
Xiao Chen memasuki Gua setelah menebang pohon, lalu membuat api unggun menggunakan elemen apinya. Lu Ren dan Qiao Jifeng tidak terlalu terkejut melihatnya, karena mereka sudah melihat Xiao Chen melapisi pedangnya dengan elemen api.
"Senior Xiao. Apa yang kau rencanakan setelah eksplorasi Penjara Sepuluh Dewa Agung selesai?" Qiao Jifeng bertanya untuk memecahkan keheningan.
Xiao Chen terdiam sejenak lalu menjawab, "Aku akan melanjutkan perjalananku menuju sekte Serigala Emas."
"Sekte Serigala Emas?" Lu Ren dan Qiao Jifeng lumayan terkejut.
Sekte Serigala Emas adalah sekte kelas atas. Setiap tahunnya banyak murid jenius yang dilahirkan, salah satunya adalah Yang Zhen, seorang pemuda yang terkenal karena berhasil menghentikan gelombang monster di suatu kota besar.
"Memangnya apa yang ingin kamu lakukan di sana, teman Xiao?" Tanya Lu Ren penasaran.
"Aku ingin membuat koneksi dengan mereka agar diriku bisa mengikuti turnamen yang digelar oleh sekte Delapan Api."
Mereka berdua yang mendengarnya sedikit terkejut, karena masing-masing dari mereka juga berniat untuk mengikuti turnamen tersebut.
"Namun, kenapa kau membutuhkan koneksi segala? Bukankah pendaftarannya dibuka untuk berbagai kalangan? Bahkan jika seorang pengemis memiliki kemampuan, dia bisa mengikuti turnamen tersebut." Lu Ren bertanya penasaran dan diangguki benar oleh Qiao Jifeng.
"Ah, aku lupa kalau aku berbohong soal usiaku." Xiao Chen membatin dengan raut wajah tak berdaya, "Um... Sebenarnya aku berbohong tentang umurku."
Ucapan Xiao Chen tentu membuat bingung Lu Ren dan Qiao Jifeng.
"Salah satu syarat untuk mendaftar ke turnamen itu minimal berusia 17 tahun, sedangkan umurku yang sebenarnya adalah 14 tahun. Dalam dua tahun lagi, pendaftaran dibuka dan saat itu aku baru berumur 16 tahun." Xiao Chen menjelaskan dengan detail.
Mereka berdua terdiam sejenak untuk mencerna ucapan Xiao Chen, sebelum teriakan keluar dari mulut mereka.
"Apaaa!" Keduanya tidak bisa untuk tidak terkejut.
"B-bagaimana mungkin anak berusia 14 tahun mempunyai postur tubuh semacam itu?!" Qiao Jifeng merasa tak percaya, postur badan Xiao Chen benar-benar tidak mencerminkan anak seusianya.
Lu Ren sendiri tidak bisa berkata-kata, perasaan takjub sekaligus iri bercampur aduk dalam hatinya. Bakat yang dimiliki Xiao Chen sudah di luar nalar, dia seperti anak keberuntungan dari Surga.
"Selama setahun penuh aku berlatih dengan keras, bahkan waktu untuk tidurku digantikan menjadi waktu berkultivasi." Xiao Chen bercerita lalu menimpali, "Aku juga diberikan sumberdaya jenjang tinggi oleh Guruku, tanpa sumberdaya itu mungkin aku tidak akan sekuat ini."
__ADS_1
"Guru? Apakah dia kuat?" Lu Ren tidak bisa menahan diri untuk bertanya.
Xiao Chen mengangguk, "Ya, dia kuat. Tetapi orang tua itu malah menghilang setelah beberapa hari mengajariku, dia menyembunyikan banyak sekali sumberdaya di berbagai tempat seperti sudah merencanakan kepergiannya." Raut wajah Xiao Chen berubah menjadi sedikit muram.
Lu Ren dan Qiao Jifeng yang menyadari hal tersebut tidak bertanya lebih jauh lagi, mereka mengganti topik pembicaraan dan mengobrol hingga larut malam.
Sebelum Lu Ren dan Qiao Jifeng tidur, Xiao Chen memberikan pil yang dapat menyembuhkan luka luar. Mereka berdua langsung pulih sesaat setelah menelan pil tersebut.
"Aku yang akan menjaga malam ini, kalian istirahat saja..." Ucap Xiao Chen dengan suara tenang.
"Tapi, teman. Kenapa kau tidak menyembuhkan lukamu?" Tanya Lu Ren penasaran.
"Aku akan menyembuhkannya nanti..." Jawab Xiao Chen dan membuat Lu Ren mengiyakan saja.
Lu Ren tidur di samping Qiao Jifeng, sedangkan Qiao Yu tertidur di bagian Gua yang lebih dalam.
Xiao Chen yang melihat mereka sudah tertidur hanya menghela nafas, lalu berjalan ke mulut Gua. Ia kemudian melakukan posisi sila lalu menggunakan teknik yang dapat menyembuhkan luka luarnya.
Xiao Chen membuka matanya dan menyender di dinding Gua, "Aku masih terlalu lemah. Sial, jika Yoriichi tidak datang membantu mungkin kami tidak akan pernah beristirahat disini."
"Aku penasaran, Yoriichi ini orang yang cukup kuat. Dia seperti berusia 17 tahun, dan juga aku tidak bisa melihat ranahnya." Xiao Chen tersenyum tipis, "Dia juga menggunakan pedang bermata satu, pasti cukup sulit untuk menguasai senjata seperti itu. ."
Xiao Chen kemudian menegakkan kembali badannya lalu mulai berkultivasi menggunakan Pernapasan Naga.
Keesokan Harinya. Pagi Tiba, Xiao Chen perlahan membuka matanya dan menguap. Ia bangkit berdiri lalu menoleh ke arah tempat Lu Ren dan Qiao Jifeng beristirahat, "Keduanya masih tertidur. Ya, wajar saja karna pertarungan tadi malam pasti menguras banyak stamina mereka..." Gumamnya lalu menatap bagian dalam Gua.
Xiao Chen menyipitkan matanya dan tidak mendapati Qiao Yu di sana.
"Emm... Apakah kau mencariku?"
Suara lembut terdengar dari belakang dan membuat Xiao Chen berbalik, "Ah, apakah kau habis dari luar Gua?" Tanyanya penasaran.
"Benar." Qiao Yu mengangguk sambil tersenyum.
__ADS_1
Xiao Chen sebenarnya cukup terkejut karena ia tidak menyadari Qiao Yu melewatinya saat berkultivasi tadi, "Apakah kau lapar?" Tanya Xiao Chen dan sesaat setelah mengatakan itu sebuah suara keroncongan terdengar jelas di telinganya.
Qiao Yu langsung menutup wajahnya yang memerah dengan kedua tangan, sebab suara tersebut berasal dari perutnya.
"Hahaha... Sepertinya kau keluar Gua untuk mencari buah-buahan." Xiao Chen tertawa pelan sedangkan Qiao Yu semakin malu mendengarnya.
Xiao Chen tersenyum tipis, "Kalau begitu, ayo makan." Ajaknya lalu berjalan menuju ke tempat bekas api unggun tadi malam.
Xiao Chen duduk di depan api unggun yang sudah padam itu, lalu melambaikan tangannya. Dalam sekejap, muncul beberapa kayu kecil yang sudah terpotong dengan rapi.
"Biar aku bantu..." Qiao Yu mengumpulkan kayu kecil tersebut di satu tempat.
Xiao Chen yang melihat semua kayu tersebut sudah terkumpul langsung meminta Qiao Yu untuk sedikit menjauh dari sana, ia kemudian mengangkat satu tangannya ke depan dan memunculkan sebuah bola api.
Bola api tersebut ditempatkan ke kumpulan kayu sampai benar-benar terbakar. Ketika api unggun sudah menyala, Xiao Chen langsung menghilangkan bola api di tangannya.
Qiao Yu yang melihat itu hanya bisa berdecak kagum, ia sedikit tidak menyangka kalau Xiao Chen mempunyai pengendalian yang baik terhadap elemen api.
Xiao Chen kemudian mengeluarkan daging yang tersisa di dalam cincin penyimpanannya, itu tidak terlalu banyak karena ia sudah menghabiskan sebagian saat perjalanan kemari.
"Ini..." Xiao Chen memberikan sebuah daging kepada Qiao Yu dan langsung diterima oleh wanita cantik itu.
Qiao Yu menusuk daging tersebut menggunakan kayu kecil lalu mulai membakarnya di atas api unggun yang menyala. Bau yang keluar dari daging bakar itu membangunkan Lu Ren dan Qiao Jifeng.
Mereka berdua bangkit berdiri lalu mendekati Xiao Chen dan Qiao Yu yang sedang membakar daging, "Apakah ada jatah untuk kami?" Tanya Lu Ren yang tidak bisa menahan air liur keluar dari mulutnya
"Duduklah, tetapi sebelum itu bersihkan liurmu dulu..." Xiao Chen berkata dan langsung diangguki oleh Lu Ren.
Qiao Jifeng lebih dulu duduk, dan kemudian diikuti oleh Lu Ren. Mereka berdua menerima daging mentah yang diberikan oleh Xiao Chen lalu mulai membakarnya di atas api unggun.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.
__ADS_1