Lelaki Pilihan Orang Tua

Lelaki Pilihan Orang Tua
Nggak Rela


__ADS_3

Seorang gadis cantik mengenakan dress hitam panjang berlengan spaghetti memasuki club malam. Gadis itu mengedarkan pandangan mencari seseorang yang menjadi teman kencannya malam ini. Pria yang duduk di kursi bartender melambaikan tangan, Alexa lantas menyunggingkan senyum, lalu berjalan melewati kerumunan pemuda-pemudi di lantai dansa. Samuel Aditya, pria yang dicarinya.


Sebelumnya, Alexa dan Samuel sudah berjanji untuk bertemu di club malam. Gadis itu yang mengusulkan pertemuan mereka di club malam.


"Buka ajalah jasnya, kan, banyak yang pake baju terbuka." Samuel melepas jas yang menempel di bahu Alexa.


Alexa menepis tangan Samuel. "Tahan, Pak. Gimana kalo kita ke ruang private? Di sini berisik."


Samuel langsung mengangguk setuju. Lelaki itu turun dari kursi, lalu merangkul pundak Alexa. Mereka melangkah menuju ruang private yang sudah di pesan oleh Samuel. Sampai di sana, Alexa mendudukkan Samuel di sofa tunggal tepat di hadapan ranjang king size.


"Saya tutup mata Bapak, ya? Tunggu sampai saya kasih perintah buat buka mata," ucap Alexa.


"Okay." Samuel mulai memejamkan mata, menunggu instruksi dari Alexa.


Bibir yang dipulas lipstik pink terangkat ke atas. Alexa menekan saklar lampu, ruangan private seketika menjadi gelap gulita. Berbekal cahaya ponsel di tangannya, Alexa melangkah mendekati sofa, memegang dan meraba-raba jemari Samuel. Lelaki itu merasakan sebuah gelang melingkar di pergelangan tangannya.


"Apa saya sudah boleh membuka mata?" tanya Samuel.


"Silahkan." Alexa mempersilahkan Samuel untuk membuka mata. Samuel mengiyakan Alexa.


Lampu di ruangan kembali terang. Di hadapan lelaki itu, Alexa bergoyang erotis di atas tempat tidur. Sayangnya, ada tirai yang menghalangi kemolekan tubuh gadis itu. Ia hanya bisa melihat bayangan Alexa.


Kelenjar Tiroid di leher Samuel terangkat, lelaki itu mengusap lehernya dengan tangan. "Ternyata kamu pintar, ya? Coba aja kemarin saya mengincar kamu, bukannya Ilona."


Ketika tirai di buka, bukannya Alexa yang muncul. Namun, Keenan yang menyembul dari balik tirai. Sesudah lampu dimatikan tadi, Alexa dan Keenan bertukar tempat. Selain itu, mereka juga bertukar pakaian. Memang dari awal suami istri itu sudah merencanakan pertemuan ini.


****


Beberapa jam sebelumnya.

__ADS_1


"Seingat lo, pelakunya pakai sarung tangan atau enggak?" tanya Keenan pada Ilona.


Ilona terdiam sesaat, mengingat-ingat kembali saat seorang pria datang ke rumahnya. "Enggak."


Keenan melirik Alexa. "Lo bisa bantuin gue, kan?"


"Bisa," jawab Alexa.


Keenan menaburkan bubuk putih di pakaian Ilona, guna menutupi sidik jari pelaku. Dengan hati-hati, Alexa menekan bubuk putih itu menggunakan kuas rias, sidik jari mulai terlihat. Kemudian, Keenan meletakkan perekat transparan di atas sidik jari.


Lelaki itu melepas perekat tersebut di pakaian hitam Ilona. Sidik jari berhasil ditemukan, mereka hanya perlu menyamakannya dengan sidik jari orang yang mereka curigai. Ilona merasa pelakunya adalah Samuel. Pasalnya, sebelum pria itu datang, Samuel mengikuti akun media sosialnya.


"Gue punya ide. Gue yakin ini berhasil." Alexa memberitahu, dirinya akan menyelidiki Samuel dengan mendekatinya di sekolah. Keenan yang awalnya tidak setuju, akhirnya menyepakati ide Alexa.


Di hari terakhir ujian semester, Alexa mulai mencari perhatian pada Samuel. Membantu pria itu memindahkan buku ke perpustakaan, membelikan minuman, bahkan menanyakan apa yang disukai Samuel. Salah satu yang disukai Samuel, bermain ke club malam.


"Bapak mau pergi sama saya nanti malam?" Alexa meletakkan kedua siku di meja Samuel, memperlihatkan bokongnya yang menonjol.


Alexa agak terkejut mendengarnya. Lingerie? Benda macam apa itu? Setelah dicari di internet, Alexa langsung memalingkan wajah melihat model-model seksi di luar negeri mengenakan pakaian bernama lingerie. Gadis itu hanya cengengesan dan mengiyakan gurunya. Ya, mana mungkin ia mau mengenakannya untuk pria lain.


Jam pelajaran telah usai. Saatnya Alexa dan Keenan beraksi. Mereka berdua menaburkan bubuk hitam di meja kayu, di meja Samuel. Begitu perekat diangkat dari permukaan kayu, sidik jari menempel di perekat transparan. Keenan dan Alexa menyamakan kedua sidik jari pelaku.


Alexa menyoroti kaca pembesar di atas sidik jari Samuel. "Sama. Fix, pelakunya Pak Samuel."


Keenan mengangguk. "Kalo gitu, malam ini kita harus jebak dia."


"Setuju."


*****

__ADS_1


"Haha, Wah! Bapak ini ternyata polos juga, ya?" Alexa keluar dari kamar mandi, bertepuk tangan sembari tertawa. Ia tertawa bukan karena Samuel, melainkan penampilan suaminya yang membuatnya tak bisa menahan tawa.


Keenan melempar plastik berisi pakaian Ilona dan menunjukkan sidik jari yang ia dapatkan. Pria yang berprofesi sebagai guru itu tidak dapat berkelit, semua barang bukti telah ada di depan mata. Sebelum Alexa dan Samuel sampai di ruang private, Keenan sudah lebih dulu bersembunyi di sana, menunggu targetnya masuk.


"Oh? Jadi lo orangnya? Orang yang udah merenggut mahkota calon istri gue?!"


Pintu ruangan terbuka. Regan menyambar kerah kemeja Samuel dan mendaratkan pukulan keras di pipi pria itu. Amarah mengilat di kedua bola matanya, hingga kerutan muncul di dahi. Padahal, hari ini Regan berencana melamar Ilona. Akan tetapi, begitu mendengar kabar calon istrinya di perkosa oleh seseorang, amarahnya menjadi meluap-luap.


"Sabar, Reg, jangan pukul dia. Ingat, kita ini polisi, bukan preman," ujar Keenan mengingatkan Regan.


"Tapi dia udah kurang ngajar, Keen, lo bayangin gimana susah payahnya gue ngejagain Ilona biar tetap aman di luar kendali gue." Regan menunjuk wajah Samuel seraya memajukan telunjuknya. "Dia nggak pantas di sebut guru, bajingan lo!"


Keenan yang ikut tersulut emosi menekan borgol di tangan Samuel. Pria itu meringis kesakitan ketika benda tersebut menjepit kulitnya. "Sakit, kan? Ini belum seberapa, cewek yang udah lo perkosa jauh lebih sakit dari ini."


"Sekarang kita tanya aja sama dia, kenapa dia ngelakuin itu? Pasti dia ngelakuin ini bukan tanpa alasan," timpal Alexa.


Ketiganya melempar tatapan penuh intimidasi pada Samuel. Kepalan tangan Alexa terangkat, bersiap untuk meninju Samuel. Sesaat, lelaki itu menghela nafas. "Buat apa sih, di perpanjang lagi urusannya? Saya tinggal nikahin Ilona. Semua masalah selesai, kan?"


"Selamanya gue nggak akan rela kalo Ilona nikah sama orang kayak lo. Ini baru sekali ya, gimana nanti kalo Ilona udah nikah sama lo? Malah makin banyak korban yang lo giniin." Regan langsung membantah pertanyaan Samuel mentah-mentah.


"Gue setuju sama lo, Reg." Timpal Keenan.


Alexa menyilang kedua tangan di depan dada. Ia tersenyum sumringah melihat Regan bersungguh-sungguh menyukai sahabatnya. "Gue lebih rela kalo lo yang nikahin Ilona, Kak."


Regan terkekeh. Kemudian, ia menggiring Samuel keluar dari ruang private, suami istri itu mengekor di belakang. Aparat kepolisian sudah menunggu sejak tadi di luar club malam. Regan mengucapkan terima kasih pada Keenan dan Alexa, mereka berdua sangat membantunya dalam menyelesaikan kasus-kasus tertentu.


Alexa menahan tawanya melihat penampilan suaminya, yang masih mengenakan gaun miliknya. Alexa tak bisa menahan gelak tawanya hingga meledak tanpa mengeluarkan suara. "Aduh, sakit perut gue. Lo lagi cosplay jadi kupu-kupu malam, Kak?"


Keenan merangkul bahu Alexa, menyeludupkan kepala gadis itu di ketiaknya. "Ini akibatnya kalo lo ketawa."

__ADS_1


"Suami durhaka!"


TBC.


__ADS_2