Legenda Sepanjang Masa

Legenda Sepanjang Masa
Chapter 38 - Legenda Sepanjang Masa


__ADS_3

"Bukankah kau itu Luis Amstrong?" tanyaku.


"Kau masih mengingat namaku?"


"Tentu saja. Mana mungkin aku melupakan orang yang pernah memberi kami uang percuma," balasku.


Pria bernama Luis itu hanya tersenyum mendengar apa yang baru saja kukatakan.


"Dia siapa? Kenalan kalian?" bisik Hansel pada Drian.


"Dulu dia pernah memberi kami misi mahal. Padahal misinya mudah banget," bisik Drian.


"Lama tidak berjumpa, Tuan Luis. Kalau boleh tau, kenapa Anda sampai datang jauh-jauh ke sini?" sambut Pak Warto.


"Lama tak berjumpa, Pak Warto. Shelly juga, Viona juga," balas Om Luis, sementara Mbak Shelly dan Viona menanggapi dengan menganggukkan kepala sambil tersenyum.


Si Om Luis lalu menambahkan, "Sebenarnya, ada yang ingin kubicarakan dengan kalian."


"Oh, dengan senang hati. Mari, kita bicara di lobi hotel," balas Pak Warto ramah sambil mengarahkan Om Luis beserta rombongannya menuju lobi hotel.


Aku yang berjalan di belakang Pak Warto dan Om Luis bersama yang lainnya pun bertanya, "Pak Warto sopan bener dah. Emangnya Luis itu siapa sih?"


"Lu emang nggak tau, Vin?" tanya Bang Sulaiman.


Aku menanggapi dengan mengangkat kedua bahuku, tanda tidak tau.


"Lu pernah liat tulisan Le Beers di depan bangunan Guild Fairy cabang Borneo kan?" tanya Bang Sulaiman.


"Pernah lah. Tulisan segede itu masa nggak liat," balasku.


"Nah, itu tu nama perusahaannya Tuan Luis," ucap Bang Sulaiman.


Mbak Shelly lalu menjelaskan, "Tuan Luis itu adalah pengusaha batu mulia, seperti emas, perak, sampai berlian. Beliau adalah orang terkaya di Kota Borneo, sekaligus sponsor utama Guild Fairy cabang Borneo. Makanya, Pak Warto sudah cukup akrab dengan beliau."


"Oh ... gua baru tau," gumamku sambil melihat Om Luis yang nampak sedang berbincang santai dengan Pak Warto saat mereka berjalan di depan kami.

__ADS_1


...


Sesampainya di lobi hotel, kami semua duduk bersama untuk mendiskusikan apa yang ingin disampaikan Om Luis.


"Maaf, waktuku sangat terbatas. Jadi, aku akan langsung pada intinya. Maksud kedatanganku ke sini karena ingin mengajukan diri menjadi sponsor utama guild kalian."


Mendengar itu, kami semua seketika syok.


"Menjadi sponsor utama kami ...? Tapi kenapa?" tanya Pak Warto.


Karena Pak Warto sudah memiliki hubungan baik dengan Om Luis, kami menyerahkan diskusi tersebut pada Pak Warto. Lagi pula, Pak Warto juga merupakan kepala manager guild kami saat ini.


"Aku sudah mendengarnya dari Wali Kota Lisbon. Katanya, kalian belum memiliki sponsor. Jadi, aku datang langsung ke sini untuk itu," balas Om Luis.


"Tidak, maksud saya ... kenapa Anda ingin menjadi sponsor utama kami?" tanya Pak Warto.


"Karena kupikir kalian punya potensi. Aku memang tidak melihat pertandingan kalian secara langsung, aku juga tidak tau sehebat apa kemampuan kalian, tapi dari apa yang kudengar, kalian berhasil memenangkan pertandingan perdana kalian tanpa kesulitan sama sekali," jawab Om Luis.


Om Luis lalu menambahkan, "Pak Warto, Anda tau sendiri kan ...? Sebagai sponsor, saya harus berjudi dalam memilih calon unggulan yang bisa membawa nama perusahaan saya setinggi mungkin, tentu dengan biaya seminim mungkin. Tidak bisa saya pungkiri, menjadi sponsor utama untuk sebuah guild besar terlalu banyak menguras uang. Apalagi kondisi bisnis saya juga sedang menurun. Maka dari itu, saya berusaha mencari alternatif lain. Di situlah saya menemukan kalian. Lagi pula, saya juga sudah mengenal kalian. Jadi, saya pikir akan jadi perjudian yang cukup menguntungkan kalau saya menaruh semua uang saya pada kalian."


"Apa itu?" balas Om Luis.


"Soal misi yang dulu. Kenapa Anda memberi kami misi semahal itu? Padahal misi itu mudah sekali," tanyaku.


"Ah, soal itu ... sebenarnya, aku hanya ingin mengetes kalian," jawab Om Luis.


"Mengetes kami ...?" Aku, Drian, dan Angel belum mengerti apa maksudnya.


Om Luis lalu mulai menjelaskan, "Jadi, waktu itu, karena sedang dalam perang bisnis, aku sangat membutuhkan tambahan pengawal pribadi. Pada saat itu, kebetulan aku mendengar nama dan rekam jejak kalian-"


"Sebelum menjadikan kalian sebagai pengawal pribadi, aku berniat mengetes kalian lebih dulu, dengan cara memberikan kalian misi mahal, padahal misinya sangat mudah. Itu kulakukan untuk mengetes apakah kalian bisa kupercaya atau tidak, dan hasilnya kalian menjalankan misi dengan baik."


"Kalau begitu, kenapa Anda tidak jadi merekrut kami?" tanyaku.


"Aku awalnya ingin langsung merekrut kalian, tapi setelah kupikir matang-matang, aku mulai meragukan kalian. Aku takut kalau ternyata kalian adalah orang yang memang sengaja dibayar untuk mendekatiku, mengingat kalian muncul tepat di saat kubutuhkan, tapi sepertinya aku terlalu berhati-hati sampai tak terasa, kini kalian sudah punya guild kalian sendiri," jelas Om Luis.

__ADS_1


"Oh, jadi begitu. Kukira kau hanya ingin menyantuni kami," gumamku.


"Hahahahahaha! Menyantuni kalian ...?" Om Luis tertawa mendengar pradugaku.


"Kalau begitu, ayo kembali ke topik utama," kata Om Luis, lalu menambahkan, "Aku ingin menjadi sponsor utama kalian di turnamen tahun ini dengan mengajukan kontrak senilai sepuluh juta gale. Itu belum termasuk bonus yang akan kuberikan di setiap kemenangan yang kalian raih-"


"Untuk setiap kemenangan yang kalian raih di babak penyisihan grup, baik tahap pertama maupun tahap kedua, aku akan memberi kalian bonus sebesar seratus ribu gale. Bonus itu akan kutingkatkan sepuluh kali lipat, menjadi satu juta gale, untuk setiap kemenangan yang kalian raih di babak knock out. Jika kalian berhasil menjadi juara, aku juga akan memberikan tambahan bonus sebesar lima puluh juta gale."


Mendengar nilai kontrak yang disodorkan Om Luis, itu membuatku, Drian, Angel, berserta semua anggota lain seketika diam membisu.


Bagi guild-guild raksasa, itu mungkin nilai kontrak yang cukup kecil, mengingat mereka bisa meraup ratusan juta dari pihak yang ingin menjadi sponsor utama mereka. Akan tetapi, bagi guild seperti kami, guild yang bahkan belum punya reputasi sama sekali, itu merupakan nilai kontrak yang sangat fantastis.


"Tuan Luis ... apa Anda yakin dengan penawaran yang baru saja Anda ajukan?" tanya Pak Warto.


"Apa itu terlalu sedikit?" sahut Om Luis.


"Tidak, justru sebaliknya. Bukankah itu terlalu besar untuk sebuah guild tanpa reputasi seperti kami?" tanya Pak Warto.


"Kalau kalian bisa mendapat seluruh bonus yang kujanjikan, itu memang jumlah yang sangat besar, tapi kalau tidak, bukankah itu jumlah yang hanya sedikit di atas standar?" balas Om Luis.


Mendengar itu, senyumku seketika merekah.


"Ah, jadi ... kontrak ini sengaja ditujukan untuk menantang kami?" tanyaku.


"Bukan menantang, tapi motivasi," balas Om Luis sambil tersenyum.


Karena merasa bahwa itu adalah kontrak yang sangat menjanjikan, ditambah kami juga sedang membutuhkan dukungan sponsor, tanpa pikir panjang, kami langsung menerima tawaran kontrak tersebut.


"Baiklah, kalau begitu, saya pamit dulu," kata Om Luis. Dia bersama kelima pengawal pribadinya lalu mulai beranjak pergi meninggalkan kami yang masih berkumpul di lobi hotel.


Sambil menatap punggung pria yang kini menjadi sponsor utama guild kami, aku bergumam, "Aku masih belum mengerti. Kenapa sebuah perusahaan berani membayar mahal cuma demi menjadi sponsor sebuah guild?"


"Itu demi eksposur. Semakin tinggi eksposur yang didapat sebuah perusahaan, maka akan semakin tinggi pula nilai perusahaan tersebut. Untuk itulah, mereka rela membayar mahal," jawab Mbak Shelly.


Dengan begitu, permasalahan tentang ketiadaan sponsor sudah sedikit teratasi.

__ADS_1


__ADS_2