
Happy Reading 😘
"Son, gw mau Lo cari tahu keberadaan Shiena di London." Titah Gavin pada Edison.
"Hah! Shiena? Buat apa Vin Lo nyariin dia?" Bingung Edison.
"Gw mau tebus rasa bersalah gw sama dia Son."
"Tunggu, tunggu. Rasa bersalah! Rasa bersalah apa Vin?" Kepo Edison
Gavin pun menceritakan tentang apa yang terjadi antara dia dan Shiena, bagaimana dia memergoki Rista dan akhirnya meniduri Shiena.
Edison tentu saja sangat kaget saat mendengar penjelasan Gavin. Dia tak menyangka jika sahabatnya itu sudah meniduri dan mengambil sesuatu yang berharga pada Shiena.
"Lo gila ya Vin! Apa Lo gak bisa bedain mana Shi dan mana wanita murahan itu?" Geram Edison.
"Gw saat itu lagi mabuk Son! Yang gw lihat, bukanlah Shiena melainkan wanita Jahannam itu." Ucap Gavin dengan prustasi.
"Lalu, bagaiman bisa Lo yakin kalau itu Shiena? Sedangkan Lo aja mabuk?" Heran Edison.
"Gw menemukan anting Shiena di atas kasur gw Son. Dan setelah ingatan gw pulih, gw juga mengingat semuanya." Jelas Gavin
Hening.
Keduanya sama sama terdiam, mereka sama sama larut dalam pikiran nya.
"Lalu orangtua Lo sama Shi, udah tahu belum tentang kejadian itu?" Tanya Edison setelah diam beberapa saat.
Gavin menggeleng. "Gw rasa Shi sengaja tidak menceritakan nya pada orangtuanya dan orangtua gw Son."
"Lalu, sekarang Lo mau apa? Gw sangat yakin jika kepergian Shi bukan tanpa alasan! Dia pasti pergi, karena mau melupakan kejadian waktu itu." Jelas Edison.
"Mungkin juga! Son, apa benih gw bakal jadi di perutnya Shiena? Tapi, gw baru sekali ngelakuin itu."
"Iya sekali, tapi main nya berkali kali kan Lo! Ya udah pasti jadi lah. Kalau sampai Shiena hamil anak Lo! Maka Lo harus tanggung jawab."
Gavin diam mendengar penuturan Sahabatnya itu. Dia membenarkan apa yang dikatakan oleh Edison, jika ia harus bertanggung jawab. Terlepas dari Shiena anak sahabat orang tuanya atau bukan, maka Gavin harus tetap bertanggung jawab.
__ADS_1
🌹
🌹
🌹
Rista sekarang tinggal di apartemen milik Viki pacar gelap nya. Dia tak mau tinggal di kontrakan, mangkan nya dia lebih memilih tinggal di Apartemen Viki saja.
Dia juga sedang menyusun siasat untuk rencana nya agar bisa menjerat Gavin kembali.
Rista mengusap wajah tampan pria disamping nya itu. Jika di bandingkan dengan Gavin, tentulah Gavin paling tampan. Dan Viki jauh dari di bawah Gavin.
Viki sendiri hanya seorang pengusaha yang memiliki 3 tempat travel.
"Sayang, kamu mau kemana?" Tanya Rista saat Viki bangun dari tidur nya
Mereka baru saja melakukan hubungan terlarang itu. "Aku harus ketemu klien sayang!" Jawab Viki sambil berlalu ke kamar mandi.
Jika bukan karena Viki bisa memberikan kepuasan saja, maka Rista juga tidak mau sama Viki. Rista selingkuh dari Gavin karena selama pacaran sama Gavin. Pria itu tak pernah mau menyentuh Rista.
Padahal selama ini Rista sudah menggoda nya, tapi Gavin tak mau menyentuh nya. Gavin malah memilih menahan nya, padahal waktu itu Rista pernah hampir menguasai Gavin, tapi sayang Gavin terlalu kokoh.
Selalu kata itu yang di ucapkan Gavin saat Rista menggoda nya. Bahkan Gavin hanya berani mencium kening dan kedua pipi nya saja. Untuk bibir pun Gavin selalu menolak nya.
🌹
🌹
🌹
Gavin memandangi foto Shiena dan dirinya saat masih sekolah. Dia begitu merindukan Shiena, selama ini tiada hari tanpa berantem. Dia dan Shiena selalu saja berantem.
"Shi, aku tahu kamu pasti marah dan kecewa sama aku! Maafkan aku Shi. Maafkan kebodohanku yang tak bisa mengenalimu. Harusnya aku sadar waktu kamu bilang jika kamu bukan dia? Harusnya aku bisa menahan nya Shi. Maafkan aku Shi, maafkanlah aku! Aku akan bertanggung jawab Shi. Walaupun aku dan kamu tak saling mencintai tapi, aku tak mau di cap lelaki tak gentle." Ucap Gavin dengan wajah sendu sambil menatap foto Shiena yang sedang tersenyum bahagia.
"Woooy... Ngelamun mulu Lo! Makan siang yuk!" Ajak Edison pada Gavin.
"Nggak ah, Lo duluan aja."
__ADS_1
"Ah elah. Gak usah kayak anak bocah deh! Gw yakin Shi pasti ketemu kok. Atau Lo begini gara gara Lo belum bisa moveon dari wanita ular itu?" Tebak Edison.
"Sembarangan. Gw cuma keinget sama Shi aja! Pasti saat ini dia lagi marah banget sama gw." Tutur Gavin.
Edison paham apa yang di rasakan oleh sahabatnya saat ini, dia menepuk pundak Gavin dan mengajaknya untuk makan siang bersama.
Gavin pun mengangguk lalu keluar dari kantor menuju cafe terdekat. "Vun, gw tahu apa yang Lo rasain saat ini. Tapi, jangan jadikan itu sesuatu yang bisa membuat Lo hancur. Lo harus bangkit dan buktiin sama wanita ular itu jika dia gak ada apa-apa nya."
Gavin membenarkan ucapan sahabatnya itu. "Son, semua sudah Lo beresin kan?"
"Sudah, Lo jangan khawatir. Ular itu juga sudah pergi dari apartemen Lo"
"Gw juga punya sru tugas lagi buat Lo."
"Apa itu?"
"Gw mau, Lo hancurin usahanya selingkuhan wanita ular itu. Buat mereka menderita dan tak punya apa apa! Biar mereka tahu, dengan siapa saat ini merek berhadapan." Jelas Gavin dengan tatapan dingin nya.
"Siap Bos."
'Lihat saja kau wanita ular, permainan baru saja di mulai.' Batin Gavin.
Gavin Arganend
Shiena Alexander
Rista
Aurelie Arganendra
__ADS_1
Bersambung......