
Happy reading........
Gavin masuk ke dalam kamarnya, dia merebahkan badannya di atas ranjang sambil menatap langit-langit kamar dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya.
Wajah cantik Shi terus terbayang di benak Gavin, senyum manisnya, mata indahnya, hidung mancungnya serta bibir mungil milik Shiena terus aja berputar di dalam otak Gavin, seakan saat ini di dalam hati dan juga pikirannya hanya ada nama Shi seorang. Dan hanya ada wajah wanita itu yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.
Pagi pun telah tiba, saat ini Juwi sedang mempersiapkan sarapan untuk suami dan juga anaknya. Dan dia juga sudah ada janji dengan Tania, untuk mempersiapkan acara pernikahan Shiena dengan Gavin.
"Oh ya Vin, hari ini Mami akan mengajak Shi dan juga tante Tania untuk ke butik. Nanti kamu nyusul ya setelah meetingnya selesai," ucap Juwi pada Gavin dan langsung dibalas aku kan oleh pria tampan itu.
"Iya Mih, nanti Gavin nyusul," jawab Gavin sambil memakan sarapan nya.
**********
__ADS_1
Saat ini Shi tengah bersama dengan Juwi dan juga Tania di sebuah putik ternama di kota itu untuk fitting baju pengantin, karena waktunya sangat mepet, Jadi mereka cepat-cepat melakukan fitting baju pengantin.
Setelah selesai mereka heran kenapa Gavin belum juga sampai, padahal sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi tapi Gavin masih belum kelihatan batang hidungnya.
"Itu anak benar-benar ya, sudah dikasih tahu jangan sampai telat, masih aja telat. Lihat aja, kalau sampai datang, ku jewer telinganya," geram Juwi sambil duduk dengan wajah ditekuk.
Melihat sahabatnya kesal, Tania terkekeh. Juwi memang tidak pernah berubah dari gadis, masih saja suka kesal dengan hal-hal yang sepele walaupun bisa dibilang itu bukan hal sepele juga, karena hari ini adalah hari yang penting.
"Sudah jangan marah-marah terus, nanti cepet tua. Lagi pula mungkin jalanan sedang macet, kita tunggu sebentar lagi aku yakin kok Gavin pasti akan datang," ucap Tania sambil mengusap bahu sahabatnya.
"Maaf Mom, Tante, aku telat. Soalnya tadi di jalan ada sedikit kejadian, jadi aku telat datang ke sini," ucap Gavin dengan nafas terengah-engah dan pakaian yang sedikit berantakan. Shi juga melihat jika pelipis Gavin berdarah, seketika dia menjadi cemas dan khawatir, kemudian Shi berjalan mendekat ke arah Gavin dan memegang Wajah pria tampan itu.
"Ini pelipis kamu kenapa? Kok bisa berdarah kayak gini?" tanya Shi dengan
__ADS_1
cemas.
Gavin dapat melihat raut kecemasan di wajah Shi, kemudian dia memegang tangan calon istrinya itu. "tidak apa-apa, Ini hanya luka kecil kok," jawab Gavin menenangkan Shi, namun wanita itu tidak percaya dia yakin telah terjadi sesuatu yang buruk.
Tania yang sedari tadi duduk pun langsung berdiri kemudian dia memegang dagu Gavin, melihat luka yang berada di pelipisnya. "Jawab Mommy, ini kenapa? Kamu berantem sama orang?" tanya Tania dengan mata menyipit menatap Gavin.
Kemudian Gavin pun menceritakan kejadian tadi saat dia hendak ke butik, tiba-tiba ada dua motor yang menghadang dirinya berjumlah 4 orang yang berbadan besar, dan mau tidak mau Gavin pun melawan mereka, tapi karena lawan tidak seimbang Gavin terkena pukulan di pelipisnya dan mengenai cincin yang ada di tangan salah satu empat orang itu maka kenapa pelipis Gavin sampai terluka.
"Sipa mereka? Kenapa mereka menyerang kamu? Apa mereka anak buah dari lawan bisnis kamu?" tanya Tania menerka-nerka, namun Gavin menggeleng sambil mengangkat kedua bahunya.
"Entah Mom, mungkin saja juga Iya. Tapi Momy tenang aja, aku udah minta anak buah aku buat selidiki soal ini jadi Momy tidak usah khawatir. Sekarang mana yang harus aku coba bajunya?" Gavin mencoba untuk mengalihkan pembicaraan agar kedua wanita yang ada di hadapannya itu tidak merasa cemas.
"Sebelum itu aku obati dulu lukanya ya," ucap Shiena sambil menarik Gavin untuk duduk di kursi, kemudian dia meminta kotak P3K kepada pemilik butik dan mengobati luka Gavin.
__ADS_1
bersambung.....