Love During School

Love During School
6.mencari alasan


__ADS_3

Bel pulang sekolah sudah berbunyi kini Arumi telah menunggu kedua abang nya untuk datang menjemputnya


"Duh bang Farel sama bang Rian mana sih!"


Ting...Ting


Tiba-tiba handphone Arumi berbunyi menandakan ada pesan yang masuk seketika Arumi kesal melihat cet dari bang Farel yang bilang kalau hari ini mereka berdua nggak bisa jemput karena tiba-tiba ada kelas tambahan semua kelas


"Yah gimana dong mana Nita sama yang lain udah pada pulang lagi kalau gini mah gue terima aja ajakan Nita untuk pulang bareng!"Ucap Arumi sambil mendengus kesal


Arumi dikagetkan dengan suara klakson mobil yang Arumi sudah tahu siapa pemiliknya.Raka mendekatkan mobil nya ke depan Arumi dan menurunkan kaca mobilnya


"Kenapa masih di sini? Kok belum pulang!?"


"Ntar!"Jawab Arumi masih kesal


Raka celingak-celinguk mencari seseorang yang tadi pagi mengantarkan Arumi ke sekolah


"Lo pulang bareng siapa!?"Tanya raka kembali Arumi mengangkat kedua bahunya Raka yang melihat nya mengernyitkan dahi nya heran apa maksud Arumi


"Maksud lo apaan sih lo punya mulut kan kenapa nggak di pakai tu mulut!"Raka kembali memanas


"Arumi menghela napas nya dan berbicara gue mau pesen ojek online!"


"Nah gitu dong ngomong jangan kayak orang bisu!"


Arumi memutar bola matanya jengah


"Ya udah masuk ke mobil!"Ucap Raka


"Arumi menatap nya ha!?"


"Ha.Ha.Ha.Ayo masuk!"


"Ih apaan sih!"


"Ayok cepat!"


"Nggak usah!"


"Ini perintah!"Seketika Arumi langsung membuka pintu mobil Raka dan duduk di samping pengemudi


Lantas Raka pun mulai tancap gas menuju rumah Arumi di sepanjang perjalanan hanya ada keheningan Arumi tetap duduk sambil memainkan handphone nya untuk mengirimkan pesan ke bang Farel karena dari tadi dia belum membalas pesan dari kakak nya itu sementara Raka hanya fokus pada jalanan


"Dua cowok yang nganterin lo ke sekolah tadi pagi siapa!?"Tanya Raka yang kini mulai memecah keheningan Arumi menoleh ke arah Raka sebentar lalu kembali menatap ke depan


"Abang gue!"Jawab Arumi


"Oh..!"


Seketika hening kembali beberapa saat lalu Arumi yang mulai membuka percakapan lagi


"Oh iyya Ka nanti tolong anterin gue pergi ke pasar raya ya!"Ucap Arumi minat tolong pada Raka


"Pasar raya!?"Tanya Raka heran


"Iyya!"


"Mau ngapain lo ke pasar raya!?"


"Gue mau beli pita rambut!"Ucap Arumi singkat


"Emangnya lo beli pita rambut di pasar ya!?"


"Ya baru sekali sih itu juga nggak kalah bagusnya kok sama yang di mall-mall!"


"Oh..!"


"Lo mau kan anterin gue!?"Tanya arumi sambil melihat Raka yang masih fokus berkendara dan Raka menganggukkan kepalanya entah kenapa Arumi merasa ada bagian dari Raka yang lembut seperti sekarang dia mau dengerin kata Arumi.Arumi melihatnya tersenyum tipis sambil menatap ke depan jalan


"Di mana tempat menjual nya!?"Raka bertanya kepada Arumi kini mereka berdua sudah berada di pasar raya mobil Raka pun sudah terparkir mereka berdua berjalan kaki menuju ke tempat penjual pita rambut itu Raka yang dari tadi melihat Arumi celingak-celinguk mencari tempat menjual pita rambut itu


"Katanya udah pernah beli tapi kenapa kayak orang kebingungan gitu!?"


Arumi cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Sebenarnya gue lupa tempat nya di mana!"


Raka membulatkan matanya tak habis pikir dengan cewek yang satu ini Raka menghela napas


"Kalau nggak tahu tempat nya gimana caranya mau beli!?"


"Ya udah kita jalan aja dulu!"


"Nggak usah beli aja deh!"Ucap Raka jengah


"Lah kok gitu sih!"


"La terus lo mau gimana nanti kita putar-putar lagi!"


"Baru aja nyampe masa mau ngeluh gitu aja sih!"


"Dari pada muter-muter nggak jelas mendingan pulang!"


Mendengar perkataan Raka seketika wajah Arumi murung entah mengapa Raka yang melihat Arumi murung ia jadi tidak tega melihat


"Ya udah ntar gue beliin lo pita rambut di mall kalau perlu semua pita rambut di dalam mall itu gue borong semua untuk lo jangan cemberut gitu"Ucap Raka yang ingin menghibur Arumi

__ADS_1


"Nggak mau!"Ucap Arumi


Seketika ada suara laki-laki yang berteriak


"Aksesoris... Aksesoris nya ayo ayo dibeli dibeli..!"


Mendengar suara itu wajah murung Arumi kini kembali ceria


"Ka itu suara mamang yang jual aksesoris yang pernah gue beli ayok kita sana!"Pinta Arumi


"Aduh Arumi gue udah capek!"


Arumi mengerucutkan bibirnya sedikit melihat Raka kesal tapi Arumi punya ide cemerlang dan pasti akan berhasil Arumi


"Raka.. Arumi memegang lengan Raka yang penuh manja terlihat jelas juga dari wajah nya"


Raka yang merasakan kemanjaan Arumi itu seketika meleleh seperti dia sedang terhipnotis oleh cewek yang satu ini Raka melihat lekat wajah Arumi dan langsung menganggukkan kepala Arumi yang melihatnya tersenyum puas dan langsung menarik lengan Raka


"Yes berhasil!"Gumam Arumi di dalam hatinya


"Wah cantik-cantik banget pita rambutnya!"


Arumi melepaskan lengan Raka dan mulai mencari-cari pita rambut yang diinginkannya sampai segitunya kepada Raka


Raka yang melihat Arumi yang begitu bahagia melihat barang yang iyya inginkan tanpa sengaja senyuman pun terukir di wajah pria yang terkenal tempramental itu apakah pria itu hatinya sudah luluh kepada gadis yang bernama Arumi


"Aduh susah banget sih di ambil nya mag kalau jual barang bisa nggak sih nggak usah di kasih tinggi-tinggi gini susah di ambilnya tau!"


Raka yang melihat Arumi susah ngambil pita rambut yang ia inginkan itu hanya tersenyum melihat tingkah Arumi sampai loncat-loncat penjual nya pun tidak tega melihat Arumi yang hampir putus asa itu tetapi penjual itu baru ingin berjalan tapi Raka sudah lebih dulu membantu Arumi untuk mengambil pita rambut itu


"Mau yang mana!?"Tanya Raka


"Yang itu!"Ucap Arumi sambil menunjuk-nunjuk pita rambut


"Yang ini!"


"Iyya!"


"Nih!"Raka menyodorkan pita rambut itu ke Arumi dan langsung di terima oleh Arumi Raka mengusap pucuk kepala Arumi


"Makanya banyak makan sayur sama daging supaya cepat tinggi!"Ucap Raka sambil


tersenyum meledek seketika itu pula mendapatkan pukulan maut dari Arumi tepat di dada nya itu ia tersenyum penjual aksesoris itu yang juga melihat Raka dan Arumi kini ikut tertawa melihat kedua remaja yang ada di hadapannya itu


"Ini harganya berapa mag!?"Tanya Raka sambil mengambil dompet yang ada di saku celana nya itu Arumi yang melihatnya langsung bertanya kepada Raka


"Lo mau ngapain!"Ucap Arumi


"Mau bayar lah masa ngambil barang nggak bayar sih!"


"Udah ngak apa-apa itung-itung ini adalah pengganti kan gue tadi udah bilang sama lo kalau gue akan beliin lo pita rambut di mall tapi lo nggak mau ya udah gue ganti kek gini aja!"Ucap Raka jelas


"Terserah lo deh!"


"Berapa mag!?"Raka kembali bertanya karena tadi ucapan nya di selak oleh Arumi


"Murah kok mas sepuluh ribu dapat tiga?"Ucap penjual nya sambil tersenyum


"Sepuluh ribu dapat tiga!?"


Tanya kembali raka kepada penjual nya


"Iyya mas!"


"Murah banget mag"Ucap Raka sambil mengambil uang di dalam dompet nya itu


"Pantesan aja bocah ini tadi wajah nya murung karena tidak melihat penjual pita rambut ternyata ini alasannya!"Raka menoleh melihat Arumi sambil tersenyum sedangkan Arumi hanya cengengesan


"Tapi walaupun murah kualitas juga bagus kok iyya kan mag!?"Tanya Arumi


"Iyya betul neng!"


"Tuh kan!"


Raka hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan


"Lo baru ambil satu ini!?" Tanya raka kembali melihat Arumi


"Lo yang ambil ya soalnya kan gue nggak nyampe plisss.. Arumi menaikkan kedua tangannya meminta tolong dan lagi-lagi Arumi bertingkah seperti anak kecil ia memejamkan mata dan memperlihatkan giginya seperti anak kecil yang meminta di belikan coklat dan lagi-lagi Raka terbuat luluh oleh kelakuan Arumi itu lantas Raka langsung mengambil beberapa pita rambut untuk arumi kira-kira 10 pita Arumi ternganga melihat yang Raka lakukan


"Ini mag bungkus!"Ucap Raka perintah Raka pun langsung di kerjakan oleh penjual nya itu


"Ini mas!"Ucap penjual nya


"Ini!"Ucap Raka sambil memberikan kantong plastik yang berisi pita itu ke Arumi


"Tapi ini banyak banget Ka!"


"Nggak apa-apa supaya lo nggak usah merengek-rengek kayak anak kecil lagi!"Arumi merasa malu dengan tingkah laku nya tadi itu


"Ini mag Raka menyodorkan uang sejumlah limapuluh ribu kembaliannya untuk mamag aja!"Ucap Raka


"Alhamdulillah terima kasih banyak mas mbak!"


"Iyya sama-sama mag!"Arumi dan Raka serentak mengucapkan kalimat itu


"Lain kali kesini lagi ya mbak!"Ucap penjual nya sambil tersenyum

__ADS_1


"Oke mag!"Arumi menaikkan jempolnya dan tersenyum dan langsung mengejar Raka yang sudah duluan berjalan


***


Sesampainya di rumah Arumi.Arumi yang ingin turun di tahan oleh Raka Arumi menoleh


"Ada apa ka!?"Tanya Arumi


"Gue besok jemput lo ke sekolah!"


Deg..Deg.. Seketika jantung Arumi ingin copot mendengar perkataan Raka yang ingin menjemputnya ke sekolah bagaimana jantung nya tidak mau copot bagaimana cara memberitahu kepada orang tua nya dan kedua abang nya itu sudah pasti Arumi tidak akan di isikan


"Kok lo bengong sih!"


"A..Itu kayak nya besok gue nggak masuk sekolah deh besok!"Ucap Arumi sambil mencari alasan


"Kenapa!?"Tanya Raka serius


"Kayak nya gue demam deh!"


Seketika laki-laki itu menempelkan telapak tangannya di jidat Arumi


"Mampus kalau sampai gue ketahuan bohong!"Gumam Arumi di dalam hatinya seketika Arumi menyingkirkan tangan Raka dari jidatnya Raka menatap Arumi curiga


"Lo kayak nya nggak demam!"


Arumi menoleh kan kepalanya ke sisi sebelahnya sambil memejamkan matanya dan memberikan kebohongan konyol apa ini kan jadi ketahuan oleh Raka sekarang dia kejebak sendiri dengan kebodohannya Arumi menoleh lagi ke arah Raka yang menatap Arumi sambil menyipitkan matanya curiga


"Gu..Gue demam sebenarnya tau apa lo kalau gue nggak demam emangnya lo dokter,lo suster,lo perawat bukan kan.Udah ah gue turun dulu!"Secepat kilat Arumi turun dari mobil Raka sebelum kebohongan nya itu benar-benar ke bongkar Arumi kembali membalikkan badannya ke arah Raka yang masih melihatnya heran sekaligus curiga


"Oh makasih ya udah beliin gue pita terus nganter gue pulang oh ya gue masuk dulu bye bye!"Arumi langsung melambaikan tangannya ke arah Raka dan langsung berlari Raka yang masih melihatnya heran dan menggelengkan kepalanya dan melajukan mobilnya itu


***


Seraya tiba di depan pintu rumah Arumi di dikagetkan dengan ekspresi wajah Maya yang melihatnya dengan tatapan penuh curiga


"Habis dari mana!"Tanya Maya curiga


"Rumi dari sekolah lah ma!"Ucap Arumi gugup


Maya melihat jam dinding


"Waktu jam pulang kamu sudah satu jam yang lalu loh!"


"Jadi Arumi tu nungguin bang Farel sama bang Rian tadi lumayan lama maka dari itu Arumi pulang nya lambat!"Ucap Arumi seraya memasuki rumah nya


"Tadi Farel nelpon mama katanya kamu udah di jalan pas setengah jam yang lalu"


"Arumi pergi ke pasar dulu beli pita rambut!"


"terus tadi itu siapa!"


Arumi semakin gugup bagaimana ni Arumi celingak-celinguk melihat di sekeliling nya sepi hanya mereka berdua saja yang kini berada di ruang tamu


"Ma papa belum pulang ya!?"Tanya arumi


"Belum!"


"Kalau bang Farel sama bang Rian!?"


"Belum juga!"


Mendengar perkataan maya Arumi menghela napas nya lega


"Ada apa sih Rum!?"Tanya Maya


Arumi mendudukkan mama nya di sofa dirinya juga ikut duduk di samping mama nya itu


"Ma tadi itu temen Arumi!"


"Terus kenapa nggak di suruh masuk!?"Tanya Maya penasaran Arumi hanya bisa menghela napas nya dan memikirkan bagaimana cara nya memberitahukan kepada Maya


"Rum jawab dong kamu bikin mama penasaran aja deh!"Ucap Maya tidak sabar mendengarkan apa yang akan di katakan oleh putrinya itu


"Ma sebenarnya tadi itu memang teman Rumi tapi dia laki-laki ma!"Ucap Arumi sambil menatap wajah mama nya itu


"Mata Maya membulat sempurna apa laki-laki!?"


Arumi memejamkan matanya sambil menggigit bibirnya sedikit dan menganggukkan kepalanya dan membuka matanya seraya menatap mamanya itu


"Mama kenapa senyum!?"Tanya Arumi sambil menyipitkan matanya


"Nggak kok!"Jawab Maya singkat


"Mama nggak marah!?"Tanya Arumi pelan


"Nggak.Buat apa mama marah kamu itu udah dewasa kamu sudah bisa mencari pilihan kamu sendiri mama akan selalu support kamu sayang!"Ucap Maya lembut seketika memeluk tubuh Arumi.Arumi senang dengan apa yang dikatakan oleh Maya Arumi membalas pelukan hangat mama nya itu


"Makasih ma!"Ucap Arumi sambil tersenyum


"Iyya sayang sama-sama tapi bukan berarti mama ngizinin kamu untuk pacaran ya kamu harus fokus pada sekolah kamu dulu!"Ucap Maya mewanti-wanti Arumi


"Iyya ma lagi pula kita cuma temenan kok!"


"Iyya mama percaya sama kamu tapi kamu harus memberitahu mama semuanya kamu tidak boleh merahasiakannya dari mama oke!"


"Oke ma!"...

__ADS_1


__ADS_2