Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)
Aku Tak Mau


__ADS_3

Happy Reading😘


"Sepakat? Sepakat apa ya Tan? Mi, Pi, ini ada apa sih?" Bingung Shi sambil menatap kelima orang di hadapan nya dengan tatapan bingung.


Shi merasakan jika perasaan nya tiba tiba saja merasa tak enak.


'Ada apa ini? Kesepakatan apa yang Tante Tania maksud?' Bagi Shi dengan heran


Dia menatap Mami dan Papi nya dengan tatapan penuh tanya. "Mi, Pi. Apa yang di maksud Tante Tania? Kesepakatan apa?" Tanya Shi pada Juwi.


Juwi yang melihat sang anak kebingungan, akhirnya mengusap pundak Shi untuk menenangkan perasaan bingung Shi.


"Begini sayang! Waktu Tante Tania dan Om Lian kerumah menengok Mami. Kami setuju untuk menjodohkan kamu dengan Gavin. Toh, Gavin juga saat ini tidak ada pasangan, dan begitu pun kamu! Tapi, terlepas dari itu semua, sebenarnya kami sudah menjodohkan kalian dari bayi. Tapi, karena waktu itu Gavin punya kekasih, maka Mami dan kedua orang tua Gavin, tak mau memaksakan perjodohan ini. Dan sekarang kan kalian sudah cukup umur buat menikah, jadi kami melanjutkan perjodohan itu." Jelas Juwi.


Mata Shi melebar dengan ekspresi sangat terkejut. Dia melirik ke arah sang Papi, dan Jojo menganggukan kepala nya tanda jika apa yang Juwi katakan adalah benar.


"Apa! Di jodohkan? Sama dia?" Tunjuk Shi pada Gavin.


Sedangkan yang di tunjuk malah mengerutkan dahi nya.


"Nggak Mi, Shi gak mau!" Tolak Shi dengan keras.


Gavin mendelik tajam menatap Shi. Dia tak Terima jika Shi menolak nya.


"Shi, keputusan Mami dan orang tua Gavin sudah Final. Dan pernikahan kalian akan di langsungkan satu bulan lagi." Jelas Juwi.


"Loh, Mami gak bisa dong ambil keputusan sepihak begitu! Pokoknya Shi gak mau di nikahkan sama Gavin Mi, Pi. Kalian kenapa memaksa sekali?" Bentak Shi dengan kesal


"Shiena..." Bentak Jojo sambil menatap tajam sang anak.


"Jaga ucapan kamu ya! Ingat, dia ini Mami kamu. Gak sepantasnya kamu berkata dengan nada tinggi seperti itu?" Geram Jojo


Shi berdiri dan menatap Gavin dengan tatapan benci.


"Jika kalian memaksa silahkan, tapi ingat satu hal Vin. Gw akan membenci Lo! Dan gak akan pernah membuka hati gw buat Lo, paham!" Ucap lantang Shi sambil melihat Gavin dengan tatapan permusuhan.


Gavin sempat terpaku dengan sikap dan juga perkataan Shiena. Dia seperti tak mengenal Shi sama sekali.

__ADS_1


Shiena yang sekarang sangat berani dan susah di gapai.


'Kita lihat Shi, aku akan membuatmu bertekuk lutut mengemis cinta dariku! Dan akan ku buat kau menjadi bucin padaku.' Batin Gavin dengan seringai di bibirnya.


"Wi, Jo. Ini gimana? Aku gak enak sama Shiena kalau begini?" Ucap Tania saat melihat Shiena pergi dari ruang keluarga.


"Sudah, Lo tenang saja Tan. Kayak gak kenal gw aja Lo mah! Kalau Shi gak mau, gampang. Tinggal gw ulek aja dia pakai acar timun." Cetuk Juwi.


Bugh


Tania yang mendengar itu segera melempar bantal sofa ke arah sahabat somplak nya itu.


"Dasar emak somplak Lo! Bukan nya ngasih solusi, malah bikin emosi. Eh, tapi enak juga ya sambel pakai acar?" Ujar Tania


Lian, Jojo dan Gavin sontak menepuk jidatnya bersamaan.


Mereka heran dengan dua wanita di hadapan nya itu, entah terbuat dari apa otak mereka itu.


"Kalian ini, malah ngomongin acar? Ini jadinya gimana? Perjodohan ini tetep lanjut atau Udahan?" Tanya Lian


"Lanjut." Potong Gavin


Semua mata tertuju pada Gavin dengan tatapan heran.


"Kamu serius Vin?" Tanya Lian memastikan.


"Serius lah Dad. Kan kalau wasiat itu harus di jalankan." Jelas Gavin.


"Wasiat?" Bingung Jojo dan Juwi.


"Iya Om, Tante. Kan aku sama Shi udah di jodohkan dari bayi! So, itu bukan nya wasiat ya? Jadi harus di jalankan kan?"


"Tapi kami masih hidup Gavin! Kami belum metong?" Cetuk Juwi dan di balas anggukan Tania


"Ye... Emang siapa yang bilang Tante, Mama sama yang lain udah meninggal? Tapi tetap aja kan, itu sebuah kesepakatan?"


Gavin mencoba meyakinkan Momy, Dady dan orangtua Shi agar perjodohan itu tetep di laksanakan.

__ADS_1


Dan hasilnya, orangtua Gavin dan Shi akan tetap melaksanakan perjodohan itu. Walaupun Shi tak setuju, sebab mereka yakin jika suatu saat nanti Shi dan Gavin akan saling mencintai seiring kebersamaan mereka.


Cinta akan tumbuh seiring berjalan nya waktu dan juga kebersamaan. Pikir Tania dan Juwi.


Tapi mereka lupa satu hal, cinta juga gak akan bisa masuk kedalam hati seseorang bila orang itu menutup pintu hatinya.


🌹


🌹


🌹


Shi menaiki taksi menuju tempat yang entah dia sendiri pun tak tahu. Shi hanya ingin menenangkan diri ya dulu.


Air mata Shi tak bisa lagi di bendung. Entah kenapa Shi merasa tak menginginkan perjodohan itu.


'Ada apa denganku! Harusnya aku senang sebab aku bisa bersatu dengan Gavin. Pria yang ku cintai sedari dulu. Cinta pertaman ku, dan pria yang ku nantikan. Tapi ada apa dengan hati ini? Kenapa aku malah menolak nya?'


Shi meminta sang supir berhenti di taman kota. Dia pikir saat ini dia butuh ketenangan jiwa dan pikiran.


Shi duduk di sebuah kursi yang ada di taman itu. Dia menangis dalam diam sambil menatap kerlap kerlip lampu taman.


'Ada apa denganku? Kenapa aku tak mau menerima nya? Apa karena luka itu? Luka yang Gavin torehkan di hatiku, luka yang sangat dalam. Tak bisa aku pungkiri, jika sampai saat ini hatiku masih ada nama Gavin. Tapi, aku tahu jika di hatinya tak pernah ada aku! Lalu kenapa? Kenapa dia mau menerima perjodohan ini? Apa karena saat ini ia tak punya kekasih? Dan dia melampiaskan rasa sakit itu padaku?' Batin Shiena menerka nerka.


Air mata yang jatuh di pipi mulusnya tak Shi hapus, hingga sebuah tangan terulur dan memberikan sapu tangan untuk Shi.


"Tak baik jika seorang wanita malam malam menangis di sini." Ucap bariton seorang pria.


Shi melihat tangan kejar itu, lalu mengangkat wajah nya. Mata Shi seketika membulat kaget saat melihat pria tampan di hadapan nya itu.


Bersambung .......


Vin, Vin. Kita lihat saja, kamu atau Shi yang akan othor bikin bucin hah🤣🤣


Gavin. "Thor, si Shiena saja sih yang di bikin bucin sama aku!" 😘


Dih, kita lihat aja nanti😜Yang pasti, kamu harus punya mental kuat buat hadepin Shiena ya😜

__ADS_1


__ADS_2