Legenda Raja Kultivator

Legenda Raja Kultivator
Chapter. 050: Kematian Qiao Jifeng


__ADS_3

Singkat cerita. malam tiba, Du Yang He serta yang lainnya memilih untuk beristirahat karena meneruskan perjalanan di malam hari sangatlah berbahaya.


Malam ini Lu Ren yang berjaga, karena memang sudah jadwalnya. Mereka berempat sudah sepakat, kalau setiap malam masing-masing dari mereka harus bergantian untuk berjaga di malam hari.


"Sialan... Apa yang sebenarnya terjadi padaku?!" Lu Ren mengumpat, sedari tadi jantungnya terasa sangat panas seolah bisa meledak kapan saja.


Kejadian aneh ini sebenarnya sudah menimpa Lu Ren semenjak keluar dari sumur itu, entah kenapa hasrat membunuhnya terus saja memuncak.


Lu Ren saat ini bertingkah seperti cacing kepanasan, dan beberapa saat kemudian tiba-tiba dia menjadi diam dan kepalanya menunduk ke tanah.


Tidak lama setelah itu, Lu Ren kembali mengangkat kepalanya. Dia tampak seperti orang yang berbeda dan juga warna dari kedua bola matanya berubah menjadi hitam pekat.


Lu Ren berdiri dan mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpanan, sorot matanya mengarah tajam ke tempat Du Yang He dan Qiao bersaudara yang sedang tertidur pulas.


"Bunuh.. Bunuh... Bunuh..."


Suara berat keluar dari mulut Lu Ren, lalu mengangkat tangan kanannya yang memegang pedang.


"Hey! Apa yang ingin kau lakukan?!" Du Yang He tiba-tiba saja membuka mata dan langsung berteriak dengan lantang.


Srotts!


Lu Ren sama sekali tidak menghiraukan teriakan Du Yang He, dan menusuk Qiao Jifeng menggunakan ujung pedangnya.


Qiao Yu yang tidak jauh dari sana membuka matanya, ia langsung berteriak histeris ketika melihat perut adiknya sudah tertusuk oleh sebuah pedang.


Du Yang He sendiri bangkit berdiri dan mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya. Tanpa banyak bicara, ia langsung menyerang Lu Ren dengan maksud untuk menenangkannya.


Lu Ren menarik pedangnya, ia menangkis serangan dari Du Yang He lalu menyerangnya dengan niat membunuh.


Pertarungan yang sengit terjadi pada malam itu.


Di sisi lain, Qiao Yu langsung mendekati adiknya yang terbaring lemas di tanah, "A-apa kau baik-baik saja, Jifeng'er?" Tanya Qiao Yu dengan suara bergetar.


"K-kakak... A-apa yang terjadi?" Qiao Jifeng bertanya, ia sungguh terkejut melihat Lu Ren yang tiba-tiba saja menusuk perutnya.


Qiao Yu menggelengkan kepalanya cepat, "A-aku tidak tau... Untuk sekarang, jangan berbicara dulu..."


Qiao Yu menahan luka di perut Lu Ren dengan kedua tangannya, "Gunakan Qi-mu untuk menutup lukanya..."

__ADS_1


"Uhuk... Uhuk..." Qiao Jifeng terbatuk dan darah keluar dari mulutnya, "Maaf kak, tapi aku tidak dapat melakukannya..."


Kemampuan Qiao Jifeng belum sampai di tahap pengendalian Qi, karena selama ini dia hanya fokus meningkatkan kemampuan berpedangnya.


"Tidak, tidak. Kau pasti bisa melakukannya..." Qiao Yu menggelengkan kepalanya cepat, air mata perlahan turun ke pipinya, "Adik... Kamu harus tetap sadar, jangan pernah sekalipun menutup matamu!"


Di sisi lain, Du Yang He cukup kesulitan melawan Lu Ren, "Niat membunuhnya sangat kuat, apa yang sebenarnya terjadi?" Batinnya bertanya-tanya, ia tentu mengetahui kalau Lu Ren saat ini berada dalam kondisi dikendalikan oleh orang lain.


Satu batang dupa berlalu. Ketika pertarungan masih berlangsung, tiba-tiba saja Serigala Hitam muncul dari balik pohon dan menyerang Lu Ren.


Meskipun tubuh dari hewan buas itu kecil, tetapi kekuatan gigitannya tidak boleh diremehkan.


Lu Ren sendiri menjadi terganggu ketika Serigala Hitam menggigit pundak kanannya, ia langsung mengambil hewan buas itu dengan tangan kiri lalu melemparnya dengan kekuatan penuh.


Brukk!


Serigala Hitam langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya ketika menabrak sebuah pohon sampai hancur, dia langsung terjatuh pingsan karena tubuhnya mendapatkan luka yang lumayan parah.


Berkat kesempatan yang diberikan oleh Serigala Hitam membuat Du Yang He unggul dalam pertarungan, tanpa ragu ia langsung memotong lengan kiri milik Lu Ren.


Lu Ren yang mengetahui itu sama sekali tidak bereaksi, ia kemudian melakukan sebuah serangan yang dialiri dengan Qi untuk membuat jarak di antara mereka berdua.


Lu Ren terdiam cukup lama sebelum tersenyum lebar, "Kita ini teman, kan?"


Suara Lu Ren begitu menyeramkan dan membuat siapa saja yang mendengar itu merasa merinding.


"Roh jahat..." Gumam Du Yang He.


"Paman pernah bilang kalau roh jahat adalah makhluk yang berbahaya. Jika sudah kerasukan oleh roh jahat, maka sulit untuk menyadarkan kembali sang pemilik tubuh..." Du Yang He kembali bergumam.


"Hohoho... Kau tidak perlu khawatir, roh dari pemilik tubuh ini tidak akan kembali lagi karena aku sudah mendapatkan kendali penuh atas tubuhnya..." Ucap Lu Ren dengan suara berat.


Du Yang He sedikit melebarkan matanya, "Dia dapat mendengar suaraku yang pelan dalam jarak sejauh ini? Sulit dipercaya..." Batin Du Yang merasa ngeri, lalu menghela napas panjang.


Whoosh!


Aura Nascent Soul bintang empat keluar dari tubuh Du Yang He, kali ini ia tidak akan segan lagi untuk membunuh Lu Ren.


"Oho, Kau serius? Wah... Bisa bahaya, nih?" Lu Ren terkekeh pelan, "Maaf saja, ya. Tapi, aku akan pergi dari sini sekarang..."

__ADS_1


Whoosh.


Lu Ren berbalik dan langsung meninggalkan area itu secepat mungkin.


Du Yang He berniat mengejarnya, namun baru saja melangkahkan kaki, ia mendengar teriakan dari Qiao Yu.


"Saudara He, jangan pergi~! Tolong bantu aku!"


Du Yang He menoleh dan mendapati Qiao Yu yang sedang menutup luka di perut Qiao Jifeng.


"Ah..." Du Yang He tanpa banyak berpikir langsung berlari ke tempat Qiao bersaudara, sembari menyimpan pedangnya ia juga mengeluarkan sebuah pil putih dengan beberapa bercak merah.


Ketika sampai, Du Yang He langsung jongkok dan disaat dirinya ingin memberikan pil tersebut. Qiao Jifeng menutup matanya, detak jantungnya sudah melemah dan perlahan berhenti berdetak.


"Terlambat..."


Suara Du Yang He begitu pelan saat mengatakannya, tetapi Qiao Yu dapat mendengar dengan jelas kata-kata itu di telinganya.


"Maafkan aku... Sepertinya adikmu-"


"T-tidak! T-tidak mungkin!" Suara Qiao Yu bergetar hebat.


"T-tidak mungkin...Tadi siang dia masih sehat-sehat saja, jadi tidak mungkin dia mati..."


Mata Qiao Yu berkaca-kaca, ia menggoyangkan badan adiknya itu sambil berkata, "H-hei... B-bangunlah... K-kakak disini... J-jangan bercanda, i-ini sama sekali tidak lucu... Hei... Hei!!!"


Tangisan Qiao Yu perlahan pecah karena tak kuasa menerima kebenarannya, ia mencoba membangunkan Qiao Jifeng tetapi adiknya itu sama sekali tidak merespon.


Qiao Yu menangis sekencang-kencangnya sambil memeluk adiknya itu, sedangkan Du Yang He yang menyaksikan itu hanya diam dengan raut wajah yang rumit.


Du Yang He kemudian menoleh ke arah Serigala Hitam berada, dan melihatnya sudah bangun. Hewan buas itu berjalan pelan ke arah mereka, atau lebih tepatnya menuju ke tempat Qiao Jifeng berbaring.


Serigala Hitam itu menatap Qiao Jifeng dengan mata yang berkaca-kaca, meskipun tidak mengetahui situasinya secara pasti entah kenapa perasaannya dilanda dengan kesedihan yang mendalam.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.


Note: Author sebenernya bingung. Xiao Chen ngewarisin senjata apa?

__ADS_1


Sword of Destruction, Roaring Axe atau Heavenly Fox Crossbow. Kasih saran serta alasannya dong?


__ADS_2