
“Albert, kamu harus menikah lagi!!”
Tegas wanita separuh baya itu kepada albert, albert yang mendengar perkataan ibunya merasa terkejut.
……
Lesca adalah gadis yang tumbuh dikeluarga sederhana. Namun keluarganya berbeda dengan keluarga lain. Biasanya keluarga sederhana akan hidup dengan harmonis dan bahagia, begitulah secercah harapan dimata Lesca yang tak pernah terwujud. Lesca tumbuh didalam keluarga yang sama sekali tidak memiliki keharmonisan, bahkan untuk sekedar berkumpul bersama. Hari demi hari ia hanya melihat pertunjukan kekerasan didalam keluarganya. Bukan hanya melihat, bahkan terkadang ia sendiri yang menjadi korban kekerasan didalam keluarganya. Lesca sendiri merupakan anak tunggal, namun justru karena itu ia selalu menjadi pelampiasan amarah orang tuanya. Semua tetangganya tau akan hal itu, mereka yang bersimpati kepada Lesca hanya mampu mengucapkan satu kalimat yang selalu ia dengar. ‘sabar ya ca, suatu saat nanti kamu akan menemukan jodohmu yang mana keluarganya akan senantiasa menerimamu dan menyayangimu’ satu kalimat itulah yang menjadi harapan seorang Lesca untuk tetap menerima takdirnya.
karena keadaan yang ia alami, ia harus belajar mandiri sejak usia muda. Itu membuat Lesca yang minim pendidikan menjadi orang berpengalaman didunia kerja dan memberi akibat positif dimasa depan Lesca. Karena itu meskipun ia hanya lulusan SMA, tapi ia bisa bekerja disebuah restoran Elite yang dikhususkan untuk para konglomerat dikota tersebut.
Sampai akhirnya ia bertemu dengan Alberto Yutama yang merupakan anak tunggal keluarga Tama, keluarga konglomerat yang dikenal akan kesuksesannya dalam berbisnis. Bagi seorang Lesca, Alberto yutama ialah orang pertama yang memberikan semua kehangatan yang ia impikan dulu. Dan pada masa-masa itu, Lesca benar-benar bahagia dan berfikir bahwa ia sudah berada dipuncak kehidupannya yang tidak akan jatuh kejurang penderitaan lagi tanpa mengira kebahagiaan yang diberikan oleh cinta, akan dihancurkan pula oleh cinta tersebut.
Puncak kehidupan yang Lesca kira akan selalu membawa sebuah kebahagiaan, justru akan membuat Lesca jatuh dalam penderitaan yang lebih dalam. ‘kamu camkan baik-baik!! Aku nyonya Tama tidak akan pernah menganggapmu sebagai menantu keluarga tama!!’ kata-kata yang begitu menusuk hati terucap dari mulut ibu mertua Lesca. ‘sayang, kamu harus bertahan demi aku, oke? Aku mohon padamu kamu harus tetap berada disisiku ya? Aku yakin suatu saat mama pasti akan menerimamu dengan penuh kasih.’ Ucap albert 2 tahun lalu.
__ADS_1
2 tahun berlalu begitu lama untuk Lesca yang setiap harinya menerima perlakuan kasar dari nyonya Tama. Bahkan para pelayan mepmperlakukan Lesca dengan acuh dan tidak menghiraukan kehadiran Lesca. Namun, mau tidak mau Lesca harus menerima dan menahan semua perlakuan tersebut. Semua itu semata ia lakukan hanya untuk mendapatkan pengakuan dari nyonya Tama.
“Lesca, dimasa depan kamu pasti akan mempunyai suami dan mertua yang sangat menyayangimu, jadi bersabarlah dan yakinlah jika kamu sudah mempunyai seorang suami, kamu pasti akan bahagia” begitu ucap sesorang yang merasa simpati pada Lesca yang masih kecil dikala itu. Namun dua tahun silam telah berlalu semenjak ia menikah dengan Albert. Kebahagiaan yang diucapkan oleh orang-orang tak kunjung mendatangi hidup Lesca. Jangankan sebuah kebahagiaan, untuk sekedar pengakuan saja tidak pernah ia dapatkan. Selain sumainya, tiada lagi orang yang mengakuinya. Begitulah kehidupan seorang Lesca.
….Dirumah keluarga besar Yutama….
“sayang, apa lusa nanti kamu masih disana?” tanya Lesca yang meletakkan hanphone-nya tepat didepan wajahnya.
“aishh… sepertinya aku tidak akan bisa pulang pada lusa nanti, kamu baik-baik disana ya sayang, kirim pesan untukku setiap jam oke? Agar aku tidak mengkhawatirkanmu. Kalau mama berbuat sesuatu padamu langsung bilang padaku, aku akan menyelesaikan urusan disini secepat mungkin agar aku bisa kembali untuk menemanimu” celoteh Albert pada Lesca melalui video call. Setelah beberapa kalimat diucapkan, Lesca menutup video call-nya dengan Albert. ‘aih… aku merasa lapar… apa makan siangnya sudah sia ya?’ ucapnya dalam hati sembari berjalan menuju dapur.
Sesampainya didapur, Lesca tak melihat aSdanya makanan jadi mau tidak mau dia harus membuatnya sendiri. Lesca menemukan beberapa sayur segar didalam lemari es, ia pun mulai mengolahnya menjadi sebuah sup. Setelah beberapa menit, Lesca mengambil sebagian sup untuk ia makan, dan membiarkan sebagian lainnya tetap dalam manci.
Lesca berjalan menuju kamar sembari membawa mangkuk yang berisi sup yang ia buat tadi. Namun saat sampai dipintu dapur, salah satu pelayan menabraknya. “pyarrr” mangkuk yang dibawa oleh Lesca pun jatuh dan pecah, bahkan kuah sup yang masih panas sampai mengenai kaki Lesca. “auu panas!” ucap Lesca yang merasakan panas dikakinya. Ia pun segera menunduk untuk mengusap bagian kakinya yang terkena kuah tadi. “aduh, maaf” ucap pelayan yang menabraknya. “ah… tidak apa-“ belum selesai Lesca berbicara, pelayan tersebut melewati Lesca sembari bergumam “dasar rakyat jelata tidak tau malu!” gumam pelayan tersebut yang masih terdengar jelas oleh Lesca. Hal seperti itu tidak membuat Lesca terkejut. Karena yang seperti itu sudah biasa ia alami. Tanpa memikirkan perkataan dan perlakuan pelayan tadi, Lesca segera membersihkan pecahan mangkuk tadi dan mengambil kembali sup yang masih didalam panci.
__ADS_1
…..
hari ini adalah hari istimewa nyonya Tama, pesta yang megah sudah disiapkan nyonya Tama. Para tamu undangan dari keluarga bangsawan hadir satu persatu dengan tampilan yang khas bangsawan. Lesca yang berada didalam kamar menyayangkan nasibnya “kamu tidak diperbolehkan muncul diacara ulang tahun nyonya nanti dan nona juga dilarang berkeliaran disekitar area pesta” begitu ucap seorang pelayan sebelum pestanya dimulai. Dari kalimat tersebut sudah jelas bahwa nyonya Tama tidak ingin Lesca muncul dan mempermalukan nama keluarga YuTama.
“happy birthday nyonya Tama, wish all the best for you..” ucap seorang wanita separuh baya bergaya elegan kepada nyonya Tama.
“oho… thank you Mrs.Solenc… apa anda menikmati pestanya?” tanya nyonya tama dengan sopan
“saya sangat menikmati pesta nyonya, ah iya, Mona beri salam pada nyonya Tama”
“semoga hal-hal baik selalu menyertai nyonya Tama, saya Mona Solenc putri kedua keluarga solenc.” ucap seorang wanita muda yang sangat manis nan elegan.
“woah putri anda sangat manis!! Apa mona mengenal anak saya Albert?” nyonya Tama merasa Mona sangat cocok dengan kriteria yang ia cari, apalagi bisnis keluarga Solenc lebih besar dari bisnis keluarga Tama. Dan perusahaan solenc merupakan salah satu investor terbesar diperusahaan Tama. Akan sangat menguntungkan apabila Albert dan Mona menikah, pastinya hal itu bisa membuat perusahaan Tama menjadi lebih berkembang. Fikir nyonya Tama yang sudah berniat menjodohkan Albert dan Mona.
__ADS_1