
Happy Reading 😘
Di sebuah Cafe, duduklah dua sahabat yang sudah berteman sejak lama, yaitu Tania dan juga Juwi.
"Emang ada apa sih, lo ngajak gue ketemuan? Ada hal penting yang ingin lo bicarakan sama gue Ya, tentang Perjodohan anak-anak kita?" tanya Tania dengan raut wajah yang penasaran.
Juwi mengangguk. "Iya Tan, Gue sengaja ngajak lu ketemuan untuk membicarakan Perjodohan Gavin dan juga Shiena. Tapi sebelum itu, gue mohon banget sama lo, Lo jangan marah ya, dengan apa yang akan gue Ucapkan nanti." Pinta Juwi dengan wajah memelas kepada Tania.
Tania yang mendengar itu tentu saja menjadi sangat penasaran, dia melihat wajah Juwi terlihat begitu sendu dan juga seperti menyimpan kesedihan. Sebagai sahabat yang sudah mengenal Juwi cukup lama, Tania tentu saja paham bagaimana watak dan juga sifat Juwi.
"Wi, ada apa? Lo lagi ada masalah? Cerita sama gue. Gue ini kan sahabat lo, Masa lo nggak mau cerita sama gue. Apa ini ada hubungannya dengan perjodohan anak kita?" tebak Tania
Air mata Juwi sudah tidak bisa dibendung lagi, dia menatap Tania lalu segera memeluk tubuh Tania. Juwi terisak dalam pelukan sahabatnya itu, dia benar-benar tak kuasa jika mengingat masalah semalam.
Tania menjadi sangat penasaran dengan sikap sahabatnya itu, pasalnya Juwi tidak pernah menangis seperti ini Setelah sekian lama. Tania mengusap punggung sahabatnya dengan lembut mencoba membuat Juwi lebih tenang agar dia mau bercerita.
Setelah Juwi merasa lebih tenang dia menggenggam tangan Tania, lalu menatap kedua bola mata sahabatnya itu.
__ADS_1
"Tan, gue harap lo nggak bakalan marah, dan gue harap lo bakalan ngerti. Kita ini sahabatan sudah lama bukan? Lo tentu paham gue seperti apa?" ucap Juwi dengan sorot mata yang serius.
Tania mengangguk lalu genggam balik Tangan Juwi. "Gue udah tahu, dan gue udah hafal sifat lo. Ada apa katakan sama gue." ujar Tania
"Tan, gue mau perjodohan anak kita di batalkan." Pinta Juwi dengan wajah Sendu.
Tania Tentu saja sangat terkejut dengan ucapan sahabatnya itu, tiba-tiba saja Juwi membatalkan perjodohan anak mereka tanpa sebab. Dia menatap sahabatnya dengan alis bertaut dan juga wajah yang kaget.
"Tunggu-tunggu, ini sebenarnya Ada apa? Kenapa tiba-tiba Lo minta batalin perjodohan anak kita? Bukannya dari awal kita fine-fine aja, dan nggak ada masalah? Terus kenapa tiba-tiba sekarang lo minta Perjodohan ini dibatalin, Ada apa Wi?" tanya Tania dengan kaget
"Apa! bertengkar? Kenapa mereka bertengkar Wi? Kan mereka anak dan ayah?" kaget Tania dengan suara yang sedikit tinggi karena dia benar-benar kaget.
"Iya Tan, gue selama ini nggak pernah sekalipun tahu luka Apa yang diderita oleh anak gue. Tapi semalam, saat dia mengatakan jika gue sama Jojo itu sangat jahat! Dia bilang gue sama Jojo itu egois, kami orang tua yang benar-benar egois Tan. Dia bilang gue sama Jojo tidak pernah tahu luka apa yang selama ini Shi derita, dan yang selama ini Shi simpan. Dan selama ini Shiena selalu diam, karena Shiena juga tidak pernah bercerita apapun pada gue maupun Jojo Tan." ucap Juwi dengan Isak tangisnya.
"Lalu hubungannya dengan perjodohan anak kita, itu apa?" tanya Tania
" Lo kan tahu, kalau Shiena itu adalah anak gue satu-satunya, dan selama ini dia selalu membanggakan gue dengan segala prestasinya. Dan ternyata dia menerima Perjodohan ini juga, semata-mata Karena untuk berbakti pada gue dan juga Jojo. Sebagai orang tuanya, gue merasa jadi orang tua yang jahat Tan. Gue merasa, kalau gue itu sangat egois, karena gue memikirkan kebahagiaan gue sendiri tanpa gue memikirkan kebahagiaan anak gue."
__ADS_1
"Tapi kan, kita juga udah membicarakannya Wi, cinta itu juga akan datang pada akhirnya kalau mereka sering bersama. Dan seiring berjalan nya waktu juga pasti mereka akan saling jatuh cinta. Dan cinta itu akan tumbuh." Jelas Tania
"Iya Tan, gue paham. Tapi gue nggak bisa mengorbankan kebahagiaan anak gue. Dia aslinya menolak dengan keras Perjodohan ini Tan. Tapi demi gue dan Jojo, dia mengesampingkan egonya dan juga lukanya. Tapi yang gue nggak paham sama sekali sampai sekarang, luka apa yang diderita dan juga dirasakan oleh Shiena selama ini? Sehingga dia begitu membenci Gavin? Padahal selama ini yang kita tahu, Shiena dan Gavin kan sangat dekat. Mereka bahkan seperti adik kakak. Lo tau itu kan Tan?" tanya Juwi sambil menatap Tania dengan Tatapan yang begitu dalam.
"Iya, memang mereka sangat dekat. Dan gue pikir Shiena setuju karena mereka memang sudah dekat dari kecil? Tapi jika Shiena menolak, gue juga nggak mau mengorbankan kebahagiaan anak lo Wi. Karena walau bagaimanapun. Shiena sudah gue anggap sebagai anak gue sendiri. Dan gue juga seorang perempuan, gue nggak mau melukai hati perempuan lain apalagi itu hati anak lo." Ucap Tania sambil mengusap bahu Juwi.
"Makasih ya Tan, atas pengertian lo."
"Iya sama-sama, udah lo jangan sedih lagi. Nanti biar gw omongin ini sama Lian dan juga Gavin. mungkin memang Gavin dan Shiena sedang ada masalah."
"Mungkin juga! Ya sudah, sebaiknya kita habiskan minumannya dan juga pulang. Soalnya aku khawatir banget sama Shi, dia dari semalam tidak mau keluar kamar Bahkan dia tidak ikut sarapan tadi pagi. Tapi aku dapat telepon dari pelayan jika Shiena meminta pelayan untuk mengantarkan sarapan nya ke kamar" ujar Juwi dengan lega.
"Udah, kamu nggak usah khawatir. Shiena nggak akan macam-macam kok! Aku yakin dia itu anak yang baik, dia hanya butuh waktu saja untuk menenangkan hatinya dan juga emosinya. Kamu ini kayak nggak pernah muda aja Wi. Kita kan juga pernah muda, bagaimana dulu kita tidak bisa mengontrol emosi kita. Sudah yuk, sebaiknya kita pulang. Aku juga ada janji nih sama Mas Lian buat makan siang." Ajak Tania
Setelah itu mereka pun keluar dari cafe untuk pulang ke rumah, sementara itu Tania diantar oleh sopirnya untuk ke kantornya Lian dan Juwi membawa mobil sendiri.
Bersambung..........
__ADS_1