
Setelah Arumi memberitahu mama nya tentang semua yang terjadi Arumi sedikit tenang sekarang.Arumi melemparkan tubuhnya di atas kasur yang empuk nya itu lantas ia terpikir sesuatu yakin tentang Raka dia sudah berbohong dengan laki-laki yang di minta pertolongannya tadi apalagi dia telah membelanjakannya tadi
"Apa gue salah ya!?"Ucap Arumi terhadap dirinya sendiri
"Apa pantas ya gue membalas Raka dengan kebohongan!?"Ucap Arumi lagi pada dirinya sendiri
"Ah ini nih kelemahan gue.Gue orang nya nggak tega an gitu"Gerutu Arumi sambil menyalahi dirinya sendiri tanpa sadar arumi tertidur yang tadinya telah sore hari kini berganti malam tetapi Arumi masih tertidur pulas tetapi karena ia mempunyai saudara yang tidak bisa melihat nya tentang dia langsung terbangun
Arumi telah bermimpi yang indah tiba-tiba ia merasakan dirinya bergoyang-goyang Arumi membuka matanya dan emosi nya langsung naik sampai ke ubun-ubun kenapa tidak ia melihat kedua abang nya itu duduk di kasur Arumi sambil bergoyang-goyang tak jelas
"Ih..bang Farel,bang Rian apa-apaan sih gue kan lagi tidur kenapa di gangguin sih!"Gerutu Arumi dengan nada tinggi
"Ya abisnya lo udah dari tadi tidur dek lo mau apa tidur terus nggak bangun-bangun!"Ucap Rian ngasal lantas Arumi pun langsung mengambil bantal dan melemparnya ke arah Rian
"Ih..bang Rian apa-apaan sih kalau ngomong ngerocos aja!"Ucap Arumi memanas
"Mampus lu rasain tu!"Ucap Farel sambil tersenyum jahat
"Dek lo kenapa sih kayak singa gitu!"Ucap Rian
"Bodo!"
Mata Arumi melihat kakak pertama nya itu dari tadi menahan tawanya Arumi mengerutkan keningnya dan menyipitkan matanya curiga
"Bag Farel kenapa kok dari tadi gue perhatiin bag Farel kayaknya nahan ketawa gitu sih ada yang lucu ya!?"Tanya Arumi curiga
"Nggak kok dek malah lo tuh cantik banget sih!"Ucap Farel sambil masih menahan tawanya
Arumi semakin curiga pasalnya saudaranya itu tidak pernah memuji nya
"Wah pasti ada yang nggak beres nih!"Ucap Arumi seraya menunjuk-nunjuk kakaknya bergantian dengan tatapan penuh curiga
lantas arumi turun dari kasur nya dan pergi ke arah cermin ingin melihat dirinya di cermin seketika Farel dan Rian saling menatap satu sama lain
"Lari Yan!"Ucap Farel pelan takut Arumi mendengarkan nya Rian langsung lompat dari kasur Arumi.Arumi yang sudah berada di depan cermin itu seketika membulatkan matanya sempurna sambil menganga melihat wajah nya yang kini telah cemong karena di coret-coret oleh saudaranya itu seketika Arumi berteriak
"Aaaaaa....Bang Farel,Bang Rian....!"Teriakan Arumi menggelegar kan rumah nya itu Maya hanya menutup kuping nya itu takut kalau ia akan tuli karena teriakan Arumi Farel dan Rian pun langsung berlari dengan kencang seperti di kejar hantu
"Lari singa ngamuk!"Ucap Rian sambil tertawa terbahak-bahak dengan keras bersama Farel
__ADS_1
"Mamaaa...!"Teriak Arumi lagi yang kini menggelegar kan rumahnya kembali
"Aduh kalian apa in arumi lagi sih kok kayak gitu!?"Tanya Maya yang pusing dengan tingkah kedua anak laki-lakinya itu sering sekali mengganggu sarang Arumi
"Bikin Rumi tambah cantik ma!"Jawab Rian sambil memegangi perutnya yang terasa sakit karena tertawa begitu pun dengan Farel
"Mama...!"Ucap Arumi yang berada di ambang pintu kamar nya maya yang wajah nya masih cemong itu seketika matanya membulat sempurna Radit yang duduk di sofa ruang keluarga sambil meminum teh dan membaca koran dan Farel memegangi tangan papa nya itu lalu menunjuk Arumi sambil tertawa terbahak-bahak Radit yang mengikuti arah telunjuk Farel yang tepat berada di depan Arumi yang sedang cemong itu seketika mata Radit pun juga membulat sempurna dan semuanya langsung saling melirik satu sama lain dan kembali menatap Arumi dan langsung tertawa terbahak-bahak bersama sekarang.
Arumi semakin menggila seketika Arumi menangis tanpa air mata
"Aaaaa.....!"Arumi langsung menutup pintu kamar nya dan mengguncinya di dalam kamar supaya tidak ada yang bisa masuk
***
"Arumi ayok sayang makan dulu ya nak!"Ucap Maya lembut
"Nggak mau!"
Maya langsung menoleh ke arah Farel dan Rian
"Sekarang kalian berdua bujuk Rumi untuk makan cepat!"Titah Maya
"Aduh ma Rumi tu kalau marah kayak gimana mama tau sendiri kan!"Ucap Rian
Rian dan Farel memikirkan sesuatu yang akan membuat Arumi merasa bahagia kembali
"Ahha gue punya ide!"Ucap Farel sambil menjentikkan jarinya dan langsung bangkit dari tempat duduknya untuk menuju ke depan pintu kamar Arumi Rian hanya mengikuti Farel
Tok...Tok...Tok...
"Dek panggil Farel lembut!"
"Lo mau ngapain lagi ha!?"
"Dek udah dong ngambek nya sekarang lo mau makan apa biar Ian yang belanja in dek!"
Rian mengangguk
"Iyya dek!"Rian tersadar bahwa Farel tadi menyebut namanya untuk membelanjakan Arumi
__ADS_1
"Eh kok jadi gue sih bang!"Ucap Rian yang tak terima
"Sshhutt...?"Ucap Farel sambil menutup mulutnya sendiri dengan jari telunjuknya lantas Rian tidak berkata apa-apa
Radit dan Maya melihat cara Farel dan Rian membujuk Arumi sambil saling menatap dan tersenyum
"Beneran apa aja!?"Ucap Arumi
"Iyya dek!"
Di dalam kamar Arumi tersenyum langsung berbelanja tanpa henti di sosial media nya itu
karena ini adalah kesempatan yang langkah menurutnya jadi tidak boleh di sia-sia in begitu saja rejeki tidak boleh di tolak apalagi kesempatan yang baik ini tidak datang berkali-kali
"Tapi nggak wajar kalau cuma bang Rian yang belanja in gue bang farel kok nggak sih!?"Ucap Arumi seraya tersenyum di balik pintu kamar nya
"Farel terdiam dan memikirkan kalau adik perempuan nya ini sedang mencari kesempatan dalam kesempitan oke dek!"
Tapi Farel mengiyakan nya saja demi mendapatkan maaf dari Arumi.
"Yes ini yang gue tunggu-tunggu!"Ucap Arumi seraya turun dari kasur nya dan membuka pintu kamar nya Arumi melihat kakak-kakaknya itu Arumi berjalan ke ruang tamu dan terduduk di sofa Farel dan Rian mengikutinya
"Cek out sin semua belanjaan aku!"Arumi memberikan handphone nya ke Rian mata Rian langsung melotot
"Dek ini beneran belanjaan kamu semua banyak banget sih dek!"
"Iyya!"
"Bang Farel sini in handphone nya!"Lantas Farel mengeluarkan handphone nya di dari saku celananya
Arumi langsung dengan cepat mengetikkan sesuatu yang ada di handphone Farel jari Arumi menari-nari dengan cepat lalu kemudian mengembalikan handphone nya ke pemilik nya kembali setelah beberapa menit suara bel rumah berbunyi Maya ingin beranjak bangun dari tempat duduknya tapi di tahan oleh Arumi
"Eh ma nggak usah biar bang Farel aja yang bukain pintunya siapa tau ada yang mau bertemu dengan bang Farel!"Ucap Arumi dan Maya kembali duduk di tempat duduk nya dan Farel langsung membukakan pintu dan yang benar saja Arumi telah memesan makanan yang begitu banyak dan langsung di bawa ke dalam ulah Farel
"Yey udah sampai!"Teriak Arumi seraya membuka apa-apa yang telah di pesan oleh nya
"Ma pa yuk kita makan pizza sama martabak telur!"Ucap Arumi seraya menyodorkan makanan itu ke papa mama nya
"Nih dek udah!"Ucap Rian yang kini melemah pasalnya ia harus mengeluarkan beberapa juta untuk membayarkan semua belanjaan Arumi
__ADS_1
"Nih bang kalian juga makan!"Lantas mereka semua makan pizza dan martabak telur itu bersama-sama
"Bang kita mabar yuk bosen nih!"Ucap Arumi sambil mengambil ps yang berada di ruang keluarga ps itu memang khusus untuk di ruang keluarga jika Farel dan Rian ingin mabar di kamar Radit sudah membelikannya untuk kedua putranya itu...