Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)
Tak Terdaftar


__ADS_3

Happy Reading 😘


Saat ini Gavin sedang duduk di dalam ruangan nya bersama Edison, dia menanyakan soal penyelidikan Edison di Amerika.


"Bagaimana Son? Apa benar kalau Shi pindah ke Universitas sana?" Tanya Gavin dengan tak sabar.


"Lo gak sabaran banget sih! Kayak udah kehilangan berlian berharga saja." Ledek Edison pada sahabatnya itu.


Gavin hanya mencebikan bibirnya saja saat mendengar ledekan sahabatnya itu. Edison tak tahu saja, bahwa di lubuk hati Gavin, dia amat sangat kehilangan Shiena.


Semenjak kepergian Shi, Gavin merasakan seakan sesuatu hilang dari dalam dirinya.


Sesuatu yang membuat Gavin tak bisa tidur. Apalagi saat mengingat kejadian malam itu, dimana ia mengambil sesuatu yang berharga pada Shiena.


"Berisik, lebih baik Lo jawab aja napa sih!" Ketus Gavin.


Edison terkekeh sejenak, lalu wajah nya tiba tiba berubah jadi serius dan menatap Gavin dengan gelengan kepala.


"Maksudnya apa tuh?" Heran Gavin dengan gelengan kepala Edison.


"Shiena gak ada di sana Vin! Dia tidak terdaftar kuliah di sana." Jelas Edison.


Gavin mengusap wajah nya dengan kasar saat mendengar penjelasan Edison. Dia sudah menduga nya, pasti Shi mengindari dirinya.


'Shi, kamu kemana sih? Apa kamu marah sama aku! Kamu benci sama aku Shi. Aku tahu kalau aku itu salah, aku sudah mengambil mahkota kamu! Tapi aku janji Shi, hanya kamulah yang aku sentuh pertama dan terakhir kalinya. Aku gak akan melepaskan sesuatu yang sudah ku sentuh.' Batin Gavin dengan penuh tekad.


🌹


🌹

__ADS_1


🌹


Tak terasa satu tahun sudah berlalu semenjak kepergian Shiena ke Jepang. Selama itu pula Gavin selalu mencari Shiena namun tak kunjung ketemu.


Berkali kali pula Gavin menanyakan pada Juwi dan Jojo selaku orangtua Shiena, tapi sayang mereka tak memberitahukan nya pada Gavin sesuai permintaan Shi.


Gavin seolah menutup hatinya untuk setiap wanita manapun. Bahkan selama satu tahun itu pula Rista mencoba mendekati Gavin, tapi Gavin selalu menolaknya.


Gavin seakan merasa jika hatinya hanya berpaut pada satu wanita, yaitu Shiena. Semenjak penyatuan mereka malam itu, Gavin mengklaim jika Shi adalah miliknya.


Sebab itu adalah hal pertama bagi Shi dan juga dirinya. Walaupun Gavin tak tahu pasti dengan perasaan nya saat ini untuk Shiena.


"Vin, Lo itu sebenarnya suka, cinta atau nggak sih sama Shi?" Tanya Edison saat mereka berada di Kantor.


"Entahlah, aku hanya merasa bersalah saja sama dia Son!" Jawab Gavin dengan tatapan yang lurus.


Edison malah terkekeh mendengar jawaban Gavin.


"Ngaco Lo." Tampik Gavin.


"Vin, Vin. Kalau Lo gak ada rasa sama Shi. Lo gak bakal nutup hati Lo buat wanita lain." Jelas Edison sambil berdiri.


"Udah ah, males gw ngomong sama batu mah! Gw mau balik ke ruangan dulu."


Edison pun kembali ke ruangan nya, meninggalkan Gavin yang masih diam mencerna ucapan sahabatnya.


Bukan Gavin tak paham akan ucapan Edison. Tapi Gavin ragu apakah benar jika dia ada rasa sama Shi, sedangkan selama ini Gavin hanya menganggap Shi sebagai adik saja.


"Gak, gak mungkin! Aku gak mungkin mencintai Shi. Dia hanya gadis manja dan juga rese, yang hanya ku anggap sebagai adik saja! Aku hanya merasa bersalah saja! Ia, hanya rasa bersalah saja." Gumam Gavin sambil menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


🌹


🌹


🌹


Di negara sakura sana, Shiena baru saja mendapatkan telfon dari sang Papi tentang keadaan Mami nya Shiena.


"Apa! Mami sakit?"


"Iya Pi, nanti Shi usahakan pulang."


Setelah telfon tertutup Shiena diam sambil menatap langit cerah di taman. Shiena ragu untuk pulang, dia takut jika akan bertemu dengan Gavin kembali.


"Apa aku harus pulang? Tapi, bagaimana jika aku bertemu dengan nya? Rasanya aku belum siap bertemu dengan nya!" Gumam Shiena


Walaupun sudah setahun di Jepang, tapi tak Shiena pungkiri jika dia masih belum bisa melupakan rasa itu pada Gavin. Meski Shi sudah berusaha, namun sepercik rasa itu masih ada dalam hatinya.


Dan beruntung nya Shi waktu itu. Saat mahkotanya di renggut oleh Gavin, beruntung nya Shi sedang dalam masa tidak subur. Sehingga Pembuahan itu tidak terjadi.


"Nggak Shi, kamu harus bisa. Kamu harus kuat dan gak boleh lemah kayak dulu! Tunjukan pada dia Shi, kalau kamu sudah berubah. Kamu harus bisa melupakan nya Shi, harus." Tekad Shi.


Dia pun kembali ke apartemen nya untuk mengemasi barang barang nya. Shiena memutuskan untuk pulang ke Indonesia demi sang Mami.


Kebetulan kuliah Shiena juga sudah lulus, dan dia akan meneruskan usaha sang Papi yang mempunyai beberapa Cafe dan Restoran di Indonesia.


"Aku pasti bisa!"


Shi menguhkan hatinya untuk pulang, dan meyakinkan dirinya untuk nanti saat bertemu dengan Gavin. Pria yang dia coba lupakan dan hapus dari hatinya.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2