Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)
Harus Mempersiapkan Diri


__ADS_3

Happy Reading😘


Shiena pulang malam hari setelah berjalan jalan puas dengan Aryan. Dia merasa sedikit plong perasaan nya saat bisa tertawa lagi.


Memang Aryan selalu bisa membuat Shie tertawa lepas dan melupakan rasa sakit dan sedih nya.


Saat Shi membuka pintu rumah dan masuk kedalam, dia terkejut sebab ada Gavin dan kedua orang tuanya di sana.


"Shi, sini sayang." Juwi meminta Shi mendekat kearah mereka.


Lalu Shi mencium tangan Tania dan Lian bergantian setelah itu dia duduk di sebelah Sang Mami.


"Tante sama Om kapan datang?" Tanya Shi tanpa melirik sedikitpun pada Gavin.


"Udah setengah jam yang lalu sayang." Ujar Tania sambil tersenyum manis.


Shi hanya mengangguk saja, setelah itu dia pamit ke kamar untuk membersihkan dirinya.


"Nanti jangan lupa turun lagi kesini ya Shi, ada yang mau kami bicarakan soal pernikahan kamu." Titah Jojo pada Sang Anak.


Shi mengangguk lalu melangkah pergi meninggalkan ruang tamu. Dia sempat melihat Gavin dari ekor mata nya. Dia melihat jika Gavin sedang menatapnya dengan tajam. Tapi Shi tak perduli sama sekali.


"Huh, kenapa sih Gavin sama orang tuanya harus kesini? Baru aja aku happy dan merasa beban pikiranku plong. Ini malah harus bertemu lagi dengan wajah menyebalkan Gavin. Entah kenapa, sekarang kalau aku melihat Gavin malah kesal terus bawaan nya." Heran Shi pada dirinya sendiri.


15 menit sudah Shi membersihkan dirinya, dia keluar dari kamar mandi dengan masih menggunakan jubah handuk.


Shi tidak sadar jika di pintu kamar nya seseorang tengah berdiri dengan tangan menyilang di depan dada sambil menatap Shi tanpa berkedip.


'Kenapa dia terlihat sexy sekali?' Batin Gavin sambil meneguk ludahnya dengan kasar


Setelah mengambil baju ganti, Shi berbalik badan hendak ke kamar mandi lagi. Tapi dia sangat terkejut saat melihat Gavin ada di kamar nya dengan seringai di wajah tampan nya.


"Gavin.... Lo mau apa disini hah!" Teriak Shi sambil menyilangkan kedua tangan nya di depan dada.


Gavin berjalan mendekat ke arah Shi dengan senyuman mengancam. "Mau apa Lo hah! Pergi Gavin, gw mau pake baju. Atau gw teriak nih." Ancam Shi sambil menunjuk wajah Gavin.


Shi benar benar malu karena di balik jubah handuk nya itu, Shi tak memakai apa apa. Baju salin Shi juga terjatuh saat dia terjingkat kaget tadi.


Gavin yang mendengar ancaman Shi, segera menarik pinggang gadis itu dan mengungkung nya di lemari, dan satu tangan Gavin menutup mulut Shiena.


"Kalau Lo berani teriak, maka gw perkos* Lo saat ini juga!" Ancam Gavin.

__ADS_1


Bugh


Shi menendang bagian paha Gavin, hingga membuat pria itu mengaduh sambil memegangi aset berharganya.


"Shiiit, kenapa kau menendangku?" Geram Gavin sambil berjongkok.


Shi menjauh saat kungkungan Gavin terlepas, dia tersenyum penuh kemenangan pada Gavin.


"Makanya Lo jangan kurang aja ya! Lo pikir, semua cewek bisa Lo taklukan hah? Mending cuma gw tendang pelan aja! Coba kalau gw keluarin seluruh tenaga gw, bisa pecah tuh telor sama burungnya?" Ketus Shi sambil memunguti baju nya.


"Lo......" Geram Gavin sambil menunjuk wajah Shi dengan tatapan tajam nya.


Gavin merasakan sakit yang teramat sangat di area kebanggaan nya itu. Wajahnya sampai memerah menahan sakit.


"Apa hah! Jangan Lo pikir, walau kita sudah menikah. Gw bakal tunduk sama Lo? Jangan harap ya. Sebaiknya Lo batalin aja perjodohan ini daripada Lo kesiksa hidup sama orang yang gak Lo cinta sama sekali." Tutur Shi sambil masuk kedalam kamar mandi.


Brak


Shi membanting pintu kamar mandi dengan keras, hingga membuat Gavin terjingkat kaget.


"Lihat saja, gw bakal bikin Lo bucin sama gw Shiena." gumam Gavin dengan sorot mata memancarkan kebencian.


"Aaahhh, telor gw....." Ringis Gavin sambil berjalan tertatih keluar dari kamar Shiena.


"Vin, kamu kenapa?" Tanya Tania


"Iya Vin, kamu kenapa? Kok balik dari toilet kayak meringis gitu?" Heran Lian pada anaknya itu.


"Gak Papa Mom, Dad. Hanya ada insiden kecil tadi di toilet." Bohong Gavin.


Dia memang tadi pamitnya untuk ke toilet, padahal dia ke kamarnya Shi untuk memberi gadis itu pelajaran atas insiden tadi siang.


Dia masih gak Terima jika tadi siang Shi membela pria itu, dan lebih memilih pergi bersama pria bule itu ketimbang dirinya.


"Makanya Vin, kamu hati hati." Ujar Tania dengan wajah cemasnya.


"Iya Mom."


Tak lama Shi turun dan bergabung di ruang tamu, dia duduk di samping Sang Mama bersebrangan dengan Gavin. Dia menatap balik Gavin yang sedang menatapnya dengan tajam.


Shi yakin jika Gavin masih kesakitan, tapi dia gak perduli. Bahkan rasa sakit yang Gavin alami sekarang tak sebanding dengan rasa sakit yang Shi rasakan saat Gavin menjebol paksa kegadisan nya.

__ADS_1


'Rasain Lo beruang kutub.' Batin Shi dengan senyum miring tipis di bibir ya.


Gavin yang melihat itu tentu saja geram, bahkan saat ini tangan nya sudah terkepal kuat.


'Awas kau Shi, kita akan mulai permainan nya nanti. Sekarang, kau boleh menang dulu. Tapi nanti, tidak akan ku biarkan kau tersenyum.' Batin Gavin


"Baiklah, setelah kami sepakat. Maka pernikahan kalian akan kami majukan jadi 3 minggu lagi." Ujar Lian


"Apa! Kenapa cepat sekali Om?" Kaget Shi


"Loh, kenapa sayang? Bukannya lebih cepat itu lebih baik?" Timpal Juwi


"Tapi Mi, apa gak kecepetan?"


Shi mencoba mengulur waktu, namun semua sia sia saja.


"Keputusan kami sudah bulat sayang." Ucap Jojo


Shi hanya bisa menghela nafas nya dengan kasar. Sedangkan Gavin tersenyum penuh kemenangan saat mendengar keputusan orang tuanya.


'Aku harus mempersiapkan diri untuk masuk kedalam lubang derita.' Batin Shi


Karena percuma dia menolak, tak ada gunanya juga.


Setelah berbincang panjang lebar tentang persiapan pernikahan Shi dan Gavin. Tania sekeluarga pun pamit pulang. Shi dan kedua orang tuanya mengantarkan Tania sampai ke teras.


"Hati hati di jalan ya Tan." ucap Juwi sambil melambaikan tangan nya.


Saat mobil bergerak meninggalkan rumah Juwi, Shiena langsung masuk kedalam rumah nya. Dia hendak masuk kedalam kamar, tapi suara Jojo menghentikan langkah nya.


"Shiena" panggil Jojo


"Iya Pi."


"Mau kemana? Papi mau bicara dulu!"


"Shi ngantuk Pi, lagian apa yang mau di bicarakan lagi? Bukannya semua sudah jelas dan clear ya? Lagipun, mau Shi menolak juga gak akan merubah semuanya kan?"


Setelah mengatakan itu Shi menaiki tangga untuk ke kamar nya, sementara itu Jojo terus memanggil nama Shi.


"Sudah sayang, biarkan Shi istirahat. Dia pasti cape." ujar Juwi sambil mengelus lengan kokoh Jojo.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2