
Happy reading
Gavin memarkirkan Mobilnya di kediaman Alexander, kemudian dia pun berjalan masuk dan mengetuk bel pintu rumah Alexander, dan tak lama seorang pelayan membukakan pintu.
"Apakah Shiena ada di dalam?" Tanya Gavin pada pelayan, yang baru saja membukakan dia pintu
"Nona Shiena ada di dalam, Tuan. Silakan duduk! Saya akan panggilkan dulu, Nona Shiena-nya,Tuan!" Jawab pelayan itu sambil menundukkan kepalanya.
Gavin mengangguk, lalu duduk di sofa yang ada di ruang keluarga. Saat dia tengah menunggu, tiba-tiba saja Juwi datang karena mendengar ada tamu dari pelayan.
"Eh, ada kamu Vin. Mau ketemu Shi?" Tanya Juwi yang melangkah mendekat ke arah Gavin.
"Iya Tante, Shi-ya ada kan?" Tanya Gavin sambil mencium tangan Juwi.
"Oh, ada kok! Tadi udah dipanggilkan sama pelayan. Nggak apa-apa, duduk dulu, nanti juga Shi sebentar lagi akan turun! Udah sarapan belum? Kalau belum, kita sarapan sama-sama yuk!" Ajak Juwi kepada Gavin.
Gavin menggaruk belakang kepalanya. "Saya memang belum sarapan, Tante," jawab Gavin. Mendengar itu Juwi pun memaksa Gavin untuk sarapan bersama keluarganya, dan Gavin tidak bisa menolak.
Lalu mereka pun melangkah menuju meja makan, dimana mereka akan sarapan bersama sambil menunggu Shiena turun ke bawah.
Sementara di lantai atas, Shi yang mendengar Gavin tiba di rumahnya, kemudian segera mengoles make up di wajahnya. Karena tadinya memang Shi akan pergi ke restoran. Dia memakai dress berwarna soft yang begitu manis jika melekat tubuhnya.
'Aduh... Gavin ada apa ya pagi-pagi udah ke sini? Apa dia mau membahas masalah kemarin? Lagi pula, bukannya dia sedang marah ya semalam? Kan dia mematikan telepon, tanpa menunggu penjelasan aku dulu! Atau, dia datang ke sini buat marah-marah?' Batin Shi menerka-nerka, sambil memikirkan hal kenapa Gavin sampai datang pagi-pagi ke rumahnya.
__ADS_1
Setelah siap, Shi pun turun ke lantai bawah dan menuju meja makan. Karena saat dia menuruni tangga, dia melihat Gavin berada di sana. "Vin, sudah lama?" Tanya Shi sambil duduk di samping Gavin.
"Tidak, baru saja!" Jawab Gavin sambil meminum kopi buatan Juwi.
Lalu mereka pun sarapan bersama, setelah sarapan selesai Gavin meminta izin kepada Juwi Untuk mengantarkan Shi ke restoran, karena sekalian juga dia ingin ke kantor.
"Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan," ucap Gavin saat berada di dalam mobil kepada Shi.
"Soal apa itu? Apa soal semalam? Lalu, kenapa semalam kamu marah-marah, tanpa mau mendengarkan penjelasan aku dulu! Dan kamu malah langsung menuduh aku yang tidak-tidak," ujar Shi sambil menekuk wajahnya, dan memalingkannya ke samping jendela mobil.
Tidak Shiena pungkiri, jika hatinya saat ini masih merasa kesal kepada Gavin, karena Gavin malah memutuskan telepon secara sepihak tanpa mau mendengarkan penjelasan dia dulu.
"Iya aku tahu, aku salah. Lagi pula, wajar kan jika aku marah! Bagaimana tidak? Seharian kamu tidak ada kabar? Ya... Siapa tahu kan, kamu itu asik jalan bersama dengan pria bule itu," sindir Gavin tanpa menatap ke arah Shi sedikitpun.
"Sepertinya kamu tuh harus lebih dewasa lagi, dalam menanggapi sebuah masalah. Jangan apa-apa kamu selalu negatif thinking! Seharusnya kamu itu, dengerin dulu penjelasan orang. Jangan main langsung mikir yang tidak-tidak saja," ketus Shi sambil memejamkan matanya, dia males berdebat dengan Gavin.
Belum menikah aja dia dan Gavin sudah bertengkar terus, gimana kalau mereka sudah menikah. Pasti akan menjadi keluarga tom and jerry, yang setiap hari terus aja berantem lalu baikan lagi.
Mobil pun telah sampai di restoran, namun saat Shi akan turun dari mobil, Gavin menahan tangannya. Membuat wanita itu seketika menoleh ke arah Gavin. "Ada apa?" Tanya Shi saat akan turun mobil.
"Nanti siang aku jemput! Kita akan makan siang di luar," ujar Gavin. Dan langsung dibalas anggukan oleh Shi, setelah itu Shi pun turun dari mobil Gavin, dan masuk ke dalam restoran. Sementara itu Gavin pun melajukan mobilnya menuju kantor.
**************
__ADS_1
Jam makan Siang pun telah tiba, Shi sedang menunggu kedatangan Gavin untuk menjemputnya makan siang di luar. Dia melihat jika Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 siang, tapi Gavin belum juga datang ke resto.
"Duh, Gavin ke mana sih? Katanya mau janjian makan siang, tapi udah jam segini kok belum datang-dateng?" Gerutu Shi, sambil melihat jam yang ada di tangannya, dan sesekali dia melihat ponselnya berharap jika Gavin menghubunginya. Tapi tidak ada pesan sedikitpun dari Gavin.
Hingga tepat jam 11.30 siang, pintu ruangan Shi terbuka, dan ternyata itu adalah Gavin. Shi yang melihat itu malah merengut dengan kesal, kemudian menjatuhkan bokongnya.
"Maaf ya aku lama, tadi ada klien yang memaksa aku untuk berdiskusi sebentar mengenai masalah proyek," ujar Gavin sambil duduk di sebelah Shi.
Namun Shi tidak menjawab. Dia masih menekuk wajahnya sambil memalingkan wajahnya ke arah samping, karena dia masih merasa kesal kepada Gavin. Dan Gavin yang melihat itu pun terkekeh kecil, kemudian dia pun menjawil hidung Shi dengan gemas.
"Jangan marah, Tuan Putri. Kalau kamu marah, nanti cantiknya ilang loh! Ya udah yuk, kita berangkat. Aku punya kejutan buat kamu," bisik Gavin dengan nada bicara yang misterius, membuat Shi seketika memalingkan wajahnya dan menatap ke arah Gavin.
"Hah, kejutan? Maksudnya kejutan apa?" Tanya Shi dengan penasaran.
"Kamu penasaran? Mendingan sekarang kita berangkat," ujar Gavin sambil menggandeng tangan Shi, kemudian berjalan keluar dari restoran.
Sebenarnya Shi sudah berdebar, dan juga penasaran. Kejutan apa yang akan diberikan Gavin kepadanya. Tapi jika diberitahu dari awal, namanya bukan kejutan.
Shi bahkan tidak banyak bicara di dalam mobil, begitupun dengan Gavin. Sampai mobil pun tiba di restoran di pinggir pantai, dengan pemandangan yang indah dan restoran itu juga sudah dihias oleh pelayan, agar terlihat romantis untuk acara lamaran Gavin.
Kedua tangan Gavin menutup mata Shi, hingga mereka dengan perlahan masuk ke dalam restoran. "Apakah sudah bisa di buka? " Tanya Shi saat mereka menghentikan langkahnya.
Dengan perlahan Gavin membuka tangannya yang menutupi mata Shi.
__ADS_1
Bersambung. . .......