Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)
Menyimpan Rasa


__ADS_3

Happy Reading 😘


"Aryan....." Kaget Shi saat melihat pria tampan dengan wajah tampan campuran italia dan India itu duduk di samping nya.


Pria tampan itu duduk di samping Shi, dan tersenyum manis pada Shi.


"Kamu kenapa menangis?" Tanya Aryan.


"Harusnya aku yang bertanya sama kamu! Kenapa kamu ada di indonesia?" Bingung Shi.


"Aku ada urusan di sini selama dua bulan, dan kebetulan lewat sini. Eh malah lihat cewek yang menangis duduk sendirian."Jelas Aryan.


"Cih, ngeles aja kayak bajai."


Shi kembali memalingkan wajahnya sambil menatap lampu di taman.


Aryan sebenarnya penasaran dengan Shi kenapa sampai menangis. Dia yakin jika wanita cantik itu sedang ada masalah.


"Kamu gak mau cerita masalah kamu sama aku?" Tanya Aryan.


"Nggak! Buat apa cerita, aku hanya mau menenangkan diri saja." Jelas Shi


Duar


Petir menyambar dengan keras di atas langit, menandakan jika hujan sebentar lagi akan turun.


"Pulang yuk, aku antar." Ajak Aryan


Shi nampak berpikir namun suara petir yang menggelegar akhirnya membuat Shi mengangguk dan mengikuti Aryan menuju mobilnya.


Aryan Bramasta adalah pria tampan keturunan Italia dan India. Dia adalah teman Shi di Jepang.


Tepatnya Aryan adalah salah satu dosen di kampus Shi. Dan karena seringnya Shi bertemu dengan Aryan karena apartemen mereka bersebelahan, membuat Shi dan Aryan menjalin hubungan pertemanan.


Tapi siapa yang tahu jika di balik kata pertemanan itu Aryan memendam rasa lebih dari sekedar teman.


Kebersamaan nya bersama Shi selama ini membuat sesuatu tumbuh di hati Aryan. Tapi dia tak berani mengatakan nya pada Shi, sebab Aryan tahu jika Shi hanya menganggapnya sebagai teman saja.


Aryan harus memendam rasa itu sampai waktunya tiba. Dimana ia akan mengungkapkan semua perasaan nya pada Shi.


"Ini rumah kamu?" Tanya Aryan saat sampai di rumah Shiena.

__ADS_1


"Iy, mampir dulu yuk!" Ajak Shiena namun Aryan menolak nya.


"Maaf Shi, aku gak bisa. Ini kan udah malam, gak enak juga sama orang tua kamu! Oya, besok sibuk ga?" Tanya Aryan


Shiena nampak berpikir sejenak, lalu menggeleng cepat.


"Nggak sih, emang kenapa?"


"Besok temani aku yuk buat lihat lihat kota ini. Kamu kan tahu kalau aku bukan asli sini, dan gak tahu kota ini." Pinta Aryan.


Shiena terdiam mendengar permintaan teman nya itu, tapi sejurus kemudian dia mengangguk.


Shiena pikir tak ada salah nya dia menemani Aryan keliling kota jakarta. Toh itung itung Shi melegakan perasaan nya yang sedang kacau.


"Baiklah, besok pagi kamu kesini jam 9 ok."


"Siap tuan putri."


Setelah itu Shiena pun masuk kedalam rumah, sementara itu Aryan kembali ke apartemen nya.


Hati Aryan begitu bahagia saat melihat Shiena. Sebenarnya tujuan Aryan ke Indonesia bukan hanya soal pekerjaan saja.


"Shi, kamu darimana saja?" Tanya Juwi yang sedang menunggu Shi di ruang Tamu.


Shi menghentikan langkah nya dan menengok ke arah Mami dan Papi nya.


"Habis nenangin pikiran." Jawab Shi dengan singkat, setelah itu dia kembali melanjutkan langkah nya.


Namun suara Juwi membuat langkah Shi berhenti kembali.


"Kemari Shi, Mami dan Papi mau bicara." Ucap Juwi.


Shi pun berjalan mendekat ke arah Mami dan Papi nya lalu duduk di salah satu sofa.


"Shi, Mami heran sama kamu! Kenapa kamu menolak perjodohan ini?" Tanya Juwi langsung to the point.


Shi menatap sang Mami dengan alis bertaut. "Kenapa Mami masih bertanya? Toh, mau Shi tolak pun Mami dan Papi akan melanjutkan perjodohan ini kan?" Tebak Shi


Juwi dan Jojo menghela nafas nya dengan kasar.


"Nak, bukan maksud Mami dan Papi memaksa kamu! Tapi kami memang sudah menjodohkan kamu dan Gavin sedari bayi." Jelas Jojo.

__ADS_1


"Kalau Mami, Papi, dan tante Tania sudah menjodohkan aku dan Gavin dari bayi. Lalu kenapa tidak dari kemarin kemarin? Kenapa baru sekarang?" Todong Shi dengan pertanyaannya.


Juwi melirik ke arah Jojo, lalu kembali menatap sang anak.


"Nak, kemarin kan kamu tahu kalau Gavin punya kekasih? Masa kita lakuin perjodohan ini saat Gavin ada pacar? Kan gak mungkin! Nanti akan ada hati yang terluka." Jelas Juwi


"Lalu.... Apa Mami dan Papi juga memikirkan perasaanku? Memikirkan gak? Nggak kan? Kalian malah melanjutkan perjodohan ini walau aku tak setuju." Jelas Shi dengan tatapan kecewa pada Mami dan Papi nya.


"Nak, kenapa kamu gak setuju? Bukan nya kamu itu suka sama Gavin dari dulu? Harusnya kamu senang dong, sebab sekarang kamu dan Gavin bisa bersatu?" Heran Juwi


Shi yang mendengar itu tentu saja terkekeh kecil.


"Mi, Mami lupa ya! Hati manusia itu bisa berubah Mi. Dulu memang aku cinta sama Gavin, lalu.... Apa setelah setahun aku di Jepang, aku masih belum bisa begitu melupakan dia? Mami salah besar. Perasaan manusia itu bisa berubah Mi, apalagi jika sudah di sakiti begitu dalam." Tutur Shi dengan panjang lebar.


"Maksud kamu?" Tanya Jojo dengan bingung


"Sudahlah Mi, Pi. Gak ada guna nya juga kita berdebat untuk hal tak penting. Teruskan jika itu membuat kalian bahagia! Aku sebagai anak hanya manut saja apa kata orang tua." Jelas Shi sambil bangkit berdiri dan meninggalkan ruang tamu.


"Nak, Mami yakin kamu dan Gavin akan saling mencintai suatu saat nanti. Kalian hanya butuh waktu saja!" Ucap Juwi sambil menahan tangan Shi.


Mendengar itu Shi hanya tertawa sumbang dan menatap Mami nya dengan gelengan kepala.


"Cinta memang bisa datang seiring berjalan nya waktu Mi. Tapi Cinta itu tak akan bisa hadir, jika luka di hati begitu dalam di torehkan."


Shi melepaskan tangan Juwi dari tangan nya, lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar.


Juwi ingin mengejar Shiena, tapi Jojo menahan nya. "Biarkan Mi, dia butuh waktu. Kita akan bicarakan lagi nanti." Ucap Jojo.


Shiena menutup pintu kamar nya dan menguncinya. Dia tak mau sang Mami datang dan membuat dia semakin sakit.


Tubuh Shi merosot di bawah ranjang, air mata nya menetes deras kembali. Dadanya terasa begitu sesak.


"Aku bukan tak bahagia jika nanti menikah dengan mu Vin. Hanya saja, aku sadar jika di hatimu tak pernah ada aku! Kamu mendekati aku hanya karena sebuah rasa bersalah. Dan aku tak mau menikah dengan pria yang tak mencintaiku." Ucap Shi dengan lirih


"Kenapa Vin? Kenapa kamu membuat aku merasakan sakit ini kembali? Kamu menerima perjodohan ini sebab kamu merasa bersalah padaku! Kenapa begitu sakit, saat aku tahu kamu tak pernah mencintaiku."


Bersambung........


ARYAN BRAMASTA


__ADS_1


__ADS_2