
Sekumpulan pria berjumlah empat orang muncul, mereka mendekati Lu Ren, Qiao Yu dan Qiao Jifeng yang tertidur pulas.
"Hmm, seharusnya ada empat orang bukan? Kemana satunya lagi?" Tanya salah seorang pria dengan nada penasaran.
Ketika salah satu dari mereka ingin menjawabnya, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari belakang dan dengan cepat mereka berbalik.
Slash!
Dalam sekejap kepala salah satu dari mereka terpenggal dan darah mengucur dengan deras sehingga mengotori lantai yang bersih. Tentu hal itu membuat mereka yang tersisa menjadi terkejut.
"K-hh..."
Tidak sempat bersuara, satu persatu kepala mereka terpenggal dengan cepat. Xiao Chen yang berhasil membunuh keempatnya menghela nafas pendek, "Kemana dia?" Gumamnya bertanya dengan suara pelan lalu menyebarkan Kesadaran Spiritualnya hingga mencangkup desa kecil ini.
Beberapa ratus meter dari sini, terdapat sekumpulan orang yang sedang berjaga di depan sebuah bangunan kecil. Nenek Chu Yan sedang mengobrol dengan mereka lalu memasuki bangunan tersebut.
"Mereka ini bandit ya..." Xiao Chen bertanya-tanya. Namun menurutnya mereka terlalu kuat untuk sekelas bandit, karena keempat pria yang baru saja ia bunuh berada di ranah Qi Foundation bintang sembilan.
"Nenek Chu Yan, aku tidak bisa melihat basis kultivasinya dan itu artinya ranah dia berada satu tingkat di atasku atau mungkin lebih..." Xiao Chen mengelus dagunya, ia sedang memikirkan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Xiao Chen melirik ke arah teman-temannya yang sedang tertidur pulas, "Haah... Mungkin aku harus menyembunyikan mereka terlebih dahulu." Xiao Chen menghela nafas panjang lalu menyarungkan kembali pedang gandanya di belakang punggung.
Xiao Chen kemudian mengangkat Lu Ren dan Qiao Jifeng dengan cara mengapit badan mereka di antara kedua lengannya. Setelah itu, ia langsung keluar dari rumah dan membawa mereka menuju hutan di dekat sana.
Qiao Jifeng dan Lu Ren diletakkan di atas pohon besar, Xiao Chen kemudian menotok beberapa meridian kecil mereka berdua agar bisa bangun lebih cepat.
Usai melakukannya, Xiao Chen buru-buru pergi dari sana dan meninggalkan mereka berdua yang masih tertidur pulas. Pada saat dirinya sampai di desa, Nenek Chu Yan muncul di depannya bersama dengan beberapa orang pria, dan salah satu dari mereka sedang menggendong Qiao Yu di pundak kanan.
"Aku tidak menyangka, seorang bocah dapat bertahan sampai sejauh ini meskipun sudah memakan makanan yang dicampur dengan obat tidur dosis tinggi." Nenek Chu Yan berkata dengan senyum terukir di bibirnya. Ia rasa pemuda berjubah merah gelap itu mempunyai trik yang dapat menetralisir efek dari obat tidur.
__ADS_1
Xiao Chen tersenyum tipis lalu mengeluarkan pedang Azure Dragon dari sarung yang ada di belakang punggungnya. Tanpa banyak bicara, ia dengan cepat melesat ke arah nenek Chu Yan.
Ketika Xiao Chen sudah berjarak beberapa meter dan ingin memenggal kepala nenek tua tersebut, dua orang pria muncul dan menghalangi serangannya.
Trang!
Keduanya langsung menyerang balik usai menahan serangan dari Xiao Chen, tidak hanya mereka berdua saja yang menyerangnya tetapi yang lainnya juga.
Tiga orang dari mereka ada yang menggunakan busur dan membuat Xiao Chen dalam posisi terpojok. Nenek Chu Yan yang mengetahuinya tersenyum tipis, namun senyumannya tidak berlangsung lama ketika pria berjubah merah gelap itu berhasil membunuh beberapa orangnya dengan mudah.
"Anak itu, tidak boleh diremehkan..." Nenek Chu Yan mengeluarkan sebuah belati berwarna hitam polos. Ia melakukan posisi siap bertarung lalu menyuruh orang yang membawa Qiao Yu pergi ke dalam bangunan.
Setelah itu, nenek Chu Yan tidak melakukan pergerakan sedikitpun dan menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.
Di sisi lain, Xiao Chen sudah membunuh lebih dari lima orang yang berada di ranah Qi Foundation ke atas, mereka terus berdatangan dan membuatnya cukup terkejut karena saat menyebarkan Kesadaran Spiritualnya tadi ia tidak mendapati jumlah orang sebanyak ini.
"Sepertinya mereka datang dari luar desa..." Xiao Chen bergumam di sela-sela pertarungan.
Tentu apa yang dilakukan Xiao Chen mengejutkan musuhnya, termasuk nenek Chu Yan itu sendiri.
Pertarungan berlanjut, Xiao Chen mendapatkan beberapa luka tebasan tetapi tidak ada darah yang keluar dari tubuhnya, karena sebelum itu terjadi ia sudah menutupi lukanya dengan Qi.
Nenek Chu Yan melihat banyak orangnya yang mati di tangan Xiao Chen tidak membiarkan itu lebih lanjut lagi, ia maju dengan cepat dan langsung menyerang pemuda berjubah merah gelap itu.
Kedatangan nenek Chu Yan benar-benar membuat Xiao Chen dalam keadaan terpojok, kecepatannya jauh lebih lambat dan membuat nenek tua itu berhasil memberikan banyak luka sayatan.
"Cih, ternyata seorang Saint ya." Xiao Chen merasa kesal karena harus dihadapi dengan lawan yang merepotkan.
Nenek Chu Yan tersenyum sinis dan memegang belatinya dengan erat, "Jangan putus asa dulu, ini baru permulaan saja..."
__ADS_1
Whooosh.
Nenek Chu Yan melesat kembali dan belatinya dilapisi dengan aura gelap. Xiao Chen yang melihatnya sedikit mengerutkan alis, "Elemen Kegelapan?" Gumamnya ragu lalu menangkis serangan dari nenek tua tersebut.
Meskipun Xiao Chen menggunakan dua senjata dan kecepatan yang dibantu elemen angin, tetapi ia masih belum bisa menyamai kecepatan nenek Chu Yan dan harus menerima luka tebasan yang lumayan dalam.
Semakin lama jalannya pertarungan, pergerakan Xiao Chen kian melambat, berbeda dengan nenek Chu Yan yang kecepatan serangannya masih sama tanpa adanya perubahan.
Bam!
Pada akhirnya Xiao Chen terpental jauh dan menabrak pohon besar, mulutnya memuntahkan darah segar dan Qi yang menutupi lukanya mulai menghilang sehingga darah perlahan keluar dari tubuhnya.
"Sial, ini tidak lucu..." Xiao Chen berdiri dengan sekuat tenaga lalu melepaskan satu persatu gelang besi yang terpasang di kaki dan tangannya.
Nenek Chu Yan yang melihatnya langsung melebarkan mata, raut wajahnya menjadi serius lalu melesat ke arah Xiao Chen dengan cepat, ia tidak boleh memberikan kesempatan pada pemuda itu untuk membuka gelang besi yang tersisa.
Nenek Chu Yan mengangkat belatinya ke samping dan ingin mengakhirinya dalam satu serangan, namun hal yang tidak terduga muncul.
Lu Ren dan Qiao Jifeng menangkis serangan nenek tua itu secara bersamaan, keduanya lalu menyerang secara bersamaan dan menjauhkannya dari Xiao Chen.
Tentu saja Xiao Chen mengetahui kedatangan mereka berdua, ia sengaja diam dan ingin melihat apakah mereka akan membantunya atau malah melarikan diri.
"Teman ya..." Xiao Chen menghela nafas panjang dan teringat dengan pengkhianatan yang dirinya terima di kehidupan sebelumnya.
Beberapa saat kemudian, Xiao Chen akhirnya berhasil melepaskan seluruh gelang besi di kaki dan tangannya. Ia kemudian menggunakan Pernapasan Ketenangan lalu menutup seluruh luka di tubuhnya dengan Qi.
Usai melakukan itu semua, Xiao Chen menggenggam kedua pedangnya dengan erat lalu melesat ke arah Lu Ren dan Qiao Jifeng yang sedang bertarung dengan nenek Chu Yan
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.