Legenda Raja Kultivator

Legenda Raja Kultivator
Chapter. 022: Azure Dragon Sword


__ADS_3

Hari-hari terus berlalu, selama tiga minggu terakhir Xiao Chen hanya berkultivasi, olahraga dan mengisi perut. Hari ini, Xiao Chen memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya.


Di luar penginapan. Xiao Chen langsung berjalan pergi di antara kerumunan, ia berencana untuk pergi ke toko senjata karena pedang hitam miliknya masih menancap di mata monster laut itu.


"Jika dipikir-pikir lagi, aku sedikit menyesal karena harus mengorbankan pedang itu. Haiss..." Gumam Xiao Chen sambil menggelengkan kepala pelan, "Ya sudahlah... Berlalu biarlah berlalu."


Satu batang dupa berlalu. Xiao Chen akhirnya menemukan toko senjata yang tampaknya tidak terlalu terurus, "Kakek tua tadi menyarankan aku untuk pergi ke toko senjata ini? Dia tidak gila kan?" Batinnya dengan raut wajah tidak yakin.


Beberapa menit yang lalu. Saat sedang mencari toko senjata, Xiao Chen tidak sengaja menabrak seorang kakek tua yang terlihat rapuh. Tentu saja Xiao Chen langsung membantunya untuk berdiri dan meminta maaf, dan ia sendiri tanpa sengaja menanyakan toko senjata yang terbaik di kota ini. Kakek tua itu memberitahu kalau disinilah tempatnya.


"Ugh... Meskipun aku tidak yakin, setidaknya tidak ada salahnya untuk melihat-lihat." Xiao Chen melangkah maju dengan hati yang ragu.


Ketika memasuki toko tersebut. Xiao Chen tersenyum pahit ketika mendapati beberapa senjata tua yang menurutnya tidak layak untuk dipakai.


"Hoho... Ada pemuda. Apakah kamu ingin membeli senjata di sini?" Seorang kakek tua tiba-tiba saja muncul dari kegelapan. Wajahnya terlihat ramah tetapi tidak dengan auranya.


"Orang tua ini... Tidaklah sederhana." Batin Xiao Chen dengan raut wajah serius.


"Anak muda, kenapa kamu diam saja?"


Xiao Chen tersentak dan menggarukkan belakang kepalanya yang tidak gatal, "Ah, iya... Saya kemari untuk melihat-lihat senjata. Anda tidak keberatan bukan?"


"Hohoho... Tentu saja. Sudah lama tidak ada pelanggan yang datang kemari, bagaimana mungkin saya harus keberatan dengan kehadiran anda."


Xiao Chen hanya tertawa canggung lalu mulai mengamati senjata yang ada di toko ini. Tidak ada sesuatu yang spesial, bahkan dirinya tidak menemukan pedang yang lebih baik dari sebelumnya.


"Sepertinya tidak ada senjata yang layak untukku..." Gumam Xiao Chen dengan suara pelan.


Xiao Chen kemudian berbalik dan berniat untuk keluar dari sana. Namun matanya tak sengaja menemukan sebuah pedang ganda yang berada di lemari kayu dekat meja kasir.


Pedang ganda tersebut sangatlah indah dan cukup mencolok. Masing-masing dari pedang memilik warna serta desain yang berbeda, yang satu memiliki warna ungu gelap sedangkan satunya lagi berwarna emas.


Xiao Chen berjalan mendekati pedang ganda tersebut, ia mengambilnya dari lemari kayu lalu berbalik, "Berapa harga pedang ini, tuan?" Tanyanya sambil menatap kakek tua di depannya.


"Hoho... Harga dari pedang ganda itu hanya 435 koin emas saja, anak muda."

__ADS_1


Xiao Chen yang mendengarnya hampir tersedak nafas sendiri, "Hanya katamu?! Gila! Dengan uang segitu, aku bisa membeli gunungan sumber daya!" Batinnya kesal.


Xiao Chen terdiam sejenak untuk berpikir. Uangnya yang tersisa sekarang kurang dari seribu koin emas, seandainya ia membeli pedang ganda ini uangnya akan berkurang cukup banyak, belum lagi jika ada kejadian tak terduga yang menimpanya di masa depan nanti.


"Tuan, saya akan membelinya jika anda menurunkan harga sampai 300 koin emas. Uang saya hanya tersisa sedikit, sulit bagi saya mengeluarkan 435 koin emas hanya untuk membeli pedang ganda ini." Ucap Xiao Chen dengan suara tenang. Meskipun begitu, ia cukup gelisah jika orang tua di depannya ini tidak ingin menurunkan harga.


Kakek tua itu tersenyum tipis, "Baik. Ambillah..."


Xiao Chen tersenyum senang mendengarnya, ia mengeluarkan kantung kecil dari cincin penyimpanan lalu memberikannya kepada orang tua di depannya.


Kakek tua itu mengambil kantung tersebut dari tangan Xiao Chen, ia menyebarkan Kesadaran Spiritualnya ke dalam kantung dan tersenyum, "Terima kasih, anak muda. Aku harap kau menyukai 'Azure Dragon Sword'."


"Ah.. Apakah itu nama dari pedang ganda ini?" Tanya Xiao Chen memastikan.


"Benar."


Xiao Chen tersenyum, "Nama yang keren. Kalau begitu, saya pergi.."


Xiao Chen berjalan menuju pintu keluar toko. Ia menghela nafas panjang ketika sudah berada di luar, "Baiklah. Aku sudah membeli pedang, sekarang mari keluar dari kota ini..."


"Menarik... Dia mengambil pedang ganda."


Dia adalah kakek tua yang sebelumnya mengawasi Xiao Chen di atap penginapan.


"Jadi, dia adalah anak yang ingin kau jadikan murid, Yong Shu?" Kakek tua penjual senjata di toko tersebut tiba-tiba saja muncul.


"Ya, Jang Hu. Dalam beberapa tahun lagi aku akan dieksekusi oleh 'mereka', jadi aku ingin mewariskan semua yang kupunya kepada anak itu..." Yong Shu berkata dengan suara tenang.


Jang Hu tersenyum kecut mendengarnya, "Baiklah. Kalau begitu, aku akan kembali ke Dunia Asal. Jaga dirimu baik-baik sebelum dijemput oleh mereka."


Yong Shu mengangguk dan dalam sekejap Jang Hu yang berada di sebelahnya menghilang tanpa jejak, begitu juga dengan toko yang menjadi tempat Xiao Chen membeli senjata. Sekarang papan nama yang ada di atas pintu toko menghilang, dan di dalamnya tidak terdapat apa-apa seperti bangunan yang sudah ditinggal puluhan tahun.


Setelah Jang Hu pergi, Yong Shu juga.


***

__ADS_1


Di Pintu Gerbang Utara Kota Xianzhi.


Xiao Chen melewati gerbang tersebut dengan santai, ia tidak perlu memberikan kartu Identitas seperti saat ingin memasuki kota. Ketika sudah di luar kota, Xiao Chen langsung melesat pergi dari sana.


Kecepatan berlari Xiao Chen tidak sama seperti sebelumnya, dia menjadi lebih lambat dikarenakan gelang besi yang dipakainya.


Waktu berlalu begitu cepat, Xiao Chen yang sudah berlari seharian berhenti ketika malam tiba. Di dalam gunung, hanya ada pepohonan dan juga suara serangga, tidak ada orang sama sekali di sekitarnya.


Xiao Chen naik ke atas pohon dan kemudian melakukan posisi sila, ia menghela nafas panjang lalu mulai berkultivasi dengan mata yang terpejam, tidak lupa ia menggunakan Pernafasan Naga.


Pagi tiba. Xiao Chen perlahan membuka matanya dan menguap, ia turun dari atas pohon lalu meregangkan badannya. Setelah selesai, Xiao Chen mengeluarkan tiga buah bakpao lalu melepaskan topengnya.


Xiao Chen menyimpan topeng hitam polosnya di balik jubah dan kemudian memakan bakpao di tangannya sembari berjalan.


Baru beberapa menit berjalan, Xiao Chen menghentikan langkahnya ketika seorang kakek tua berjanggut pendek muncul di hadapannya.


"Siapa kau?" Tanya Xiao Chen santai dan masih terus memakan bakpaonya yang tersisa.


Yong Shu tersenyum tipis lalu memperkenalkan dirinya. Ia mengarang soal identitasnya namun tidak dengan namanya.


"Aku adalah Yong Shu. Pemilik dari Gunung ini..." Yong Shu menimpali, "Aku tertarik denganmu. Maukah kau menjadi muridku?"


Xiao Chen berhenti menguyah ketika mendengar itu, alisnya mengerut dan menatap Yong Shu dari atas hingga bawah, "Memangnya kau berada di ranah apa?"


"Heavenly Emperor bintang sembilan..." Jawabnya dengan suara tenang.


Xiao Chen yang mendengarnya langsung tersedak bakpao di mulutnya, ia terbatuk dan mengeluarkan botol air dari cincin penyimpanannya. Xiao Chen bergegas minum dan kembali menyimpannya setelah selesai.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.


Azure Dragon Sword.


Pict From Game, Dynasty Warriors: Overlords

__ADS_1



__ADS_2