
Setelah sampai di kamar dan mandi lalu ganti baju Arumi langsung membaringkan tubuhnya di kasur tanpa memikirkan sesuatu Arumi langsung tertidur pulas saking capeknya
***
Selamat pagi semua nya ucap Arumi seraya turun dari tangga sambil menyapa anggota keluarga nya
"Wih..Harum banget bau nya!" Ucap Arumi setelah sampai di meja makan dan terduduk di kursi
"Iyya Rum ini nasi goreng buatan kak Nana!"Ucap Maya sambil memberikan sepiring nasi goreng ke Arumi
"Wihh..Ka Nana jago!"Arumi memakan nasi goreng buatan kakak nya itu
"Emm.. Enak banget!"Ucap Arumi sambil terus melahap nasi goreng buatan kakak nya itu
"Makasih adek atas pujiannya!"Ucap Naina sambil terkekeh
"Dek kayak nya lo tu harus belajar masak sama kak Nana de!"Ucap rian yang langsung di berikan tatapan marah oleh Arumi.Farel melihatnya tersenyum tipis sambil terus melahap nasi goreng.Nasi goreng buatan Naina memang sangatlah enak membuat yang memakannya tidak bisa berhenti
"Oh ya kak Nana nanti tidur di kamar Rumi ya!"Tanya Arumi.Naina melihat Maya
"Rumi kan Mama udah bilang jangan begadang!"Ucap Maya pelan
"Tapi kan nanti malam Minggu Ma besok boleh tidur pulas!"Ucap Arumi
"Bener tuh ma boleh ya!"Ucap Rian menambahi Maya berpikir iyya juga sih besok libur lalu mata Maya tertuju pada anak pertama nya itu
"Kalau Arel mau begadang juga!?"Ucap Maya yang diangguki pelan oleh Farel
"Boleh ya ma!"Ucap Arumi sambil menaikkan kedua tangannya di depan dadanya dan menempelkan telapak tangannya
"Iyya.. Iyya...Deh Mama setuju!"kali ini Maya menyetujui permintaan dari keempat anak-anaknya itu
"Yey...!"Semua nya bersorak gembira sambil tersenyum
***
Sesampainya di sekolah Arumi berjalan menuju ke kelas nya tapi pada saat melihat Raka yang berdiri menyenderkan tubuhnya di tembok dan teman-temannya juga ada di sana dan bukan cuma teman-teman Raka yang ada di sana tapi teman-teman Arumi pun juga ada di sana Arumi langsung berjalan menghampiri mereka di saat Arumi sudah berada di depan Raka
"ada apa ini!?"Tanya Arumi ke teman-temannya lalu melihat Raka sekilas
__ADS_1
"Rumi!"Panggil Sindhy dan Arumi langsung menoleh ke arah nya Sindhy yang memberikan kode kepada Arumi dan melihat kode dari sindhy yang langsung di mengerti oleh Arumi seketika Arumi kini menghadap ke Raka.Raka hanya menundukkan kepalanya ke lantai ia tidak ingin melihat Arumi
"Masih marah ya!?"Ucap Arumi pelan yang tak di respon oleh Raka
Raka kini menegakkan tubuhnya itu dan melipat kedua tangannya di depan dadanya tetapi masih melihat ke lantai Dion dan Dimas melihat tingkah Raka merasa aneh tapi sedikit karena ia masih melihat Raka ya adalah Raka yang mereka kenal yaitu'batu'
"Gue jamin Arumi tidak akan bisa meluluhkan hati si Raka!"Ucap Dion pelan tapi sombong
Anita yang mendengarnya pun langsung pergi ke samping Dion
"Apa maksud lo tadi!?"Ucap Anita
"Arumi tidak akan bisa meluluhkan hati si Raka!"Ucap dion kembali sambil menatap wajah Anita
"Liat aja nanti Arumi yang akan menang!"Ucap Anita
"Oke kalau gitu gimana kalau kita taruhan kalau gue kalah kalian semua harus traktir kita makan di kantin kalau kalian yang kalah kita akan traktir kalian makan di kantin gimana!?"Ucap Dion sombong dan mengulurkan tangannya Anita lantas membalas uluran tangan Dion
"Ok gue terima!"Ucap Anita
Dan pandangan mereka tertuju kepada Arumi dan Raka
"Gue yakin!"Ucap Anita
Arumi memikirkan sesuatu yang bisa membuat Raka akan luluh padanya.Arumi tersenyum lantas memulai aksinya itu
Arumi mengerucutkan bibirnya sedikit sambil melihat Raka.Raka hanya melirik-liriknya Arumi kemudian menunjuk-nunjuk tangan Raka dengan manja tapi Raka menepis tangannya lalu Arumi ingin memegang tangan Raka tapi Raka juga menepis tangan nya lalu Raka memutarkan badannya ke arah samping,Arumi menyipitkan matanya melihat tingkah Raka yang lainnya pun menganga lebar melihat tingkah Arumi dan Raka yang seperti anak kecil saja
Arumi tidak putus asa lantas Arumi berdiri didepan Raka lagi.Raka memutarkan badannya lagi hingga tiga kali berputar-putar benar-benar seperti anak kecil Arumi ingin sekali menonjok Raka iyya menonjok nya tapi tidak mengenai Raka bukan karena Raka menghindar tapi Arumi memang tidak mau mengenai Raka
Sekarang Raka memutarkan badannya lagi hingga kembali ke tempat semula Arumi sudah tidak tahan lagi kesabarannya sudah hampir habis Arumi berdiri didepan Raka dan Raka ingin membalikkan badannya lagi tapi Arumi menahannya dengan cara memegang wajah Raka dan kini manik mata Raka bertemu dengan manik mata Arumi lantas Arumi mengerucutkan bibirnya lagi
"Maaf!"
Arumi melepaskan tangannya dari wajah Raka dan menyatukan telapak tangannya di bawah dagunya sambil menatap wajah Raka yang mulai luluh karena tingkah Arumi itu dia memalingkan kembali badannya sambil berdecak keras Arumi kemudian menarik baju Raka pelan
"Raka...!"Ucap Arumi penuh manja Raka memutar kepalanya ke samping dan melihat ke arah Arumi.Raka melihat Arumi yang sangat menggemaskan itu Raka langsung tersenyum manis dan seketika Raka memeluk tubuh Arumi membuat Arumi terkejut Dion, Dimas, Anita, Sindhy, Iren,dan juga Rosa seketika menganga lebar lagi melihat pemandangan yang ada di depan nya itu lantas geng cewek-cewek itu serempak menutup mulutnya dengan mata yang membulat sempurna
Entah mengapa Arumi merasa pelukan Raka itu sangatlah tulus kepadanya lantas bibir Arumi tersenyum lebar dan membalas pelukan Raka dan melihat ke arah teman-temannya dan Arumi mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum memperlihatkan giginya teman-temannya pun serempak mengacaukan jempolnya ke Arumi dan Anita menatap Dion dan Dimas yang mematung di tempat melihat tingkah temannya itu
__ADS_1
"Ehem Anita!" berdehem pelan yang hanya di dengar dua orang di samping nya itu lantas Dion dan Dimas melihat ke arah Anita
"Masih ingat kan taruhannya!?"Ucap Anita mengingatkan kesepakatan nya tadi
"Iyya.. Iyya bawel banget sih jadi cewek!"Ucap Dion tak terima kalau dirinya kalah Anita hanya tersenyum dan melihat ke arah Arumi dan Raka lagi
Arumi dan Raka melepaskan pelukannya Arumi menatap Raka sambil tersenyum
"Makasih ya!"Ucap Arumi masih ber manja Raka tersenyum dan mengusap pucuk kepala Arumi dengan pelan
"Makasih untuk apa!?"Tanya Raka
"Makasih karena udah...!"Arumi menggantung perkataannya itu dan menatap ke arah lantai
"Kenapa di gantung omongannya!?"Tanya Raka kembali dengan posisi nya yaitu melipat kedua tangannya di depan dadanya
Arumi menatap Raka
"Maaf!"Ucap Arumi pelan Raka yang melihatnya gemas ingin sekali ia mencium perempuan itu.
Raka mencubit pipi Arumi pelan
"Nggak apa-apa gue udah maafin lo kok!"Ucap Raka sambil melepaskan cubitannya itu Arumi mematung melihat tingkah Raka
"Kenapa Raka jadi kayak gini sih!"Gumam Arumi di dalam hatinya
"Tapi lo harus kasih tau gue semuanya dan alasan apa lo nolak ajakan gue oke!"Ucap Raka
"Iyya tapi nanti ya!"Ucap Arumi
"Loh kenapa harus nanti?Kenapa nggak sekarang aja!"
"Soalnya dua menit lagi jam pelajaran di mulai!"Ucap Arumi Raka tertawa melihat Arumi
"Ya udah kalau gitu gue ke kelas dulu ya!"Ucap Raka pamit pada Arumi yang diangguki oleh Arumi seketika Raka melangkahkan kakinya menuju ke kelas nya dan di ikuti oleh dua sahabat nya itu
lantas Arumi pun langsung melihat ke arah teman-temannya.teman-temanya menggoda Arumi
"Cie... Cie... Udah ada lampu hijau nih!"Ucap Rosa menggoda Arumi dan mereka tertawa sambil masuk ke kelas nya itu...
__ADS_1