LIVINETT PROTOCOL 9

LIVINETT PROTOCOL 9
25


__ADS_3

Terik mentari semakin menyengat kulit. Para perawat telah berhamburan menolong prajurit yang terluka. Banyak koki yang ikut membantu mengangkat korban untuk dibaringkan di tempat teduh. Mereka mulai sibuk dengan segala macam obat serta metode pengobatan. Tidak ada lagi waktu untuk bersantai, semua prajurit yang terluka harus segera diberi pertolongan.


Ketegangan masih berlangsung antara kelompok Marco serta si kembar. Mereka masih berdebat dengan dua bocah yang sangat sombong. Memang betul kehebatan kedua bocah itu sangat mumpuni, tapi sifat mereka sangat menyebalkan. Si kembar itu memiliki kepribadian yang sama-sama tidak menyenangkan. Benar-benar menjengkelkan.


“Apa yang kalian bicarakan. Kenapa menyebut-nyebut leluhur kami!” ucap Kolonel Grim.


“Hm... bukan hal penting. Sekarang, ambilkan aku makanan yang lain. Aku masih kelaparan,” pinta bocah bersenjata pistol.


“Ha? Sikapmu benar-benar membuatku muak. Kalian seenaknya memerintah kami. Nama kalian saja tidak kami ketahui!” sergah Papilon.


“Baik. Akan kuperkenalkan identitas kami. Aku Daz, dan kembaranku yang bersenjata pistol ini bernama Fell. Kami kembar identik, Daz Wilson dan Fell Wilson.”


“Apa? Daz dan Fell... Wilson? Sepertinya aku sedikit familiar dengan nama itu,” timpal Sir. Hudson. “Sebentar,” dia memikirkan sesuatu. “Ah. Kalian si kembar yang dulu menaklukkan benua ini bersama King Arcansas, bukan?”


“Tepat sekali,” jawab Fell.


“Tapi. Kenapa kalian masih hidup, harusnya itu sudah berlalu 2000 tahun yang lalu. Tepatnya tahun 7000 Gerkach,” ucap Sir. Hudson.


“Memang. Harusnya kami sudah mati dan tidak hidup selama ini. Ceritanya panjang, butuh banyak waktu untuk membahasnya, lagi pula kami malas untuk menceritakannya pada kalian,” Daz menjulurkan lidahnya.


Tiba-tiba Derpaz terbelalak matanya ketika melihat sesuatu ke luar dari balik baju Daz. Sepertinya ada barang yang sedang dia taruh di balik baju itu.


“Hoi! Bukankan itu tempat menaruh ramuan. Dari mana kau mendapatkannya?” celetuk Derpaz.


“Ah. Ini milikku.”


“Bohong! Aku mengemas barang itu saat akan menuju Sandzelt untuk mengawal tim medis mengambil obat-obatan. Barang bawaan kami hilang di Hutan Lumbor saat bermalam di sana. Apakah kalian yang mencurinya?”


“Jangan asal tuduh. Kami tidak tahu-menahu tentang itu,” bantah Daz.


“Hei, Marco. Kau ingat sekelebat bayangan yang muncul saat kita bermalam di hutan karena cuaca tidak baik.”


“Ya. Aku ingat, ada bayangan yang muncul,” jawab Marco.


Kolonel Grim menjadi penasaran, dia mendekatkan diri ke arah Daz dan Fell. Derpaz, Luis, Deart dan prajurit lain mengerubuni mereka. Semilir angin meniup pepohonan sehingga bergoyang.

__ADS_1


Kolonel Grim mengelus dagunya. “Hm. Jika kalian memang dari zaman dahulu, kenapa sampai mencuri dan datang menolong kami,” ucapnya.


“Ya-ya-ya. Kami mengaku, yang mengambil perbekalan mereka di Hutan Lumbor adalah kami, itu karena kami butuh makan. Selama ini kami memang bersembunyi di sana dan mencuri barang dari orang yang lewat,” Fell mengaku dengan wajah masam.


“Jadi bandit yang meresahkan itu adalah kalian. Dasar brengsek,” Derpaz mencibir.


Garben hanya mendengarkan perdebatan yang terjadi. Dia tidak ikut menimbrung dan hanya duduk sambil meminum anggur.


“Sudah. Lupakan masalah ini, kita bahas lagi nanti. Terima kasih karena kalian telah membantu kami, silahkan nikmati hidangannya, ambil makanan sepuas kalian.” ucap Kolonel Grim.


“Ya. Raksasa itu itu telah kembali ke kandang mereka. Tenang saja, mereka tidak akan menyerang kembali,” ucap Daz.


“Begitu. Bagus, terima kasih atas kerja keras kalian. Silahkan bubar.”


Kolonel pergi bersama Sir. Hudson menuju tenda untuk mengistirahatkan badannya. Para pemuda yang lain juga mulai bubar. Hanya saja Marco dan Tinos masih menemani si kembar tadi. Derpaz berlalu sambil mengepalkan tangan ke depan, matanya melotot ke arah si kembar. Sepertinya dia benar-benar kesal dengan kelakuan Daz dan Fell.


Tidak ada yang menyangka kalau dua bocah itu berasal dari zaman yang lebih tua. Yaitu 2000 tahun silam, berbeda dengan Marco dan Tinos yang datang dari masa depan. Kenapa bocah dari masa lalu itu bisa hidup sampai sekarang. Itulah pertanyaan yang terbesit di dalam otak Marco. Apa benar mereka bisa hidup panjang selama itu. Mereka juga mengaku pernah berjuang bersama King Arcansas. Sungguh dunia ini membuat Marco semakin bingung. Semoga saja ada petunjuk yang bisa menjelaskan semua ini kepadanya.


“Bocah kribo itu masih hidup?” celetuk Daz.


“Baguslah. Kemampuannya tidak buruk juga.”


Tinos mengusap hidungnya lalu melototi Daz. “Siapa yang kau panggil kribo? Kuhajar kau,” ucap Tinos.


“Lah. Rambutmu memang kribo.”


“Iya juga, sih. Bodohnya aku, kenapa aku marah?”


“Ya. Kau memang bodoh rupanya.”


“Apa?! Kali ini kau benar-benar marah! Kemarilah, akan kuberi pelajaran mulut busukmu itu, dasar cebol!” Tinos tampak kesal.


“Barusan kau bilang apa? Cebol? Kurang ajar kau, kribo ompong!”


“Ya. Kalian sangat cebol. Umur kalian pasti masih sangat bocah!”

__ADS_1


Daz benar-benar geram, “kami berusia 15 tahun, jangan meremehkan kami.”


“Waa! Jadi kau lebih tua dariku? Aku masih sepuluh tahun, tapi kenapa tubuhmu kontet begitu?”


“Kubunuh kau, bocah tengik!”


“Sudah hentikan!” teriak Marco melerai pertengkaran bocah-bocah itu.


“Dia yang memulai terlebih dahulu,” Tinos tidak terima.


“Aku bilang hentikan. Sekarang istirahatlah.”


“Baiklah,” jawab Tinos lirih.


Sambil beristirahat, Marco menanyakan beberapa pertanyaan kepada si kembar. Ada hal yang sangat mengejutkan, ternyata mereka bisa hidup lama karena sebuah kutukan. Dahulu kala, mereka pernah mencuri sebuah batu permata suci bernama Livinett, akibatnya, mereka terkena efek dari permata misterius itu. Permata itu mereka curi dari istana Raja Trill 2000 tahun lalu.


Batu permata tersebut adalah milik putri Raja Trill. Akibatnya, si kembar itu menjadi abadi, mungkin bisa disebut kutukan menyenangkan karena bisa hidup lama. Tapi, hidup terlalu lama tidaklah enak, tentu akan melalui banyak kenangan yang tiada habisnya. Karena umur mereka yang menjadi panjang, mereka menjadi semakin hebat dan selalu lolos dari kematian serta tidak pernah menua.


Berkat kelebihan yang dimiliki si kembar itu, akhirnya Raja Arcansas menitahkan mereka untuk selalu tunduk. Berkat kekuatan bocah kembar itu, Bangsa Trill dari Benua Pedral berhasil dimusnahkan. Raja Trill pun tewas di tangan King Arcansas, sehingga dia bisa menguasai Benua Pegalisch yang sebelumnya dikuasai Bangsa Trill. Perang itu berkobar sekitar 2000 tahun silam, sekitar tahun 7000 Gerkach. Pasukan tempur yang dimiliki oleh King Arcansas sangat hebat, mereka juga bertubuh raksasa. Karena sekarang ada si kembar dari masa lalu, maka Marco menanyakan hal ini kepada mereka.


“Jika kalian dari masa lalu, tepatnya ketika King Arcansas masih hidup. Kenapa tubuh kalian tidak besar?”


“Ada sejarah yang belum kalian ketahui. Sebenarnya, kutukan batu permata yang kami curi tidak hanya membuat umurku panjang. Tapi membuat semua pasukan King Arcansas menjadi kerdil. Semua itu terjadi dalam sekedip mata. Tapi, kami mampu memporak-porandakan seluruh pasukan yang dimiliki Raja Trill. Karena kami lebih gesit dan pandai dari siapa pun saat itu,” Fell menjelaskan.


Marco tercengang mendengar semua itu, “jadi, sebenarnya King Arcansas juga suka menjajah?”


“Ya. Sejak zaman dulu, perebutan wilayah adalah hal biasa. Jadi kami hanya bisa tunduk kepada semua perintah raja.”


“Fell, apa kau juga mengetahui senjata canggih yang kami pakai?” tanya Marco


“Tentu. Penemuan-penemuan canggih mulai tercipta sejak kami berhasil menduduki benua ini. Tapi, semua itu belum berkembang seperti sekarang. 2000 tahun silam, kami hanya mampu menciptakan pembangkit listrik kuno. Kala itu tidak ada alat canggih seperti sekarang. Mungkin, ratusan tahun mendatang semua ini akan berubah menjadi lebih canggih jika kalian bisa mengalahkan pasukan raksasa itu.”


Marco merenung mendengar penjelasan Fell. Seolah-olah karma telah menimpa bangsanya. Dahulu mereka juga berperang dengan kaum lain untuk mengusai wilayah. Apakah mungkin ini adalah imbas dari perbuatan King Arcansas. Bangsa Trill yang telah musnah akibat perbuatan King Arcansas sepertinya telah mengutuk keturunan Arcansas.


 

__ADS_1


 


__ADS_2