Love During School

Love During School
18.jujur kepada keluarga nya


__ADS_3

Sudah jam sembilan malam kini Naina, Farel dan Rian sudah berada di kamar Arumi


Rian dan Farel bermain ps di kamar Arumi sedangkan Arumi dan Naina sedang mengemil snack-snack dan pizza yang tadi di belikan oleh Arumi eh bukan Arumi tapi yang di belikan oleh Raka buat saudara dan Arumi


"Rumi coba dong ceritain ke kakak tentang kehidupan Rumi sekarang!"Ucap Naina memulai pembicaraan


"Maksudnya tentang kehidupan Rumi yang mana!?"Tanya Arumi


"Tenang kehidupan percintaan kamu!"


Uhuk..Uhuk..Uhuk.. Seketika Arumi langsung tersedak karena mendengar perkataan dari Naina itu


"Dek lo nggak apa-apa kan!?"Tanya Farel yang menyodorkan segelas minuman kepada Arumi.Arumi langsung meminum minuman itu


"Nggak apa-apa kok bang!"Ucap Arumi


"Dek kalau makan tuh hati-hati!"Ucap Rian


"Iyya bang!"


Sekarang semua saudara Arumi memperbaiki duduknya dan menatap Arumi.Farel dan Rian pun berhenti memainkan ps nya


"Kok pada lihat in Rumi sih yang harus nya cerita itu kakak-kakak Rumi!"Ucap Arumi sambil menenangkan jantung nya yang hampir saja ingin melompat ke luar


"Bener juga lo dek bang Arel lo cerita in kisah percintaan lo dong!"Ucap Rian santai dan langsung di berikan toyoran maut oleh Farel


"Gimana gue bisa cerita in kalau gue aja udah putus ya kali gue mau cerita tentang dia lagi gimana sih lo!"Ucap Farel yang jengkel melihat Rian.Rian hanya cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal itu


"Gimana kalau kita dengerin aja cerita kak Nana!"Ucap Arumi


"Ermm boleh sekalian kak Nana juga mau pendapat dari kalian!"


"Boleh!"

__ADS_1


Jadi sebenarnya itu ada yang deketin aku tapi aku nggak respon dia


"Loh kenapa!?"Tanya Arumi


"Ya karena dia cowok es dan batu juga males ah aku deket sama cowok gitu berurusan sama cowok kayak gitu mah malah mau gali lubang sendiri karena mungkin egonya itu tinggi makanya aku nggak respon dia ya walaupun dia masih ngejar-ngejar sih tapi ya udah lah nanti juga kalau udah capek berhenti sendiri!"


"Loh kok kak Nana kek gitu sih siapa tau cowok dingin itu akan berubah kalau sama kak nana siapa tau hatinya akan luluh kalau kak nana jawab respon dari dia kan semua orang tidak mau kayak gitu terus pasti nanti akan berubah di waktu yang tepat!"Ucap Arumi memberi nasehat kepada Naina


Naina tersenyum seperti nya adiknya ini mengalami hal serupa deh Naina memancing Arumi supaya memberi tahu nya


"Iyya sih dek tapi kakak mah bosen kalau harus ngasih tau dia untuk berubah bisa-bisa pusing kak nana gara-gara tuh cowok lagian nih ya mana ada sih cowok dingin, kepala batu yang akan luluh hatinya secepat kilat!"


"ada kok kak buktinya Raka bisa berubah karena Rumi!"Ucap Arumi tak sadar bahwa ia telah menyebutkan nama Raka di depan ke tiga saudara nya itu


"Yes berhasil!"Gumam Naina sambil tersenyum


Seketika Farel langsung melihat Arumi dengan wajah yang terlihat sedikit seram Rian yang mengunyah pun hampir tersedak makanan


"Raka siapa dia dek!"Ucap Farel sambil mengernyitkan keningnya penuh curiga Arumi menggigit bibir bawahnya


"Jadi di sekolah Arumi ada seorang cowok dia terkenal tempramental dan dingin banget dia nggak pernah dekat sama cewek walaupun dia di sekolah juga diincar sama cewek-cewek tapi dia nggak pernah merespon cewek-cewek itu sampai akhirnya dia ketemu sama Rumi ya pertama nya sih memang sedikit kasar tapi ntah kenapa makin hari makin dia berubah dia nggak sekasar pertama kali bertemu sama Rumi dia sekarang bisa di bilang udah berubah seratus persen malah kalau orang bilang dia itu takut karena cowok itu tempramental tapi Rumi tidak berpikir seperti itu tentang dia.Dia malah orang baik, perhatian, pengertian dan dia juga mau dengerin kata-kata Rumi!"Ucap Arumi panjang lebar ke tiga saudara nya itu yang dari tadi mendengar perkataan Arumi mulai dari pertama sampai akhir cerita Arumi hanya memuji laki-laki itu


"Dek lo suka ya sama cowok itu!?"pertanyaan Farel sukses membuat mata Arumi membulat sempurna dan jantung Arumi berdetak lebih kencang


"Ermm nggak kok bang!"


"Dek kalau suka ma bilang aja nggak usah di pendem kayak gitu nanti sakit loh!"Ucap Rian yang semakin membuat Arumi jadi gugup Arumi hanya diam


"Bener dek kata Rian kalau suka bilang aja kalau di pendam nanti sakit sendiri loh!"Ucap Naina mengikuti ucapan Rian


"Kak Nana kan udah Rian bilang ngapain di ulangi lagi!"


"Oh iyya ya maaf dek hehehe!"Ucap Naina sambil cengengesan dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.Arumi sebenarnya tidak masalah dengan Naina atau Rian yang penting Arumi harus jujur sama mereka tapi yang menjadi masalah adalah kakak pertama nya yaitu Farel yang sedari tadi hanya melihat Arumi intens

__ADS_1


"Bang Farel kenapa kok diem terus lihat Arumi kayak gitu sih!"Ucap Arumi gugup


"Dek kalau abang bilang jauhi cowok itu kamu mau!?"Tanya Farel seketika Arumi langsung mematung di tempatnya mendengar perkataan dari Farel yang menyuruh nya untuk menjauh dari Raka mana bisa Arumi menjauh dari Raka ia sudah merasa cukup nyaman bersama cowok itu


"Kok diem dek?Ada apa?Nggak bisa jauhi cowok itu yah!?"Tanya Farel dengan berbagai pertanyaan berturut-turut


"Ah..Ng nggak kok bang Rumi cu...!"belum selesai ucapan Arumi seketika Farel mengelus rambut Arumi pelan Arumi semakin terkejut


"Dek kamu itu udah dewasa kamu sudah bisa mencari pilihan kamu sendiri abang nggak bakalan larang lo kok untuk pacaran tapi lo harus kasih tau dulu sama bang Farel, bang Rian, dan kak Nana oke!"Ucap Farel sambil tersenyum kepada adiknya itu


"Tapi kan bang Arel bilang untuk jauhi cowok itu!?"Tanya Arumi


Farel kembali tersenyum menatap Arumi


"Abang cuma bercanda kok dek abang mau lihat ekspresi wajah lo tuh gimana sih kalau di suruh ngejahui cowok itu!"


"Oh!"


"Lo emangnya udah pacaran sama tuh cowok!?"Tanya Farel


"Nggak kok bang!"


"Oh...Padahal kalau pacaran juga nggak apa-apa sih dek!"Ucap Farel seketika Arumi tersenyum mendengar perkataan dari Farel


"Apaan sih bang!"


"Oh ya kalau bisa abang mau dong bertemu sama tuh cowok!"Ucap Farel


"Gue juga bang!"Naina dan Rian bersamaan mengucapkan kalimat itu


"Mau ngapain!"


"Ya cuma mau ketemu doang sih!"

__ADS_1


"Ya nanti coba deh Rumi kasih tau sama dia!"


Rumi akhirnya lega mendengar perkataan dari ketiga saudara nya itu terutama perkataan Farel sekarang Arumi sudah tidak punya hambatan lagi untuk ketemu atau pun di antara pulang Raka karena semua nya sudah tahu Maya juga sudah mengetahui hal itu dan Maya sudah membicarakan hal itu kepada Radit.Radit pun tidak masalah dengan hal itu yang penting Arumi harus terus melaporkan nya bukan karena Maya, Radit, Farel, Rian, maupun Naina kepo atau ikut campur tapi mereka menyayangi Arumi dan harus tetap mewanti-wanti Arumi karena walau bagaimanapun Arumi masih belum sepenuhnya tumbuh dewasa ia masih memiliki sifat kekanak-kanakan...


__ADS_2