
"Selamat pagi!"Ucap Arumi sambil mengambil buah yang ada di hadapannya
"Pagi sayang!"Ucap Maya
"Papa mana ma!?"
"Papa baru aja berangkat kerja di antara sama bag Sapri soalnya mobil papa ada di bengkel jadi nanti kamu berangkat ke sekolah bareng abang kamu ya!"Ucap Maya jelas
"Oke ma!"
"Dek kemarin teman kamu banyak banget yang datang ke sini!"Ucap Farel
"Iyya dong bang kan aku punya banyak teman!"
"Iyya...Iyya dek kita berdua udah ngaku kalau lo emang punya banyak teman!"Ucap Rian sambil lahap makan roti
"Oh ya bang berangkat yuk!"Ucap Arumi seraya bangkit dari tempat duduk nya
"Ya udah yuk ma kita berangkat dulu ya!"Ucap Farel yang kini telah menyalami tangan Maya dan diikuti oleh Arumi dan Rian
"Iyya sayang hati-hati ya kalian ingat jangan ngebut-ngebut!"Pinta Maya yang langsung di angguki Farel
"Iyya ma!"
"Oh mama tenang aja kalau bang Arel ngebut ada Rumi yang bakal mukul bang Arel!"Ucap Rian sambil tersenyum sok dan menaikkan kedua alisnya kepada mama nya.Maya tertawa geli melihat tingkah Rian
"Eh siapa bilang gue yang mau nyetir!"Ucap Farel sambil mendorong kepala Rian pelan
"Lah siapa dong yang nyetir!?"
"Ya lo lah!"Ucap Farel sambil melemparkan kunci mobil itu ke Rian dan langsung mendarat di tangan Rian.Rian menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil menyengir konyol Arumi dan Maya hanya tertawa
"Ya udah ma kita berangkat ya!"
"Assalamualaikum!"
"Waalaikum salam!"
***
Setelah Arumi turun dari mobil dan melihat ke dua abang nya itu pergi lantas Arumi pun langsung masuk ke gerbang sekolah tetapi seketika langkahnya terhenti saat melihat ada seseorang laki-laki yang menyandarkan tubuhnya di gerbang sekolah dari tadi sedang melihat nya entah sejak kapan dia berada di sana atau mungkin dari tadi dia memang sudah menunggu kedatangan Arumi
"Kenapa pagi gue di sekolah harus liat dia dulu sih!"Gerutu Arumi
"Ngapain lo di situ? Nggak mau masuk!?"
Lantas Arumi berjalan tanpa menghiraukan laki-laki itu anggap aja itu cuma patung Arumi berjalan dan pada saat Arumi melewati Raka seketika pergelangan tangan Arumi di tarik oleh Raka kembali ke tempat berdirin Raka.Arumi menoleh ke samping dengan tatapan tak suka
"Ngapain sih lo!"Ucap Arumi ketus
"Lo lupa kemarin gue bilang apa!?"
"Gue ingat kok kan lagi pula itu pas jam istirahat!"
"Emangnya cuman itu apa yang gue nyuruh lo!"
"Maksudnya!?"
"Kan gue kemarin bilang lo harus nurut sama gue ya ini juga salah satunya ayo masuk.Dan Raka langsung melepaskan tas nya yang iyya gandeng di sebelah pundak nya tuh bawain tas gue!"
"Ha... Lo kira gue itu pembantu lo apa harus bawain tas lo segala!"Teriak Arumi tak suka dengan Raka
"Iyya!"Raka menjawabnya enteng lantas pergi meninggalkan Arumi
"Iss...Rese banget sih tu cowok!"Gerutu Arumi sambil menghentakkan kakinya beberapa kali kemudian Raka muncul kembali dan menghela napas nya kasar lantas langsung menggandeng tangan Arumi masuk
"Iss apa-apaan sih pegang-pegang tangan segala gue tuh bisa jalan!"
"Ya udah cepat!"lantas Arumi dan Raka pun berjalan beriringan menuju ke kelas masing-masing
__ADS_1
Di sepanjang jalan mereka berdua di soraki dan menjadi sorotan mata semua murid karena pasalnya mereka tak pernah melihat Raka berjalan dengan siswi dan pada pagi hari ini mereka melihat Raka dan Arumi berjalan bersama dan yang pasti mereka berdua bukan cuma di lihat melainkan juga jadi topik pembicaraan
"Sok cantik banget sih tu cewek!"
"Berani-beraninya tu cewek deketin Raka!"
Omongan-omongan pedas yang keluar dari mulut beberapa siswi itu membuat Arumi merasa canggung dan menghentikan langkahnya dan membiarkan Raka berjalan duluan Raka yang terlalu sibuk dengan langkah kakinya menoleh ke samping dan tidak mendapati Arumi di samping nya lantas Raka menghentikan jalannya dan menoleh ke belakang melihat Arumi dengan ekspresi yang tidak enak karena banyak murid yang membicarakan dirinya dan Arumi lantas Raka kembali mendekati Arumi
"Ada apa? Kenapa lo berhenti!?"Tanya Raka sambil menatap wajah Arumi
"Ha nggak kok nggak apa-apa lo jalan duluan aja nanti gue nyusul lo!"Raka menghela napas panjang lalu melihat ke arah murid yang membicarakan dirinya dan Arumi
"Heh lo semua ngapain ngomongin gue udah nggak ada topik pembicaraan ha kalau nggak ada gue kasih topik pembicaraan bahwa siap-siap aja kalian semua berurusan sama gue!"Ucap Raka mengancam dengan wajah yang menyeramkan lantas semua murid langsung pergi dari sana karena takut melihat wajah Raka.Arumi yang melihat Raka dengan ekspresi wajah yang sulit untuk di artikan di otak Arumi berpikir bahwa apakah dengan cara itu Raka melindungi nya atau Raka berbuat seperti itu karena namanya juga tercantum dalam pembicaraan mereka dan kenapa Raka cepat sekali mengubah-ubah ekspresi wajah nya itu seketika Raka tersenyum melihat Arumi yang kini sedang menatapnya tanpa henti dan tanpa berkedip sekali pun
"Jangan lama-lama ngeliatin gue nanti lo jadi naksir!" Ucap Raka seraya terkekeh Arumi yang sadar akan hal itu langsung memalingkan wajahnya
"Apaan sih lo!"
"Udah omongan mereka tadi itu nggak usah di dengerin anggap aja itu angin lewat!"Ucap Raka menghibur Arumi.Lantas Arumi mengangguk-anggukkan kepalanya
"Lo tenang aja nggak akan ada yang gangguin lo kecuali gue kalau ada yang gangguin lo maka orang itu harus berurusan dulu sama gue!"Pinta Raka lembut entah mengapa Arumi merasa kalau omongan Raka kali ini tulus
"Tuh kan ngeliatin gue lagi ayo!"
"Iyya...Iyya bawel!"
Lantas ke dua nya pun berjalan beriringan lagi menuju ke kelas masing-masing karena kelas Raka di Xl-IPA lll lantas Raka mengantar Arumi ke kelas nya terlebih dahulu
"Loh kok lo ngikutin gue sih kelas lo kan udah lewat nggak nyadar lo ya!"
"Gue sadar kok cuma gue mau anterin lo sampai di depan kelas lo!"
"Nggak usah ngapain sih pakai acara nganterin segala gue bukan anak kecil kali!"
"Terus kalau bukan anak kecil apa ha!?"Tanya Raka
"Ih...!"Arumi tidak terima di kata i kecil lantas Arumi langsung memukul pundak Raka.
"Gue itu nggak pendek-pendek amat kok masih banyak yang lebih pendek dari gue!"Ucap Arumi mengelak
Raka melihat Arumi yang memajukan sedikit bibir nya ke depan dan sekaligus gemas melihat perempuan yang ada di hadapannya itu
"Rumi!"Arumi mendengar namanya di panggil seketika menoleh dan mendapati Sindhy yang berjalan menuju ke arah nya.Raka yang melihat Sindhy pun berpamitan pergi
"Karena temen lo udah datang gue ke kelas dulu ingat nanti!"
"Arumi berdecak pelan.Iyya!"
"Eh Rum kayaknya Raka ada perubahan deh sejak deket sama lo!"
"Apaan baru juga deket siapa tau itu adalah rencana busuk nya!"Ucap Arumi tak terima dengan perkataan Sindhy
"Sindhy menangkap satu omongan Arumi.Baru deket!?"Tanya Sindhy menoleh ke arah Arumi sambil tersenyum
"Iyya!"jawab Arumi datar
"Hmm...Berarti mau deket terlalu lama nih!"Ucap Sindhy dengan menyenggol lengan Arumi pelan sambil menggodanya
"Apaan sih Sin.Ya udah yuk masuk kelas!"
"Cie...Cie ada yang salting ni ye!"Ucap Sindhy tersenyum dan mereka sudah sampai di bangku masing-masing Anita, Iren,dan Rosa yang saling berbicara sambil menantikan kedatangan kedua sahabatnya itu menoleh ke arah Sindhy
"Salting? Siapa yang salting sin!?"Tanya Anita
"Itu tuh sahabat kita yang satu itu salting sama raka!"Mendengar perkataan Sindhy seketika Anita, Rosa, dan Iren serempak berbicara
"Apaaa..!"Mereka terkejut luar biasa
"Apaan sih nggak lah itu mah omongan Sindhy aja mana mungkin gue bisa salting sama tu cowok rese!"
__ADS_1
***
Bel istirahat berbunyi
"Guys yuk ke kantin!"
"Yuk laper gue!"
"Guys gue nggak ikut sama kalian yah soalnya lo tau kan!"Arumi tidak melanjutkan ceritanya untuk sahabat-sahabatnya itu peka
"Iyya Rum nggak apa-apa kok udah lu sana ntar lo telat datang Raka nanti ngomel-ngomel lagi sama lo!"Arumi mengangguk paham
"Ya udah dah!"
"Dah Rumi!"
***
"Bro lo yakin tuh cewek bakal dateng!"Tanya Dion
"Iyya lah!"Ucap Raka sambil celingak-celinguk mencari Arumi
"Kayak nya lo tuh suka deh bro sama tuh cewek!"Ucap Dimas Raka terdiam sejenak dia pun tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya sendiri
"Sorry ya gue telat!"Ucap Arumi sambil ngos-ngosan
"Dari mana aja sih lu lama banget!"Ucap Raka dingin
"Gue abis dari toilet!"
"Ke toilet apa ke luar negeri sih lama banget gue udah laper nih!"
"Kalau gue dari luar negeri gue pasti udah bawain kalian oleh-oleh!"
"Betul tuh!"Ucap Dion yang lantas memasuki percakapan mereka seketika Dion mendapatkan toyoran maut dari Raka
"Mampus lu makanya kalau ada orang yang ngomong itu nggak usah ikut campur napa!"Ucap Dimas seraya tertawa jahat
"Duh kalian tuh mau ke kantin atau mau ngobrol di sini terus sampai jam istirahat habis!?"Tanya Arumi mulai murka
"Ya ke kantin lah!"ucap Raka
"Ya udah ayok!"
"Sana lo pesenin gue makanan!"Ucap Raka ke Arumi seraya duduk di bangku kantin
"Ha maksud lo gue harus mesenin makanan buat lo gitu!?"
"Iyya!"jawab Raka enteng
"Ogah ah!"Arumi menolak dan duduk di bangku tepat di depan Raka
"gue tanya sama lo yang udah bikin gue nunggu lama siapa!?"Ello kan ya udah sana ini adalah hukuman buat lo
"Iyya..Iyya fine!"Gerutu Arumi sambil menghentakkan kakinya sebelum berjalan memesan makanan
"Mau makan apa!"Ucap nya sambil memanas
"Bakso sama es teh!"
"Gue juga, Gue juga!"
"Heh ngapain lo nyuruh Arumi yang boleh nyuruh Rumi itu cuman gue"Ucap Raka sambil menatap ke dua sahabat nya itu datar
"Kan bisa sekalian Ka!"Ucap Dion
Raka masih menatap wajah nya datar dan di tambah wajah menyeramkan sehingga Dion dan Dimas tidak bisa berbuat apa-apa
"Oke.. Oke!"Lantas Dion beranjak bangun dari tempat duduk nya dan memesan makanan untuk dirinya dan Dimas...
__ADS_1