Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)
Akan pergi ke korea


__ADS_3

Happy reading


"Mi, aku berangkat dulu ya," pamit Shi kepada Juwi saat berada di meja makan.


"Iya, hati-hati di jalan. Ingat bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut!" Shi mengangguk, lalu mencium tangan Juwi, setelah itu dia pun berangkat ke restoran. Sementara itu Jojo tidak ikut sarapan karena dia sedang berada di luar kota.


Shi melajukan mobilnya dengan santai sambil menikmati lagu Bruno Mars yang dia putar di mobilnya, namun saat Shi Tengah mengendarai mobilnya, tiba-tiba pandangannya tertuju kepada dua orang yang berada tak jauh dari mobil Shi.


"Itu bukannya Rista ya? Tapi, kok S


Sepertinya dia lagi berantem sama cowok?" Bingung Shiena saat melihat Rita sedang bertengkar dengan seseorang di pinggir jalan.


Shi juga melihat jika Rista menampar wajah lelaki itu, sebelum pada akhirnya lelaki itu masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Rista.


"Apa cowok itu pacarnya ya? Tapi kalau pun iya, bukan urusanku juga. Ah, sudahlah! Biarkan saja, lagian tuh cewek jahat, males aku mau ngasih dia tumpangan," gumam Shiena sambil melewati Rista begitu saja.


Ada rasa kasihan saat melihat Rista menangis di pinggir jalan, tetapi mengingat jika Rista yang sudah membuat hubungan dia dan Gavin renggang, membuat Shi malas untuk menolong Rista.


Sesampainya di restoran, Shi pun masuk ke dalam. Tetapi saat dia masuk ke dalam ruangan nya, Shi melihat sebuket bunga mawar merah di atas meja kerjanya.


Shiena tersenyum saat melihat bunga itu, kemudian dia mengambil dan menciumnya. Dia sangat yakin jika bunga itu adalah pemberian dari Gavin. Namun saat Shi berbalik badan, dia kaget karena melihat seorang pria Tengah duduk di sofa yang ada di ruangannya.


"Aryan!" Shi terkejut saat melihat Aryan berada di sana.


Aryan tersenyum, lalu berdiri dan mendekat ke arah Shi. "Hai, apa kabar?" Tanya Aryan sambil mengulurkan tangannya.


Shi pun menjawab uluran tangan Aryan. "Kabar baik. Kenapa kamu ke sini nggak beritahu aku! Kan kamu nggak harus menunggu seperti ini? Apa sudah lama?" Shi memberondong pertanyaan kepada Aryan.


"Tidak lama kok! Hanya beberapa menit saja. Kamu suka bunganya?" Tanya Aryan sambil terkekeh kecil.

__ADS_1


Shi melirik ke arah bunga yang ada di tangannya, kemudian kembali melirik ke arah Aryan. "Oh, jadi ini bunga dari kamu? Aku pikir dari--"


"Dari pacar kamu!" Potong Aryan, dan membuat Shi benar-benar merasa tak enak, tapi juga dia tidak bisa membohongi tentang status hubungan dia dengan Gavin.


"Kamu ada apa ke sini?" Tanya Shi mencoba mengalihkan pembicaraan, kemudian dia duduk di sofa diikuti oleh Aryan.


"Aku ke sini mau ketemu kamu aja! Soalnya udah lama juga kan kita tidak bertemu, lagi pula nanti malam aku akan berangkat ke Korea,dan akan menetap di sana."


"アパカ ペルサハーン ディサナ セダン ベルマサラ?" Tanya Shi pada area dalam bahasa Jepang


( Apakah perusahaan di sana sedang ada masalah? )


"ティダック!ハニャ・サジャ、パパ・インギン・アク・フォクス・メングルス・ペルサハーン ヤンディサナ。セカリグス アクジュガ アカンディジョドカン オレ・パパ、デンガン・アナク・サハバトニャ、" jawab Aryan sambil menghela napas nya.


(Tidak! Hanya saja, Papa ingin aku fokus dengan perusahaan yang disana. Sekaligus aku jodohkan oleh Papa dengan anak sahabatnya,)


"Dijodohkan! Apa segitu nggak lakunya kamu, sampai dijodohkan? Setahuku setiap wanita mengejar-ngejar kamu, tapi kenapa sekarang kamu malah mau untuk dijodohkan," bingung Shi sambil menatap ke arah Aryan.


Mendengar itu Aryan menghela nafasnya dengan kasar. "Iya, memang semua wanita mengejar-ngejar aku. Tepatnya mengejar hartaku! Tapi mau bagaimana lagi, itu adalah permintaan Papa. Dan aku tidak bisa menolaknya lagi. Lagipula wanita yang aku cintai pun, akan bersanding dengan pria lain? Jadi tidak ada lagi tempat aku untuk berjuang."


Entah kenapa perkataan Aryan begitu menohok hati Shi, karena dia tahu jika wanita yang disebut oleh Aryan adalah dirinya. Tapi walau bagaimanapun, Shiena pun tidak bisa berbohong,.Jika dia memang tidak mencintai Aryan, dan hanya menganggap Aryan sebagai temannya saja.


"Maaf," ucap Shi sambil menundukkan kepalanya.


Aryan tersenyum " No problem! But, before I go, you want to accompany me for a walk right?" Tanya Aryan.


(Tidak masalah! Tapi, sebelum aku pergi, kamu mau kan menemaniku jalan-jalan?")


" Of course," jawab Shi.

__ADS_1


Namun saat mereka baru saja keluar dari ruangan Shi, tiba-tiba saja Gavin datang dan terlihat tidak suka saat melihat Shiena berjalan dengan Aryan.


Hati Gavin tiba-tiba saja seperti terbakar saat melihat Aryan berdiri di samping calon istrinya. Kemudian Gavin pun menarik tangan Shi dan merapatkan ke tubuhnya.


"Kenapa dia ada di sini?" Tanya Gavin dengan nada Ketus.


"Jangan marah-marah dulu! Aryan ke sini itu untuk pamitan, karena nanti malam dia akan berangkat ke Korea. Jadi aku mau nemani dia dulu ya hari ini," jelas Shi sambil menatap ke arah Gavin.


"Apa! Menemani? Tidak! Aku tidak mengizinkan kamu untuk jalan sama dia. Lagi pula untuk apa dia meminta kamu untuk jalan-jalan dan menemaninya," kesal Gavin sambil melihat dengan tajam ke arah Aryan.


'Dih, belum nikah aja udah posesif,' batin Aryan menatap tak suka ke arah Gavin


Shi pun menarik tangan Gavin, dia ingin berbicara empat mata dengan calon suaminya itu. "Kamu ini kenapa sih? Lagipula Aryan itu sahabat aku, dia itu akan menetap di korea dan dia cuma minta aku buat nemenin dia doang hari ini. Please ya, aku tidak akan macam-macam dengan Aryan, hanya menemani dia saja untuk jalan-jalan. k


Kasihan lah, nanti malam dia harus berangkat ke Korea," bujuk Shi dengan nada memohon ke arah Gavin.


Mendengar itu Gavin mendengus dengan kasar. "Benar ya hanya jalan-jalan saja! Tidak macam-macam?" Tanya Gavin dengan nada memastikan.


"Benar! Kamu ini nggak percayaan sekali sih sama aku," ucap Shi sambil mencubit kedua pipi Gavin dengan gemas.


Hati Arian bagaikan tercabik-cabik saat melihat keromantisan Shi dan juga Gavin, dia bisa melihat pancaran kebahagiaan di kedua mata Shi, saat bersama dengan Gavin. Dan itu tidak pernah Aryan lihat saat Shi bersamanya.


'Aku ikhlas bila kamu bahagia bersamanya,' batin Aryan mencoba merelakan Shiena bersama dengan Gavin.


Sebenarnya Arian menerima Perjodohan itu juga karena dia ingin melupakan Shi, dia tidak ingin berlarut-larut dalam perasaannya yang begitu dalam kepada Shi. Tetapi ternyata Shi malah bersama dengan pria lain.


Bersambung.........


Maaf ya, autor baru Up novel Gavin karena beberapa hari ini autor sakit dan harus dirawat jadi baru bisa kali ini update lagi Jadi harap maklum🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2