Legenda Raja Kultivator

Legenda Raja Kultivator
Chapter. 037: Kembali Ke Desa Kecil


__ADS_3

Setelah membakar daging sampai matang, Lu Ren dan Qiao Jifeng langsung memakannya dengan lahap. Beberapa menit kemudian, Xiao Chen menyelesaikan makanannya dan kemudian berdiri, "Habis ini, ayo kita pergi ke kota terdekat. Masih tersisa 6 hari sebelum Penjara Sepuluh Dewa Agung dibuka, jadi ayo gunakan sisa waktu itu untuk berjalan-jalan."


Qiao Yu mengangguk, "Baik, senior..."


Sedangkan Lu Ren dan Qiao Jifeng hanya mengangguk saja.


"Ngomong-ngomong... Apa yang terjadi tadi malam, senior?" Qiao Yu bertanya karena semalaman ia terlelap tidur.


Xiao Chen terdiam sejenak lalu menjawab, "Mereka adalah bagian dari kelompok Kultus Iblis, dan karena mereka ingin berniat jahat kami mengalahkan mereka."


Qiao Yu mengangguk paham, "Sepertinya mereka lemah, ya. Buktinya kalian mengalahkan mereka tanpa terluka sedikitpun..." Ucapnya sambil tersenyum polos.


Tentu apa yang dikatakan Qiao Yu membuat Lu Ren dan Qiao Jifeng tersedak, sedangkan Xiao Chen tersenyum kecut, "Begitulah... Kami juga beruntung karena ada seseorang yang membantu kami."


"Wah, benarkah! Sayang sekali aku tidak bisa menyampaikan terima kasih..."


"Iya, sayang sekali... Padahal dia mempunyai wajah yang tampan, dia juga sepertinya tipe kakak." Qiao Jifeng berbicara dengan mulut yang penuh daging.


Wajah Qiao Yu memerah, ia melirik ke arah Xiao Chen sesaat lalu mendengus kesal, "Jangan berkata seperti itu! Hmph!" Qiao Yu berjalan keluar dari sana.


"Eh, apakah aku mengatakan sesuatu yang salah?" Qiao Jifeng bertanya dengan wajah yang menunjukkan kebingungan.


"Mungkin dia malu karena tiba-tiba kau membicarakan tipe yang disukai kakakmu." Lu Ren menjawab lalu menimpali, "Lagipula kau tidak perlu memikirkannya, jika wanita bertingkah seperti itu, dia tidak benar-benar marah dan hanya perlu dihibur saja..."


"Senior, kau sepertinya sangat mengerti tentang perempuan ya..." Puji Qiao Jifeng sambil tersenyum.


"Huhuhu... Tentu saja. Aku berniat untuk mempunyai seratus mantan kekasih, jadi memiliki pengetahuan dasar seperti itu sudah menjadi kewajiban bagiku." Lu Ren berkata dan tertawa bangga tanpa rasa malu sedikitpun.


Qiao Jifeng merubah raut wajahnya menjadi jijik, "Ternyata keinginanmu sampah ya, aku tarik pujianku tadi..."


"Ya, ya. Aku tidak peduli..." Lu Ren tidak menghiraukannya, salah satu alasannya mengembara juga untuk mengencani seluruh wanita di berbagai belahan dunia.


Xiao Chen menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, ia kemudian berjalan keluar Gua dan menghampiri Qiao Yu yang sedang bersender di pohon.


"Aku akan pergi dan segera kembali, jika mereka sudah keluar minta mereka untuk menungguku." Xiao Chen berpesan lalu pergi dari sana tanpa menunggu balasan Qiao Yu.

__ADS_1


Qiao Yu sendiri ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak jadi, ia menghela nafas panjang dan disaat yang bersamaan pipinya berubah menjadi merah merona.


Di sisi lain, Xiao Chen kembali ke desa kecil, ia kemudian mengambil Gelang Besi yang ditinggalkannya tadi malam.


Xiao Chen memakai kembali kedelapan Gelang Besi tersebut dan membuat tubuhnya menjadi lebih berat dari sebelumnya, namun ia sudah bisa beradaptasi dengan cepat.


"Mereka harus dikubur dengan layak..." Xiao Chen bergumam dan kemudian melesat pergi dari sana.


Xiao Chen menemui Qiao Yu, Lu Ren dan Qiao Jifeng yang sudah menunggu di luar Gua. Mereka tersenyum dengan kedatangan Xiao Chen.


"Apakah sudah selesai, teman Xiao?"


"Kalian ingin membantuku?" Xiao Chen bertanya dan mengabaikan pertanyaan Lu Ren.


"Eh, ada apa?" Serempak ketiganya bertanya.


"Aku ingin menguburkan warga desa yang telah menjadi korban kelompok Kultus Iblis, aku harap kalian dapat membantuku..."


Lu Ren tersenyum begitu juga dengan Qiao Jifeng, "Tentu saja kami mau! Padahal kami ingin membicarakan ini saat kau kembali..."


Qiao Yu yang sedari tadi mendengarkan terheran, "Kalian ini membicarakan apa? Apa maksudnya 'menguburkan warga desa'?"


Xiao Chen tersenyum, "Aku akan menjelaskannya sembari berjalan."


Xiao Chen berjalan dan Qiao Yu mengikutinya dari samping, sedangkan Lu Ren dan Qiao Jifeng mengikuti keduanya dari belakang.


Di perjalanan, Xiao Chen menjelaskan apa yang terjadi dengan tadi malam secara detail, dan Qiao Yu yang mendengarnya langsung merasa syok hingga membuat mereka berhenti untuk menenangkannya.


"Mereka kejam sekali..." Qiao Yu mulai tenang dan melanjutkan perjalanan. Ia hampir tidak bisa menahan tangisannya karena memikirkan para warga desa itu.


Xiao Chen sendiri hanya bisa mengusap kepala wanita cantik itu, ia tidak tau harus melakukan apa untuk menghiburnya.


"Senior Xiao, lebih baik kau menghentikannya." Qiao Jifeng berbicara.


Xiao Chen tersentak dan langsung melepaskan tangannya yang sedang mengusap kepala Qiao Yu, "Ah, maafkan aku. Sepertinya aku terlalu berlebihan untuk menghibur kakakmu."

__ADS_1


"Tidak, bukan begitu. Apakah senior tidak melihat wajahnya sekarang?" Qiao Jifeng menunjuk ke arah wajah kakaknya yang sudah semerah tomat, "Lihatlah, wajahnya sudah sampai seperti itu. Kurasa sebentar lagi dia akan meledak, hahahaha..."


Qiao Jifeng mengejek dan membuat Lu Ren tertawa, sedangkan Qiao Yu hanya diam sambil menutupi wajahnya yang malu


"Aku rasa terlalu berlebihan..." Batin Xiao Chen sambil menggelengkan kepalanya.


Beberapa saat kemudian. Mereka berempat sampai di Desa Kecil, dan banyak mayat yang berserakan di tanah. Qiao Yu yang baru pertama kali melihatnya hanya bisa menutup mulut dengan kedua tangannya karena terlalu terkejut.


Qiao Yu merasa ingin muntah dikarenakan ia baru pertama kali melihat banyak mayat yang dibunuh secara sadis.


"Kakak! Apakah kamu baik-baik saja?" Qiao Jifeng menghampiri dan memegang lengannya.


Qiao Yu mengangguk, "Ya, tidak apa..."


"Apakah ini kali pertamamu melihat mayat?" Lu Ren bertanya dengan nada penasaran.


"Kakak sebenarnya sudah terbiasa melihat mayat manusia, tetapi dia tidak pernah sekalipun melihat mayat yang dibunuh secara sadis." Qiao Jifeng menjelaskan.


"Kalau begitu, kau bagian gali tanah saja. Kami yang akan mengumpulkan semua mayatnya." Xiao Chen memberi saran lalu menimpali, "Kita hanya menguburkan para warga saja, sedangkan mayat dari kelompok Kultus Iblis biar aku yang membakarnya."


Xiao Chen langsung pergi dari sana usai menyelesaikan kata-katanya. Mereka yang mendengar itu saling menatap satu sama lain dan kemudian melakukan tugas masing-masing.


Di sisi lain, Xiao Chen masuk ke sebuah bangunan yang menjadi tempat pembunuhan dan penyiksaan warga desa. Dengan wajah datar ia mulai mengumpulkan semua mayat yang ada di sana ke satu tempat yang sudah dialasi dengan kain.


Lu Ren dan Qiao Jifeng yang datang langsung ikut membantu. Mereka bertiga selesai melakukannya dalam waktu kurang dari sepuluh menit, Xiao Chen sendiri langsung menyuruh mereka berdua untuk menarik kainnya ke tempat Qiao Yu menggali tanah.


"Apakah kau akan mengumpulkan mayat para bedebah itu, teman Xiao?" Lu Ren bertanya ketika Xiao Chen melangkahkan kakinya.


"Ya. Aku akan menyusul kalian ketika selesai..."


Xiao Chen keluar dari bangunan tersebut dan ia langsung mengumpulkan satu-persatu mayat dari anggota Kultus Iblis. Butuh waktu sekitar satu dupa untuk melakukannya, Xiao Chen kemudian menciptakan bola api di tangannya dan tanpa ragu membakar gunungan mayat manusia di depannya.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2