
Happy Reading 😘
"Maaf tante, Shiena tidak bisa menikah dengan Gavin. Tapi tante tenang saja, Shi sudah memaafkan Gavin kok! Tapi luka dihati Shi memang masih sangat dalam," Jelas Shiena dengan tatapan lurus ke arah depan.
Tania yang mendengar itu segera menghambur memeluk tubuh Shiena. "Nggak papa sayang! Tante ngerti kok. Makasih ya kamu udah mau maafin Gavin," Ucap Tania dan dibalas anggukan oleh Shi.
Tania sangat bersyukur sebab Shi mau memaafkan Gavin. Walaupun Tania tahu, tidak mudah untuk memaafkan kesalahan yang telah Gavin buat. Apalagi sampai menghancurkan masa depan Shi.
Setelah berbincang-bincang, Tania pun pamit untuk pulang, karena jam juga sudah menunjukkan tengah hari. Sebelum dia pulang, Tania memeluk tubuh Shi dengan erat. Begitupun dengan Juwi, kemudian dia menatap kedua mata Shi dengan tatapan yang penuh rasa penyesalan yang begitu dalam.
"Tante tahu, jika ini tidaklah mudah untuk kamu. Pasti sangat berat dan juga sangat menyakitkan. Tante berharap jika kamu mau menerima Gavin, untuk bertanggung jawab atas kesalahannya. Tetapi Tante juga tidak ingin memaksa jika kamu juga tidak mau menikah dengannya," Ucap Tania, setelah itu dia berlalu masuk ke dalam mobil.
Setelah kepulangan Tania, Shi berjalan masuk dan menaiki tangga untuk ke kamarnya. Tetapi Juwi menghentikan langkah Shi, dan mengajaknya untuk berbincang di ruang keluarga.
__ADS_1
"Iya Mi, ada apa?" Tanya Shi sambil duduk kembali di sofa.
Juwi menggenggam kedua tangan putrinya, lalu menatap sendu kedua mata Shi. Sedangkan satu tangannya mengusap rambut Shi. "Jika memang kamu sudah tidak mencintai Gavin lagi, Mami mengerti sekarang. Mami juga paham, kenapa kamu bersikeras melupakan Gavin. Tapi Nak, kenapa waktu itu kamu tidak bilang kepada Mami tentang apa yang telah terjadi malam itu, dan apa yang Gavin lakukan kepada kamu? Kenapa kamu menyembunyikan semuanya? Entah kenapa Mami merasa, jika bukan hanya alasan kehancuran persahabatan Mami saja dengan tante Tania, yang menjadi alasan kamu menyembunyikan semua itu. Ada alasan lain kan, di balik semua itu?" Tanya Juwi sambil menatap mata Shi.
Mendengar pertanyaan sang Mami, Shi menatap ke arah lain, lalu menggeleng dengan cepat. "Tidak ada Mi! Tidak ada yang Shi sembunyikan," Tukas Shi.
"Kamu mungkin bisa membohongi orang lain, termasuk Papi kamu! Tapi kamu tidak bisa membohongi Mami, Shi. Mami adalah orang yang sudah melahirkan kamu, mengandung kamu selama 9 bulan, dan Mami sangat tahu arti dari tatapan mata kamu! Jadi Mami mohon, jujurlah sama Mami Nak. Ada hal lain kan yang membuat kamu menyembunyikan masalah sebesar itu dari kami?" Desak Juwi.
Setelah beberapa saat terdiam, Shi kembali menatap sang Mami. Dia sudah berpikir dengan keras, jika tidak ada salahnya dia mengungkapkan semuanya kepada sang Mami, sebab selama ini tidak ada yang Shi rahasiakan dari Maminya, dia selalu menceritakan tentang apa saja yang dia rasakan kepada Juwi.
"Mami benar! Ada hal lain selain hal itu, yang menjadi alasanku menyembunyikan semuanya. Aku memang sengaja menyembunyikan itu dari Mami dan Papi, maupun Tante Tania dan Om Lian. Aku tidak ingin membuat persahabatan kalian hancur, gara-gara kejadian itu. Aku juga tidak mau melihat Mami sedih dan juga Terpukul, saat mengetahui jika Putri Mami telah ternodai masa depannya."
Shi terdiam sesaat, dia sedang merangkai kata-kata yang tepat untuk dia ucapkan kepada Maminya. Sedangkan Juwi masih diam membisu, mendengarkan apa yang akan Shi sampaikan kepadanya.
__ADS_1
"Waktu itu saat Shi sampai di apartemen, Shi melihat jika Gavin sedang mabuk. Shi pun mencoba untuk membantu Gavin masuk ke dalam apartemennya, karena dia terlihat sangat kesusahan. Dia benar-benar mabuk berat Mam, tapi yang Gavin lihat saat itu, jika Shi ini adalah Rista. Selehingga dia melakukan itu kepada Shi. Dia terus merancau dan mengumpat kepada Rista. Shi awalnya berontak, Shi tidak ingin itu terjadi. Tapi apa daya, kekuatan Shi bahkan tidaklah sebanding dengan kekuatannya Gavin. a
Apalagi Gavin sedang dalam keadaan seperti itu! Benar-benar dia tidak bisa mengontrolnya, hingga kejadian itu pun terjadi. Shi hanya bisa nangis dan juga pasrah, setidaknya Shi sudah menyerahkannya pada orang yang selama ini Shi cintai. Walaupun Shi tidak tahu bagaimana kehidupan Shi dan Gavin nantinya? Shi mencoba untuk melupakannya Mi, hingga Shi memalsukan keberangkatan Shi sebenarnya. Shi hanya ingin menghindarinya Mi, sebab Shi takut jika Gavin mengingat kejadian malam itu, dan dia mencari Shi. Shi hanya ingin menenangkan diri! Shi tidak mau jika Gavin merasa bersalah, dan menikahi Shi tanpa cinta. Shi ingin Mi, jika nanti Shi menikah dengan seorang yang Shi cintai. Tapi pria itu juga mencintai Shi, bukan karena rasa bersalah ataupun rasa tanggung jawab!" Jelas Shiena panjang lebar, dengan air mata yang sudah mengalir di kedua pelupuk mata nya dan membasahi pipinya.
Mendengar penjelasan putrinya, Juwi segera memeluk tubuh Shiena dengan erat. Mereka berdua pun menangis tersedu-sedu. Dia tidak bisa membayangkan, bagaimana saat itu Shi memberontak dan juga pasrah saat masa depannya dinodai oleh Gavin. Dia tidak bisa membayangkan, bagaimana sakit dan sesaknya hati Shi saat mendapati kenyataan, jika Gavin Tidak Pernah mencintainya selama ini.
"Nak, walaupun seperti itu? Bukalah hati kamu untuk Gavin lagi. Mami yakin jika kalian itu berjodoh," Ucap Juwi.
"Aku hanya ingin fokus kerja dulu Mi! Soal perasaan ini, biarlah waktu yang bisa menjawabnya. Biarkan mengalir seperti air. Jika memang Gavin ingin bertanggung jawab karena rasa bersalah itu, dan dia masih ngotot ingin menikahiku! Maka aku pun akan bersikeras untuk menolaknya. Aku ingin Gavin menikahiku karena cinta Mi, bukan karena rasa bersalah. Sebab rumah tangga tidak akan pernah bahagia dan manis, tanpa cinta. Rumah tangga akan terasa hambar kan Mi, jika tidak adanya cinta?" Tanya Shi sambil menatap ke arah sang Mami.
"Mami selalu berdoa yang terbaik untuk kamu Nak! Mami berharap, suatu saat nanti Gavin mencintai kamu. Apapun yang kamu lakukan saat inindemi masa depan kamu, dan demi kebahagiaan kamu! Mami akan mendukungnya sayang," Ucap Juwi sambil mengecup kening Shi dengan lembut dan juga penuh kasih sayang.
Bersambung. . ........
__ADS_1