
Happy Reading😘
Mendengar ucapan Gavin, Juwi menatapnya dengan tajam, lalu dia kembali menampar wajah Gavin, dan kali ini sangat keras hingga membuat Gavin terjatuh ke sofa.
"Kamu pikir pria di dunia ini hanya kamu saja! Kamu pikir tidak ada yang mau dengan Shiena? Maaf Tan, sebaiknya kamu bawa pulang anak kamu ini, sebelum aku merobek mulut dia," Geram Juwi sambil memegang pas bunga dan mengarahkannya pada Gavin.
Lian dan tania yang melihat situasi yang sudah tidak stabil pun, akhirnya mengajak Gavin untuk pulang.
"Tunggu dulu Mom, Dad. Kita belum memutuskannya?" Tolak Gavn sambil menatap ke arah Jojo.
Mendengar itu Jojo malah berdecih, lalu menunjuk wajah Gavin dengan geram. "Aku sudah memutuskannya anak tengil. Aku tidak akan pernah menjodohkan Shi dengan laki-laki seperti dirimu!" Geram Jojo dengan sorot mata yang begitu tajam.
"Maafkan anaku Wi, Jo. Aku benar-benar minta maaf kepada kalian. Kita akan bicarakan ini lagi nanti. Kalau gitu aku permisi," Ucap Tania sambil menarik tangan Gavin keluar dari kediaman Alexander.
Setelah Tania pergi, Juwi langsung menghambur memeluk tubuh Sang Putri. Dia menangis tersedu-sedu di pelukan Shiena. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana saat itu hancurnya Shi. Bagaimana traumanya, dan rasa sakit yang selama ini dia rasa dan dia alami tanpa Juwi dan Jojo di sisinya.
__ADS_1
"Maafkan Mami sayang! Kami tidak ada di saat kamu terpuruk. Seharusnya kamu bicara sama Mami tentang kejadian itu, biar Mami kasih pelajaran dia," Ujar Juwi dengan wajah yang begitu geram.
"Enggak Mi, Shiena hanya tidak ingin membuat persahabatan Mami dan juga tante Tania hancur, gara-gara masalah ini," Jawab Shi dengan wajah menunduk.
"Bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu Shi? Kamu lebih mementingkan persahabatan Mami dan Papi, ketimbang rasa sakit dan lukamu sendiri!" Bentak Jojo dengan marah, dia tidak habis pikir dengan cara pikiran anaknya. .
"Sudah Pi, ayo Shi kita ke kamar!" Ajak Juwi sambil menggandeng tangan Shiena untuk masuk ke dalam kamar.
"Pi, pokoknya Mami tidak mau ya, kalau sampai Shiena menikah dengan Gavin. Mami benar-benar sakit hati dengannya Pi," Ucap Juwi sambil meninggalkan Jojo di ruang tamu.
Sesampainya di kediaman Arganendra, Lian langsung mendorong dan menonjok wajah Gavin sampai tersungkur ke lantai. Dia menatap sang anak dengan Tatapan yang begitu tajam dan mengerikan. Amarah yang sudah sedari tadi dia simpan kini mencuat seketika.
"Kenapa kamu melakukan itu hah! Kamu kan tahu jika Shiena itu anak sahabat dari Mommy dan Dady? Harusnya kamu bukan mata, sebelum kamu melakukan itu pada Shiena! Kamu membuat Papa kecewa Vin!" Teriak Lian dengan suara yang begitu tinggi sampai terdengar menggelegar di seluruh penjuru rumah.
Sedangkan Tania hanya diam saja sambil terisak, dia tidak menyangka jika putranya yang selama ini dia didik dan selama ini dia banggakan, sudah mengecewakannya begitu dalam.
__ADS_1
"Kamu tahu! Kamu seperti menorehkan kotoran ke dalam wajah kami Gavin. Jika Shi bukan anak dari sahabat Momy dan Dady, maka kami tidak akan masalah. Mungkin kami akan segera menikahkan kalian! Tetapi Shi adalah anaknya sahabat Mommy dan Dady. Kamu tahu itu kan?" Bentak Lian.
"Aku tidak tahu jika saat itu dia adalah Shiena Pi. Sebab di mataku dia adalah Rista. Jika saja aku tahu itu adalah Shi maka aku tidak akan melakukan itu kepadanya," Bela Gavin pada diri sendiri.
"Harusnya semabuk apapun kamu! Kamu bisa membedakan yang mana Shi, dan yang mana Rista?" Timpal Tania yang baru angkat bicara.
Setelah mengatakan itu Lian dan Tania pun pergi meninggalkan Gavin di ruang utama, mereka benar-benar kecewa kepada Gavin.
Sedangkan Gavin melangkah menuju kamarnya dengan perasaan yang begitu kesal. Setelah dia masuk ke dalam kamar Gavin melempar apa saja yang ada di sana, dia menjambak rambutnya, bahkan menonjok tembok berkali-kali hingga tangannya mengeluarkan darah.
"Kenapa bisa seperti ini sih? Kenapa perjodohanku dengan Shi bisa batal? Ada apa dengan perasaanku ini? Kenapa Rasanya aku begitu tidak rela perjodohanku dengan Shi batal?" Ujar Gavin sambil teriak.
"Kenapa Shi? Kenapa kamu menolak Perjodohan ini? Padahal kita sudah kenal dari kecil, dan aku hanya ingin bertanggung jawab atas kesalahanku saja, agar aku tidak terus menerus diliputi rasa bersalah."
Bersambung........
__ADS_1