
"Dek mau kemana cantik banget!?"Tanya Naina yang tengah asyik duduk di sofa sambil menonton
"Mau keluar kak!"Ucap Arumi yang kini telah duduk di samping Naina
"Terus kenapa nggak pergi!?"
"Nungguin temen jemput!"
"Cowok atau cewek dek!?"Tanya Farel yang sedari tadi hanya mendengarkan Naina dan Arumi ia duduk di sofa sambil memakan kuaci bersama Dion yang duduk di lantai yang beralaskan karpet sambil terus mengunyah kuaci
"Cewek bang!"
"Oh!"
"Oh ya dek kalau nanti mau pulang tolong ke supermarket dulu ya beli cemilan untuk persiapan begadang nanti malam!"Ucap Dion
"Oke!"Ucap Arumi
Kini mobil Anita sudah tiba di depan pintu rumah Arumi
"Oh ya bang mama sama papa mana!?"Ucap Arumi sambil berdiri
"Mereka lagi keluar dek bentar lagi juga pulang!"Ucap Farel Arumi mengangguk paham
"Ya udah kalau gitu Arumi pergi dulu ya dada?"Ucap Arumi sambil berlari kecil keluar dari rumah nya sambil melambaikan tangannya ke saudara-saudaranya itu
***
Setelah mereka sudah sampai di mall mereka berlima kini telah memilih baju yang akan di beli mata Arumi tertuju pada sweater jaket Korea yang berwarna pink baby
"Wah cantik banget!"Ucap Arumi sambil memegang jaket itu
"Guys gimana kalau kita beli ini aja!"Ucap Arumi sambil memperlihatkan pilihannya itu kepada teman-temannya
"Boleh Rum!"Ucap Sindhy yang telah berada di dekat Arumi lantas Anita, Rosa, dan Iren pergi ke arah mereka
"Wah pilihan lo oke juga Rum!"Ucap Iren sambil memutar-mutar jaket itu
"Ya udah kita pilih ini aja!"Ucap Nita kini mereka memilih jaket itu sesuai dengan ukuran masing-masing dan langsung membayarnya di kasir setelah itu mereka berjalan untuk mencuci mata nya
Kini mereka sudah puas dengan shopping nya itu mereka merasa lapar dan harus mengisi perutnya itu
"Guys gue laper nih makan yuk!"Ucap Rosa sambil memegang perut nya
"Ya udah yuk gue juga laper nih!"Ucap Arumi Anita, Sindhy, dan Iren mengangguk dan mereka berlima pergi mencari makanan.Sesampai di sebuah restoran di dalam mall itu mata mereka tertuju pada tiga sosok laki-laki yang sudah di pastikan bahwa mereka adalah Raka, Dion, dan Dimas
"Eh guys itu kayak nya Raka bareng pengawalnya deh!"Ucap Rosa sambil menunjuk ke arah tempat duduk Raka dan teman-temannya
"Oh iyya bener juga!"Ucap Iren
"Kita sana yuk!"Ucap Rosa
"Eh mau ngapain!"Ucap Arumi
"Ya kita gabung di sana lah ayok!"Tanpa menerima persetujuan dari temannya Rosa dan Iren pergi duluan kini Arumi, Sindhy, dan Anita saling melemparkan pandangan mereka satu sama lain dan melangkahkan kakinya menyusul Rosa dan Iren
"Hay kalian trio batu!"Ucap Rosa yang datang secara tiba-tiba dan menggedor meja yang mereka duduk ki lantas membuat Raka, Dion, dan Dimas kaget
"Eh...Kalau datang tuh ucap salam kek ini malah gedor meja dasar cewek aneh!"Ucap Dimas Raka melihat ke datangan Iren dan Rosa berarti Arumi juga datang dong Ucap nya di dalam hatinya
"Kalian cuma berdua doang!"Ucap Raka basa basi
"Nggak kok gue sama Iren, Anita, Arumi,sama Sindhy juga tapi mereka masih ada di belakang!"Ucap Rosa jelas
"Tuh kan Arumi datang!"Gumam Raka di dalam hatinya seketika ia melihat kedatangan Arumi, Anita, dan Sindhy tapi Raka tak menghiraukan Anita dan Sindhy ia hanyalah melihat Arumi dengan gaya baru rambut gadis itu ya itu di cepol tinggi dan hanya menyisakan beberapa helai rambut saja yang membuat aura kecantikan Arumi terpancar jelas
__ADS_1
"Oh ya kita boleh gabung gak!?"Tanya Sindhy
"Boleh duduk aja!"Ucap Dimas kini mereka telah duduk Anita bersebelahan dengan Dion, Sindhy bersebelahan dengan Dimas, sedangkan Arumi bersebelahan dengan Raka, dan Rosa dan Iren bersebelahan.Arumi menatap Raka yang kini telah menatap nya
"Kenapa!"Tanya Arumi
"Nggak apa-apa!"
"Bohong pasti ada apa-apa nya kalau nggak kenapa lo liatin gue terus!?"
"Lo cantik!"Ucap Raka kini Arumi mematung mendengar perkataan Raka itu lantas beberapa detik Arumi melayangkan sebuah pukulan kecil tepat di paha Raka.bukannya kesakitan Raka malah terkekeh
"Oh ya guys kalian mau makan apa!?"Tanya Anita sambil membolak-balikkan menu yang di hadapannya itu
"Apa aja deh nit cepetan pesan gue udah laper nih!"Ucap Iren
"Iyya sabar dong!"Anita langsung memanggil pelayan dan memesan makanan ia memesan steak daging
"Loh udah dari tadi ada di sini!"Ucap Arumi sambil menatap Raka.Raka hanya menganggukkan kepalanya
"ermm!"
"Lo ngapain ke sini!"Ucap raka
"Belanja!"Ucap Arumi
"Oh!"
"Lo sendiri ngapain ke sini!"
"Emm cari cewek cantik!"Jawab Raka ngasal
"Terus udah dapet cewek cantik nya!"Tanya Arumi penasaran
"Mana!?"Tanya Arumi semakin penasaran
"Kepo!"Ucap Raka santai sambil memakan pizza yang ada di depan nya itu lantas Arumi jadi jengkel dengan nya
"Ih!"Arumi memalingkan wajahnya ke arah lain lantas Raka langsung membisik nya
"Orang cantik itu yang ada di samping gue dan yang gue ajak bicara sekarang!"Seolah-olah kata-kata Raka itu menghipnotis Arumi.Arumi langsung menoleh menatap wajah Raka
"Ish apaan sih!"Ucap Arumi.Arumi merasakan wajahnya sekarang mulai memanas dan detak jantungnya berdetak tak stabil Arumi harus menyelamatkan jantung nya sekarang kalau tidak ia bisa mati jantungan di tempat itu juga
"Guys gue ke toilet dulu ya!"Tanpa menunggu jawaban dari temannya Arumi langsung melangkahkan kakinya menuju toilet perempuan selepas Arumi pergi Raka menyusulnya ke toilet
"Eh...Ka lo mau kemana!?"Tanya Dion
"Toilet!"
"Wah kayaknya lo memang berjodoh deh sama Arumi buktinya Arumi pergi ke toilet lo juga ikutan pergi!"Ucap Dion sembarangan tetapi Raka tidak marah ia membalikkan badannya dan langsung pergi ke toilet dengan tersenyum
***
Pas Arumi ingin membuka pintu toilet ia terkejut melihat Raka yang sudah ada di depan pintu toilet
"Lo ngapain di sini ini kan toilet cewek kalau toilet cowok tuh di sana!"Ucap Arumi sambil menunjuk ke arah toilet cowok seketika Raka langsung menarik tangan Arumi untuk masuk ke toilet lagi tapi kali ini berdua dengannya dan pas mereka berdua sudah di dalam toilet lantas Raka menutup pintu toilet dan langsung menguncinya supaya tidak ada yang mengganggunya.
Arumi terkejut dan ketakutan melihat tindakan Raka bagaimana jika ada yang tau kalau dirinya lagi berduaan dengan cowok di toilet bisa jadi berita besar dan jika Mama, Papanya, Kakak perempuan nya, atau abang nya yang tau bisa mati dirinya
"Ka lo apa-apaan sih gimana kalau ada orang yang liat kita!"Ucap Arumi panik tapi bukan malah merespon Raka menyudutkan tubuh Arumi ke sisi toilet yang membuat Arumi terkejut apalagi sekarang Raka dan Arumi saling bertatapan Raka melihat wajah mulus Arumi dan memajukan wajahnya membuat jarak nya dengan Arumi begitu dekat Arumi yang menyadari hal tersebut lantas memundurkan tubuh Raka dengan tangan nya tetap Raka malah menempelkan tangan Arumi ke tembok Arumi berusaha memberontak tetapi hasilnya nihil Raka semakin memajukan wajahnya
"Raka apa yang lo lakuin!?"Tanya Arumi
ketakutan sekarang ia sudah tidak memberontak lagi karena ia lelah
__ADS_1
"Maaf!"Ucap Raka selesai ucapan itu keluar dari mulut Raka ia langsung memegang wajah Arumi dan melayangkan kecupan di kening lama mungkin sekitar 3 menit,5 menit, atau mungkin lebih lalu Raka melepaskan bibirnya itu di kening Arumi lantas manik mata mereka saling bertemu intens dan apa yang terjadi pada Arumi bukan nya marah Arumi langsung memeluk tubuh Raka membuat mata Raka membulat sempurna
"Jangan pernah melakukan hal yang tidak wajar hal yang seharusnya kita tidak lakukan!"pitah Arumi pelan Raka melepaskan pelukan Arumi dengan lembut lalu menatap gadis itu
"Gue nggak bakal ngelakuin itu sama lo gue akan selalu menjaga kehormatan lo karena kehormatan lo adalah kehormatan gue juga
Arumi langsung terpaku dengan kata-kata Raka
"Janji!"Ucap Arumi sambil menaikkan anak jari kelingking nya Raka melihat Arumi sambil tersenyum manis menatap wajah Arumi dan membalas jari Arumi dengan mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Arumi mereka berdua tersenyum dan saling menatap satu sama lain lalu Arumi kembali memeluk tubuh Raka.Raka kini membalas pelukan dari Arumi sambil tersenyum
"Tapi kalau gue cium nggak apa-apa kan!"Tanya Raka.Arumi melepaskan pelukannya dari Raka dan berfikir sejenak lalu kembali menatap Raka
"Ermm boleh tapi...!"Arumi menggantung perkataannya itu bagaimana ia bisa mengatakannya pada Raka
"tapi...!?"Raka kembali bertanya kepada Arumi tentang kelanjutan dari ucapan Arumi itu
"Nggak apa-apa kok oh iya kita kembali ke meja ya takutnya yang lain malah nungguin kita!"Ucap Arumi yang diangguki oleh Raka
Kemudian Arumi membuka pintu toilet sedikit sambil melihat ke sekeliling nya sepi dan dia langsung menyuruh Raka untuk segera pergi dari sana
"Aman ayok cepat pergi!"Ucap Arumi, Raka langsung melangkahkan kakinya untuk pergi dan beberapa menit kemudian Arumi menyusul.Arumi kini keluar dari pintu toilet menarik napas nya panjang dan lalu di hembuskan ia merasa lega tidak ada yang melihat kejadian itu tapi Arumi berpikir bahwa perbuatan Raka itu sangatlah tidak baik Arumi harus membicarakan ini dengan nya lantas Arumi pun langsung pergi ke tempat sebelum ke toilet
***
"Duh kalian berdua tuh dari mana saja sih lama banget!?"Ucap Rosa
erempak Arumi dan Raka langsung menjawab pertanyaan Rosa bersamaan
"Toilet!"Lantas Raka dan Arumi saling bertatapan
"Wah..Wah.Ada apa ini jawab nya aja kompak gitu!"Ucap Dion seketika Arumi dan Raka saling menatap Dion dengan tatapan membunuh
"Lo ngomong apa!"Tanya Raka datar
"Nggak apa-apa sorry...Sorry!"Ucap Dion sambil cengengesan
"Ya udah rumi ayok makan nanti steak nya jadi dingin lagi!"Ucap Sindhy yang diangguki oleh Arumi dan mereka semua makan bersama
***
Setelah mereka makan mereka langsung saja pulang ke rumah masing-masing
"Gue boleh anterin lo pulang gak!?"Tanya Raka ke Arumi
"Ermm...Boleh"Arumi mengangguk setuju
"Tapi Dion dan Dimas!"Tanya Arumi lagi sambil menatap Raka
"Oh tenang Rumi gue bawa mobil kok!"Ucap Dimas
"Oh!"Arumi menganggukkan kepalanya
"Ya udah yuk!"Ajak Raka
"Guys gue pulang sama Raka ya!"Ucap Arumi memberi tahu kepada temannya itu
"Oke Rumi!"Ucap temannya
"Dada!"Arumi langsung naik ke mobil Raka sambil melambaikan tangannya
"Dada Rumi!"temannya pun ikut melambaikan tangannya
Sebenarnya Arumi ingin membicarakan tentang perbuatan dirinya tadi yang memang sangatlah salah jadi Rumi harus memberitahukan kepada Raka secara perlahan gue akan memberi tahu Raka supaya jangan bertindak gegabah mungkin menurut dia itu adalah baik tetapi menurut pendapat orang itu semuanya berbeda-beda tapi
"Gue harus mencari kata yang tepat untuk di lontarkan kepada Raka gumam Rumi di dalam hatinya...!"
__ADS_1