
"Sampai kapan kau ingin memakai topengmu itu, Chen'er?" Sindir Yong Shu sambil melirik muridnya itu.
"Ah..." Xiao Chen langsung membuka topeng hitamnya, lalu menyimpannya di cincin penyimpanan.
"Chen'er... Aku penasaran, sekarang kau di ranah apa?"
Yong Shu bertanya karena dirinya tidak bisa melihat basis kultivasi Xiao Chen, muridnya itu selalu memakai teknik misterius yang dapat menekan auranya.
"Nascent Soul bintang sembilan, Guru..." Jawab Xiao Chen cepat.
Mata Yong Shu sedikit melebar ketika mendengarnya, "Untung saja aku tidak kehilangan murid sepertimu, haah..." Yong Shu diam-diam menghela napas lega.
"Kau mungkin bisa naik ke Dunia yang lebih tinggi dalam beberapa tahun lagi, Chen'er."
"Eh, benarkah! Bagaimana caranya, guru?!" Tanya Xiao Chen dengan antusias.
"Kau perlu naik ke ranah Immortal dan juga Dao of The Sword-mu harus mencapai level 2." Jawab Yong Shu dengan tenang.
"Hoo... Itu mudah, kan."
"Bocah. Kau ini sombong sekali, memangnya kau sudah masuk ke tahap pengendalian Qi?" Tanya Yong Shu sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Xiao Chen tersenyum, "Hehehe... Tentu saja."
Xiao Chen tanpa ragu langsung menciptakan penghalang Qi sebesar kepalan tangannya, "Bagaimana, hebat bukan?"
Yong Shu menahan napasnya ketika melihat itu, "Bagaimana mungkin..." Batinnya terkejut.
"Guru, sebenarnya aku bisa membuat penghalang Qi seluas ruangan ini, tetapi aku takut mengundang perhatian banyak orang..." Bisik Xiao Chen pelan.
Yong Shu kembali terkejut mendengarnya, ia memegang dada bagian kiri dan mendapati jantungnya yang berdegup kencang.
"Anak ini... Mau sampai kapan dia membuatku terkejut? Aku jadi penasaran... Jika aku melatihnya selama ini tanpa meninggalkannya, sudah sekuat apa dia sekarang?" Yong Shu merasa ngeri ketika membayangkannya.
Xiao Chen terkekeh pelan melihat keterkejutan gurunya. Wajar saja jika guru bereaksi sampai seperti itu, karena bagi kultivator sepantarannya menciptakan penghalang Qi adalah sesuatu yang mustahil dilakukan, kecuali jika bakatmu diberkahi oleh Surga.
Xiao Chen melenyapkan penghalang Qi di tangan kanannya, dan kemudian perhatiannya tertuju ke pintu masuk ruangan ini.
"Oh..." Xiao Chen tersenyum tipis.
Yu Han Ling bersama dengan saudarinya memasuki ruangan tempat makan, tanpa menunjukkan bukti kalau mereka adalah penyewa kamar, para pelayan Hotel langsung menghampiri mereka.
Beberapa ksatria juga muncul dan salah satu dari mereka adalah seorang pria paruh baya di ranah Immortal, Gao Lan.
__ADS_1
Gao Lan masuk dan tatapannya langsung bertemu dengan Xiao Chen.
Xiao Chen menelan ludahnya, lalu mengalihkan pandangannya ke arah yang berbeda.
"Sepertinya kau mengenal mereka, Chen'er?" Tanya Yong Shu memastikan.
Xiao Chen mengangguk pelan, ia kemudian menceritakan tentang pertemuan pertama mereka dan juga sewaktu di Pelabuhan.
Di sisi lain, Gao Lan menyipitkan mata ketika mendapati sosok Xiao Chen bersama dengan seorang kakek tua, "Bocah itu... Yang menumpang kapal? Apa yang dia lakukan di sini? Lalu, siapa juga orang di sebelahnya? Hawa kehadiran membuatku tidak nyaman." Batinnya bertanya-tanya.
Yu Han Ling juga mendapati keberadaan Xiao Chen, ia tersenyum tipis dan bergumam, "Oh... Perubahan yang menakjubkan..."
"Hm? Apa yang baru saja kakak katakan?" Yu Luan Ling bertanya, karena mengira saudarinya mengatakan sesuatu padanya.
"Tidak ada... Kau hanya salah dengar. " Jawab Yu Han Ling sambil tersenyum lembut.
Yu Luan Ling menganggukkan kepala pelan dan tidak bertanya lebih jauh lagi.
Kedua wanita cantik itu kemudian duduk di meja kosong yang sudah disiapkan. Beberapa perhatian tertuju pada mereka, terutama para laki-laki mata keranjang.
Namun itu tidak berlangsung lama setelah Gao Lan mengeluarkan aura mendominasi dari tubuhnya. Para laki-laki itu langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah yang lain dengan raut wajah ketakutan.
Waktu berlalu dengan cepat. Hidangan yang dipesan oleh Xiao Chen dan Yong Shu akhirnya datang, mereka berdua tanpa banyak bicara langsung menyantap makanan yang masih hangat itu.
Setelah selesai, keduanya terdiam cukup lama sampai Yong Shu bangkit berdiri, "Ayo kita pergi ke kamar, Chen'er. Mulai besok, kau akan menjalani hari yang padat..."
Ketika pria itu berdiri, Yu Luan Ling langsung menyadari kalau dia adalah Xiao Chen, "Hm? Dia..."
"Hebat, ya. Padahal setahun yang lalu dia masih seperti bocah, tetapi perubahannya sekarang sungguh membuatku takjub." Yu Han Ling tiba-tiba saja berbicara.
"Kakak menyukainya?" Tanya Yu Luan Ling penasaran.
"Kenapa kau berpikir seperti itu?" Yu Han Lin tidak menjawab, melainkan melontarkan pertanyaan.
"Soalnya kakak terlihat tertarik..."
Yun Han Ling tersenyum lembut, "Aku sudah mempunyai tunangan yang dalam segala aspek lebih dari dia, kenapa juga harus tertarik?"
Yu Luan Ling tidak membalas perkataan dari saudarinya dan memilih untuk diam. Ia melirik ke arah Xiao Chen, dan matanya sedikit melebar ketika melihat orang itu menabrak adik laki-lakinya.
"Sepertinya akan ada masalah..." Yu Luan Ling bergumam, lalu lirikannya berganti ke arah Gao Lan.
Gao Lan yang memahami lirikan dari tuan putri langsung mengangguk paham, ia berjalan ke tempat kedua Pangeran berada.
__ADS_1
Di sisi lain, Xiao Chen tidak sengaja menabrak seorang pria tampan yang mengenakan jubah hitam mewah.
"Kau sengaja ya, sialan?" Yu Cao Shan mengumpat kesal.
"Adik, kau tidak perlu semarah itu." Yu Meng Gu menenangkan adiknya.
"Maaf." Ucap Xiao Chen dengan wajah datar.
Yu Cao Shan mengepalkan tangan kanannya, dan tanpa bicara sedikitpun langsung melayangkan tinjunya itu.
Whoosh.
Xiao Chen langsung menahan tinju dari Yu Cao Shan dengan tangan kiri, ia kemudian memperkuat cengkeramannya dan membuat pria tampan itu berteriak kesakitan.
Perhatian semua orang langsung tertuju kepada mereka berdua, para pelayan yang ada di sana langsung berdatangan dengan niat untuk memisahkan.
"Hei... Kau tidak perlu sekeras itu, bukan?" Yu Meng Gu memegang lengan kiri Xiao Chen.
"Ajarkan adikmu itu tata krama, aku bisa saja membunuhnya..." Sorot mata Xiao Chen berubah menjadi dingin saat mengatakan itu, lalu melepaskan tangan kirinya yang mencengkram tinju Yu Cao Shan.
"Bocah, kau semakin berani saja..." Gao Lan datang sambil tersenyum tipis.
Xiao Chen sedikit melebarkan mata, "Ah, maaf. Kalian satu rombongan, senior?"
"Ya, mereka berdua adalah anggota Kerajaan Yu. Aku harap kau menarik perkataanmu barusan, sebelum masalah ini menjadi panjang..." Ucap Gao Lan memperingatkan.
Xiao Chen terdiam sejenak sebelum menghela napas panjang, "Maafkan saya, pangeran. Saya tarik perkataan saya sebelumnya..." Ucapnya sambil membungkukkan badan.
Yu Cao Shan merasa tidak senang karena Xiao Chen sudah membuat tangannya membiru, ketika ingin mengatakan sesuatu tiba-tiba saja Kakaknya memegang pundak kanannya.
"Aku harap kau memaafkannya, adik." Ucap Yu Meng Gu sambil tersenyum.
Glek.
Yu Cao Shan menelan ludahnya dengan kasar, ia tau kalau senyuman kakaknya itu mengandung ancaman, "B-baiklah... A-aku memaafkanmu." Yu Cao Shan langsung pergi dari sana setelah mengatakan itu.
Xiao Chen menegakkan badannya kembali, "Masalahnya sudah selesai, kan?"
Gao Lan mengangguk pelan.
"Kalau begitu, saya izin pamit senior..." Xiao Chen menangkupkan tinjunya selama beberapa saat, lalu berbalik dan berjalan pergi dari sana.
Yong Shu yang sedari tadi menyaksikan juga ikut pergi dari sana setelah melihat masalah muridnya selesai.
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.