LIVINETT PROTOCOL 9

LIVINETT PROTOCOL 9
3


__ADS_3

9200 Gerkach. 03:55 waktu Yiklaz.


 


 


Dini hari sebelum jatuhnya pesawat M12-43, Marco masih belum memejamkan matanya dan sedang asik bermain game. Dia tidak tidur semalaman hanya untuk menyelesaikan permainan yang baru dirilis oleh perusahaan game terbesar di kotanya. Setelah dia selesai dengan permainannya, dia tidak langsung tidur. Marco justru membuka internet dan berencana tidak akan tidur sampai matahari terbit.


Tiba-tiba layar laptop-nya eror lalu muncul sebuah situs aneh. Marco bingung, dia tidak tahu kenapa tiba-tiba bisa begitu. Itulah Protocol 9, situs yang akan membawa perubahan besar untuk Marco. Dia mencoba membenahi layar laptop tersebut, namun sia-sia. Situs itu tetap terpampang jelas di layar laptop-nya. Marco bangun dari kursinya lalu mencoba mematikan laptopnya. Aneh! Dari layar muncul cahaya menyeramkan dan menampilkan sebuah spektrum warna-warni kemudian terdengar sebuah suara dari laptop. Suara seperti orang berbicara, mula-mula hanya terdengar lirih kemudian semakin jelas.


Dunia baru telah ditemukan! Adakah yang sedang mendengarkan pesan ini?


Dunia baru telah ditemukan! Adakah yang sedang mendengarkan pesan ini?


Dunia baru telah ditemukan! Adakah yang sedang mendengarkan pesan ini?


Suara itu membentuk kalimat yang diucapkan berulang-ulang. Marco sedikit kebingungan dan mencoba memberanikan diri untuk mengamati layar. Meski tadi sudah mengutak-atik laptop tersebut berkali-kali, tapi tampilan layar aneh itu tetap muncul. Dia membungkuk sambil menarik kursinya. Dengan suara bergetar, dia mencoba menjawab pesan suara tersebut.


“Siapa?”


Layar laptop berubah menjadi tenang dan memunculkan perintah untuk menekan tombol enter pada keyboard. Marco gemetar saat ingin melakukan perintah yang ada di layar tersebut. Tangannya terasa beku, tapi dia penasaran dengan pesan itu. Dia mengumpulkan keberaniannya untuk menekan tombol enter. Dia menarik napas, lalu bersiap-siap, tombol pun ditekan oleh Marco, layar berubah menjadi spektrum yang beputar spiral untuk beberapa saat, lalu tiba-tiba sesuatu yang berbeda muncul di layar.


“Hai, Marco.”

__ADS_1


Sebuah wajah tampak di layar, wajah itu mirip sekali dengan wajah Marco. Setengah mati membuat Marco terperangah karena saking kagetnya. Dia mundur beberapa langkah menjauhi layar. Orang yang baru saja muncul di layar mirip sekali dengan dirinya. Matanya masih normal, tidak mungkin dia salah lihat.


“Siapa kau? Ke... kenapa kau mirip denganku dan bisa tahu namaku?”


“Pemilik perangkat ini tertulis Marco, wajahku menyesuaikan wajah orang yang pertama kali melihatku di layar.”


“Aap... apa maumu?” suara Marco terbata-bata.


“Diriku sedang dalam misi untuk mencari pemilik otak yang lebih jenius dari penciptaku. Duniaku sedang berada dalam kekacauan.”


“Aku tidak paham maksudmu.”


“Tolong tekan tombol tombol enter, akan aku jelaskan secara detail.”


Marco berpikir sejenak, akhirnya dia menuruti perintah sosok di layar laptop-nya. Setelah dia menekan tombol yang diperintahkan, muncul cahaya berwarna kuning. Kembaran Marco yang berada di layar keluar melalui cahaya kuning tersebut. Tubuh, tangan, kaki, kepala, mata, semuanya lengkap. Marco semakin terkejut melihat kejadian di depan matanya.


“Ikutlah ke negara asalku. Tepatnya tahun 9000 Gerkach, di sana kau akan sangat membantu dalam peperangan.”


“Hah? Ke negara asalmu?” Marco berpikir sejenak sambil mengawasi kembarannya. “Di mana negaramu? Jika itu tahun 9000 Gerkach berarti aku harus pergi ke sekitar 200 tahun yang lalu?”


“Iya, negaraku ada di Benua Pegalisch, tepatnya Yazelt. Kami sedang berperang melawan Kaum Trovolta dari Benua Tsandor. Benar katamu, itu 200 tahun yang lalu, ketika Perang Remains sedang berlangsung.”


“Siapa yang menciptakanmu? Kenapa kau menemuiku? Asal kau tahu, tempat ini juga bernama Yazelt.”

__ADS_1


“Aku diciptakan oleh ilmuwan bernama Nolas Sonits, dia mengirimku ke 200 tahun di masa depan. Aku telah diintregasikan untuk memasuki sebuah komputer canggih yang memilik kecocokan dengan komputer penciptaku. Ternyata itu adalah milikmu, maka aku berada di sini sekarang. Ikutlah denganku ke era perang, untuk membantu kami. Benar, aku dikirim ke Yazelt di masa depan.”


“Hah! Sonits?”


Wajah Marco sangat terkejut, mulutnya menganga menatap kembarannya itu. Dia tidak percaya dengan yang terjadi di depannya, ini bukan sebuah ilusi. Seratus persen kejadian ini adalah kenyataan.


“Apa kau bersedia membantu kami?”


“Tidak! Aku tidak akan ikut denganmu. Kau pasti hanya tipuan, kau tidak nyata!” jawab Marco dengan tegas.


“Jika kau tetap tidak mau ikut, aku akan terus memaksamu. Akan aku buktikan bahwa aku nyata. Ada pesawat dari Trovolta yang melintas di atas Kota Yiklaz dan menuju Kepulauan Monsilk. Aku akan membajak pesawat itu menggunakan wajahmu.”


“Jangan lakukan, kehidupan kami sudah damai.”


“Semua kedamaian akan kujadikan malapetaka jika kau tidak mau membantuku.”


Sampai akhirnya, Marco tetap tidak mau membantu kembarannya. Maka terjadilah pembajakan pesawat tersebut pada siang harinya. Pesawat tersebut telah jatuh dan membuat heboh warga. Banyak yang bertanya-tanya, kenapa pesawat milik Trovolta bisa jatuh di wilayah pegunungan.


Meski sudah mengetahui ancaman yang dilakukan kembarannya benar-benar terjadi, Marco tetap tidak mau ikut. Karena impiannya adalah mencari dunia baru yang sangat menyenangkan dan tidak membosankan. Dia tidak peduli dengan kecelakan pesawat yang telah dibajak robot buatan Sonits itu. Yang jelas, dia tidak akan pergi ke dunia mana pun kalau tidak menyenangkan. Dunianya sekarang sangat membosankan, semua orang sibuk dengan kesombongan serta dirinya sendiri. Dia malas bergaul dengan teman-temannya yang suka merendahkan. Lebih baik mati sendiri di kamar daripada mendengar keangkuhan, kepongahan, adu kekayaan dan keindahan tubuh dari orang-orang sekitar.


Akhirnya kembaran Marco itu memberitahu bahwa dunia di era 200 tahun yang lalu sangat menyenangkan. Karena robot buatan Sonits yang menyerupai Marco itu diciptakan untuk mencari dunia di masa depan. Sedangkan Marco ingin dunia yang sangat keren seperti di dalam game perang yang selalu dimainkannya. Maka, kembaran Marco membuat rayuan agar Marco mau ikut menuju 200 tahun lalu, ketika perang Remains sedang berlangsung. Meski bukan dunia baru seperti yang diimpikan Marc, tapi di masa lalu itu akan banyak hal seru yang akan dia jumpai. Karena perang di sana sedang berlangsung, dan dia bisa ikut berperang secara nyata.


Sepertinya rencana robot tersebut berhasil. Marco termakan rayuan yang dibuat oleh sang robot. Marco menulis kalimat di kertas yang menyatakan ingin mencari dunia baru lalu meletakkannya di atas meja belajar, meski yang ia tuju adalah dunia di masa silam, yaitu 200 tahun lalu. Akhirnya dia menghilang melalui laptop-nya, pergi bersama kembarannya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2