
Setelah Yong Shu menjelaskan cara untuk menemukan meridian kecil kepada Xiao Chen, ia langsung menyuruh muridnya itu untuk melakukan cara yang baru saja dijelaskan olehnya.
Xiao Chen sendiri langsung melakukan posisi lotus, ia memejamkan mata dan kemudian mengosongkan pikirannya.
Kata gurunya, titik meridian kecil bisa ditemukan jika melakukan meditasi mendalam. Xiao Chen hanya perlu mengosongkan pikiran dan nantinya dia akan menemukan satu persatu titik meridian kecil di tubuhnya.
Tentu saja membuka titik meridian kecil harus dilakukan secara manual. Jadi, jika Xiao Chen berhasil menemukan titik meridian kecil di tubuhnya, dia harus menyudahi meditasi mendalamnya.
.....
Satu minggu berlalu begitu cepat.
Xiao Chen perlahan membuka mata lalu menghela nafas panjang lewat mulut, ia mengedarkan pandangan dan mendapati gurunya yang sedang bermeditasi tidak jauh dari tempatnya berada.
Yong Shu sendiri langsung membuka mata ketika merasa dirinya sedang diawasi, ia melirik ke arah Xiao Chen dan tersenyum tipis, "Bagaimana? Apa kau berhasil menemukan titik meridian kecilmu?"
Xiao Chen tersenyum dan mengangguk, "Tentu saja, guru. Aku sudah menemukan sepuluh titik meridian kecilku..." Jawabnya dengan senang.
"Bagus. Kalau begitu, kau perlu membuka titik meridiannya. Apa kau bisa melakukannya?" Tanya Yong Shu penasaran.
Xiao Chen menggelengkan kepala, "Tidak, guru. Aku tidak tau caranya..."
Yong Shu tidak mengatakan apa-apa lalu bangkit berdiri, ia kemudian berjalan ke arah muridnya itu dan menyuruhnya untuk bangkit berdiri juga.
Xiao Chen sendiri tanpa banyak bertanya langsung bangkit berdiri, sedangkan Yong Shu mengangkat tangan kanannya ke depan.
Tiba-tiba saja telapak tangan Yong Shu dilapisi dengan aura putih. Kakek tua itu kemudian menotok bahu kanan Xiao Chen, dan membuat bahu muridnya itu lumpuh seketika.
"Apa-apaan..." Xiao Chen sedikit melebarkan mata ketika mengetahui lengan kanannya tidak bisa digerakkan sedikitpun.
"Meridian kecil juga terhubung dengan tubuhmu, dan yang baru saja aku lakukan adalah mematikan paksa meridian kecilmu di bagian bahu." Ucap Yong Shu menjelaskan.
Note: Mematikan dan menghidupkan meridian kecil berbeda sama membuka atau menutup.
"Eh, mematikan paksa? Apa maksud guru?" Tanya Xiao Chen penasaran.
__ADS_1
"Meridian kecilmu kumatikan, jadi bahumu tidak akan bisa berfungsi..." Jawab Yong Shu cepat.
"Apa?! Kalau begitu, aku tidak bisa memakai lengan kananku lagi dong, guru?"
"Tentu saja masih bisa, bodoh. Kau hanya perlu menghidupkan kembali meridian kecilmu..."
Xiao Chen terdiam sejenak untuk mencerna perkataan gurunya, sebelum ia menganggukkan kepalanya paham, "Baiklah, aku mengerti guru."
Xiao Chen kemudian memejamkan mata, disaat yang bersamaan tangan kirinya sudah dilapisi dengan Qi.
Perlahan tapi pasti, Xiao Chen mulai menotok beberapa bagian tubuhnya. Meridian kecil yang tadinya tertutup rapat, sekarang langsung terbuka lebar setelah dia menotoknya.
Usai membuka sepuluh meridian kecilnya, Xiao Chen perlahan membuka mata dan senyum tipis terukir di wajahnya, "Ternyata mudah sekali..." Ucapnya dengan nada senang.
Yong Shu juga tersenyum tipis, "Kau belajar dengan cepat, Chen'er. Mulai sekarang, latihanmu adalah membuka seluruh meridian kecil yang masih tertutup..."
"Hehehe... Baik, guru!"
Sebelum melakukan posisi lotus, Xiao Chen menghidupkan kembali meridian kecil yang terhubung dengan bahu kanannya. Dia kemudian memejamkan mata dan kembali melakukan meditasi mendalam, mungkin dirinya akan mencari meridian kecil sampai satu minggu sebelum turnamen sekte Delapan Api dimulai.
.....
Xiao Chen membuka mata lalu menghela nafas panjang, raut wajahnya terlihat tidak senang dikarenakan ia hanya menemukan empat belas meridian kecil saja.
Di sisi lain, Yong Shu tiba-tiba saja muncul di depan muridnya, ia tersenyum lembut melihat raut wajah Xiao Chen yang terlihat sedih, "Tidak perlu merasa kecewa, Chen'er. Mencari meridian kecil tidak selamanya mudah seperti yang kau pikirkan. Jadi semisalkan, kau hanya menemukan satu titik meridian kecil dalam waktu satu minggu itu adalah suatu hal yang wajar..."
Xiao Chen mengangguk pelan, ia bangkit berdiri dan menotok empat belas meridian kecilnya dengan mudah.
Yong Shu yang melihat muridnya itu hanya menghela nafas pendek, "Ayo kita pergi ke kota Berlian, kau pasti lapar bukan?"
Selama ini, Yong Shu selalu memberikan Qi kepada Xiao Chen agar muridnya itu tidak lapar saat melakukan meditasi mendalam. Tentu saja melakukan itu tiap hari tidak baik bagi kesehatan Xiao Chen, karena Qi yang diubah menjadi nutrisi tidak sebaik dengan nutrisi alami yang berasal dari bahan makanan.
"Baik, guru." Xiao Chen mengangguk, sebelum itu ia mengganti jubahnya dengan warna hitam polos.
Setelah mengganti pakaiannya, Xiao Chen dan Yong Shu langsung berjalan keluar dari lorong kanan.
__ADS_1
Di perjalanan, Xiao Chen bertanya-tanya mengenai kapan dirinya menyerap Kristal Energi lagi. Dia juga penasaran dengan isi yang ada di lorong tengah, karena menurutnya di sana tersimpan Kristal Energi kelas tinggi.
"Mungkin setelah turnamen selesai, kau boleh menyerap Kristal Energi yang tersisa..." Jawab Yong Shu dengan suara tenang, "Dan untuk lorong tengah, mungkin kau perlu naik sampai True Immortal dulu..."
"Oh, itu berarti setelah aku menyerap Kristal Energi yang tersisa ya, guru?" Tanya Xiao Chen memastikan.
Yong Shu mengangguk, "Ya..."
Xiao Chen yang mendengar jawaban dari gurunya hanya tersenyum tipis, ia benar-benar tidak sabar untuk mencapai ranah True Immortal di umur yang belum menginjak 17 tahun. Tentu saja itu akan menjadi prestasi yang luar biasa dalam hidupnya.
"Oh ya, guru. Katamu setelah mencapai ranah Immortal aku bisa naik ke Dunia yang lebih tinggi, bukan?" Tanya Xiao Chen penasaran.
Yong Shu melirik muridnya dan sekali lagi mengangguk, "Memangnya kenapa?"
"Seingatku, aku harus memenuhi persyaratan dalam pengetahuan Dao. Apa maksudnya itu, guru?"
"Oh, itu. Kau hanya perlu meningkatkan dua Dao dari seluruh Dao yang kau jalani menjadi level 2." Jawab Yong Shu, lalu menimpali, "Dari yang kulihat, kau mempelajari Dao pedang dan Dao api. Jadi, lebih baik kau tingkatkan kedua Dao itu saja."
Xiao Chen terdiam sejenak sebelum menganggukkan kepalanya.
***
Kota Berlian, bagian luar.
Xiao Chen dan Yong Shu sekarang sedang berjalan di antara kerumunan yang ramai. Mereka berdua saat ini lagi mencari tempat makan yang enak.
Restoran Gelaga Hitam, adalah sebuah restoran yang baru buka akhir-akhir ini. Masakan di tempat makan itu sangatlah enak bahkan setara dengan restoran mewah di luaran sana, apalagi harganya sangat terjangkau yang membuat orang-orang dari kalangan rendah maupun menengah mengunjunginya.
Saat ini, Xiao Chen dan Yong Shu sudah berada di restoran tersebut. Mereka berdua duduk di lantai kedua, karena di lantai dasar sudah tidak ada lagi meja kosong.
Beberapa minggu terakhir, kota Berlian mulai didatangi oleh banyak pengunjung dari luar kota. Itu dikarenakan sekte Delapan Api yang sebentar lagi membuka pendaftaran turnamen.
Dan pendaftaran tersebut mulai dibuka hari ini, jadi suasana kota Berlian jauh lebih padat dari sebelumnya.
Sekte Delapan Api sendiri terletak di bagian inti kota Berlian, meskipun biaya masuknya yang terbilang mahal tetapi itu bukanlah masalah besar bagi orang-orang yang ingin mendaftar turnamen di sekte Delapan Api.
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.