
Bu Fatmah berjalan menuju ke ruang guru Arumi tersenyum ia lengah karena tidak bertemu dengan Raka
"Yes gue nggak ketemu sama Raka gue udah bebas makasih ya Allah!"Ucap Arumi membalikkan badannya sambil lompat dan menaikkan kedua tangannya ke atas lantas ia tertabrak sesuatu dan melihat ada seorang laki-laki yang kini telah berdiri di hadapannya iyya menatap sepatu laki-laki itu sepertinya ia mengetahui pemilik sepatu itu
Arumi mulai menatap ke arah atas laki-laki dan melihat wajah laki-laki yang seram itu Arumi tersenyum kaku baru aja ia senang karena tidak melihat lelaki itu tapi sekarang lelaki itu berada di hadapannya
"Sakit!?"Tanya Raka dengan wajah datar
"Demam!?"
"Udah nggak kok!"Ucap Arumi tak merasa bersalah Raka yang berdiri tegak kini sambil melipat kedua tangannya di dadanya
"Demam atau pura-pura demam!?"Tanya Raka lantas Arumi melihat Raka
"Kenapa!?... Mau bilang gue sok-sokan karena gue bukan dokter, gue bukan suster,dan gue bukan perawat iyya gue memang bukan berprofesi seperti mereka tapi gue tau orang yang lagi bohong dan tidak
Arumi menundukkan kepalanya dia merasa kalau dia memang sudah salah
"Kenapa nggak ngomong hmm!?"
"Maaf!"Ucap Arumi pelan Dion dan Dimas hanya melihat interogasi Raka
"Raka emang pinter mengintrogasi orang!"Ucap Dimas
"Bener mas buktinya aja tuh Arumi yang dapat membuat Raka meleleh tidak dapat berbicara apa-apa!"Ucap Dion
Raka tersenyum miring meledek
"Maaf.Maaf lo bilang!?"Tanya Raka
"Gue bisa jelasin semuanya!"Ucap Arumi
"Udah nggak usah!"Raka lantas meninggalkan Arumi
"Ih... Dia pikir dia siapa!"Arumi sepertinya tidak menghiraukan Raka dan malah ke kelasnya
***
"Rum!"tanya Anita
"Ya!"Arumi duduk di bangkunya sambil menaruh tas nya
"Tadi Raka ke sini nanyain lo katanya lo sakit ya Rum!"
"Nggak kok gue cuman bohong!"
"Bohong? Tapi kenapa!?"Tanya Sindhy
Arumi menceritakan semuanya ke sahabat-sahabatnya
"Jadi gitu guys!"Ucap Arumi sesudah menceritakan semuanya ke teman-temannya kecuali pas dia di anterin Raka beli pita rambut kalau Arumi menceritakan itu sudah di pastikan bahwa sahabatnya akan mengejek dirinya apalagi di tambah tingkah Arumi yang manja ke Raka bisa mampus dirinya itu
"Jadi Raka marah sama lo rum!?"Tanya Iren Arumi mengangguk-angguk
"Terus lo udah bujuk dia!"
"Nggak boro-boro bujuk dia.Dia aja nggak mau dengerin penjelasan gue jadi ya udah bodo amat!"Ucap Arumi enteng
"Rum kalau menurut pendapat gue sih ello yang salah!"ucap Sindhy
"Ha..Kok gitu sih!?"
"Ya karena lo nggak jujur sama Raka lo kan bisa nolak ajakan dia dengan baik-baik tanpa harus berbohong terus di tambah sekarang lo nggak punya inisiatif untuk minta maaf jujur lo yang salah dan tanpa sadar lo nyakitin perasaan Raka Rum Raka udah sedikit berubah karena lo karena lo masuk ke dalam kehidupan Raka!"Ucap Sindhy memberikan arahan kepada Arumi
Arumi yang mendengarnya pun langsung merasa bersalah
"Iyya juga ya gue kayak nya emang harus minta maaf ke Raka?"
"Oke gue akan minta maaf ke Raka karena gue yang salah thanks ya guys udah nyadar in gue!"Ucap Arumi sambil tersenyum ke pada sahabatnya
"Iyya Rum sama-sama!"
"Eh nanti kita ngomongin Raka lagi tu bu Fatmah udah ada di depan pintu!"Ucap Rosa yang seraya dari tadi hanya mendengarkan dan menyimak percakapan temannya itu
***
__ADS_1
Istirahat pun tiba Arumi dan teman-temannya pun keluar dari kelas mereka Arumi melihat kelas Raka juga sudah keluar itu tandanya Raka juga sudah keluar
"Oh ya guys kalian duluan aja ya ke kantin nya gue mau nemenin Raka dulu gue mau minta maaf sama dia!"
"Oh oke Rum ya udah kita duluan ya!"
"Oke!"
"Rum lo mau makan apa biar nanti di pesanin juga pas lo nanti udah datang lo bisa langsung makan aja tanpa harus mesen lagi!"Tanya Rosa jelas
"Arumi tersenyum pada sahabatnya kalian tuh sweet banget sih!"
"Iyya dong Rumi!"Ucap Rosa
"Emm gue sama in aja deh sama kalian!"
"Oke Rumi!"
"Oke!"
Setelah teman-teman Arumi pergi ke kantin Arumi pun langsung melangkahkan kakinya menuju kelas Raka
"Dimas, Dion!" Teriak Arumi sontak Dimas dan Dion melihat ke arah Arumi
"Ya ada apa Arumi!?"Jawab Dimas seraya Arumi sudah berada di depannya
"Raka mana!?"Tanya Arumi lantas Dion dan Dimas saling melirik satu sama lain
"Hai kok kalian diem sih!?"
"Oh nggak apa-apa sih Rum!"
"Terus Raka nya mana kok tumben pisah sama kalian!?"
"Raka ada di dalam kelas dia masih menulis karena tadi dia tertinggal pelajaran karena ke toilet!"
"Arumi melihat ke arah Raka seperti nya memang benar bahwa Raka sedang pusing melihat mata pelajaran nya!"
"Raka kayaknya nggak mau di ganggu ya!"Tanya Arumi
Lalu Arumi terpikir untuk membelikan makanan kepada Raka
"Oh iya Raka udah makan belum!?"
Belum Rum tapi ini makanan yang Raka suruh gue sama Dion untuk beli!"
"Oh!"Arumi menghela napas panjang ya udah deh kalau gitu gue pergi dulu ya
"Oke dah Rum!"
"Dah!"
***
Arumi sudah berada di kantin sekolah dan duduk di sebelah Sindhy dengan wajah lesu Anita, Rumi, Sindhy, dan Iren menatap Arumi dan mereka langsung saling menatap satu sama lain
"Lo kepada Arumi!?"Tanya Iren penasaran
"Lo nggak di maafin ya!?"Tanya Rosa
"Rumi jawab!"Ucap Anita
"Boro-boro mau di maafin Raka aja nggak ketemu sama gue!"Ucap Arumi
"Kenapa!?"
"Dia banyak tugas dan selesai in tugas nya itu!"
"Wah Raka rajin belajar juga ya!"Ucap Iren
"Belum tahu juga sih dia bener belajar atau cuma alasannya doang!"Ucap Arumi
"Lo kenapa nggak beli in aja makanan Rum!?"Ucap Anita
"Hmmm bener tuh apa kata Anita!"Ucap Rosa
__ADS_1
"Dia udah di beli in makanan!"Ucap Arumi
semuanya sudah tidak ada yang berbicara lagi
"Au ah bodo amat!"Ucap Arumi seraya mengaduk dan menghabiskan mie ayam nya itu
***
Setelah mereka dari kantin dan menuju ke kelasnya tiba-tiba handphone Arumi berbunyi seseorang telah menelpon nya. Arumi melihat handphone nya itu lantas bertanya kepada temannya
"Guys hari ini udah nggak ada jam pelajaran di kelas kita kan!?"Tanya Arumi pada teman-temannya
"Iyya kenapa Rum!?"Tanya Sindhy
"Gue mau pulang cepat hari ini karena ada urusan!"
"Oh ya udah banyak juga kok murid yang lain udah pulang!"Ucap sindhy yang diangguki oleh Arumi
"Oke!"
Handphone Arumi berbunyi lagi
kali ini ia mengatakan nya
"Halo bang!"
"Halo dek lo ngapain aja sih gue tadi nelpon lo tapi nggak di angkat!"Ucap Farel dari sebrang
"Iyya bang maaf!"
"Ya udah nggak apa-apa oh ya bang Farel sama Rian udah ada di gerbang sekolah lu dek cepat keluar soalnya kalau lo nggak keluar Rian makin menjadi-jadi di sini sama cewek!"
Arumi menghela napas nya
"Bang Rian ma gitu!"Kesal Arumi
"Ya udah cepat dek!"
"Ok?"
"Lo boleh pulang sekolah sekarang kan dek!"
"Iyya bang soalnya guru mata pelajaran gue absen hari ini!"
"Oh ya udah kalau gitu abang matiin telponnya ya!"
"Ok!"
Tut..Tut..Tut.. sambungan telepon pun berakhir
Kini Arumi dan teman-temannya sudah sampai di dalam kelas Arumi langsung membereskan semua alat tulis nya
"Guys gue duluan ya dada!"
Tanpa menunggu ucap dari temannya itu Arumi langsung berlari karena jika tidak jiwa play boy kakaknya itu akan kumat lagi
***
Raka yang terduduk di bangku sambil memikirkan Arumi entah kenapa dirinya akhir-akhir ini lebih sering kepikiran Arumi.
Raka yang melihat Arumi berlari kecil menuju gerbang dan Raka juga melihat tas yang di belakang punggung Arumi iyya mengernyitkan dahinya pasalnya Arumi tidak melihat Raka apakah sampai begitu terburu-buru nya sampai tidak melihat Raka di sini
Dion dan Dimas melihat Arumi juga bingung
"Apa Arumi balas dendam ya ke Raka soalnya kan tadi Raka cuekin dia terus sekarang giliran Arumi yang cuekin Raka!"Ucap Dion asal lalu Raka melihat nya Dion matikan Dion yang melihat tatapan Raka ia hanya cengengesan sambil menggaruk kepalanya tak gatal
"Maaf Ka gue becanda!"
"Ka kalau gue liat nih ya Arumi itu juga suka sama lo buktinya aja tadi dia perhatian banget sama lo sampai-sampai mau beliin lo makanan tapi gue sama Dion udah beliin lo jadi dia nggak pergi beliin lo!"Ucap Dimas memberikan arahan kepada Raka
"Terus gue harus gimana!?"
"Menurut gue lo harus dengerin penjelasan Arumi kan nggak salah juga kalau lo dengerin penjelasan nya kalau lo masih nggak mau maafin dia ya itu urusan lo yang penting lo harus dengerin penjelasan Arumi dulu baru lo liat maafin atau nggak!"Ucap Dimas lagi memberikan pendapatnya
Raka hanya terdiam
__ADS_1
"Benar juga kata Dimas!"Gumam nya dalam hati...