LIVINETT PROTOCOL 9

LIVINETT PROTOCOL 9
32


__ADS_3

Setelah kemenangan yang diperoleh berkat Marco. Kini keadaan sudah mulai damai, satu bulan berlalu, tidak terasa Marco sudah berada di masa lalu selama 1 tahun lebih 7 bulan. Dia memutuskan untuk tinggal di Yazelt bersama Tinos untuk 5 bulan ke depan. Dia ingin membantu warga dan yang lain membenahi pelabuhan, serta tempat lain yang rusak karena perang.


Perang yang menyedihkan telah berakhir dengan kemenangan Kaum Yazelt. Sayang, Nolas harus tewas dalam medan perang. Kini berita buruk kembali menghampiri, ternyata si kembar Daz Wilson dan Fell Wilson meninggal. Mungkin karena si kembar itu telah membantu menciptakan perdamaian, jadi kutukan pada diri mereka telah hilang. Marco benar-benar sedih mengetahui kematian buyutnya sendiri, ditambah dengan si kembar yang sangat hebat. Dia duduk termenung di bawah pohon sambil melihat prajurit lain membongkar tenda


“Hoi! Kenapa kau bisa berubah menjadi raksasa? Caramu kembali menjadi normal sungguh menjijikkan,” celetuk Tinos yang tiba-tiba muncul di depan Marco.


“Ya. Aku tidak tahu. Aku hanya merasa marah saat itu. Kau jangan mengejekku, pakaianku tentu hancur karena tubuhku membesar.”


“Maaf, maaf. Aku tidak bermaksud menghinamu. Berkat kau perang ini bisa berakhir. Tapi, tanganmu terluka karena memegang panah itu. Pasti itu akan membekas selamanya.”


“Tidak masalah, yang penting perang ini berakhir.”


“Ya. Kau tampak lucu ketika tiba-tiba tidak memakai sehelai benang pun.”


Marco menjitak kepala Tinos, mereka bersenda gurau dan saling melontarkan kalimat ejekan. Saat mereka sedang asik bercanda, ada seseorang yang berjalan menggunakan tangannya.


“Kau yang bernama Marco?” ucap pria asing itu.


Marco menoleh ke arah pria itu. “Ya. Apa aku mengenalmu?”


“Tidak. Kita baru bertemu sekarang. Terima kasih karena kau telah membalaskan kematian ayahku.”


Tiba-tiba Tinos berbisik ke telinga Marco. “Hey. Kau yakin tidak kenal pria ini?” bisik Tinos.


“Tidak.”


“Terlihat mirip denganmu.”


“Bicara apa kau ini?”


Marco tidak percaya dengan bualan Tinos. Tidak mungkin ada orang yang mirip dengannya di sini. Marco pun mendekat ke arah pria itu. Dia membantu pria itu untuk duduk di atas akar pohon.


“Siapa ayahmu? Kenapa kau berterima kasih padaku?”


“Ayahku bernama Nolas.”


Marco terkejut ketika mendengar apa yang baru diucapkan oleh pria lumpuh itu. “Ja... jadi namamu Drint?” Marco langsung menebak.


Pria lumpuh yang merangkak menghampirinya ternyata adalah kakeknya. Dia masih sangat muda, pantas saja Tinos bilang kalau dia mirip dengan Marco. “Ya. Aku Drint Sonits. Pasti ayahku yang telah menceritakannya padamu.”

__ADS_1


“Ah... iya benar. Dia pernah bercerita tentangmu yang sedang mengungsi bersama ibumu. Di mana ibumu?” tanya Marco.


“Beliau sedang bersedih sejak kematian ayahku. Sekarang beliau berada di rumah.”


“Biarkan aku bertemu dengannya,” pinta Marco.


Akhirnya Marco pun menemui nenek buyutnya, dia berusaha menghiburnya. Selama 5 bulan ke depan dia memutuskan untuk tinggal bersama Drint. Dia ingin membantu Drint untuk membuat ibunya ceria kembali. Di sana dia selalu bercakap dengan Drint. Marco tidak mungkin memberitahu Drint bahwa dia cucunya kelak.


“Ayahmu bilang, kau sangat cerdas sepertinya,” kata Marco.


“Tidak juga. Aku memang bisa meniru apa yang dia ciptakan, tapi aku tetap lumpuh dan tidak bisa melakukan hal hebat seperti ayahku. Lagi pula, orang-orang memanggilku idiot merangkak, banyak orang tidak mau bergaul denganku.”


“Jangan sedih, suatu saat pasti ada kebahagian untukmu.”


 


 


Di rumah Drint, Theresia sering berkunjung untuk menemui Marco. Dia sering ke sana untuk mengantar makanan sekaligus memeriksa kondisi ibunya Drint. Akhirnya, 5 bulan berlalu begitu cepat. Marco menceritakan semua rahasianya dan meminta Drint untuk membantunya kembali ke masa depan. Drint sedikit terkejut ketika mengetahui Marco bukan berasal dari zamannya. Akhirnya dia percaya saat masuk ke laboratorium ayahnya dan melihat komputer yang diciptakan Nolas.


“Dengar. Ketika aku kembali ke masa depan, aku akan lupa semua kejadian di sini. Begitulah yang diucapkan ayahmu.”


“Mungkin saja kalian masih mengingatku. Tapi, kumohon jangan katakan pada siapa pun bahwa aku penemu virus Arc-V. Kau harus menjaga rahasiaku yang berasal dari masa depan juga.”


“Baiklah. Aku tidak keberatan.”


“Oh. Satu lagi, mungkin saja, saat ingatanku telah terhapus. Alat buatan ayahmu ini tidak akan berfungsi lagi.”


Marco dan Tinos pun bersiap untuk kembali ke dunianya di masa depan. Drint bersiap menekan tombol yang akan membuka portal menuju masa depan. Marco menjabat tangan Drint Sonits yang dijuluki idiot merangkak tapi jenius. Marco sungguh senang bisa melihat masa muda kakeknya itu.


Portal pun terbuka setelah menunggu beberapa saat. Marco dan Tinos berhasil kembali ke masa depan. Mereka telah tiba di sebuah ruangan. Bukan di kamar Tinos, ternyata mereka berada di gudang. Komputer lama milik Marco telah dipindahkan ke gudang oleh orang tua Tinos. Tapi, tanpa adanya aliran listrik, kenapa mereka bisa muncul? Rupanya portal itu telah disempurnakan oleh Nolas sebelum perang terakhir. Sehingga, komputer buatannya bisa terhubung dengan dunia Marco yang sebenarnya.


“Hey. Kenapa kita berada di sini?” tanya Marco.


“Ini gudang rumahku. Lihatlah mainan lamaku itu.”


“Sebelumnya kita sedang berada di kamarmu, bukan? Kalau tidak salah kita sedang bermain game dan kau kalah berkali-kali.”


“Ya. Apa kita ketiduran lalu dipindahkan ke sini oleh ayahku?” ucap Tinos.

__ADS_1


“Argh...” Marco mengerang. Kulit tangan kanannya tampak terkelupas.


“Ada apa dengan tanganmu? Kenapa bisa seperti itu?” Tinos heran.


“Entahlah.”


Mereka kebingungan, ingatan mereka telah terhapus. Padahal mereka telah menghilang selama dua tahun lamanya. Mereka terkejut ketika mengetahui tahun telah berubah menjadi 9202. Seingat Marco dan Tinos, mereka masih berada di tahun 9200 Gerkach. Tentunya pembajakan pesawat yang heboh dan jatuh di Pegunungan Aranos lenyap begitu saja dari pikiran orang-orang di zaman Marco. Padahal kasus itu belum selesai diselidiki.


Rupanya pembajakan pesawat tersebut hanya ilusi yang diciptakan oleh robot yang mirip Marco. Penumpang yang lenyap memang tidak pernah ada, karena hanya rekayasa belaka. Data penumpang dibuat seolah nyata dan memiliki keluarga. Pesan yang ditulis Marco, video pembajakan pesawat, dan video percakapan dengan robot kembarannya juga lenyap tanpa bekas. Protocol 9 seolah menjadi situs penghubung bagi masa depan dan masa lalu. Hubungan diplomasi dari dunia yang berbeda waktu.


 


 


Tahun 9202 Gerkach. Kota Yiklaz. Pukul 16:30


Marco memutuskan untuk berkeliling kota. Dia akhirnya berhenti di dekat patung yang berdiri kokoh di pusat Kota Yiklaz. Patung itu bernama Nolas. Marco memandangi patung tersebut dengan sangat serius. Mungkin dia merasa aneh dengan patung itu. Tiba-tiba ada pencopet yang berusaha mencuri dompet Marco. Dengan sangat hebat, Marco dapat melumpuhkan penjahat tersebut. Marco justru heran, kenapa dia jadi pandai bela diri. Sedangakan, di Pegunungan Aranos, seluruh tim yang menyelidiki pesawat jatuh tampak kebingungan dan ketakutan. Kenapa mereka bisa berada di sana dan lupa semuanya.


***


 


 


Di masa lalu, tepatnya rumah Drint Sonits. Theresia datang lagi, tapi dia tidak bertemu dengan Marco. Wanita itu sangat kecewa, Drint mencoba menjelaskan yang sebenarnya terjadi. Akhirnya Theresia mengerti. Waktu berlalu dengan cepat, 3 tahun setelah perang berakhir, takdir baru terjadi dan tidak pernah terduga. Drint Sonits menikahi Theresia. Mereka resmi menjadi suami istri. Theresia ternyata adalah neneknya Marco.


Tibalah saat pemilihan pemimpin pertama dari Yazelt untuk menempati tahta di Kerajaan Arcansas. Theresia mengusulkan untuk membuat patung Nolas di kota Yiklaz dan diberi nama Patung Nolas, sebagai tanda terima kasih karena telah menciptakan virus hebat yang sebenarnya diciptakan oleh Marco dari masa depan. Setelah patung selesai, seluruh orang di masa tersebut yang pernah mengenal Marco tiba-tiba melupakan sosok Marco. Rupanya komputer ciptaan Nolas telah diatur agar musnah secara otomatis setelah 3 tahun.


Kemudian, 4 raja pertama setelah perang dari perwakilan masing-masing wilayah di Pegalisch telah resmi dipilih. Yazelt merdeka tepat tahun 9002 Gerkach. Kedamaian sudah pulih kembali, Kaum Trovolta tidak berani lagi melakukan perang. Semoga kedamaian tetap berjalan selamanya. Tidak ada kebahagian dalam perang. Perang hanya membuat sengsara. Tidak patut diparadekan atau dirayakan. Perang adalah kegelapan yang nyata. Kedamaian telah pulih berkat bantuan pahlawan dari masa depan yang tidak ingin diketahui oleh sejarah. Pahlawan hebat itu bernama Marco Sonits dan Tinos Koulos, mereka datang ke masa lalu melalui situs Protocol 9.


 


 


-Tamat-


 


 

__ADS_1


__ADS_2