
Xiao Chen terdiam cukup lama setelah mendengar cerita dari Yong Shu, "Jadi, apa yang kau inginkan?"
Sebenarnya, Xiao Chen juga mau menjadi murid Yong Shu lagi, mengingat dia sudah memberikan sumberdaya yang begitu berharga padanya secara cuma-cuma.
Yong Shu menghela napas sebelum menjawab, "Aku mau menjadi gurumu kembali. Kau mempunyai potensi yang besar, sangat disayangkan jika aku kehilangan murid sepertimu."
Xiao Chen menganggukkan kepala dan tanpa ragu langsung membungkukkan badannya serendah mungkin, "Maafkan aku karena sudah tidak menganggapmu sebagai guru lagi. Tolong hukum aku seberat-beratnya, Guru!" Xiao Chen berkata dengan sungguh-sungguh.
Yong Shu sedikit terkejut karena Xiao Chen tidak berpikir panjang mengenai itu, "Hahahaha... Tak apa! Aku memaafkanmu! Mulai sekarang, kau sudah kembali menjadi muridku lagi!" Yong Shu tertawa lantang, "Baiklah. Mari kita cari tempat untuk latihan..."
"Ah, tunggu dulu, Guru..." Ujar Xiao Chen, "Aku sekarang dalam perjalanan menuju sekte Serigala Emas. Aku ingin membuat koneksi di sana, jadi aku harap kita bisa menunda dulu latihannya."
Yong Shu sedikit mengangkat alisnya, "Kalau begitu, ayo kita pergi bersama ke sekte Serigala Emas!" Ucap Yong Shu lalu memakai kembali topi capingnya.
Xiao Chen tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan semangat.
Mereka berdua akhirnya melesat menuju ke tempat sekte Serigala Emas. Di perjalanan, Yong Shu menanyakan apa saja yang terjadi kepada Xiao Chen selama dia tidak ada.
Xiao Chen sendiri menceritakan seluruh pengalamannya, kecuali saat dia menjadi pewaris senjata Sepuluh Dewa Agung.
Sebelumnya, Xiao Chen sudah diperingatkan oleh Yue Ying untuk tidak memberitahu hal itu kepada Yong Shu, karena tidak ada satupun dari mereka yang mengetahui jelas asal usul dari kakek tua itu.
Xiao Chen hanya mematuhi peringatan yang diberikan oleh Yue Ying.
Yong Shu yang mendengar cerita dari muridnya hanya mengangguk pelan, "Roh jahat, ya. Jarang sekali aku mendengar kejadian seperti itu..."
"Hm? Memangnya Roh jahat selangka itu?" Tanya Xiao Chen dengan alis yang terangkat.
Yong Shu menganggukkan kepalanya, "Bisa dibilang begitu, karena biasanya Dao of The Death akan mengurus semua roh yang tubuhnya sudah mati." Ucap Yong Shu menjelaskan, "Kalau ada Roh yang berhasil lolos dari Dao of The Death, maka dia akan merasuki tubuh makhluk hidup atau mungkin bereinkarnasi..."
"Reinkarnasi?" Xiao Chen membatin dengan raut wajah serius. Itu artinya, secara tidak sengaja Roh-nya lolos dari Dao of The Death? Tetapi apa alasannya?
__ADS_1
"Guru, bagaimana caranya agar Roh yang tubuhnya sudah mati bisa lolos dari Dao of The Death? Bukankah setelah Roh kita diciptakan, Dao akan langsung tertanam? Jadi seharusnya mustahil bagi kita untuk lolos dari Dao of The Death, karena Dao itu sendiri selalu ada pada dalam diri kita" Xiao Chen kembali bertanya.
Yong Shu mengelus dagunya dan terdiam cukup lama, "Sepertinya dengan jurus terlarang. Aku tidak tau pastinya, tetapi hanya itu saja cara yang paling memungkinkan..." Jawab Yong Shu lalu bertanya, "Tapi, bagaimana kau bisa tau tentang Dao sebanyak itu?"
"Ah, itu..." Xiao Chen tiba-tiba saja menjadi gugup karena dirinya tidak tau harus menjawab apa.
Yong Shu yang melihat muridnya itu tidak mau menjawab pertanyaannya hanya menghela napas pendek, "Tidak perlu kau jawab jika kau tidak mau..."
Xiao Chen tersenyum masam dan tidak bertanya lebih jauh lagi, ia tidak ingin menimbulkan kecurigaan lebih pada gurunya itu.
***
Perjalanan yang dilakukan oleh Xiao Chen dan Yong Shu memakan waktu sekitar tiga bulan lebih. Mereka berdua akhirnya sampai di sebuah kota besar yang bernama, Kota Berlian.
Kota tersebut mempunyai luas sekitar empat ribu kilometer persegi, dengan jumlah penduduk yang mencapai 37 juta.
Saat ini, Xiao Chen dan Yong Shu sedang mengantri di Gerbang Barat kota Berlian. Antrian untuk masuk ke dalam kota sangat panjang, butuh waktu enam jam sampai giliran mereka berdua tiba.
"Bagian luar dari kota ini saja sudah indah, bagaimana dengan bagian dalam dan intinya?" Xiao Chen tidak bisa berhenti untuk berdecak kagum.
Kota Berlian dibagi menjadi tiga bagian: luar, dalam dan inti. Ketiga bagian itu dipisahkan dengan dinding tebal yang dijaga ketat oleh prajurit berpengalaman.
Sekte Serigala Emas berada di bagian dalam kota Berlian, jadi Xiao Chen dan Yong Shu bergegas pergi menuju ke gerbang pintu masuk kota bagian dalam.
Memakan waktu beberapa jam untuk mereka berdua sampai di gerbang masuk kota bagian dalam. Xiao Chen dan Yong Shu tidak mengantri terlalu lama karena hanya sedikit orang saja yang berada dalam antrian.
"Chen'er lebih baik kita menginap hari ini. Rasanya tidak sopan jika kita bertamu ke sekte Serigala Emas pada malam hari..." Ucap Yong Shu menyarankan.
Xiao Chen mengangguk, "Baik guru, aku paham..."
Yong Shu tersenyum dan mengajak muridnya itu masuk ke dalam penginapan terdekat.
__ADS_1
Penginapan Xunshen, sebuah penginapan yang mewah dengan sepuluh lantai. Di setiap lantai terdapat seratus kamar, dan Yong Shu menyewa kamar di lantai tujuh karena lantai kebawah lainnya sudah terisi dengan penuh.
"Kau lapar tidak, Chen'er?" Tanya Yong Shu penasaran.
Xiao Chen terdiam sejenak sebelum menganggukkan kepalanya.
Yong Shu yang melihat anggukan dari Xiao Chen langsung membawanya ke tempat makan yang sudah disiapkan oleh Hotel di lantai dasar.
Suasana tempat makan tersebut sangat ramai meskipun waktu sudah malam. Yong Shu kemudian mendatangi meja resepsionis, lalu memberikan bukti kalau dia adalah penyewa di Hotel tersebut.
Setelah memberikan bukti, Yong Shu dan Xiao Chen langsung diarahkan oleh seorang pelayan pria ke salah satu meja yang ada di sana. Mereka berdua diberikan menu makan oleh pelayan tersebut.
"Tuan, makanan di tempat ini gratis dan kalian dapat memesan sesuai yang diinginkan. Tetapi ada batasannya, setiap orang hanya dapat memesan sampai dua puluh hidangan saja..." Ucap pelayan pria menjelaskan.
"Hm, benarkah? Terakhir kali aku datang kemari, penyewa dapat memakan semua hidangan sepuasnya... Apa ada kebijakan baru?" Tanya Yong Shu penasaran.
"Benar, tuan."
"Apa alasannya?"
"Maaf, tuan. Tapi, pihak Hotel dilarang memberitahu alasan mengenai perubahan kebijakan..."
Yong Shu mengangguk paham dan tidak bertanya lebih jauh lagi, ia lalu menoleh ke arah Xiao Chen dan berkata, "Pesan makanan yang kau inginkan..."
Xiao Chen sendiri mengangguk dan mulai memesan hidangan yamg dirinya inginkan, tidak hanya dia saja tetapi Yong Shu juga.
Beberapa menit kemudian, pelayan tersebut pergi dari sana setelah Xiao Chen dan Yong Shu selesai memilih hidangan.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.
__ADS_1