Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)
Dia Calon Istriku


__ADS_3

Happy Reading😘


Pagi ini Shiena sudah rapih, dia tak ikut sarapan di meja makan sebab masih kesal dengan Mami dan Papi nya.


Shi juga berniat tidak berangkat dulu ke Resto, tapi ada karyawan nya yang menelfon jika Shi harus kesana.


Setelah memoles lipstik di bibirnya, Shi pun turun ke bawah dan menuju meja makan.


"Shii...." Panggil Juwi


Shi menengok sejenak, lalu kembali meminum jus tomat yang dia minta pada pelayan nya.


"Shi, kamu mau ke resto?" Tanya Juwi


Shi mengangguk, lalu mengambil roti dan memakan nya. Dia tak banyak bicara seperti biasanya pada sang Mami.


Dan Juwi yang melihat itu sebenarnya merasa sedih, sebab Shi mendiamkan nya.


"Nak, Mami mau bicara berdua sama kamu!" Ucap Juwi sambil menggeser kursi agar mendekat ke arah putrinya itu.


"Bicara apa Mi! Aku sudah mau pergi." Jawab Shi dengan cuek.


"Nak, kamu kenapa sih? Kenapa gak mau di jodohkan dengan Gavin? Ok, Mami faham kalau mungkin kamu sudah moveon dari Gavin. Tapi, Mami tak enak jika harus membatalkannya sayang." Jelas Juwi mencoba membuat Shi mengerti.


Shi melirik ke arah sang Mami, lalu mengusap mulut nya dengan tisu.


"Mi, Mami kan tahu kalau cinta itu tak bisa di paksakan? Mami juga tahu jika Gavin tak pernah mencintai aku! Dia hanya menganggap aku adiknya." Jelas Shi


"Iya Mami tahu itu! Tapi kan sekarang Gavin mau nikah sama kamu!"


"Iya, tapi gak menutup kemung----"


Tingnong


Tingnong


Anggap aja suara bel ya🤣🤣


Ucapan Shi terhenti saat mendengar suara bel rumah nya. Dia pun bangkit dan meraih tas nya. Dia yakin jika itu adalah Aryan.


"Shi berangkat dulu, Temen Shi sudah menunggu." Ucap Shi sambil mencium tangan Juwi.


Dia pun meninggalkan meja makan dan melangkah menuju ke depan.


"Hay Ar." Ucap Shi saat membuka pintu


"Morning Tuan Putri." Ucap Aryan sambil. Membawa seikat bunga mawar putih.


"Morning pangeran tampan! Makasih ya." Ucap Shi sambil menerima bunga itu.


"Siapa dia Shi?" Tanya Juwi dengan penasaran.


Dia kaget sebab melihat seorang pria tampan yang datang di pagi hari dengan membawa seikat bunga buat putrinya.


Shi dan Aryan menoleh ke arah Juwi.

__ADS_1


"Oh, ini Mi. Kenalin dia Aryan Bramasta, sahabat Shi waktu di Jepang. Aryan juga dosen Shi di sana." Ucap Shi memperkenalkan Aryan pada sang Mami.


Aryan mencium tangan Juwi, lalu memperkenalkan dirinya.


"Saya Aryan Tante."


"Kenapa di luar Shi, ajak masuk ayo!" Ujar Juwi


"Nggak usah Mi, kita soalnya mau langsung."


"Emang kalian mau kemana?"


"Aryan minta Shi buat menemaninya melihat kota jakarta Mi." Jelas Shi dan di balas anggukan Aryan.


Juwi menatap Aryan dengan heran, dia melihat dari atas sampai ke bawah. Dan itu membuat Aryan sedikit tak enak.


"Eum, kamu bukan asli indo ya?" Tanya Juwi pada Aryan.


"Bukan Tante! Saya asli Italia." Jawab Aryan sambil menggelengkan kepala nya dengan senyuman manis di bibir nya.


"Tapi, kok bisa bahasa indo?" Heran Juwi


"Kebetulan saya menguasai 6 bahasa Tante, salah satunya indonesia." Ujar Aryan.


Juwi mengangguk faham, lalu Shi dan Aryan pun pamit ke Juwi. Mereka berjalan menuju mobil Aryan.


Pandangan Juwi terus menelisik ke arah Aryan dan Shiena. Bahkan sampai mobil itu keluar dari gerbang.


"Apa pria tadi kekasihnya Shi? Atau pria itu yang sudah berhasil membuat Shi lupa sama Gavin?" Gumam Juwi.


Di dalam mobil.


Shi dan Aryan bercerita banyak hal tentang kebersamaan mereka sewaktu di Jepang.


Shi juga bertanya soal kegiatan Aryan saat ini, dan tak terasa mobil sudah sampai di depan resto milik Orangtua Shi.


"Ini Resto milik kamu?" Tanya Aryan sambil melihat Resto itu dengan kagum


"Bukan, ini tuh Resto milik Mami sama sahabatnya."


Mereka pun masuk kedalam lalu menuju salah satu karyawan Shi untuk bertanya tentang masalah yang di sebutkan waktu di telfon.


Setelah selesai, Shi dan Aryan pun menuju mobil kembali untuk melanjutkan tujuan utama mereka.


"Shiena...." Panggil seseorang saat melihat Shi akan naik mobil.


Shi dan Aryan membalik tubuh nya, dan melihat Gavin sedang berjalan mendekat ke arah Shi dan Aryan.


Setelah sampai dekat Shiena, Gavin segera menarik tangan Shi agar menjauh dari Aryan.


Terlihat jelas sorot mata tak senang di kedua mata Gavin. Dia tak suka melihat Shi dekat dengan pria lain.


"Apaan sih Vin, main tarik tarik aja!" Sewot Shi sambil mencoba melepaskan cekalan tangan Gavin.


Namun sia-sia saja, sebab cekalan Gavin lumayan kencang.

__ADS_1


"Jangan kasar sama perempuan." Ujar Aryan dengan tatapan dingin dan tak suka saat Gavin menyentuh Shi.


"Apa urusan mu hah! Dia ini calon istriku, kau paham!" Jawab Gavin dengan aura dingin nya.


Aryan mencebik saat mendengar ucapan Gavin. Dia tak percaya jika Shi adalah calon istrinya.


"Kalau mimpi jangan kesiangan Bro!" Ledek Aryan.


Aryan mencoba membantu Shi untuk lepas dari Gavin, dan itu sukses membuat Gavin marah dan kesal.


Bugh


Gavin menonjok wajah Aryan saat melihat pria tampan itu memegang tangan Shi.


Aaaaaa.


Shi menjerit saat melihat Aryan di pukul, dia segera menginjak kaki Gavin hingga pegangan tangan nya terlepas. Setelah itu Shi mendekat ke arah Aryan.


"Kamu gak papa Ar?" Tanya Shi dengan cemas.


"Aku gak papa Shi." Jawab Aryan sambil memegangi bibir nya yang memar.


Gavin mengepalkan kedua tangan nya saat melihat Shi begitu dekat dan perhatian pada Aryan.


'Keterlaluan kamu Shi. Kamu malah mencemaskan dia.' Batin Gavin dengan kesal.


Shi berbalik dan menatap Gavin dengan sorot mata tajamnya.


"Kamu itu apa apaan sih Vin? Kenapa kamu tonjok Aryan hah?" Bentak Shi sambil mendelik tajam ke arah Gavin.


"Ciih, aku hanya menonjoknya sekali, gak usah lebay." Ucap Gavin dengan berdecih.


"Terus masalah kamu apa hah, sampai menonjok Aryan?"


"Ya jelas aja aku marah lah! Kamu itu calon istriku, dan kamu malah jalan sama pria lain?" Kesal Gavin


"Ck, berharap sekali kamu! Lebih baik, kamu nikahi saja mantanmu itu." Decak Shi dengan kesal.


Setelah itu Shi menggandeng Aryan dan masuk kedalam mobilnya. Ada senyum penuh kemenangan di bibir Aryan saat melirik ke arah Gavin.


Tentu saja Gavin yang melihat itu terlihat kesal, bahkan wajahnya sudah merah menahan amarah.


Giginya berbunyi menahan sesuatu yang siap meledak.


Saat mobil Aryan pergi dari sana, Gavin menonjok udara dengan kesal. Dia tak Terima jika Shi dekat dengan pria lain.


'Awas saja kau Shi. Akan ku buat kau bucin dan bertekuk lutut mengemis cintaku!' Batin Gavin dengan kesal.


Bersambung.. .....


Thor, awas kau ya sudah hadirin Aryan di ceritaku dan Shiena😠


Wiiiih... Selow bang. Lagian Lo itu harus berjuang bang, kalau mau dapetin Shi😜😜


😠😠😠😠😠

__ADS_1


__ADS_2