Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)
Itu Yang Pertama Bagiku


__ADS_3

Happy Reading😘


Sesampainya di kantor Gavin langsung naik ke lantai atas. Terlihat jelas wajah kusut Gavin.


Dia mendaratkan bok*ng nya di kursi kebesarannya itu, lalu mendesaah kasar.


Edison yang melihat itu tentu saja sangat heran, sebab tak biasanya pria kaku itu datang datang dengan wajah kusut.


"Ekkhm, Lo kenapa?" Tanya Edison


Gavin hanya melirik saja tanpa mau menjawab, dan itu tentu saja membuat Edison kesal.


"Eh, kutu kupret. Di tanya bukan nya jawab malah diem aja! Bibir Lo abis di sulam ya?" Kesal Edison.


Puk


Sebuah pensil mendarat tepat di jidat lebar Edison, membuat pria brewok itu merengut kesal.


"Gw lagi kesel sama tuh cewek." Ucap Gavin dengan ambigu.


"Hah, cewek? Cewek siapa yang Lo maksud saidem?"


"Nama gw Gavin, Parjo. Bukan Saidem? Lo itu seneng banget sih ganti nama orang hah? Lama lama gw ganti juga nama Lo jadi Fizi." Geram Gavin.


"Hah, Fizi. Lo pikir gw teman nya upin ipin hah?" Ketus Edison.


"Emang! Lo itu sangat mirip sama dia. Udah, mending sekarang meeting, daripada Lo makan gaji buta." Ujar Gavin.


Gavin pun berdiri dan melangkah keluar ruangan nya di susul Edison di belakang nya dengan wajah asem bagaikan asem nya jeruk nipis.


'Kalau bukan sahabat sama Bos gw aja! Udah gw pepes Lo.' Batin Edison dengan kesal saat di dalam lift


"Jangan menggerutu dalam hati Son. Nanti gw potong gajih Lo." Ucap Gavin sambil memainkan ponselnya.


Edison melebarkan matanya saat mendengar ucapan Gavin. Dia heran kenapa Gavin seakan tahu isi kepala nya.


'Ni anak kayaknya punya kekuatan baru deh! Masa bisa baca pikiran gw? Wah, bener nih anak cenayang.' Batin Edison

__ADS_1


"Jangan bilang gw cenayang ya! Gw tonjok Lo." Ancam Gavin lagi.


Edison yang mendengar itu terperanjat kaget, lagi lagi Gavin bisa mendengar suara hatinya.


Edison pun tak berani membatin lagi, dia takut jika Gavin akan bisa mendengar suara hatinya lagi.


Padahal nyatanya Gavin hanya menebak saja, sebab ia sudah hafal betul sifat sahabatnya itu.


🌹


🌹


🌹


Siang ini Shi begitu sibuk, sampai sampai ia belum makan siang sama sekali.


Saat Shi sedang berkutat dengan laptop nya, tiba tiba saja ada sebuah piring yang berisi makanan di hadapan Shi.


Lalu Shi mengangkat wajahnya, dan ternyata itu adalah Gavin.


"Jangan terlalu fokus bekerja, sampai lupa dengan kesehatan sendiri." Ujar Gavin sambil menutup laptop Shi.


"Wah, wah. Sekarang manggilnya udah Lo gw ya! No problem. Sekarang ayo makan siang dulu." Paksa Gavin sambil menarik tangan Shi untuk duduk di sofa.


Dada Shi kembali berdebar saat Gavin memegang tangan nya, aliran darah nya terasa berdesir.


"Gw bisa makan sendiri." Ucap Shi sambil menarik paksa tangan nya dari genggaman Gavin.


Shi berjalan hendak ke pintu, namun Gavin malah menarik tangan nya hingga Shi berbalik arah dan menabrak Dada bidang Gavin.


Dengan cepat Gavin melingkarkan tangan nya di pinggang ramping Shi. Tatapan keduanya terkunci satu sama lain.


Dapat Gavin rasakan dua buah daging kenyal di dada nya, pikiran nya kembali ke malam dimana dia menikmati benda indah itu.


Shi tersadar langsung mendorong tubuh Gavin.


"Apaan sih Vin! Jangan sentuh gw." Ketus Shi sambil melanjutkan kembali langkahnya.

__ADS_1


Tapi lagi lagi Gavin menghalangi, dia menarik tangan Shi lalu mengungkungnya di tembok.


Shi tak bisa berkutik sebab Gavin menahan pinggang nya.


"Kenapa Lo menghindari gw Shi?" Tanya Gavin.


"Apaan sih Vin. Siapa juga yang ngehindar dari Lo! Awas, gw mau keluar." Ucap Shi dengan wajah yang mulai memerah.


"Kalau Lo gak ngehindar dari gw, terus kenapa Lo gak mau deket gw? Apa Lo ke inget sama mal--"


"Stop! Sudah berapa kali gw bilang hah! Gak ada yang terjadi malam itu, anggap saja itu tak pernah terjadi." Bentak Shi dengan mata menatap tajam ke aah Gavin.


Dengan sekuat tenaga Shi mendorong tubuh Gavin, tapi tak bergeser sedikitpun.


"Kau tahu, itu yang pertama bagiku! Dan kau sudah mengambil keperjakaan ku." Jelas Gavin dengan tangan mengepal.


Entah kenapa dia merasa marah saat mendengar Shi mengatakan jika tak pernah terjadi apa apa malam itu antara mereka.


Dan dengan gampangnya Shi bilang untuk melupakannya.


"Haha... Kau bilang itu yang pertama bagimu! Kau tentu juga tahu, jika itu yang pertama juga bagiku." Bentak Shi dengan tawa gambar nya.


"Lalu apa! Apa yang harus ku lakukan hah? Aku harus mengemis pertanggung jawaban begitu darimu? Iya. Tidak Vin! Aku tidak mau menikah dengan pria yang tak ku cintai, begitu pun sebaliknya. Aku tahu jika kau sudah mempunyai Rista dalam dirimu. Lalu aku harus apa Vin? Aku tak mau mengemis padam--- eemph."


Gavin segera membungkam bibir Shi dengan bibir nya.


Entah kenapa mendengar Shi tak mencintainya membuat Gavin semakin marah, hingga ia gak bisa membendung lagi amarah nya.


Gavin Mel umat kasar bibir Shi, tak ada kelembutan di setiap kecapan itu. Gavin melakukan nya dengan amarah.


Hingga dia menggigit bibir bawah Shi agar wanita itu membuka mulutnya, dan Gavin bisa menjelajah dengan leluasa..


Ciu man yang awalnya penuh amarah, lama lama menjadi semakin lembut dan menuntut.


Shi juga yang tadinya berontak, kini dim terbuai oleh sentuhan lembut bibir Gavin.


'Kenapa tubuh dan hatiku bertolak belakang?' Batin Shi dengan kesal.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2