Love During School

Love During School
29.mendapat nasehat


__ADS_3

Bel pulang sekolah sudah berbunyi Arumi dan Raka kini sudah berada di dalam mobil Raka


"Pakai sabuk pengaman nya!"Ucap Raka langsung memakai sabuk pengaman dan mobil Raka langsung pergi meninggalkan area sekolah


"Lo nanti jangan telat ya!"Ucap Raka


"Iyya!"Ucap Arumi pendek sambil membaca novel


"Gue nanti jemput lo!"


"Iyya!"Ucap Arumi yang masih setia membaca novel Raka menarik napas nya panjang lalu fokus menyetir mobil


Setelah beberapa menit kemudian mobil Raka kini sudah tiba di pekarangan rumah Arumi mereka berdua tadi tidak berbicara terlalu banyak karena Arumi sedang fokus membaca novel dan Raka fokus menyetir mobil Raka juga tidak mau mengganggu Arumi membaca novel


"Ya udah gue masuk dulu ya!"Ucap Arumi yang telah turun dari mobil Raka


"Iyya ingat nanti!"Ucap Raka


"Iyya!"


"Jangan telat oke!"


"Oke!"


"Ya udah masuk sana!"


"Oke babay!"


"Bay!"


Setelah mengucapkan kata terakhir nya Raka langsung pergi meninggalkan rumah Arumi Arumi melihat kepergian Raka dan setelah mobil Raka tidak terlihat lagi ia langsung masuk ke dalam rumah nya


***


Di sore hari Arumi duduk di sofa ruang keluarga sambil membaca buku


"Sayang kamu lagi ngapain!"Ucap Maya sambil duduk di samping Arumi


"Baca buku Ma!"Ucap Arumi


"Oh ya ma bang Farel sama bang Rian belum pulang ya!?"Tanya Arumi

__ADS_1


"Belum sayang!"Ucap Maya Arumi menganggukkan kepalanya paham


"Oh ya ma nanti malam Rumi mau ke rumah saudara nya Raka boleh nggak!?"Ucap Arumi sedikit takut


"Rumah saudara Raka!?"Ulang Maya sambil mengernyitkan keningnya


"Iyya Ma!"Ucap Arumi sedikit takut


"Untuk apa!?"Tanya Maya


"Untuk acara pertunangan sepupu nya boleh nggak Arumi pergi!?"Ucap Arumi,Maya terdiam sejenak


"Ya udah sayang nggak apa-apa kok kamu pergi aja tapi kamu harus hati-hati ya!"Ucap Maya, Arumi langsung tersenyum dan memeluk tubuh mama nya itu


"Makasih ya Ma!"Ucap Arumi sambil tersenyum manis


"Iyya sayang sama-sama!"Ucap Maya


"Eh tunggu kamu pergi jam berapa!?"Tanya Maya


"Em..Jam tujuh!"


"Emangnya kenapa!?"Tanya Arumi bingung


"Ya ampun sayang kamu tuh harus berdandan dong!"


"Emangnya perlu ya Ma!?"


"Iyya dong sayang apalagi ini kan kamu mau ke rumah saudara nya Raka otomatis keluarga besar Raka ada di sana ya kali kamu ke sana dengan penampilan biasa aja!"Ucap Maya jelas


"Iyya juga ya Ma!"


"Ya udah sekarang kita ke kamar kamu,kamu mandi terus Mama bantuin kamu dandan ayo cepat!"Ucap Maya sambil menarik tangan Arumi untuk berdiri dari sofa dan langsung mengarahkan anak nya itu untuk ke kamar


***


Di sore hari Raka duduk di sofa kamar nya dia termenung dan memikirkan sesuatu yang terus ada di otak nya seketika pikiran Raka pun terhenti ketika mendengar suara seorang wanita yang tengah memanggilnya


"Raka!"Ucap seorang wanita cantik paruh baya dia adalah melinda Mama Raka, Raka menoleh dan mendapati Melinda di ambang pintu kamar nya


"Iyya Ma!"Ucap Raka

__ADS_1


"Mama boleh masuk nggak!?"Tanya Melinda


"Boleh kok Ma masuk aja!"Ucap Raka mempersilahkan Mama nya untuk masuk ke kamar nya Maya langsung masuk dan duduk di samping Raka


"Kamu kenapa sayang mama perhatiin kamu kok kayak banyak pikiran gitu sih!?"Tanya Melinda lembut


"Nggak apa-apa kok Ma!"Ucap Raka Melinda tersenyum manis melihat putranya itu


"Sayang kalau kamu mau cerita sama Mama dan minta pendapat dari Mama kamu jangan sungkan ya anggap aja Mama adalah teman kamu!"Ucap Melinda lembut


"Kok mama tahu sih!?"


"Mama tidak perlu di kasih tahu kalau kamu itu lagi kenapa-kenapa mama udah nebak dari raut wajah kamu kalau kamu memang ada masalah dan berbagai sama Mama, Mama akan senang karena putra tercinta Mama mau memberitahu masalah nya kepada Mama!"Ucap Melinda sambil menatap wajah Raka, Raka juga menatap wajah mama nya itu


"Sebenarnya Raka tidak tahu Ma harus apa Raka punya teman perempuan dan dia itu yang udah bikin Raka jadi lebih baik di sekolah dan Raka juga senang jika dia berada di dekat Raka entah kenapa jika Raka tidak melihatnya Raka rasa ada yang hilang dari diri Raka Ma!"Ucap Raka sambil menatap wajah Mama nya


"Kamu suka sama perempuan itu!?"Tanya Melinda dan Raka langsung menganggukkan kepalanya pelan Melinda tersenyum kecil


"Raka juga tidak tahu ma sejak kapan Raka ada perasaan sama perempuan itu tapi yang pasti pas Raka tidak melihatnya Raka sepertinya kehilangan sesuatu dari diri Raka Ma dan Raka baru menyadari kalau Raka suka sama perempuan itu!"Ucap Raka jelas Melinda tersenyum manis


"Siapa nama perempuan itu!?"Tanya Melinda


"Arumi Ma!"Ucap Raka


"Arumi nama yang cantik!"Ucap Melinda tersenyum


"Terus apa pilihan kamu untuk kedepannya!?"Tanya Melinda, Raka menggelengkan kepalanya pelan


"Raka juga tidak tahu Ma apa yang harus Raka lakuin jujur Raka juga bingung!"Ucap Raka.Melinda menarik napas nya panjang lalu mengusap kepala putranya itu


"Sayang kalau kamu beneran suka dan sayang sama dia kamu harus perjuangin kamu harus kasih tau ke dia bahwa kamu itu ada rasa sama dia kamu jangan mengambil waktu terlalu lama lagi kalau kamu memang sudah nyaman banget sama dia kamu harus ungkapin perasaan kamu jangan sampai kamu akan menyesalinya jangan sampai kamu baru menyatakannya pada saat gadis itu sudah menjadi milik orang lain jangan sampai hati kamu terluka lebih cepat lebih baik!"Ucap Melinda memberikan arahan kepada Raka


"Tapi Ma Raka tidak tahu apa Arumi suka sama Raka atau tidak bagaimana jika Arumi menolak Raka Ma!"Ucap Raka dengan nada yang lesu


"Nak untuk urusan nolak atau nerima itu urusan belakangan yang penting kamu udah ungkapin perasaan kamu Arumi setidaknya sudah tahu bahwa kamu ada rasa sama dia!"Ucap Melinda Raka menatap wajah Mama nya sambil tersenyum manis dan langsung memeluk erat tubuh Mama nya


"Makasih ya ma karena Mama aku jadi punya keberanian untuk ungkapin perasaan aku dan aku janji akan ungkapin perasaan aku ke Arumi nanti malam setelah acara pertunangan selesai!"Ucap Raka, Melinda lagi-lagi tersenyum manis dan membalas pelukan dari anak nya itu


"Iyya sayang sama-sama mama juga seneng banget kamu mau cerita ke Mama dan Mama juga seneng banget karena anak Mama udah besar!"Ucap Melinda tersenyum dan mengusap kepala Raka dengan lembut


"Ehhem!"Seseorang tiba-tiba saja berdehem dari balik pintu kamar karena kamar Raka tidak tertutup sempurna...

__ADS_1


__ADS_2