Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)
Kamu Cemburu


__ADS_3

Happy reading..........


Tidak terasa hubungan Gavin dan juga Shi, sudah hampir satu bulan. Dan selama itu pula mereka selalu menghabiskan waktu berdua, kemana-mana serba berdua, bahkan sekarang mereka mulai memberikan perhatian perhatian kecil satu sama lain.


Seperti saat ini, Gavin mengajak Shi untuk makan siang di sebuah restoran di pinggir pantai. Sekaligus mereka akan menikmati masa-masa pendekatan mereka.


Tempat 11.00 siang, Gavin pun sudah datang ke restoran untuk menjemput Shiena. Setelah itu mereka pun berangkat ke tempat yang akan mereka tuju.


"Kenapa harus makan di luar sih? Kan di restoran juga bisa?" Bingung Shi sambil menatap ke arah Gavin.


"Iya, aku tahu. Tapi aku hanya ingin cari suasana baru aja," jawab Gavin sambil menggenggam tangan Shi.


Gavin merasa Jika benih-benih cinta itu sudah datang di hatinya pada Shi. Dia juga sudah mulai merasakan debaran-debaran kecil di hatinya kepada Shi.


Tapi Gavin masih belum menyadarinya sepenuhnya, dia berpikir bahwa itu masih rasa bersalah, bukan rasa cinta.


Gavin hanya ingin memantapkan hatinya, agar dia yakin bahwa yang dia rasakan saat ini adalah cinta, bukan rasa bersalah ataupun rasa tanggung jawab.


Sesampainya mereka di sana, Gavin sudah membooking tempat itu untuk mereka berdua, dia ingin momen-momen romantis antara dia dan juga Shiena.


Setelah makan siang selesai, Gavin mengajak Shi ke pinggir pantai, lalu mereka pun berfoto bersama dan menghabiskan waktu di sana, saling mengejar satu sama lain, bermain air. Semuanya terasa indah bagi Shiena dan Gavin.

__ADS_1


Gavin menarik pinggang Shi, hingga tubuh mereka berhadap-hadapan. Lalu Shi mengalungkan tangannya ke leher Gavin. "Aku senang deh, karena kita bisa memulainya lagi," ucap Gavin sambil menatap kedua mata Shi.


Shiena tersenyum dan membalas tatapan Gavin. "Apa yang kamu rasakan saat ini sama aku? Apa perasaan itu sudah tumbuh?" Tanya Shiena dengan tatapan serius ke arah Gavin.


"Entahlah, tetapi saat berada di sisi kamu hatiku selalu berdebar. Entah itu cinta atau mungkin masih rasa bersalah. Itu kenapa aku ingin memantapkan perasaan ini, dan mencari jawabannya, apakah ini memang cinta atau memang, ini hanya perasaan bersalah."


Mendengar itu Shi terkekeh, sehingga membuat Gavin menatap Shiena dengan bingung. "Kenapa tertawa?" Heran Gavin sambil menautkan kedua alisnya.


"Ya habisnya lucu, kamu kan udah pernah ngerasain namanya jatuh cinta. Udah pernah ngerasain gimana punya pacar? Harusnya kamu itu tahu dong, dan bisa membedakan mana cinta dan mana perasaan bersalah?"


Gavin terdiam, sambil menatap kedua manik hitam milik Shiena. Dia membenarkan apa yang Shie katakan.


"Iya aku ingin memantapkan dulu hati ini, beneran ini rasa cinta, atau memang sebaliknya? Kalau memang itu benar! Maka tidak usah menunggu 2 bulan, aku akan langsung melamar kamu," ucap Gavin kepada Shi.


Aryan kaget saat melihat Shi berada di sana. Begitupun dengan Aryan, dia juga sangat kaget saat melihat Shiena ada di sana juga.


Aryan melihat ke arah tangan Gavin dan juga Shi yang saling menggenggam satu sama lain. Entah kenapa hatinya merasa sakit, bahkan sangat sakit. Luka yang selama ini menganga, kini semakin lebar. Saat melihat genggaman tangan kedua Insan itu.


Gavin tersenyum miring, lalu dia merengkuh pinggang Shiena, dia ingin memanas-manasi Aryan


"Kalian pacaran?" Tanya Aryan kepada Shi dan juga Gavin.

__ADS_1


Mendengar itu Gavin semakin merapatkan tubuhnya kepada Shiena, sedangkan Shi merasa tidak nyaman. Sebenarnya dia merasa tidak enak, sebab dia tahu pasti Aryan sangat sakit hati.


Aryan yang melihat itu hanya mencebikan bibirnya saja. Dia berpikir jika Gavin sengaja melakukan itu di hadapan nya.


"Bukan hanya pacaran, tapi kami akan menikah. Dan kamu orang pertama yang akan kami undang," ucap Gavin kepada Aryan.


Mendengar itu hati Aryan hancur, tapi dia tetap stay cool di hadapan Shiena dan Gavin. Seolah merasa jika dirinya tidak apa-apa. "Selamat ya! Aku turut bahagia, kalau gitu aku pamit dulu! Aku ada meeting," ujar Aryan dengan nada datar sambil berlalu melewati Shiena dan juga Gavin.


Melihat itu Shi merasa tidak enak, dia ingin mengejar Aryan tetapi Gavin menahan tangannya, lalu menggelengkan kepala, tanda dia tidak setuju jika Shiena mengejar Aryan.


"Vin, aku mau bicara sebentar sama Aryan!" Pinta Shiena kepada Gavin, tetapi Gavin menggeleng dengan cepat.


"Tidak! Buat apa? Aku tidak suka kamu menemui dia!" Ketus Gavin.


Shi tersenyum, lalu menatap Gavin dengan senyuman di bibirnya. "Kamu cemburu kalau aku deket-deket sama Aryan?" tebak Shi.


"Iya, kalau aku cemburu kenapa? Kamu tetap mau deket-deket sama dia?" jawab Gavin dengan serius.


Shi mencubit kedua pipi Gavin dengan gemas. "Dasar pencemburu!" Ledek Shiena sambil berlalu meninggalkan Gavin menuju mobil.


gavin tersenyum sambil menatap punggung Shi. "Aku tidak akan membiarkan kamu berdekatan dengan pria itu! Aku tidak akan membiarkan peluang sedikitpun, untuk pria itu mendekati kamu," gumam Gavin dengan tekad yang kuat

__ADS_1


Bersambung .,......


__ADS_2