
Setelah mereka sudah sampai di tempat tukang bubur ayam mereka semua duduk dan Maya yang pergi untuk memesan bubur nya itu
"Bang masih kenal sama saya kan!?"Tanya Maya kepada tukang bubur ayam itu
"Oh itu ya pelanggan setia saya dari waktu dulu!"Ucap tukang bubur ayam itu sambil menunjuk Maya.Maya tersenyum karena tukang bubur langganan nya itu tidak melupakannya
"Iyya bang bener banget!"
"Oh iyya suami mbak di mana!?"
"Itu bang lagi duduk bareng anak-anak saya!"
"Oh jadi bawa sekeluarga ya mbak!?"
"Iyya bang saya sengaja bawa anak-anak saya untuk nyobain bubur abang yang enak ini!"Ucap Maya sambil tertawa
"Bisa aja mbak memuji bubur saya!"Ucap tukang bubur itu sambil tertawa Rian yang melihat Mama nya dan tukang bubur ayam itu lantas memiliki ide
"Eh bang,Kak, Rumi,Pa coba kalian lihat Mama deh!"Ucap Rian sambil menunjuk ke arah Maya dan tukang bubur itu
"Kenapa bang!?"Tanya Arumi yang tak paham apa yang di maksud oleh Rian
"Liat deh mama seneng banget berbicara dengan tukang bubur itu kayak orang pacaran!"Ucap Rian yang ngomongnya sembarangan
"Kayak nya papa punya pesaing deh buat nge dapetin cinta nya Mama!"Ucap Rian lagi sambil tertawa terbahak-bahak Arumi dan naina juga ikutan tertawa sedangkan Farel hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan sedangkan Radit hanya melihat anaknya itu menertawakan dirinya
"Eh kalian itu yah mau ngomporin Papa ya!"Ucap Radit
"Hehehe... Nggak kok Pa cuma becanda!"Ucap Rian sambil dengan gaya sok keren nya itu sambil menaikkan kedua alisnya
"Lagi pula ya Mama sama papa itu dulu pacaran nya tuh di tempat ini sambil memakan bubur ayam!"Ucap Radit serius tapi malah di tanggapi dengan tertawa terbahak-bahak oleh anak-anaknya itu
"Bubur ayam yang jadi siksa cinta papa sama Mama ya!?"Tanya Rian dengan tertawa yang menggelar
__ADS_1
"Iyya bener!"Setelah mendengar perkataan Radit mereka berempat pun semakin tertawa menggila mengingat betapa lucunya kedua orangtuanya itu berpacaran saman dulu lantas tertawa itu terhenti pada saat Maya memanggil mereka
"Anak-anak kalian mau sate nggak!?"Tanya Maya sambil berteriak
"Emangnya ada sate apa aja ma!?"Tanya Arumi kepada Mama nya tapi ada seorang laki-laki yang merasa suara itu tidak asing baginya karena setiap hari ia mendengar suara itu
"Ada sate usus,sate kulit ayam,sate telur puyuh,sate ayam, sama sate dada!"Ucap Maya menyebutkan satu persatu menu sate
"Rumi mau sate kulit sama sama dagingnya ya Ma"Ucap Arumi laki-laki itu seketika menoleh ke arah belakang pada saat mendengar suara itu dan menyebutkan nama nya dan ya benar saja laki-laki itu melihat Arumi sedang tertawa tetapi Arumi belum melihatnya
"Oke yang lain mau apa!?"Tanya Maya lagi
"Ian mau sate usus ma, Farel mau sate daging sama sate dadanya ma, Kalau Nana mau sate telur puyuh sama sate dadanya ma, Kalau Papa seperti biasa ma usus kesukaan kita berdua!"Ucap Radit sambil menaikkan kedua alisnya kepada Maya.Maya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum dan memesan pesanan anak-anaknya beserta pesanan suaminya itu
"Oh ternyata Arumi pergi makan bubur ayam bersama keluarganya tapi kayaknya kalau di lihat dari pakaian nya sih mereka habis joging!"Gumam Raka.Raka yang melihat Arumi belum melihatnya langsung ia mengirimkan pesan ke Arumi.Arumi yang sedari tadi hanya bermain dengan handphone nya iyya melihat Facebook nya itu dan seketika ada pesan yang masuk pas Arumi membukanya Arumi tersenyum tipis melihat pesan itu dari Raka
"Lo sombong banget sih nggak lihat gue!"Mata Arumi membulat sempurna melihat pesan dari Raka yang di kirimkan kepada nya itu
"Di depan lo!"Arumi makin terkejut dengan balasan Raka lalu Arumi langsung menatap ke depan dan yang benar saja Arumi melihat Raka yang sedang menatapnya
"Lo ngapain ke sini!?"
"Gue tadi joging terus gue laper mau makan bubur ayam ya udah gue ke sini aja!"
"Oh!"
"Gue ke sana yah!"Arumi kembali terkejut melihat pesan dari Raka Arumi aja nggak ngizinin Raka mengantarkannya ke rumah bagaimana sekarang Raka mau nemuin dia sementara keluarga nya sedang bersama nya sekarang
"Nggak boleh gila lo ya kalau lo kesini gue bisa kena masalah!"
Rumi menatap Raka dan mengodenya supaya Raka tidak menghampiri nya tapi Rumi di lihat oleh Rian.Rian mengernyitkan dahinya dan melihat orang yang sedang di kode oleh adiknya itu dan Rian menangkap seorang laki-laki yang sedang berkode dengan adiknya itu Maya juga sudah di tempat duduk nya dan menyodorkan pesanan nya dan suaminya serta pesanan anak-anaknya itu Rian yang melihat Arumi dan Raka tersenyum aura kejahilan Rian muncul tanpa Rian memberitahu Arumi ia langsung berdiri dan memanggil Raka
"Lo yang bernama Raka ya!"Sontak ucapan Rian membuat Arumi terkejut bukan main Raka pun di buat terkejut oleh Rian yang bertanya pada nya sambil menunjuk-nunjuk ke arah nya mau tidak mau Raka harus menemui keluarga Arumi
__ADS_1
Farel dan Naina yang ingin menyuapi bubur ayam itu langsung berhenti dan menoleh ke samping ia melihat seorang laki-laki yang mendekati meja mereka Maya dan Radit pun terkejut melihat Rian yang tiba-tiba memanggil seseorang yang pernah Arumi cerita kan kepada Maya
"Lo yang bernama Raka ya!?"Tanya Rian sekali lagi pada saat raka susah berada di depan mereka Arumi tidak tahu lagi apa yang harus ia Arumi lakukan
"Rasanya gue ingin langsung pergi sambil berlari dari tempat ini!"Gumam Arumi sambil menggigit bawah bibirnya sedikit
"Iyya bang nama saya Raka!"Ucap Raka santun
Farel menatap wajah Arumi tapi Arumi hanya cengengesan yang tak jelas
"Oh ini yang namanya Raka!"Ucap Maya lembut Raka sendiri sebenarnya tidak tahu apa yang terjadi apakah Arumi sudah memberi tahu kepada keluarga nya itu tapi kenapa Arumi tidak memberitahu dirinya tapi ya sudahlah
"Iyya tante!"Ucap Raka sambil menyalami tangan Maya dan bergantian menyalami tangan Radit
"Halo saya Radit Papa nya Arumi!"Ucap Radit memperkenalkan dirinya sendiri
"Halo om!"
"Silahkan...Silahkan duduk dulu!"Ucap Radit
"Oh iyya om makasih!"Ucap Raka tersenyum
"Ermm lo duduk di samping gue aja!"Ucap Farel Arumi terbelalak kaget
"Bagaimana kalau bang Farel membuat keributan di pagi hari seperti ini!"Gumam Arumi di dalam hatinya
"Oh iyya bang!"Raka langsung mengiyakan permintaan Farel dan duduk di samping nya itu Farel menatap Arumi yang sedari tadi melihatnya penuh ketakutan Arumi hanya cengengesan sambil melirik Rian yang melihat Arumi sambil terkekeh rasa nya Arumi ingin sekali menerkam abangnya ini karena dia semuanya jadi kacau Arumi menyenggol lengan Rian kencang sampai Rian merasa kesakitan
"Aww...Dek sakit tau kalau abang kenapa-kenapa lo mau tanggung jaw...!"Ucapan Rian belum sampai tapi Rian menghentikan pembicaraan nya karena melihat Arumi yang melihatnya penuh dengan tatapan mematikan Arumi memelototi nya seperti nya memang ingin langsung segera menerkam abangnya itu Rian yang melihat nya cengengesan
"Bang pesan satu mangkok bubur ayam lagi ya!"Teriak Maya kepada tukang bubur ia memesan nya untuk Raka Arumi sudah tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan ia sudah pasrah dan langsung memakan bubur ayam nya itu
Jika kak Farel benar-benar menyuruh nya untuk menjauh dari Raka maka ia hanya bisa pasrah...
__ADS_1