Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)
Menarik Semuanya


__ADS_3

Happy Reading😘


Jangan pelit pelit ya sama jempol nya🙏


"Buat apa kamu kesini lagi hah?" Ketus Gavin.


Rista berdiri dan menatap Gavin dengan deraian airmata buaya nya. Dia tak mau kehilangan Gavin lagi, sebab Gavin adalah ATM berjalan nya. Selama ini kemewahan yang Rista rasakan, itu semua dari Gavin.


"Sayang, please dengarkan aku dulu! Kamu salah faham sayang. Semalam itu aku---"


"Stop! Keluar sekarang juga, atau ku suruh satpam untuk menyeret mu." Bentak Gavin dengan nada emosi.


Rista terjingkat kaget saat mendengar bentakan Gavin. Dia tak menyangka jika Gavin bisa berkata seperti itu, padahal selama ini Gavin terkenal baik dan penuh cinta.


Rista lupa, jika seseorang bisa berubah jadi singa saat orang itu disakiti. Begitu pun dengan Gavin, selama ini dia menuruti apa yang di minta oleh Rista tanpa protes sedikitpun. Tapi saat hatinya di sakiti, maka tak ada kata maaf lagi untuk nya.


"Pergi!" Bentak Gavin sambil menunjuk pintu keluar.


Rista mengusap air mata nya, lalu berlari memeluk Gavin. Dia yakin jika Gavin masih ada rasa padanya dan masih mencintainya


"Sayang, aku tahu kalau kamu masih cinta sama aku! Kamu hanya marah kan?" Bujuk Rista.


Bruk


Lagi lagi Gavin menghempaskan tubuh Rista hingga jatuh di lantai, lalu dia memanggil Pak Mun kepala pelayan di sana untuk menyeret Rista keluar.


Rista berontak saat pak Mun menyeret nya. Dia melihat Tania dan Lian sedang menatapnya, dengan air mata nya Rista meminta bantuan sambil teriak pada orang tua Gavin.


"Om, Tante. Gavin salah faham Om! Tolong Rista...." Teriak nya tapi sayang Tania dan Lian hanya diam tanpa mau membantunya.


"Tunggu!" Ucap Gavin saat Rista sudah di depan pintu.


Rista tersenyum senang, dia tahu jika Gavin pasti tak akan bisa melepaskannya. Dengan kepercayaan diri yang tinggi, Rista membalik badan nya dan menatap Gavin dengan penuh harap.


"Kemasi barang barangmu dari apartemen ku! Dan saat ini juga kau ku pecat." Ucap Gavin lalu pergi meninggalkan ruang tamu.

__ADS_1


Rista terlihat amat sangat syok, dia menggelengkan kepala nya dengan cepat. "Nggak! Aku gak mau Vin, kamu itu salah faham. Gavin....." Teriak Rista tak percaya.


"Aaaghhh... Kenapa jadi gini sih? Kenapa juga Gavin tak bilang jika mau ke apartemen kemarin! Aaagh...." Rista memukul setir mobil dengan emosi.


Dia tak mau meninggalkan apartemen nya apalagi kerjaan nya. Dia akan membujuk Gavin saat di kantor nanti.


🌹


🌹


🌹


Sesampainya di kantor, Gavin menyuruh Edison untuk masuk kedalam ruangan nya. Tak lama Edison pun masuk.


"Kenapa Bos?" Tanya Edison saat sampai di ruangan Gavin.


"Son, gw mau Lo blokir semua kartu yang gw kasih sama Rista, Lo juga harus suruh anak buah Lo buat usir Rista dari apartemen. Karena gw yakin kalau dia gak mau keluar dari sana! Lo juga suruh satpam di bawah buat gak ngizinin tuh cewek masuk lagi kesini." Ujar Gavin


Edison melihat Gavin dengan tatapan menyipit. Dia begitu heran dengan permintaan sahabat sekaligus Bos nya itu. Dia tahu jika Gavin sangat mencintai wanita itu.


"Lo kenapa Vin? Kok tiba-tiba Lo nyuruh gw begitu! Bukannya Lo itu bucin banget ya sama tuh cewek?" Heran Edison.


Edison yang mengerti segera menepuk pundak sahabat nya itu. "Jadi Lo udah tahu kebenarannya! Syukur deh, gw lega. Gw yakin Vin, Lo bakal nemuin seseorang yang mencintai Lo dengan tulus."


Gavin menggeleng cepat, rasa sakit di hatinya membuat dia sulit untuk percaya dengan yang nama nya wanita. Gavin menutup hatinya untuk yang nama nya wanita.


"Lo kenapa? Seperti ada yang mengganggu pikiran Lo?" Tanya Edison saat melihat wajah kusut Gavin.


Dia sudah hafal betul dengan Gavin, dia melihat jika Gavin sedang memikirkan sesuatu, dan itu membuatnya heran.


"Ada apa Vin? Lo cerita sama gw." Tanya Edison.


Gavin menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu menatap sahabat nya itu. Saat Gavin akan cerita, tiba tiba pintu ruangan terbuka dan ternyata yang masuk adalah Rista.


Dia lansung melangkah ke arah Gavin dan mencoba memeluk nya, tapi Gavin segera mengangkat tangan nya.

__ADS_1


"Sayang, kamu itu salah faham!" Ucap Rista masih mencoba membujuk Gavin.


"Son, tolong Lo lakuin apa yang gw perintahkan tadi." Ucap Gavin pada sahabat sekaligus asisten pribadinya itu.


Edison menganggukkan kepala nya, lalu menyeret Rista untuk keluar dari ruangan Gavin. Dia tak memperdulikan teriakan Rista yang memaki nya, dia terus menyeret Rista hingga keluar.


"Sekarang Lo keluar dari kantor ini! Oh, atau Lo mau gw panggil satpam untuk nyeret Lo keluar hah!" Bentak Edison.


"Eh, Lo itu hanya asisten ya! Jangan sok deh Lo." Cibir Rista.


Edison tersenyum miring, lalu menatap Rista dengan tatapan yang begitu tajam bak elang. "Lo sebaiknya pulang dan kemasi semua barang barang Lo, sebelum anak buah gw datang buat usir Lo dari sana." Tekan Edison dengan aura yang begitu dingin.


Setelah mengatakan itu Edison kembali masuk kedalam ruangan Gavin, sementara itu Rista menghentikan kaki nya dengan kesal ke lantai. Dia gak Terima jika kemewahan nya harus di ambil lagi oleh Gavin.


Dengan perasaan dongkol, Rista pun keluar dari kantor itu. Dia memikirkan siasat untuk menjerat Gavin kembali.


🌹


🌹


🌹


Di tempat lain, di negara sakura seorang gadis tengah menatap hamparan luas negara itu dari atas lantai apartemen nya.


Dia adalah Shiena. Shi memang pergi ke Jepang untuk meneruskan kuliah nya, dia sengaja pindah ke Jepang sebab ia tak mau jika nantinya dia akan bertemu dengan Gavin dulu.


Shi tahu jika Aurel juga akan kuliah di Amerika dan Gavinlah yang mengantarkannya nanti.


"Entah kamu ingat atau nggak Vin tentang kejadian kemarin malam? Aku berharap kamu tak akan ingat! Sebab kamu ingat pun tak akan merubah apapun Vin. Kamu pasti akan merasa bersalah dan mencoba mencariku! Jika itu terjadi, maka bukan rasa cinta yang ku dapat Vin, tapi rasa bersalah." Ucap Shi dengan air mata yang sudah mengalir.


Shiena melihat sebuah kalung di tangan nya, kalung yang pernah Gavin hadiahkan untuk nya saat ulang tahun yang ke 20.


"Selamat tinggal Vin! Aku ingin melupakanmu, melupakan rasa ini di hatiku untukmu. Aku akan berusaha walau ku tahu itu tak akan mudah."


Shi pun membuang kalung berbentuk liontin itu ke tempat sampah, dia ingin melupakan semua kenangan nya bersama dengan Gavin.

__ADS_1


"Selamat tinggal kenangan."


Bersambung......


__ADS_2