
Beberapa jam kemudian, Siang Hari. Jumlah kultivator yang datang ke Lembah Abadi semakin banyak, beberapa dari mereka yang datang hanya bertujuan untuk menonton saja.
Perlu diketahui, pihak Kekaisaran sudah menyiapkan semacam Artefak yang dapat mengetahui kejadian di dalam Penjara Sepuluh Dewa Agung. Jadi, semua kejadian yang ada di dalam sana akan disaksikan secara langsung oleh semua orang yang berada di Lembah Abadi.
Ketika lautan kultivator sedang menunggu di Lembah Abadi, tiba-tiba saja sekelompok elang biru muncul dari balik awan dan terbang turun. Masing-masing dari Elang tersebut ditunggangi oleh beberapa orang, dan salah satunya adalah keluarga dari Kekaisaran Fang.
"Kaisar Fang Lin telah tiba! Tunjukkan rasa hormat kalian!" Sebuah suara berat menggema di langit.
Sesaat setelah suara tersebut berhenti, lautan kultivator yang berdiri di Lembah Abadi dan berbagai tempat disekitar sana langsung menunjukkan hormat kepada Kaisar dengan cara masing-masing.
Sekelompok elang itu mendarat di sebuah tebing batu yang menjulang tinggi. Tak berapa lama kemudian, sosok pria berusia sekitar 50 tahun-an muncul di tepi tebing dan dibelakangnya terdapat beberapa orang yang mengeluarkan aura kuat.
Kaisar Fang Lin, meskipun di umurnya yang sudah terbilang tua wajahnya masih tetap tampan serta berkharismatik, jubah putih yang dikenakannya membuat kesan orang lain terhadapnya meningkat.
"Aku berterima kasih karena kalian semua sudah menghadiri acara yang spesial ini. Kita semua tau kalau array yang menutup Penjara Sepuluh Dewa Agung akan terbuka selama seribu tahun sekali, dan juga banyak konflik yang terjadi setelah eksplorasi tersebut berakhir." Fang Lin berkata dengan nada berwibawa, "Jadi aku harap, masing-masing dari kalian tidak perlu berekspetasi tinggi. Tidak ada yang tau siapa saja yang akan menjadi korban jiwa pada saat eksplorasi berlangsung."
Tentu saja apa yang dikatakan Fang Lin barusan mengandung peringatan. Keempat peraturan sudah ditetapkan, jadi jika ada seseorang yang melanggarnya maka dia akan menjadi musuh Kekaisaran Fang, tidak peduli meskipun jika orang tersebut berasal dari kalangan berpengaruh.
Suasana hening ketika Kaisar Fang Lin menyelesaikan kata-katanya, dia berbalik dan mengatakan sesuatu kepada kumpulan orang dibelakangnya.
Beberapa saat kemudian, mereka mengangguk dan Kaisar Fang Lin pergi dari sana. Setelah itu, salah satu pria paruh baya berjubah hitam maju beberapa langkah, kedua tangannya terangkat ke depan dan memunculkan cahaya yang begitu terang.
Orang-orang yang melihat cahaya tersebut secara tidak sadar menutup mata mereka. Tidak lama kemudian, cahayanya meredup dan memunculkan sebuah menara putih tinggi yang melayang di udara kosong.
Whooosh.
Menara tersebut turun dengan sangat cepat dan mendarat beberapa puluh meter di depan pintu masuk Penjara Sepuluh Dewa Agung.
__ADS_1
Menara 100 Lantai, adalah salah satu Artefak warisan Leluhur Fang. Tidak ada yang tau isi di dalam menara tersebut dan hanya keluarga Kekaisaran saja yang mengetahuinya.
"Pertama-tama, perkenalkan, namaku adalah Fu Chen. Kalian tidak perlu mengetahui identitasku yang lainnya, aku disini karena dipercayakan oleh Kaisar untuk menjadi seseorang yang menentukan masuk atau tidaknya grup kalian." Ucapnya lalu menimpali, "Persyaratan untuk mendaftar adalah, kalian perlu membuat sebuah Grup dan utus satu orang sebagai Ketua untuk memasuki Menara 100 Lantai."
"Di dalam Menara 100 Lantai, kalian diharuskan mengambil satu plat besi berwarna kuning. Jika sudah berhasil mengambilnya, kalian dapat keluar dan memberikannya kepada Tuan Fu Chen." Seorang wanita cantik muncul di tepi tebing dan berkata dengan suara lantang.
"Woah... Bukankah dia adalah Meng Yu?! Pendiri dari Organisasi Phoenix. Seorang wanita yang memiliki kecantikan tiada tara di Benua Tengah." Salah satu kultivator berkata dengan nada tinggi.
"Gila! Dewiku! Dia ada disini!"
"Seorang Dewi Kecantikan menghadiri acara ini! Ah, aku merasa sangat beruntung karena datang kemari."
"Aku pernah mendengar rumor kalau dia sekarang sudah bertunangan dengan seorang pria berlatar belakang besar. Apakah kalian pernah mendengarnya?"
"Ya, aku pernah mendengarnya. Hatiku terasa hancur waktu itu, bahkan aku sampai berniat untuk bunuh diri karena alasan tersebut."
"Wah, wah. Bunuh diri hanya karena seorang wanita? Itu gila bung!"
Suara gemuruh memenuhi Lembah Abadi. Meng Yu yang mendengar seluruh kegaduhan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menutupi wajahnya, sedangkan Fu Chen yang berada di sebelahnya hanya tertawa pelan.
Melihat suasana yang tidak kunjung tenang, Meng Yu mau tak mau mengeluarkan aura kuat dari tubuhnya, tentu saja suara gemuruh yang tadinya memenuhi Lembah Abadi menjadi lebih tenang.
"Ada satu peraturan di dalam Menara 100 Lantai. Kalian tidak boleh bertarung satu sama lain, jika ada yang melanggarnya maka akan didiskualifikasi dan mendapatkan hukuman dari Kekaisaran." Meng Yu kembali berkata dan suaranya kali ini lebih lembut dari sebelumya.
Suasana kembali bergemuruh tetapi tidak seramai tadi.
"Permisi nona, bagaimana dengan kultivator pengembara? Saya datang kesini sendiri tanpa membawa siapapun." Salah satu pria berusia 20-an bertanya sambil mengangkat tangannya.
__ADS_1
"Cari anggota kalian sendiri mulai dari sekarang. Menara 100 Lantai tidak mengizinkan seseorang masuk tanpa mempunyai Grup." Jawab Meng Yu cepat.
Tentu pernyataan Meng Yu membuat semangat kultivator pengembara menurun, sulit bagi mereka untuk menemukan seseorang yang dapat dipercaya terlebih lagi di situasi semacam ini.
Di sisi lain, Xiao Chen tersenyum tipis mendengarnya, ia melesat pergi dari sana dan menuju kerumunan orang di daratan bebatuan tersebut.
Aksi yang dilakukan Xiao Chen membuat perhatian murid dari sekte Kabut Matahari teralihkan, "Oh... Mau kemana dia?" Yu Yao bertanya.
"Dia sepertinya kultivator pengembara, mungkin dia ingin mencari seseorang yang dapat dijadikan anggota grup sementara." Jawab Zhang Fei cepat.
Yu Yao mengangguk paham, "Aku rasa dia adalah orang yang kuat. Meskipun tidak ada aura yang keluar dari tubuhnya, tetapi perasaanku mengatakan kalau kita tidak boleh membuat masalah dengannya." Ucapnya dengan suara pelan.
"Hahahaha... Yu Yao, kau sungguh lucu. Jika memang perasaanmu itu benar, maka artinya kau yang lemah dan bukan dia yang kuat." Wu Yan berkata dengan nada mengejek. Dia adalah pria yang sebelumnya bertengkar dengan Yu Yao.
"Huh? Apakah kau sudah gila, Wu Yan?! Ayo bertarung sekarang! Kita buktikan siapa yang lemah disini." Yu Yao mengeluarkan pedang dari sarung yang terikat di pinggangnya. Ia sangat tidak terima dengan ejekan Wu Yan barusan.
"Kakak, berhenti mengejek saudari Yao. Kita harus akur, setidaknya sampai eksplorasi Penjara Sepuluh Dewa Agung selesai." Wu Qiao Yan memberi nasihat dengan suara lembut. Dia adalah saudara kembar Wu Yan, salah satu jenius wanita di sekte Kabut Matahari.
Zhang Fei ikut menimpali, "Wu Yan, adikmu itu benar. Kita tidak boleh menciptakan konflik yang mengganggu eksplorasi kita ke depannya. Jadi, kau minta maaf sekarang kepada saudari Yao."
Wu Yan mendengus kesal, "Baiklah, baiklah. Maafkan aku Yu Yao, aku tarik kembali ejekanku barusan..." Wu Yan meminta maaf dengan nada malas.
Yu Yao menggertakkan giginya, bukannya memaafkan ia malah menjadi tambah kesal. Ketika ia ingin mengatakan sesuatu, Guan Yu selaku ketua dari grup lebih dulu berbicara, "Sudahi pertengkaran kalian. Ayo ikut aku untuk mendaftar masuk ke Menara 100 Lantai." Guan Yu pergi setelah menyelesaikan kata-katanya.
Mereka yang mendengar itu langsung diam dan mengikuti Guan Yu dari belakang.
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.
Note: Ada beberapa kesalahan di chapter sebelumnya dan sudah direvisi.