab, "Maaf, Patriark. Tapi saya masuk kemari tanpa izin, karena para penjaga melarang saya..."


"Apa?! Berani sekali mereka melarang anda masuk. Nanti akan saya hukum mereka dengan hukuman berat." Ucap Ji Shang Hu dengan nada sedikit tinggi.


Ji Shang Hu yang mendengar itu langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Ah, Jadi begitu. Hehehehe..."


Yong Shu menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum tipis, lalu bertanya, "Saya datang kemari karena ingin bertanya tentang jadwal turnamen Delapan Api."


"Hm? Jadwal turnamen?" Ji Shang Hu mengelus jenggotnya, "Satu bulan lagi turnamen akan dimulai, dan pendaftaran akan dibuka satu minggu sebelum turnamen dimulai."


Yong Shu langsung menganggukkan kepalanya paham, "Terima kasih atas infonya, Patriark. Kalau begitu saya izin pamit..."


"Eh, secepat ini? Tidak mau masuk ke dalam dulu, tuan Yong Shu?" Tanya Ji Shang Hu ramah, ia sebenarnya ingin bertanya-tanya mengenai perkembangan Xiao Chen selama setahun ini.


"Maafkan saya, Patriark. Tapi, saya perlu mengawasi Chen'er..." Tolak Yong Shu dengan halus.


Ji Shang Hu terkekeh pelan, "Baiklah, saya tidak akan memaksa. Sampaikan salam saya pada Xiao Chen..."


"Tentu, Patriark." Yong Shu langsung menghilang dari sana dalam sekejap usai menyelesaikan kata-katanya.


Ji Shang Hu yang melihat kecepatan Yong Shu langsung berdecak kagum, "Kecepatan yang luar biasa..."


***


Gua, dasar jurang.

__ADS_1


Satu hari telah terlewati.


Kristal Energi yang melayang di atas kedua telapak tangan Xiao Chen pecah berkeping-keping. Energi Spiritual yang mengelilingi tubuhnya perlahan menghilang.


Xiao Chen membuka matanya secara perlahan, senyum lebar terukir jelas di wajahnya karena sekarang dirinya sudah berada di ranah Immortal bintang tujuh.


"Penerobosan yang menakjubkan..." Xiao Chen tidak bisa berhenti takjub, "Kristal Energi adalah benda yang luar biasa..."


Xiao Chen yakin jika informasi tentang Kristal Energi sampai bocor ke dunia luar, era peperangan berskala besar pasti akan terjadi dalam waktu dekat dan bisa dipastikan kalau dunia ini akan berakhir.


Xiao Chen mengedarkan pandangannya dan tidak mendapati Yong Shu di sekitarnya, "Hmm... Apa yang guru lakukan saat ini sampai belum kembali?" Batinnya bertanya-tanya, "Dan juga, ini array pertahanan, kan?"


Xiao Chen menyentuh energi tak kasat mata yang melindungi area sekitarnya, "Array tingkat tujuh... Setidaknya bisa menahan serangan yang dapat menghancurkan Gunung."


"Oh! Kau sudah menerobos ranah Immortal, Chen'er!" Yong Shu tiba-tiba saja muncul tidak jauh dari hadapan Xiao Chen.


"Guru? Sejak kapan kau kembali?" Tanya Xiao Chen penasaran.


"Baru saja..." Jawab Yong Shu, lalu bertanya, "Apa yang kau lakukan?"


"Oh, aku hanya penasaran dengan array ini." Jawab Xiao Chen cepat, "Ngomong-ngomong, kapan turnamen sekte Delapan Api dimulai, guru?"


"Satu bulan dari sekarang..." Jawab Yong Shu cepat, sambil berjalan ke arah muridnya itu, "Tapi ada baiknya kita pergi ke sekte Delapan Api, satu minggu sebelum turnamen dimulai."


"Hm? Kenapa begitu?" Tanya Xiao Chen dengan satu alis yang sedikit terangkat..


"Tentu saja agar kita tidak terlambat, selain itu kau juga perlu beristirahat." Jawab Yong Shu, lalu menyuruh muridnya itu untuk berdiri.


Xiao Chen sendiri tidak banyak bertanya, ia langsung berdiri sesuai perkataan gurunya.


"Apa kau tau tentang meridian kecil dan meridian besar?" Tanya Yong Shu dengan tenang.


Xiao Chen menggelengkan kepalanya pelan, "Aku pernah mendengarnya, guru."


Yong Shu tersenyum tipis, "Meridian kecil adalah jalur untuk Qi mengalir dan jumlahnya terdiri dari 361 titik." Ucapnya menjelaskan, "Setiap meridian kecil yang terbuka, akan membuat pengendalian Qi-mu meningkat. Tidak hanya itu, kekuatan fisik dan penyerapan Energi Spiritualmu akan jauh lebih baik dari yang sekarang."


Xiao Chen terdiam sejenak untuk mencerna seluruh penjelasan gurunya, "Kalau begitu, apa sekarang aku harus membuka seluruh titik meridian kecilku, guru?" Tanyanya penasaran.


"Benar, tapi itu membutuhkan waktu yang lama. Aku tidak bisa membantumu, karena setiap titik meridian kecil manusia tidak selalu sama..." Jawab Yong Shu dan dengan segera menimpali, "Meskipun begitu, aku akan memberitahu cara agar kau bisa menemukan seluruh titik meridian kecilmu."


Xiao Chen mengangguk paham, sedangkan Yong Shu mulai menjelaskan caranya.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2