Love During School

Love During School
21.diundang


__ADS_3

Sesampainya di rumah Arumi langsung ke kamar tanpa berbicara sedikit pun dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur nya dia masih berpikir apa yang akan terjadi selanjutnya Arumi sangat letih karena ia belum cukup tidur dan terlebih lagi Raka bertemu dengannya dan keluarga nya memuat Arumi pusing Arumi memilih untuk menutup matanya dan tertidur pulas sampai ia tidak sadar bahwa hari sudah sore menjelang malam Arumi kini sudah terbangun dari tidurnya tetapi ia masih lelah mungkin karena ia juga jarang olahraga jadi membuat Arumi begitu lelah.Arumi menuju ke toilet dan mandi kini Arumi telah kembali segar ia telah memakai baju yang berwarna putih dan panjang sampai paha dan memakai celana pendek sehingga jika di lihat sekilas Arumi seperti tidak memakai celana hanya saja ada motif-motif yang menambahi baju yang dikenakan nya itu Arumi juga sudah ber skincare ya walaupun ia jarang menggunakan skincare ia akan mengikuti kemalasannya saja hari ini ia rajin ditambah Arumi juga memilih mencepol rambutnya yang panjang nya hampir sampai ke pinggang Arumi terlihat sangat cantik seketika perutnya itu berbunyi memberikan kode


"Gue kan tadi cuma sarapan dong itu pun cuma bubur sekarang gue udah laper gue cari makanan aja di bawa ah!"Ucap Arumi sambil berjalan ke bawah


"Ma udah masak belum Rumi laper nih tadi Rumi cuma sarapan bubur ayam sekarang Rumi udah laper lagi!"Teriak Arumi dengan nada seperti anak kecil yang meminta makan sambil menuruni anak tangga


Arumi ingin duduk di sofa tapi seketika langkahnya terhenti dan matanya membulat sempurna melihat di ruang tamu ada Farel yang tengah melihatnya tapi dia tidak sendirian dan tidak juga bersama Rian atau pun Naina melainkan bersama Raka yang juga menatap wajah arumi


"Lo cantik banget sih Rumi!"Gumam Raka di dalam hatinya


"K..Kok lo ada di sini sih!"Ucap Arumi terbata-bata ia masih mematung di tempatnya


"Bang Arel yang ngundang Raka dateng ke sini dek!"Ucap Farel sambil melihat wajah Arumi yang terkejut


"Hah...!"


"Eh anak mama udah bangun!"Ucap Maya sambil berjalan menuju Arumi.Arumi membalikkan badannya


"Ma Rumi laper!"Ucap Arumi manja


"Iyya bentar ya sayang Mama,Kak Nana,Dan bibi baru masak jadi tunggu sebentar ya!"Ucap Maya lembut


"Yah.. Oh iyya bang Rian mana Ma kok Rumi nggak lihat batang hidungnya sih!"Ucap Arumi sambil celingak-celinguk


"Ian udah abang suruh untuk membeli martabak termasuk martabak telur untuk lo karena abang tau lo pasti akan mencari makanan kalau turun!"Ucap Farel jelas


"Oh?"Ucap Arumi kini ia menatap Raka kembali yang sedari tadi menatapnya


"Ya udah Ma Rumi mau bantu kalian masak ayok kita ke dapur!"Ucap Arumi yang kini memalingkan wajahnya dari Raka dan menatap Maya karena ia merasa canggung ntah apa yang terjadi padanya


Maya tersenyum melihat Arumi


"Kamu mau masak atau cuma mau liatin doang!"Ucap Maya menggoda Arumi


"Bantu liatin!"Ucap Arumi sambil cengengesan Maya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan lalu ia dan Arumi melangkahkan kakinya menuju dapur meninggalkan Farel, Raka, dan Radit di ruang keluarga


sesampainya di dapur Arumi celigak-celinguk melihat ketika laki-laki itu di sofa


"Kamu lagi ngapain sih dek!"Ucap Naina sambil tersenyum


"Ah nggak apa-apa kok!"Ucap Arumi

__ADS_1


seketika suara pintu terdengar terbuka dan suara yang berteriak itu.Itu sudah pasti Rian yang datang


"Assalamualaikum semuanya!"Ucap Rian sambil membawa dua kantong plastik penuh


"Waalaikum salam!"Ucap mereka bersamaan


"Ini martabak nya bang!"Rian menyimpan kantong plastik yang di pengagi nya tadi di meja depan Raka, Farel, dan Radit dan menjatuhkan tubuhnya di sofa


"Dek ini martabak nya udah nyampe nih!"Teriak Farel Arumi langsung berlari kecil menuju ke ruang keluarga Arumi tersenyum sambil duduk di samping Raka dan membuka box di dalam kantong plastik itu satu persatu dan menaruhnya di depan Arumi langsung mengambil dan memakan martabak telur itu dengan lahap


"Hmmm enak banget!"Ucap Arumi tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan lalu melahap martabak telur itu Arumi melihat semua orang yang berada di ruang keluarga tertuju pada dirinya


"Kenapa semuanya pada lihat Arumi ada yang salah ya!?"Tanya Arumi


"Nggak apa-apa kok dek!"Ucap Farel


"Oh ya gue mau ke toilet dulu bentar!"Ucap Farel sambil berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ke atas


"Gue juga deh soalnya tadi dosen gue nyuruh foto in tugas gue mau foto in dulu ya!"Ucap Rian yang berjalan menuju ke kamar nya juga.Sebenarnya itu cuma alasan mereka untuk memberikan waktu kepada Raka dan Arumi berbicara Rian yang di kode oleh Farel pun langsung mengerti


"Ya udah Papa juga mau ke kamar dulu ya!"Ucap Radit sambil berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya tapi di tahan oleh Arumi


"Papa nggak makan martabak!?"Ucap Arumi


Arumi yang melihat punggung ayah nya itu masuk ke kamar lalu Arumi menatap Raka yang dari tadi melihatnya tanpa henti


"Kenapa!"Ucap Arumi datar


"Nggak apa-apa!"Ucap Raka


"Nggak makan martabak!"Tanya Arumi


"Nggak lo aja!"


"Ya udah!"


Arumi kembali memakan martabak yang ada di tangan nya itu lantas ia terkejut pada saat Raka menutupi pahanya dengan jaket milik Raka


"Kenapa!"Tanya Arumi lagi


"Masih mau nanya kenapa!"Raka melihat Arumi

__ADS_1


"Nggak,Makasih!"


"Iyya sama-sama!"


Raka melihat Arumi sambil tersenyum manis dan gemas melihat Arumi memakan lahap martabak telur


"Lo suka banget makan martabak telur ya!?"


"Ermm iyya!"Ucap arumi sambil menganggukkan kepalanya Raka tersenyum dan membisik Arumi


"Lo cantik!"Bisikan itu membuat Arumi terkejut dan langsung mematung sementara dan kembali menatap wajah Raka


"Lo gombal in gue ya!"Ucap Arumi sambil menunjuk-nunjuk wajah Raka.Raka tersenyum manis sambil melihat Arumi yang telah menuduhnya


"Nggak kok gue serius lo cantik gue nggak tahan lihat nya!"Ucapan itu sukses membuat jantung Arumi berdetak tidak normal Arumi langsung tersedak


Uhuk...Uhuk...Uhuk...


Dengan cepat Raka mengambil minuman nya dan memberikan nya kepada Arumi yang langsung di minum Arumi


"Lo nggak apa-apa kan!?"Tanya Raka


"I...Iyya gue nggak apa-apa!"Ucap Arumi datar kini jantung nya rasa nya ingin langsung meloncat ke luar Arumi harus menyelamatkan jantung nya


"Gue ke dapur dulu ya!"Ucap Arumi sambil berdiri dan melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke dapur


"Eh Rumi mau ngapain sayang!"Ucap Maya ketika Arumi sudah sampai di dapur


"Mau bantu Ma"Ucap Arumi


"Semuanya sudah selesai kok tapi yah udah kamu tolong angkat makanan ya yang mau di bawah ke meja makan!"Pintah Maya yang langsung di angguki oleh Arumi


"Papa, Farel, Rian makannya udah siap nih yuk makan!"Ucap Maya sambil berteriak dengan nada pelan


"Nak Raka ayok sini kita makan malam bersama!"Ucap Maya lembut


"Iyya Tante!"Raka menganggukkan kepalanya dan melangkah ke meja makan Farel dan Rian pun sudah turun dan Radit juga sudah bergabung dengan mereka semuanya pun langsung duduk dan makan malam


"Nak Raka makan yang banyak jangan sungkan-sungkan ya!"Ucap Maya


"Iyya tante makasih!"Ucap Raka sambil tersenyum manis Arumi, Farel, Rian, dan Naina menahan tawanya melihat Raka begitu gugup

__ADS_1


Arumi melihat Raka tersenyum ternyata pria yang terkenal tempramental dan juga dingin ini ternyata bisa gugup juga Arumi menangkap sesuatu bahwa yang orang lain bilang orang yang temperamental dan dingin itu tidak akan berubah kalaupun berubah pasti lama dan itu pun kalau seratus persen berhasil tapi menurut pandangan Arumi itu salah orang bisa berubah lebih baik contohnya Raka ia terkenal tempramental dan juga dingin tapi tidak butuh waktu lama untuk Arumi bisa meluluhkan nya kini Raka sudah berubah seratus persen dan Arumi senang melihat perubahan Raka yang baik daripada sebelumnya...


__ADS_2