Love During School

Love During School
14.kecupan pertama


__ADS_3

"Rumi lo udah ketemu sama Raka gak soalnya tadi dia nyariin lo tu!"Ucap Rosa sambil tersenyum sambil menaikkan alisnya untuk menggoda Arumi


Arumi telah tiba di kelas dan duduk di bangku nya sambil ngos-ngosan Anita melihat Arumi dengan kening yang mengerut


"Lo kenapa rumi!?"Tanya Anita


"Nggak apa-apa kok!"Ucap Arumi sambil mengatur nafas nya


"Lo abis lari ya!?"Tanya Iren sambil menunjuk wajah Arumi


"Iyya!"


"Lo kenapa lari-larian gitu? Lo sama Raka main kejar-kejaran ya!"Ucap Rosa sambil tertawa terbahak-bahak yang lainnya pun ikut tertawa


"Apaan sih ya nggak lah!"Ucap Arumi mengelak


"Terus kenapa lo lari!"Tanya Anita


"Gue kira bel masuk udah bunyi makanya gue cepat-cepat masuk kelas!"Jawab Arumi berbohong


"Terus Raka gimana!?"Tanya Sindhy


"Gue tinggalin!"Ucap Arumi datar seketika teman-teman Arumi serempak terkejut


"Apaa!"Teriak teman-teman Arumi bersamaan sambil saling melemparkan pandangan mereka satu sama lain


Arumi menutup telinga nya sambil memejamkan matanya pasalnya teman-temannya itu berteriak nyaring di depan wajah Arumi murid yang sekelas dengan mereka pun semuanya menoleh ke arah mereka dengan ekspresi bertanya-tanya


"Kalian kenapa!?"Ucap ketua kelas di kelas nya itu


"Oh... Nggak apa-apa kok!"Jawab Arumi sambil cengengesan yang di ikuti oleh teman-temannya


"Kalian tuh berisik banget sih hampir aja ketahuan!"Ucap Arumi dengan nada pelan takut jika ada murid yang lain mendengar pembicaraan mereka


"Iyya sorry Rumi kita tuh terkejut aja dengerin kata-kata lo yang kayak gitu!"Ucap Anita


"Rumi gue nggak ngebayangin ekspresi wajah Raka saat lihat lo lari ninggalin dia!"Ucap Sindhy sambil terkekeh dan menggelengkan kepalanya Arumi hanya cengengesan sambil menggaruk kepalanya


***


Setelah bel pulang sekolah berbunyi para murid langsung mengemasi barang-barang nya dan pulang


"Eh guys ntar sore kita pergi ke mall yuk beli baju cuple untuk di pakai di pertandingan basket nanti!"Ucap Anita seraya memasukkan alat tulis nya itu di tas nya


"Boleh!"Ucap Arumi sambil berdiri dari tempat duduknya


"Oke ketemuan di mana!?"Ucap Sindhy


"Kalian nanti ke rumah gue aja sambil jemput gue gimana!?"Tanya Arumi yang di angguki oleh teman-temannya


"Boleh!"Ucap Anita


Mereka semua sudah berdiri dan melangkahkan kakinya keluar Arumi terkejut lagi melihat Raka yang sedang bersandar di tembok di depan pintu kelas Arumi sambil memasukkan tangannya ke kantong celana nya


"kenapa dia ke sini lagi sih nggak bosen apa!?"Gumam Arumi dalam hatinya


"Eh...Cewek-cewek mau pulang bareng kita nggak!"Ucap Dion


"Nggak ngapain pulang bareng lo!"Ucap Anita


"Yeh banyak cewek yang ngantri di depan untuk pulang sama kita bertiga tau nggak lo!"Ucap Dion dengan nada meninggi


"Ya udah sana pulang bareng cewek yang lain aja kalau kita mah ogah...!"Ucap Anita


Anita dan Dion sedang beradu mulut teman-temannya hanya melihat mereka berdua termasuk Arumi yang menatap lekat mereka berdua Dimas juga melihat Anita dan Dion beradu mulut tapi tidak dengan Raka.Raka hanya melihat Arumi sambil tersenyum dan masih dengan posisi nya itu yaitu bersandar di tembok tanpa Arumi sadar jarak antara dirinya dengan Raka begitu dekat


beberapa menit kemudian Arumi menoleh ke samping dan mendapati Raka yang sedang melihat nya sambil tersenyum seketika Arumi mengalihkan pandangannya ke arah Anita dan Dion sesekali melirik Raka.Arumi masih sedikit trauma dengan apa yang terjadi di perpustakaan seketika Arumi melangkahkan kakinya ke samping dan bertukar tempat dengan Iren Raka yang melihat Arumi mengubah posisi nya dia langsung berdiri tegak dan melihat Arumi yang kelihatan menghindarinya lalu Raka terpikir oleh sesuatu


"Apa jangan-jangan Arumi takut dengan kejadian yang di perpustakaan tadi!"Gumam Raka.Lalu Raka tersenyum melihat lantai dan langsung melihat wajah Arumi


"Kalian tuh apa-apaan sih!"Ucap Raka sambil menatap wajah mereka berdua dengan ekspresi wajah yang tak suka

__ADS_1


"Ini nih tanya sama temen lo ini!"Ucap Anita jengkel sambil menunjuk Dion dengan dagunya


"Ehh lo ya!"Ucap Dion sambil menunjuk Anita


"Udah yang salah di sini tuh lo Yon!"Ucap Raka


"Loh kok gitu ka!?"Tanya Dion heran kenapa Raka tidak membelanya


"Iyya karena gue tadi baca artikel kalau laki-laki itu selalu salah kalau bertengkar dengan seorang perempuan!"Ucap Raka dengan ekspresi yang ia sendiri tidak tahu apa maksud ucapan nya itu seketika mereka yang mendengar perkataan Raka dan melihat Raka tidak percaya dengan apa yang laki-laki batu itu katakan seketika mereka semua terdiam sejenak dan Arumi yang mendengarnya pun langsung menahan tawanya yang ingin menggelegar itu dan semuanya pun tertawa mendengar perkataan Raka


"Kenapa kok ketawa!"Tanya Raka datar


"Nggak kita cuma kaget aja lo seketika membela seorang perempuan dan lo nyalain laki-laki padahal lo juga laki-laki!"Ucap Sindhy


"Udah di belain malah menertawai aneh lo semua!"


"Kok nyalahin lagi sih!"Ucap Arumi yang kini telah angkat suara.Raka hanya terdiam sejenak


"Ya udah ayok pulang!"Ucap Raka tapi tak seperti biasanya Raka yang berjalan duluan kali ini ia ingin berjalan di belakang bersama Arumi supaya ia bisa berbicara berduaan dengan gadis itu


"Ayok kenapa masih diem!"Tanya Raka sebenarnya mereka semua menunggu Raka berjalan duluan mereka yang tersadar bahwa Raka ingin berjalan berduaan dengan Arumi lantas melangkahkan kakinya Arumi yang ikut melangkahkan kakinya tiba-tiba di tahan oleh Raka


"Kita berjalan di belakang mereka aja berduaan!"Ucap Raka yang di angguki pelan oleh Arumi.Arumi tidak ingin membantah perkataan Raka sekarang ini karena ia takut Raka akan bertindak seperti tadi


Sepanjang perjalanan mereka berdua hanya tak berbicara yang ada hanyalah langkah sepatu dan omongan murid lain yang keras


"Lo kenapa!"Tanya Raka kini ia yang memulai pembicaraan


"Nggak apa-apa!"Ucap Arumi singkat


"Gue mau minta maaf soal yang tadi di perpustakaan!"Ucap Raka sambil menatap wajah Arumi seketika langkah Arumi terhenti Raka juga ikut memberhentikan langkahnya dan menatap Arumi.Arumi menyadari bahwa Raka meminta maaf kepada nya dengan tulus Arumi tersenyum dan mengangguk pelan Raka tersenyum melihat Arumi telah memaafkan diri nya


"Jadi di maafin atau nggak nih!"Ucap Raka menggoda Arumi


"Masih perlu di ucapin!?"


"Iyya lah mengangguk doang mana gue paham!"sebenarnya Raka sudah paham cuma ia ingin mempermainkan Arumi.Arumi melihat Raka sambil tersenyum tipis


"Nah gitu dong baru paham!"Ucap Raka tersenyum pada Arumi


"Hmm tapi kalau mau lo coba gue siap kok!"Ucap Raka sambil membungkukkan sedikit badannya untuk membisik Arumi.Arumi terkejut dan menoleh ke arah Raka


"Maksudnya!?"


"Yang tadi di perpustakaan itu kalau mau di lanjutin gue siap kok!"Ucap Raka tersenyum miring lantas Arumi langsung memukul dadanya cuma satu kali pukulan tapi pukulan nya keras sampai Raka sedikit meringis kesakitan


"Aww... Rumi dada gue sakit!"Seketika Raka langsung memegang pundak Arumi untuk di tahan nya


Arumi kaget melihat Raka kesakitan tak berdaya


"Ka lo kenapa? Lo baik-baik saja kan!?"Ucap Arumi yang panik melihat Raka yang melemah


"Aduh sakit Rum!"Ucap Raka


Raka yang terdengar sangat kesakitan lantas Arumi tanpa berfikir panjang lebar langsung menyentuh dada Raka dan mendekatkan kepalanya ke dada Raka ia mendengar detak jantung Raka yang menggila


tapi Arumi tak menghiraukan nya yang ia pikirkan saat ini adalah Raka cepat sembuh


Raka yang melihat Arumi perhatian kepada nya dan Arumi takut jika ia kenapa-kenapa lantas senyum yang terukir di wajah Raka semakin mengembang


seketika Raka langsung melayangkan satu kecupan di pucuk kepala Arumi.Arumi yang merasakan kecupan raka itu ia langsung mematung dan menjauhkan kepalanya ia menatap Raka yang tersenyum manis kepada nya


"Ihh Lo bohong ya!?"Tanya Arumi mulai jengkel sambil memukul lengan Raka.Raka tersenyum


"Ternyata lo perhatian juga ya sama kue!"Ucap Raka santai sambil menaroh tangan nya ke belakang untuk menahan badan nya.Sedangkan Arumi memegang lutut Raka


"Udah ah!"Ucap Arumi seraya berdiri tegak dan Raka juga berdiri tapi senyuman nya itu belum menghilang dari bibirnya itu Arumi melihat Raka jengkel sambil mengerucutkan bibirnya sedikit


"Lo tuh gemesin banget sih!"Ucap Raka sambil mencubit pipi Arumi pelan lantas Arumi jadi tersipu malu dan wajah mulai memerah ia menggigit bibirnya dalam seraya menahan tawanya Raka yang melihat wajah Arumi memerah membuatnya terkekeh


"Kok lo ketawa sih!"Ucap Arumi

__ADS_1


"Nggak apa-apa!"Ucap Raka sambil menahan tawanya itu


"Wajah lo kok memerah sih!"Ucap Raka


Arumi langsung terkejut dan langsung memegang wajah itu


"Lo malu ya!?"Tanya Raka sambil memainkan alisnya untuk menggoda Arumi.Arumi langsung tersipu malu lagi


"Udah ah!"Ucap Arumi sambil berlari dan tersenyum malu.Raka tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan berlari mengikuti Arumi


***


"Eh...Kalian berdua tuh abis dari KUA nya untuk nikah lama banget!"Ucap Dion yang ngawur


"Apaan sih!"Ucap Arumi jengkel


"Eh lo kenapa nya kayak gitu ha!?"Ucap Raka dengan wajah datar


"Hehe gue cuma becanda!"Ucap Dion cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Hay kalian berdua abis lari-larian lagi ya suka banget lari-larian!"Ucap Rosa sambil terkekeh


"Ish apaan sih sa!"Ucap Arumi


"Lo ceritain tadi ke teman-teman lo ya!"Ucap Raka membisik Arumi


"Suhhtt diem aja deh!"Arumi memajukan sedikit bibir nya sambil meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya itu


"udah ah guys kalian pulang gih!"Ucap Arumi


"Terus lo pulang sama siapa!"Ucap Raka sambil menatap Arumi


"Gue di jemput sama abang gue!"Jawab Arumi


"Sekarang lo juga masuk gih ke mobil lo jangan sampai abang gue liat kita berdua!"Ucap Arumi kembali


"Ya udah gue masuk ke mobil tapi gue akan pulang setelah lo pulang juga oke!"Ucap Raka arumi hanya mengangguk paham


Selang beberapa menit kemudian mobil Arumi sudah tiba


"Dek lo udah nunggu lama ya!"Ucap Rian yang turun dari mobil dan mendekati Arumi


"Iyya lah dari tadi gue nungguin sampai betis gue rasanya mengeras!"Ucap Arumi sambil memajukan sedikit bibir nya Raka melihat Arumi dari dalam mobilnya tersenyum ternyata gadis itu bukan cuma bersikap kekanak-kanakan pada saat di depan nya melainkan di depan kakak nya juga


"Arumi memang mempunyai sifat kekanak-kanakan seperti itu ya sungguh gadis menarik"Gumam Raka di dalam hatinya


"Uuhhh kasihan adek abang!"Ucap Rian sambil mengelus rambut Arumi sambil terkekeh


"Ihh bang Rian!"Teriak Arumi Farel kini turun dari mobil dan memegang sesuatu di belakang punggung nya Arumi mengerutkan keningnya heran


"Itu apa bang!?"Tanya Arumi sambil mengintip dari samping


"Hmmm jadi adek abang marah ni!"Ucap Farel menggoda Arumi


"Iyya!"


"Hmm... Tapi kalau di bujuknya pakai ini di maafin gak ya Yan!"Ucap Farel sambil menunjukkan benda yang berada di belakang punggung nya itu lantas Arumi seketika tersenyum manis


"Ice cream!"Ucap Arumi senang


"Sini Rumi mau makan ice cream nya!"Ucap Arumi


"Tapi di maafin gak!"Ucap Farel yang diangguki cepat oleh Arumi dan seketika ice cream itu berada di genggaman Arumi.Arumi langsung memakannya sambil menggelengkan kepala nya bahagia Rian, Farel, serta Raka yang melihat Arumi mereka tersenyum karena tingkah Arumi itu memang kekanak-kanakan.Farel mengelus kepala adiknya dengan lembut dan bergantian dengan Rian


"Makasih yah abang-abang Rumi memang yang paling the best deh!"Ucap Arumi sambil menaikkan jempolnya ke arah kedua kakaknya itu


"Iyya dong dek lo harus bangga punya dua abang yang ganteng,baik hati, dan nggak pelit!"Ucap Rian sambil menaikkan rambutnya sombong dan menaikkan alisnya


"Iyya deh bang!"


"Ya udah kita pulang sekarang ya!"Ucap Farel mereka bertiga sudah memasuki mobilnya dan seketika mobil itu keluar meninggalkan sekolah

__ADS_1


Raka yang sudah melihat Arumi pulang lantas ia juga menancapkan gas dan melaju meninggalkan pekarangan sekolah...


__ADS_2