
Hidup bukan hanya tentang bergerak dan bernapas. Di dalam hidupmu juga perlu mengatur lika-liku perasaanmu, terutama jika kau seorang perempuan yang memiliki berbagai jenis perasaan yang tiba-tiba bisa berubah dalam sekejap.
Jangan biarkan hatimu mudah tergoyah, jangan biarkan hatimu mudah terpengaruh dan membuatmu tersesat karena jerat bisikan yang menginginkan mu untuk runtuh.
Jika hatimu rapuh, kau tidak akan bisa menikmati betapa santai dan damainya hidup ini. Jika hati mu rapuh, bahkan hanya karena sedikit kritikan saja akan membuatmu merasa hancur.
Dan jika hatimu rapuh, bagaiman kau bisa menetap dengan seseorang yang kau menaruh kepercayaan terhadapnya? Bisakah sepenuhnya kau tidak menaruh rasa curiga dengan setiap hal yang di lakukan oleh pasangan mu?
Tidak, seterusnya kau akan merasa ragu.
Kau akan terus bertanya mengenai pasangan mu. Apakah dia lelaki yang tepat untukmu? Apakah dia benar-benar mencintaimu? Apakah dia benar-benar melakukan hal yang jujur di belakangmu?
Kau pasti akan selalu merasa bimbang, jika kamu berlarut dan terus berkutat dengan pikiran itu, maka kau akan semakin terseret dan tenggelam dalam kegalauan mu.
Lantas, bagaimana dengan seseorang yang memilki hati kuat? Apakah bisa menjamin kesetiaannya? Apakan orang yang setia tak akan mudah tergoyahkan? Setia ya? Menurutmu orang yang memilih setia apa dia benar-benar bisa setia seutuhnya?
Terlebih jika kamu mulai mengenal orang asing yang baru saja kamu temui beberapa minggu terakhir ini. Yang mungkin hanya dengan kata-kata dan suaranya saja mampu membuatmu terus ingin bertemu dengannya.
Setelah berpikir cukup panjang dan penuh tanda tanya, Livy akhirnya memutuskan untuk terus mempercayai ucapan Sammuel. Ya, meskipun status di antara keduanya masih berteman dan Livy belum memberi jawaban atas perasaan Sammuel terhadap dirinya.
***
__ADS_1
Seperti janjinya beberapa hari yang lalu dengan Sammuel. Gadis itu menyetujui ingin menonton film perdana yang baru tayang di bioskop kali ini. Berdandan ala kadarnya, tanpa menggunakan make-up, gadis berambut sepinggang itu menuruni anak tangga dengan santai.
"Kencan?" Yana mulai berceloteh ketika teman satu kosnya itu sudah berpenampilan rapi di malam minggu.
"Ck! Kenapa 'JOMBLO' nggak ada yang ngajak jalan ya." nyinyir Livy tanpa dosa.
Mendengus kesal, Yana komat-kamit seperti mbah dukun. "Serah lo deh. Kesel gue dengerin nyinyiran elo mulu!"
Livy cekikikan tanpa dosa. "Udah sana lo pergi. Dasar sahabat nggak ada akhlak." maki Yana.
"Dah.. jomblo." ledek Livy dengan senyum sumringahnya.
"Hemmm.. '' sahutan Yana benar-benar terlihat malas.
Di saung, atensi Livy langsung tertuju kepada Sammuel yang sudah siap untuk mengajaknya jalan.
"Udah lama?" Begitulah pertanyaan Livy yang seharusnya tidak k dia layangkan.
"Baru aja sampai, kamu udah siap buat jalan kali ini?"
Anggukan kecil di berikan oleh Livy sebagai bentuk jawaban. Tak ingin membuang waktu terlalu lama lagi keduanya langsung beranjak dari tempatnya.
__ADS_1
"Kamu nggak pegangan? Emang nggak takut?" Sammuel sedikit menoleh sesaat.
"Ngapain gue takut, gue nggak lihat setan."
Kekehan kecil keluar dari bibir Sammuel, haruskah dia mendatangkan hantu agar Livy mau memeluknya dari belakang.
"Nggak usah ketawa, kalau ketawanya aja nanggung kaya gitu. Kesannya nggak ikhlas banget.''
"Apa sih, Vi?'' tanyanya berpura-pura tak tahu.
"Nggak ada." balasan yang terdengar sangat singkat.
"Kalau aku ngebut, kamu bakalan takut nggak?"
Menaikkan satu alisnya. "Jangan aneh-aneh kalau nggak mau gue pukul." ancam Livy dengan tampang datarnya.
Lelaki itu tak takut dengan ancaman Livy, justru dia semakin ingin menggoda gadis yang ada di jok belakangnya itu.
"Semakin kamu datar. Kamu kelihatan semakin imut." Lelaki itu berniat untuk memuji Livy.
Seketika bibir Livy seakan terkunci karena ucapan manis dari Sammuel. Bahkan hati Livy seakan bergetar dan merasa bahagian jika seseorang berkata sedemikian rupa, bahkan Livy yang terkenal bermuka dengar pun sempat terenyuh karena ucapannya itu.
__ADS_1
Mengerjapkan matanya beberapa kali untuk mengembalikan kesadarannya, dia tak ingin larut dengan perasaan yang dia alami saat ini. "Bawa motor yang bener! Jangan belajar ngegomabol mulu." celetuknya dengan tangan mencubit perut Sammuel.
Sammuel tak merasakan sakit saat perutnya di cubit oleh gadis itu. Bahkan dia semakin terkekeh dengan kesaltingan Livy yang terlihat menolak namun sebenarnya dia menyukainya.