
Arumi baru menyadari bahwa dirinya dan Raka saat ini sedang berada di tengah bunga mawar merah yang bertaburan sehingga menjadi bentuk love
"Arumi!"Ucap Raka sambil memegangi kedua tangan Arumi, Arumi menatap wajah Raka sambil menahan air mata yang akan jatuh di pipinya
Raka dan Arumi saling menatap satu sama lain
"Arumi gue mau memberi tahu lo suatu hal yang selama ini terus ada di pikiran gue tapi gue mau lo jangan potong ucapan gue sebelum gue selesai memberitahu lo!"Ucap Raka Arumi menganggukkan kepalanya cepat
"Arumi!"Ucap Raka sambil menatap tangan Arumi yang ia genggam lalu kembali menatap wajah Arumi
"Arumi dari awal gue liat lo gue langsung berpikiran kalau gue akan jadiin lo mainan gue, gue akan bikin lo supaya nurut semua perintah gue, gue mau jadiin lo pembantu gue di sekolah, gue mau lo menderita tapi seiring berjalannya waktu gue juga nggak tahu apa yang terjadi pada diri gue sendiri, gue merasa bahagia saat gue melihat lo, gue merasa nyaman di saat lo ada di dekat gue lo memberikan gue kenyamanan sehingga di saat lo nggak ada di hadapan gue di saat lo nggak nemuin gue sehari saja gue merasa bahwa diri gue itu tidak lengkap tanpa lo, gue merasa sesuatu dalam diri gue ada yang hilang tanpa lo Arumi, gue juga nggak tahu kapan lo berada di dalam hati gue, gue nggak tahu kapan gue suka sama lo Arumi, gue nggak tahu kapan lo jadi prioritas gue saat ini, ketika lo dekat dengan seorang pria gue langsung cemburu, dan gue nggak mau kalau lo kenapa-kenapa, gue mau lindungin lo Arumi, gue baru menyadari kalau ternyata gue suka sama lo Arumi, gue sayang sama lo sekarang di malam ini di tempat ini gue ngatain perasaan gue sama lo!"Ucap Raka yang kini berlutut di hadapan Arumi sambil terus memegang tangan Arumi
"Arumi apa lo mau jadi pacar gue!"Ucap Raka sambil menatap wajah Arumi yang dari tadi menahan air matanya
"Iyya gue mau! "Ucap Arumi sambil menganggukkan kepalanya cepat lalu tersenyum dan air mata yang ia tahan dari tadi kini sudah tidak bisa ia tahan lagi Arumi membiarkan air matanya jatuh di pipinya Raka yang mendengar perkataan dari Arumi terkejut mendengar nya karena dari penjelasan dirinya tadi mengatakan bahwa ia ingin membuat Arumi menderita tapi Arumi tidak menghiraukan itu
"Lo beneran lo nerima gue! "Ucap Raka yang diangguki oleh Arumi, Raka langsung berdiri kembali
"Jadi sekarang kita jadian!?"Tanya Raka memastikan kembali
"Iyya Raka gue mau jadi pacar lo dan sekarang kita jadian!"Ucap Arumi sedikit berteriak di dekat telinga Raka dan tersenyum manis seketika Raka langsung memeluk tubuh Arumi dengan erat
"Terimakasih, Terimakasih Arumi!"Ucap Raka sambil tersenyum dan terus memeluk erat tubuh Arumi
__ADS_1
"Iyya Raka sama-sama!"Ucap Arumi, Raka melepaskan pelukannya dari Arumi lalu mereka berdua saling menatap satu sama lain dan seketika Raka mengangkat tubuh arumi dengan cara memeluk lutut Arumi lalu berputar
"Huuu akhirnya gue sama Arumi jadian!"Teriak Raka kegirangan Arumi menutup mulutnya dengan satu tangan nya sedangkan tangan yang satunya lagi memegangi pundak Raka dan Arumi terkejut di saat taburan bunga mawar merah terjatuh di atas kepalanya Raka terus berputar sedangkan Arumi merentangkan kedua tangannya dan mendongakkan kepalanya sambil menutup matanya dan tersenyum manis dan pada saat bunga mawar itu telah terjatuh semuanya Raka berhenti berputar dan menatap Arumi sedangkan Arumi langsung memeluk leher Raka dan menatap wajah Raka sekarang mereka berdua saling bertatapan satu sama lain lalu keduanya tersenyum untuk beberapa saat kemudian Raka menurunkan Arumi dan langsung mengambil sesuatu dari saku celananya
"Lo mau ngapain!?"Tanya Arumi Raka mengeluarkan handphone nya lalu memutar musik dan menyimpan nya di meja makan
"Mau menari!"Ucap Raka sambil memberikan telapak tangan nya untuk di genggam Arumi, Arumi menatap Raka dan tersenyum lalu meletakkan tangan nya di telapak tangan Raka lalu Raka menyimpan tangan nya yang satu di pinggang Arumi sedangkan Arumi menaruh tangan yang satunya di bahu Raka lalu keduanya langsung menari mengikuti irama musik dan saling menatap satu sama lain untuk beberapa menit mereka tidak saling berbicara mereka berdua hanya saling menatap satu sama lain dan meresapi musik yang di putar oleh Raka tadi selang beberapa saat kemudian Raka memulai pembicaraan
"Gue mau nanya sesuatu sama lo kenapa lo langsung nerima gue padahal gue udah ungkapin kalau dari awal gue mau liat lo menderita gue pikir lo akan benci sama gue!"
"Lo kan bilang kalau itu dari awal tapi sekarang nggak kan lo sayang sama gue lo nggak mau kalau gue menderita!"Ucap Arumi Raka menatap setiap bagian dari wajah Arumi lekat pada saat musik nya sudah mati Arumi ingin mengambil handphone Raka tetapi pada saat Arumi ingin berbalik badan ia terkejut karena Raka tiba-tiba mencengkram pergelangan tangan nya dan langsung memegang pinggang Arumi dengan kedua tangannya gerakan Raka yang cepat tidak bisa Arumi tahan karena terkejut kedua tangan Arumi berada di bahu Raka, Raka masih melihat wajah Arumi lekat dan langsung mencium jidat Arumi dengan penuh rasa sayang Arumi menutup matanya lalu tanpa sengaja mencengkram bahu Raka dengan erat untuk beberapa menit kemudian Raka melepaskan ciumannya lalu menatap wajah gadisnya itu Raka tertawa kecil di saat ia melihat wajah Arumi memerah dan salah tingkah
"Wajah lo kok merah malu ya!"Ucap Raka sambil tersenyum merayu Arumi, Arumi terkejut dengan ucapan Raka karena memang wajah nya memanas karena malu seketika Arumi langsung memegang kedua pipinya
"Masa!"Ucap Raka menggoda Arumi lagi
"Bener nggak kok!"Ucap Arumi menatap Raka dengan wajah yang tak mau kalah
melihat Raka tersenyum meledeknya Arumi langsung memukul dan Raka
"Ihh raka!"Ucap Arumi kesal
"Kenapa!?"Ucap Raka sambil menahan tawanya
__ADS_1
"Lo ketawa lo ledekin gue ya!"Ucap Arumi
"Nggak kok!"Ucap Raka mengelak
"Ih tuh lo nahan ketawa lo!"Ucap Arumi Raka langsung tertawa terbahak-bahak
"Hahaha aduh Rumi lo tuh lucu banget sih gue nggak bisa nahan tawa gue hahaha...!"Ucap Raka sambil memegangi perutnya yang terasa sakit karena tertawa
"Iiihhh raka...!"Ucap Arumi dan langsung memukul dan Raka tak henti
"Aduh...Aduh Arumi sakit!"
"Biarin siapa suruh ngeledek!"Ucap Arumi kesal
Raka tidak bisa menahan Raka langsung terduduk bersamaan dengan Arumi
"Iiihh Raka kalau mau jatuh tuh jangan ngajak-ngajak!"Ucap Arumi
"Kenapa nggak boleh ya!"Ucap Raka
"Iyya lah!"
"Loh kenapa nggak boleh lo kan pacar gue jadi kalau gue jatuh lo harus jatuh juga dong!"Ucap Raka seenaknya
__ADS_1
"Ih Raka lo tuh nyebelin banget sih!"Ucap Arumi sambil mengerucutkan sedikit bibirnya...