
Happy Reading 😘😘
"Tunggu Vin." Tahan Tania saat melihat Gavin akan naik ke lantai atas.
"Kenapa Mom?"
"Wajah kamu kenapa kusut sekali? Bagaimana tadi kamu sama Shi? Kalian sudah ngobrol kan?" Selidik Tania.
Dia melihat wajah putra nya terlihat sangat kesal sehabis pulang dari rumah Jojo.
Dia yakin jika terjadi sesuatu pada Gavin dan anak sahabatnya itu.
"Ngobrol apaan Mom! Orang dia sekarang beda banget. Dia kayak bulan, yang susah di gapai." Jelas Gavin
Lalu dia berlalu meninggalkan Tania dan Lian yang menatap dirinya dengan heran.
Brak
Gavin menutup pintu kamarnya dengan kesal. Dia kesal dengan sikap Shi yang dingin dan terkesan datar.
"Kenapa Shi? Kenapa kamu tidak ada rasa panik atau takut sama sekali atas kejadian malam itu? Kenapa sekarang kamu berubah? Apa kamu sebegitu marahnya kah padaku, sampai segininya? Nggak! Aku gak boleh kalah sama dia. Lihat saja Shi, aku akan buat kamu takluk dan menjadi miliku. Aku tidak akan pernah melepaskan barang yang sudah aku sentuh." Ucap Gavin dengan penuh ambisi yang kuat
Gavin bertekad akan membuat Shi takluk pada dirinya. Dia gak Terima jika di cuekin oleh Shi.
Thor, kamu bantu aku ya buat Shi takluk lagi sama aku! 🙏
Eh, enak aja! Gak semudah itu ya Vin. Emangnya kamu lupa apa? Apa yang dulu kamu lakuin sama Shi hah? 😒
Please lah Thor. Masa aku harus ngejar-ngejar Shi sih? Gengsi kali Thor😣
Derita Lo itu mah😜
Othor jahat ah, nanti gak aku cium Loh😡
Bodo amat😂kan ada suami tertampan othor yang mau nyium😛kamu mah hanya cadangan aja🤣
😡😡😡😡😡
🌹
🌹
🌹
Pagi hari Shi sudah siap dengan setelan kerja nya. Dia akan ke resto milik Mami dan sahabatnya itu.
Dengan langkah anggun, Shi menuruni anak tangga menuju meja makan.
__ADS_1
"Pagi, Mami Papi." Sapa Shi pada kedua orang tuanya.
"Pagi sayang Mami."
"Kamu mau kemana Shi? Kok sudah rapih saja!" Tanya Jojo.
"Shi mau ke restonya Mami, Pi. Mau cek kesana! Kan nanti yang ngurusin restonya Shi."
"Kamu sama siapa sayang kesana nya?" Tanya Juwi
"Sendirian Mi."
"Oh, iya. Tadi Gavin nelfon Mami, dia lagi di jalan mau kesini. Nanti kamu bareng saja sama dia kesana."
Uhuk
Uhuuk
Shi tersedak susu yang dia minum. Lalu tatapan nya mengarah pada sang Mami.
"What! Kesini? Buat apa Mam?" Kaget Juwi
"Itu, tadi Tante Tania buatin Mami salad. Jadi Gavin sekalian lewat ke kantor nganterin deh kesini." Jelas Juwi.
Dalam hati dia terkekeh melihat wajah panik sang anak.
Dia sangat malas jika harus bertemu dengan Gavin, karena pasti pria itu akan sangat rese padanya.
"Loh, kenapa buru buru sayang? Kan sarapan nya belum?" Heran Jojo.
Memang Jojo tak terlalu peka dengan perasaan wanita, beda dengan Juwi yang seakan tahu isi hati sang anak.
"Nanti saja di resto Pi. Shi lupa ada janji." Ucap Shi sambil mencium tangan kedua orang tuanya.
Saat Shi berbalik badan hendak pergi, kebetulan Gavin juga baru masuk ke ruang makan.
'Gawat, si beruang kutub sudah dateng lagi.' Gerutu Shi dalam hati.
Gavin melihat ke arah Shi dengan senyum manisnya, tapi Shi hanya diam saja tanpa membalas.
Malah Shi terheran-heran melihat Gavin memasang wajah manis.
'Sebaiknya aku harus cepat pergi.' Batin Shi
Tanpa memperdulikan kedatangan Gavin, Shi melanjutkan jalan nya menuju pintu utama.
Sedangkan Gavin melihat Shi dengan tatapan heran namun juga kesal karena di abaikan.
__ADS_1
"Pagi, On Tante. Ini pesanan nya Momy tadi pagi." Ucap Gavin sambil menaruh paperback di atas meja makan.
Sedangkan ekor mata nya terus menatap ke arah Shi yang mulai menjauh
"Om, Tante kalau begitu Gavin pamit dulu ya! Ada meeting dadakan." Ucap Gavin lalu berlalu menyusul Shi.
Saat Shi akan menaiki mobilnya, tiba tiba Gavin menutup kembali pintu mobil Shi. Dan mengambil kunci mobilnya dari tangan wanita itu.
"Ck, balikin kunci gw!" Pinta Shi dengan kesal.
"Kamu mau kemana?" Tanya Gavin sambil mengangkat kunci mobil Shi ke atas.
"Mau kemana pun, itu bukan urusan Lo! Balikin cepet, gw buru buru." Ketus Shi sambil berusaha mengambil kunci mobil nya.
"Aku antar."
"Gak! Gw gak mau. Cepet balikin, sini ih." Kesal Shi dengan penolakan.
Dia terus berjinjit untuk mengambil kunci mobilnya. Tapi Gavin malah menaikan nya lebih tinggi, membuat Shi sedikit kesusahan.
Saat Shi meloncat untuk mengambil kunci mobilnya, tiba tiba kaki nya tak seimbang dan hampir jatuh.
Gavin yang melihat itu segera menarik pinggang Shi agar tak terjatuh. Tatapan keduanya pun bertemu dan menatap satu sama lain.
'Duh, kenapa jadi gini sih? Mana Gavin makin tampan lagi? Badan nya juga sangat harum, dan tak pernah berubah.' Batin Shi
'Kenapa kamu sekarang begitu cantik kelinci? Kamu sangat menggemaskan dengan bibir merah itu! Aku jadi ingin merasakan nya lagi.' Batin Gavin yang mulai mengingat kejadian malam itu.
Aaghh
Gavin berteriak saat Shi menginjak kaki nya, dan membuat dia melepaskan pelukan nya sambil meringis sakit.
Seketika lamunan nya yang indah menjadi Ambyar gara gara Shi.
Dengan secepat kilat Shi mengambil kunci mobil nya dari tangan Gavin, lalu masuk kedalam mobil.
"Mangkan nya jangan suka iseng jadi orang." Ledek Shi
"Awas kau! Akan ku balas nanti." Geram Gavin sambil memengangi kaki nya yang terasa amat sakit.
"Aaghh, gila tuh cewek. Apa gak bisa pake perasaan apa nginjek nya? Sakit banget njiiir." Gerutu Gavin dengan kesal.
Bersambung.....
Hahaha... Emang enak Lo Vin di injek🤣
Rasain Noh injakan Hot kaki Shi😜
__ADS_1