Legenda Sepanjang Masa

Legenda Sepanjang Masa
Chapter 41 - Legenda Sepanjang Masa


__ADS_3

Setelah jeda interval pergantian set selama lima menit, pertandingan pun kembali dilanjutkan.


Sama seperti sebelumnya, saat kami sedang berjalan ke sudut kanan lapangan, Thoriq dan kelompoknya kembali menabuh drum dan memainkan terompet mereka, serta menyanyikan lagu dukungan untuk kami.


Saat kami sudah bersiap di posisi masing-masing; aku dan rekan‐rekanku di sudut kanan lapangan, sementara lawan di sudut kiri lapangan, wasit yang mengawal pertandingan langsung berteriak, "Play!"


Tidak berbeda dari set sebelumnya, tepat setelah set ketiga dimulai, Drian kembali menggunakan spesial teknik Thone Rose-nya untuk kembali menumbangkan ketiga pemain lawan sekaligus.


Bukannya tanpa perlawanan, ketiga pemain lawan juga berusaha merespon dan menghindari ancaman serangan cepat yang Drian lancarkan.


Namun, sayang seribu sayang ...


Bersamaan dengan Drian yang langsung melesat cepat ke depan tepat setelah set ketiga dimulai, sesuai permintaanku sebelum set ketiga dimulai, Angel juga langsung menciptakan barier di sisi kiri, kanan, dan belakang ketiga pemain Loyer untuk membatasi ruang gerak mereka dari ancaman serangan cepat yang akan segera Drian lancarkan.


Akibat barier yang tiba-tiba muncul dan membatasi ruang gerak mereka, ditambah dengan kecepatan Drian yang tidak sanggup mereka imbangi ...


Slash! Slash! Slash!


Ketiga pemain Loyer berhasil ditumbangkan dalam sekejap mata.


Dengan tumbangnya ketiga roaster andalan Guild Loyer di set ketiga, kami berhasil mengamankan poin ketiga, sekaligus memenangkan pertandingan tersebut dengan skor telak 3-0.


Dengan begitu, kami berhasil kembali memenangkan pertandingan kedua kami dengan skor telak 3-0. Namun, kali ini atas Guild Loyer.


...


Beralih ke tempat lain, tepatnya di Stadion Muncen, stadion tempat digelarnya partai kedua yang mempertemukan Guild Andes menghadapi Guild Scorpion.


Saat ini, Guild Andes sedang unggul telak 2-0 atas Guild Scorpion yang menjadi lawan mereka di partai kedua babak penyisihan grup tahap pertama.


Setelah jeda pergantian set selama lima menit, pertandingan yang mempertemukan Guild Andes melawan Guild Scorpion kembali dilanjutkan.


Sebelum memulai set ketiga ...


"Silakan bersiap di posisi masing-masing!"


Wasit utama yang mengawal pertandingan tersebut meminta para pemain dari kedua kelompok yang akan bertanding di set ketiga untuk segera bersiap di posisi masing-masing.


Sampai pada set ketiga, Guild Andes dan Guild Scorpion belum melakukan pergantian sama sekali dan tetap turun dengan formasi terbaik mereka, Guild Andes dengan formasi James, Luminare, dan Lusius, sementara Guild Scorpion dengan formasi Yandex, Jeje, dan Guyon.

__ADS_1


*Ada pergantian nama: Lucas ~ Lusius. Saya lupa kalau nama Lucas sudah saya pakai sebelumnya.*


Saat ketiga pemain dari Guild Andes mulai berjalan ke sisi kiri lapangan ...


"James, cepat habisi mereka!"


"Luminare, jangan buang banyak waktu! Hajar mereka habis-habisan!"


"Tuan James, tunjukkan kehebatanmu! Kyaaa!"


"Tuan James! Kau idolaku! Kyaaa!"


"Nikahi aku, Tuan James! Kyaaaa!"


Ribuan orang yang datang memenuhi tribun Stadion Muncen mulai bersorak, terutama para wanita yang khusus datang untuk melihat penampilan James.


Mendengar riuh yang terus meneriakkan namanya, bukannya senang, James yang sedang berjalan menuju sisi kiri lapangan bersama kedua rekannya malah menggerutu, "Mereka itu berisik sekali."


"Nikmati saja. Lagi pula, mereka sudah jauh-jauh datang ke sini cuma untuk melihat penampilanmu," tegur Lusius.


Sementara itu, Luminare; sang Master Guild Andes yang berjalan bersama James dan Lusius tidak memperdulikan hal tersebut dan memilih fokus pada pertandingan.


Saat para pemain dari kedua tim sudah bersiap di posisi masing-masing, wasit yang mengawal pertandingan langsung berteriak, "Play!"


Tepat setelah pertandingan dimulai, James langsung membakar 10% energinya untuk mengaktifkan skillnya, lalu membakar sisanya secara bertahap untuk menggunakan skillnya secara beruntun.


Saat skillnya aktif ....


Switch!


James langsung menukar dirinya dengan pemain pertama Guild Scorpion.


Begitu dia bertukar posisi dengan sang pemain pertama Guild Scorpion, James yang kini tengah berada di antara pemain kedua dan pemain ketiga Guild Scorpion, dia langsung melesatkan satu tebasan api ke arah kedua pemain tersebut.


Sementara itu, di waktu yang bersamaan, pemain pertama Guild Scorpion yang tiba-tiba berpindah di antara kedua roaster utama Guild Andes akibat bertukar posisi dengan James, dia kini terjebak di antara dua serangan yang Luminare dan Lusius lancarkan.


"Sial! Padahal aku sudah mengira ini akan terjadi, tapi aku tetap saja tidak mampu merespon," pikir sang pemain pertama Guild Scorpion yang ternyata adalah sang Master Guild itu sendiri; Yandex.


Meski sudah mengetahui bahwa hal tersebut akan terjadi, mengingat James suka sekali mengacak-acak formasi lawan dengan skillnya; Switcing, tapi karena pertukarannya terlalu cepat ...

__ADS_1


"Yandex out!" teriak sang wasit.


Kembali ke sisi kanan lapangan.


Setelah kedua pemain Guild Scorpion berhasil menahan efek tebasan yang dia lancarkan, James kembali menukar pemain kedua Guild Scorpion dengan rekannya, yakni Luminare.


Begitu Luminare bertukar posisi dengan sang pemain kedua Guild Scorpion, di waktu yang bersamaan, Luminare dan James yang kini sedang mengapit sang pemain ketiga Guild Scorpion, mereka langsung melesatkan kombinasi serangan brutal.


Luminare melesatkan sambaran petir hitam, sementara James melesatkan tebasan api.


Akibat tak mampu mengatasi kedua serangan yang mengincarnya ...


"Sial! Semifinalis tahun lalu memang gila!" pikir Jeje sambil tersenyum kecut.


Sang pemain ketiga Guild Scorpion yang ternyata adalah Jeje pun hanya bisa pasrah saat melihat kombinasi serangan kedua roaster andalan Guild Andes sebentar lagi akan segera menghantam tubuhnya.


Begitu kombinasi serangan James dan Luminare menghantam tubuh Jeje, sang wasit langsung berteriak, "Jeje out!"


Sementara itu, nyaris di waktu yang bersamaan, begitu pemain kedua Guild Scorpion bertukar posisi dengan Luminare, Lusius langsung menyambutnya dengan tebasan pedang berlapis atribut api.


Guyon; sang pemain kedua Guild Scorpion, dia tidak berniat menangkis ataupun menghindari serangan tersebut karena merasa bahwa itu hanya akan menjadi perlawanan yang sia-sia, mengingat kedua rekannya telah berhasil ditumbangkan.


"Sial! Padahal kami kira setidaknya bisa mengambil satu poin dari mereka," pikir Guyon sesaat sebelum tebasan Lusius mendarat di tubuhnya.


"Set Clear!" teriak sang wasit yang mengakhiri set ketiga, sekaligus pertandingan tersebut.


Dengan tumbangnya ketiga pemain Guild Scorpion di set ketiga, Guild Andes berhasil mengamankan poin ketiga sekaligus memenangkan pertandingan kedua mereka dengan skor telak 3-0.


...


Kembali ke Stadion Arai.


Setelah pertandingan berakhir, kami langsung membereskan perlengkapan dan bersiap meninggalkan stadion. Tidak lupa, kami juga membersihkan sampah yang masih tertinggal.


Begitu kami keluar dari stadion, Thoriq dan kelompoknya tiba-tiba menghampiri kami.


"Tadi itu penampilan yang sangat luar biasa, Bos!" kata Thoriq yang sedang membawa drum besar.


"Bos ..? Apa maksudnya?" tanyaku keheranan.

__ADS_1


__ADS_2