
Happy reading..........
Shiena masuk ke dalam mobil dengan air mata yang sudah mengalir deras, dia tidak peduli dengan tatapan aneh orang lain kepada dirinya. Dengan kasar Shi menutup pintu mobilnya dengan keras, setelah itu dia menangis tersedu-sedu di dalam mobil.
Sementara itu di lantai atas, Gavin menatap Rista dengan tajam. Kemudian dia mencengkram dagu Rista dengan kasar, dan menatap tajam wanita yang ada di hadapannya itu.
"Dasar kau wanita rubah! Gara-gara kau, Shiena marah kepadaku!" Geram Gavin sambil menghempaskan wajah Rista dengan kasar, hingga wanita itu kembali tersungkur ke lantai.
Rista tersenyum miring, namun dia tidak terima dengan perlakuan kasar Gavin. "Kenapa kamu melakukan ini sama aku? Aku hanya ingin kembali kepadamu! Gavin, kita lupakan masa lalu, aku tahu kamu masih mencintaiku, dan kamu tidak bisa melupakan diriku,";ujar Rista dengan begitu pedenya.
Mendengar itu Gavin tertawa lantang, kemudian dia menatap Rista dengan tatapan penuh amarah. "Kau dengar ya! Kau itu hanya sampah, dan tidak lebih dari seorang sampah! Kau pikir, aku akan mau kembali kepadamu? Aku tidak akan pernah memungut sampah yang sudah kubuang! Apalagi sampah itu, adalah sampah yang sangat busuk!" Bentak Gavin sambil menunjuk ke wajah Rista.
"Billy...!" Teriak Gavin memanggil asistennya.
Billy Masuk ke dalam ruangan Gavin dengan tergopoh-gopoh. "Iya tuan, ada yang bisa saya bantu Tuan?" Ucap Billy sambil menundukkan kepalanya.
"Urus wanita ular ini. Aku akan menyusul Shiena!" Titah Gavin kepada Billy.
Setelah mengatakan itu Gavin pun pergi meninggalkan Billy dan juga Rista yang berada di ruangannya. Dia masuk ke dalam lift untuk menyusul Shi, dia yakin jika Shi telah pergi dari kantornya. Dia tidak mau Shi salah paham atas kejadian tadi.
Sementara itu, di jalanan yang padat, Shi masih menangis sambil mengendarai mobilnya. Air matanya terus mengalir deras tanpa bisa dia hentikan
Dia melajukan mobilnya menuju ke rumah, kemudian dia menelpon seseorang.
__ADS_1
"Halo Pen, siapkan keberangkatan aku. Aku akan berangkat malam ini juga," ucap Shi kepada seseorang di teleponnya.
"Aku sudah memberimu kesempatan Gavin, tetapi kau malah menghancurkan kesempatan itu. Kau malah membuat hatiku hancur berkeping-keping? Bahkan, kali ini lebih sakit Vin, sakit..." Gumam Shiena sambil memukul setir berkali-kali, sedangkan satu tangannya memukul dadanya yg terasa sesak.
Sementara itu, Gavin mengendarai mobilnya mencari ke sana ke sini, dia pun melajukan mobilnya menuju ke restoran, dia yakin jika Shi menuju ke sana.
---------------------------
Sesampainya Shi di rumah, dia langsung berlari masuk ke dalam kamar. Bahkan dia tidak menghiraukan panggilan Juwi saat Shi melewati ruang tv.
"Shiena... Shienaa... Kamu kenapa Nak?"!Panggil Juwi sambil berteriak, tapi Shi tidak menghiraukannya, dia terus menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya. Setelah itu Shi membanting tubuhnya di atas kasur dan menenggelamkan wajahnya dibantal, lalu menangis tersedu-sedu.
Juwi kaget saat melihat Shi pulang dalam keadaan menangis, dia pun segera mematikan TV dan berjalan naik ke lantai atas, untuk melihat keadaan Shiena, dia yakin telah terjadi apa-apa dengan anaknya.
"Ada apa Nak?" Tanya Juwi dengan khawatir.
Tanpa menjawab, Shi langsung bangun dan memeluk tubuh Juwi dengan erat, kemudian dia menangis dipelukan ibunya dengan pilu. Dadanya benar-benar sesak, bahkan hanya untuk berbicara pun Shi tidak mampu suaranya bahkan Serasa tercekat di tenggorokan.
Juwi terus mengusap punggung Shi, dia mencoba menenangkan putrinya. Dia tidak ingin bertanya terlebih dahulu, dia membiarkan Shi menangis meluapkan beban dan juga emosi di dalam dirinya, setelah beberapa saat, Shi mulai berhenti menangis dia menghapus air matanya.
"Ada apa sayang? Kenapa kamu menangis?" Tanya Juwi sambil melihat mata sembab dan merah Putri semata wayangnya itu.
Hati Juwi sakit saat melihat air mata yang tumpah di kedua mata indah milik Shi, seorang ibu pastilah akan sakit saat melihat anak semata wayangnya menangis sampai sebegitu pilunya.
__ADS_1
"Mi, Shi akan pergi ke Jerman nanti malam," ucap Shi dengan suara yang purau.
Mendengar itu Juwi sangat terkejut. "Kenapa? Kok mendadak?" Tanya Juwi dengan kaget.
Shi pun menceritakan tentang apa yang dia lihat tadi di kantornyanGavin,.dan mendengar itu Juwi mengepalkan tangannya. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan Gavin, padahal sudah diberi kesempatan, tetapi dia malah mematahkan kesempatan itu.
"Benar-benar kurang ajar anak itu! Biar Mami kasih pelajaran dia!" Geram Juwi sambil bangkit dari duduknya, tetapi ditahan oleh Shi.
"Tidak Mi! Jangan bilang kepada Papi soal ini. Katakan saja, jika aku dan Gavin sudah memutuskan kami tidak saling cocok. Aku tidak mau persahabatan Mami, Papi, Tante Tania dan juga Om Lian hancur. Jadi biarkan aku dan Gavin menyelesaikannya dengan dewasa. Tetapi aku ingin menjernihkan kepalaku dulu Mi. Aku ingin merefreshkan otakku, yang terasa begitu penuh dengan beban."
Juwi menghela nafasnya dengan kasar, dia tidak bisa menolak permintaan putrinya. "Jika itu yang kamu mau, Maka Mami akan mendukungnya! Mami tidak akan bicara kepada Gavin, kemana kamu akan pergi dan berapa lama. Tapi kamu tidak lama kan di sana Nak?" Tanya Juwi dengan wajah yang sedih.
"Entahlah Mi, mungkin beberapa bulan, atau mungkin tahun. Jika Mami kangen, Mami cukup datang saja ke sana. Aku akan menerima pekerjaan dari Helen."
Juwi pun tidak bisa memaksa keputusan Shi, dia yakin jika putrinya itu sudah memikirkannya secara matang-matang. "Kamu di sana jaga kesehatan! Jangan sampai melupakan untuk pulang ke sini, karena di sini ada Mami dan juga Papi."
Sementara itu di tempat lain, tepatnya di sebuah restoran. Gavin baru saja sampai dia pun bertanya kepada salah satu karyawan yang ada di sana. Tetapi karyawan itu mengatakan, jika Shi belum kembali ke restoran. Gavin pun mengacak rambutnya dengan kasar.
"Kemana kamu Shi?" gumam Gavin sambil mencoba berfikir dengan keras. Seketika dia pun menemukan ide, dia yakin jika Shi pulang ke rumah.
Gavin pun mulai menjalankan mobilnya menuju ke kediaman Alexander, dia akan menjelaskan semuanya kepada Shi, jika apa yang Shiena lihat tidak seperti yang dia bayangkan.
Bersambung..........
__ADS_1